Penari Kecak Bali

IMG_3957

Tari Kecak juga sering disebut Tari Sanghyang yang dipertunjukkan sewaktu-waktu untuk upacara keagamaan. Penari biasanya kemasukan roh dan bisa berkomunikasi dengan para dewa atau para leluhur yang telah disucikan. Penari tersebut dijadikan sebagai media untuk menyatakan sabda-Nya. Saat kerasukan, mereka juga akan melakukan tindakan yang di luar dugaan, seperti melakukan gerakan berbahaya atau mengeluarkan suara yang mereka tidak pernah keluarkan sebelumnya.

ASAL MULA NAMA KECAK

Wayan Limbak merupakan sosok yang menciptakan Tari Kecak. Pada tahun 1930, Limbak sudah mempopulerkan tarian ini ke mancanegara dan dibantu oleh Walter Spies, pelukis asal Jerman. Para penari laki-laki yang menari kecak akan meneriakkan kata ‘cak cak cak’. Dari situlah nama Kecak tercipta. Selain teriakan tersebut, alunan musik Tari Kecak juga berasal dari suara kincringan yang diikatkan pada kaki penari pemeran tokoh-tokoh Ramayana.

Di dalam lingkaran, para penari lainnnya beraksi. Mereka memainkan tarian yang diambil dari episode cerita Ramayana yang berusaha menyelamatkan Shinta dari tangan jahat Rahwana. Tak jarang, Tari Kecak juga melibatkan pengunjung yang tengah menonton aksi tarian tersebut.

MEMILIKI BANYAK FUNGSI DAN PESAN MORAL
1. MENGANDUNG NILAI SENI TINGGI
Meskipun nggak diiringi musik atau gamelan, tapi Tari Kecak tetap terlihat indah dan kompak. Gerakan yang dibuat para penarinya bisa tetap seirama! Itulah yang membuatnya bernilai seni tinggi dan dicintai oleh para turis. Meskipun turis yang menonton Tari Kecak bukan beragama Hindu, namun mereka tetap senang menonton Tari Kecak. Rasanya seperti ada yang kurang kalau ke Bali nggak nonton Tari Kecak!

2. BELAJAR MENGANDALKAN KEKUATAN TUHAN
Di Tari Kecak, ada adegan di mana Rama meminta pertolongan pada Dewata. Hal itu membuktikan bahwa Rama memercayai kekuatan Tuhan untuk menolomg dirinya. Tari Kecak juga dipercaya sebagai salah satu ritual untuk memanggil dewi yang bisa mengusir penyakit dan melindungi warga dan kekuatan jahat. Dewi yang biasanya dipanggil dalam ritual tersebut adalah Dewi Suprabha atau Tilotama.

3. BANYAK PESAN MORAL
Tari Kecak memiliki cerita mendalam dan menyampaikan pesan moral untuk penontonnya. Seperti, kesetiaan Shinta pada suaminya Rama. Juga Burung Garuda yang rela mengorbankan sayapnya demi menyelamatkan Shinta dari cengkeraman Rahwana. Dari cerita itu, kita juga diajarkan agar tidak memiliki sifat buruk seperti Rahwana yang serakah dan suka mengambil milik orang lain secara paksa.

Sumber: pegipegi.com

Pendidikan Karakter Kerja Keras, Kerja Sama, Berprestasi, Orientasi Masa Depan dan Mencintai Budaya di SMKN 50 Jakarta

Jam sekolah usai sudah, sebagian besar murid SMKN 50 Jakarta sudah pulang kembali ke rumah masing-masing. Dari dalam ruang Bimbingan Konseling (BK) Saya mendengar percakapan beberapa anak yang sedang serius membicarakan strategi, menata gerak, mengatur posisi, dan sebagainya. Dan ketika saya keluar ruang BK tampak beberapa aktifis ekskul Tari Tradisional Aceh Ratoeh Jaroe mulai berjajar membentuk formasi untuk memulai latihan menari.

Lewat kegiatan ekskul itu, beberpa aspek pendidikan karakter sudah berlangsung, dengan atau tanpa guru dan pembimbing, yaitu:

PERENCANAAN
Murid-murid merencanakan kapan group mereka akan tampil, dimana kegiatan itu berlangsung, merencanakan waktu latihan, memilih tempat latihan, merencanakan kostum yang akan dikenankan, musik atau suara pengiring, alat-alat yang diperlukan, dan sebagainya.

BEKERJA SAMA
Mereka saling mengingatkan kapan harus latihan, berkomitmen untuk serius latihan, tak terlalu banyak ngobrol, fokus pada target, berusaha datang dan pulang tepat waktu, dan sebagainya.

KERJA KERAS
Latihan dilakukan berkali-kali, selama beberapa jam setiap latihan, hingga pulang ke rumah lebih telat dari biasanya, badan lelah, pegal, haus, lapar, dan sebagainya seolah tak terasa. Kerja keras jadi suatu keharusan untuk suatu pencapaian yang direncanakan, sukses di pentas atau juara pada kompetisi yang diikuti.

ORIENTASI MASA DEPAN
Memutuskan untuk latihan, target penampilan, memilih teman, menyiapkan kostum, hingga pentas di wantu yang ditentukan bisa berlangsung selama berminggu-minggu, beberapa bulan atau dalam jangka waktu tahunan, sebuah orientasi masa depan. Hal ini sangat diperlukan untuk menjalani hidup di masa depan setelah mereka dewasa.

MOTIVASI BERPRESTASI
Pentas pada suatu kegiatan di sekolah atau dimanapun adalah sebuah pencapaian prestasi, sama nilainya dengan ikut kompetisi atau lomba, terlepas dari menang atau kalah. Kemenangan pasti akan datang jika motivasi berprestasi untuk ikut serta lomba atau berani tampil terus dipelihara. Sebuah karakter yang sangat sulit ditanamkan, tetapi sangat diperlukan dan bermanfaat buat hidup di masyarakat kelak.

MENCINTAI BUDAYA NEGERI
Anak-anak Jakarta yang jaraknya sekitar 2.350 kilometer dari Aceh meresapi gerakan tari orang-orang Aceh, diiringi lagu berbahasa Aceh adalah praktek nyata mencintai negeri tanpa basa-basi, tapi praktek dengan menghayati secara langsung secara sukarela dalam balutan semangat dan gembira.

Kamu bisa tambahkan karakter apa lagi yang sedang dipelajari oleh anak-anak aktifis tari tradisional Aceh? Silahkan tulis di komentar.