Blog Pendidik


5 Comments

Liputan Murid: Kegiatan Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta


Acara Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta yang berlangsung di SMKN 29 Jakarta 15 Desember 2018, sudah tayang di channelnya di youtube.

Apakah yang dimaksud dengan Techno Park?

Berikut ini adalah tulisan Pande Made Parwatha Guru SMKN 1 Abang, Karangasem yang dimuat di Baliexpert.jawapos.com

SALAH satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkembangan industri modern berbasis informasi yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) , lndonesia dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lapangan kerja lain di negara-negara anggota MEA.

Apabila lndonesia tidak menyiapkan penyediaan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional, dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional dari negara-negara anggota MEA.

Untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan di atas, dan sebagai kelanjutan dari Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas), yang secara nasional telah tuntas, melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang 2 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK . Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK. Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya. Dalam proses pendidikan di SMK, keterlibatan pihak industri dalam proses pembelajaran sangatlah penting, karena perkembangan teknologi maupun proses dalam produksi/jasa yang sangat pesat. Penerapan Teaching Factory di SMK akan mendorong mekanisme kerja sama antar sekolah dan industri yang saling menguntungkan, sehingga SMK akan selalu mengikuti perkembangan industri secara otomatis (teknologi transfer, manajerial, pengembangan kurikulum, prakerin, dan sebagainya.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat.Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri. Salah satu tujuan utama program Teaching Factory dan Technopark di SMK adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak kepada penguatan daya saing industri di Indonesia.

Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang “comphrehensive” meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif/sikap (“attitude”) dan kemampuan berpikir/mental (cognitive) “Higher-Order Thinking Skills” (HOTS) yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (“critical thinking/evaluation” dan “problem solving”). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).

Oleh karena itu, penerapan program Teaching Factory dan Technopark di SMK harus ditindaklanjuti secepatnya oleh instansi teknis terkait. Grand Design ini juga diharapkan bisa dipahami serta dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan. Dengan demikian, banyak pihak dapat terlibat aktif secara efektif dan konstruktif, termasuk memberi kritik, evaluasi, dan rekomendasi. Pelibatan publik secara lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil pembangunan pendidikan, khususnya SMK.

Harus ada upaya untuk memberikan tambahan sentuhan teknologi baru yang dilakukan terus menerus. Sehingga jika sudah berhasil, yang keluar dari Techno Park ini benar-benar produk unggulan dan berbeda dengan produk sebelumnya atau yang ada di daerah lain.Techno Park juga bisa memberikan branding terhadap suatu sekolah atau daerah. Penciptaan teknologi baru bisa disesuaikan dengan potensi dan kondisi daerah sehingga menunjang sektor andalan daerah tersebut. (*)

Bikin liputan apa kamu hari ini?

Advertisements


Leave a comment

Kreatif di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta

Bertemu dengan anak kapal, ide kreatif saya sering muncul tak terkendali hingga waktu terasa begitu cepat berlalu, salah satunya adalah mewawancarai anak kapal SMKN 29 Penerbangan Jakarta tentang sekolah mereka di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta 15 DESEMBER 2018.

Video di atas adalah produk kreatifitas bersama anak kapal saat mereka sedang sibuk merakit pesawat yang sudah diterbangkan, kini murid jago karate yang menjadi host itu sudah jadi sarjana dan bekerja di industri kreatif, well done Friska.

Apakah yang dimaksud dengan Techno Park?

Berikut ini adalah tulisan Pande Made Parwatha Guru SMKN 1 Abang, Karangasem yang dimuat di Baliexpert.jawapos.com

SALAH satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkembangan industri modern berbasis informasi yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) , lndonesia dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lapangan kerja lain di negara-negara anggota MEA.

Apabila lndonesia tidak menyiapkan penyediaan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional, dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional dari negara-negara anggota MEA.

Untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan di atas, dan sebagai kelanjutan dari Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas), yang secara nasional telah tuntas, melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang 2 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK . Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK. Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya. Dalam proses pendidikan di SMK, keterlibatan pihak industri dalam proses pembelajaran sangatlah penting, karena perkembangan teknologi maupun proses dalam produksi/jasa yang sangat pesat. Penerapan Teaching Factory di SMK akan mendorong mekanisme kerja sama antar sekolah dan industri yang saling menguntungkan, sehingga SMK akan selalu mengikuti perkembangan industri secara otomatis (teknologi transfer, manajerial, pengembangan kurikulum, prakerin, dan sebagainya.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat.Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri. Salah satu tujuan utama program Teaching Factory dan Technopark di SMK adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak kepada penguatan daya saing industri di Indonesia.

Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang “comphrehensive” meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif/sikap (“attitude”) dan kemampuan berpikir/mental (cognitive) “Higher-Order Thinking Skills” (HOTS) yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (“critical thinking/evaluation” dan “problem solving”). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).

Oleh karena itu, penerapan program Teaching Factory dan Technopark di SMK harus ditindaklanjuti secepatnya oleh instansi teknis terkait. Grand Design ini juga diharapkan bisa dipahami serta dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan. Dengan demikian, banyak pihak dapat terlibat aktif secara efektif dan konstruktif, termasuk memberi kritik, evaluasi, dan rekomendasi. Pelibatan publik secara lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil pembangunan pendidikan, khususnya SMK.

Harus ada upaya untuk memberikan tambahan sentuhan teknologi baru yang dilakukan terus menerus. Sehingga jika sudah berhasil, yang keluar dari Techno Park ini benar-benar produk unggulan dan berbeda dengan produk sebelumnya atau yang ada di daerah lain.Techno Park juga bisa memberikan branding terhadap suatu sekolah atau daerah. Penciptaan teknologi baru bisa disesuaikan dengan potensi dan kondisi daerah sehingga menunjang sektor andalan daerah tersebut. (*)

Apa produk kreatif kamu hari ini?


Leave a comment

PASKIBRA DUA SEMBILAN di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta


Pernah mendapat piala yang tingginga jauh melebihi tinggi kamu? perhatikan video di atas, aktifis ekskul Paskibra SMKN 29 Jakarta sudah sering menerima hadiah piala yabg tingginya melebihi tinggi mereka sebagai hasil dari kerja keras latihan dan mengikuti kejuaraan lomba paskibra di berbagai tempat.

Saya menjumpai mereka pada acara Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta yang berlangsung di SMKN 29 Jakarta 15 Desember 2018.


Dokumentasi aksi Paskibra SMKN 29 Jakarta diacara XCOOL RCTI tahun 2015.

Apakah yang dimaksud dengan Techno Park?

Berikut ini adalah tulisan Pande Made Parwatha Guru SMKN 1 Abang, Karangasem yang dimuat di Baliexpert.jawapos.com

SALAH satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkembangan industri modern berbasis informasi yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) , lndonesia dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lapangan kerja lain di negara-negara anggota MEA.

Apabila lndonesia tidak menyiapkan penyediaan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional, dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional dari negara-negara anggota MEA.

Untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan di atas, dan sebagai kelanjutan dari Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas), yang secara nasional telah tuntas, melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang 2 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK . Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK. Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya. Dalam proses pendidikan di SMK, keterlibatan pihak industri dalam proses pembelajaran sangatlah penting, karena perkembangan teknologi maupun proses dalam produksi/jasa yang sangat pesat. Penerapan Teaching Factory di SMK akan mendorong mekanisme kerja sama antar sekolah dan industri yang saling menguntungkan, sehingga SMK akan selalu mengikuti perkembangan industri secara otomatis (teknologi transfer, manajerial, pengembangan kurikulum, prakerin, dan sebagainya.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat.Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri. Salah satu tujuan utama program Teaching Factory dan Technopark di SMK adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak kepada penguatan daya saing industri di Indonesia.

Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang “comphrehensive” meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif/sikap (“attitude”) dan kemampuan berpikir/mental (cognitive) “Higher-Order Thinking Skills” (HOTS) yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (“critical thinking/evaluation” dan “problem solving”). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).

Oleh karena itu, penerapan program Teaching Factory dan Technopark di SMK harus ditindaklanjuti secepatnya oleh instansi teknis terkait. Grand Design ini juga diharapkan bisa dipahami serta dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan. Dengan demikian, banyak pihak dapat terlibat aktif secara efektif dan konstruktif, termasuk memberi kritik, evaluasi, dan rekomendasi. Pelibatan publik secara lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil pembangunan pendidikan, khususnya SMK.

Harus ada upaya untuk memberikan tambahan sentuhan teknologi baru yang dilakukan terus menerus. Sehingga jika sudah berhasil, yang keluar dari Techno Park ini benar-benar produk unggulan dan berbeda dengan produk sebelumnya atau yang ada di daerah lain.Techno Park juga bisa memberikan branding terhadap suatu sekolah atau daerah. Penciptaan teknologi baru bisa disesuaikan dengan potensi dan kondisi daerah sehingga menunjang sektor andalan daerah tersebut. (*)

 

Seberapa tinggi piala yang pernah kamu dapatkan?


Leave a comment

Ekskul Aeromodelling di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta

Mereka serius latihan dan sudah sering menjuarai kejuaraan Lomba Aeromodelling tingkat Nasional, jika mau lihat produk pesawat yang dihasilkan oleh aktifis aeromodelling dan piala hasil kejuaraan, silahkan datang ke SMKN 29 Jakarta.


Leave a comment

Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta

Menikmati Pesawat Jabiru hasil rakitan murid-murid SMKN 29 Jakarta tahun 2011 membangkitkan kenangan semangat kerja keras anak-anak kapal yang hebat berusaha mewujudkan target pencapaian menerbangkan pesawat yang dirakit murid-murid kapal bersama guru-guru dan ekspert dari FASI, pesawat tersebut sudah diterbangkan pada 12 April 2012 di sekitar Bandara Pondok Cabe Pamulang Tangerang Selatan.

Pesawat itu kembali ditampilkan pada kegiatan Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta yang berlangsung di SMKN 29 Jakarta, Sabtu 15 Desember 2018. Acara yang menampilkan berbagai produk SMKN 29 Jakarta dan ekspos kegiatan ekstra kurikuler murid-murid disana, mengundang murid, orang tua murid, alumni, industri, Dinas Pendidikan, Kemendikbud RI, murid SMP. Selain pameran, demo ekskul, display produk, juga diadakan lomba-lomba untuk murid SMP.

Saat ini anak-anak hebat yang ikut merakit pesawat sudah sarjana dan bekerja di berbagai bidang seperti maskapai penerbangan, otomotif, rumah sakit, militer, dsb. Proud of you guys.


1 Comment

@SMKN29 Penerbangan Jakarta mendapat bantuan alat praktek dari Qantas Airways Limited

DI RUANG KERJA

DI BANTU SISWA

KAMI BERTERIMAKASIH

Hari ini SMKN 29 PENERBANGAN JAKARTA mendapatkan kunjungan kehormatan dari bpk,SALAM IBRAHIM beliau ada Airport Manager Jakarta Qantas Airways Limited yang mengehibakan berbagai sarana dan bahan-bahan peraktek untuk pelajar SMKN 29 PENERBANGAN JAKARTA, dan membicarakan rencanan kerjasama di masa depan.

ucapan terimakasih yang tak terhingga dan penghargan yang tinggi kepada Bpk,SALAM IBRAHIM dan Qantas Airways Limited, bantuan yang diberikan sangat bermafaat untuk meningakatakan kompetensi anak didik kami di bidang Air Frame Power Plant dan Electrical avionic.


Leave a comment

Dahsyat ANAK KAPAL @SMKN29 Jakarta di Dahsyat RCTI live

MARCEL IKUT BERSAJOJO DENGAN ANAK KLS X @SMKN29 JAKARTA


BERGAIRAH BERSAJOJO

KLS XI & XII NYANYI LAGU KEBANGGAN DENGAN SEMANGAT


TARUNI KEREEEN

PAKIB KEREEEN ABIIIIS


@SMKN29 PENERBANGAN JAKARTA 4 September 2012, terima kasih bangeeet buat semua nak-anak, dan man-teman yang support, semoga bermanfaat membentuk karakter orientasi masa depan, kerjasama, percaya diri, dll …. love u all