Blog Pendidik


1 Comment

Tawuran Pelajar di Jakarta tak ada lagi

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran bawa senjata tajam masuk penjara,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena murid ketahuan bawa senjata tajam dihukum memangkas rumput sekolah sampai lulus,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap saat tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang ketangkap tawuran dikirim ke negara yang sedang perang diongkosin orang tuanya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena setiap akhir semester ada adu jago berantem antar sekolah, satu lawan satu,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Kepala Sekolah langsung dipecat ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Guru-gurunya dapat sangsi pengurangan tunjangan ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena jatah uang KJP & KIP langsung dihentikan ketika murid terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena sekolah ditutup jika riga tahun berturut-turut muridnya terlibat tawuran,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang terlibat tawuran dipenjara karena mengganggu ketertiban,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena orang tua pelaku tawuran dihukum karena tak bisa mendidik anaknya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelaku tawuran dihukum membersihkan toilet penjara selama tiga bulan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat sudah muak dan melempari pelaku tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena saat musim hujan pelakunya tak berani hujan-hujanan, takut sakit flu,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat bosan & tak peduli, hingga televisi tak mau memberitakan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang menusuk dan bikin mati lawannya dihukum mati,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan karate pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan pencak silat pelajar berhadiah keliling dunia,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tinju pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tarung bebas pelajar berhadiah sepeda mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan martial art pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan kungfu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan wushu pelajar berhadiah mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan lari pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan dance pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan mendaki gunung pelajar berhadiah mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan disain senjata tajam pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan futsal pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan basket pelajar berhadiah sepeda mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan PMR pelajar berhadiah sepeda notebook,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan makan cabe pelajar berhadiah sebidang tanah penuh pohon cabe.

 

“Pak, kita solat jumat yuuuk”, ajak murid saya.
“Eh, iya … yuuuk, terima kasih kamu sudah mengingatkan.” wah saya lagi ngelamun, hehe …, sambil bangun, bergegas dan mematikan notebook.

Advertisements


4 Comments

Guru dinilai dari seragam, kehadiran di sekolah dan prosentase ujian nasional

Selamat pagi bapak dan ibu guru, hampir di setiap sekolah pasti pernah terjadi permelahian atau tawuran antar peserta didik dinsatu sekolah atau dengan sekolah lainnya.

coba perhatikan, dari semua guru di sekolah anda berapa persen yang peduli dan bekerja sama lakukan seseatu ketika terjadi tawuran? kebanyakan merasa itu tugas dari pembina OSIS dan tim kesiswaan dan BK, bahkan ada guru yang pembina ekskul, PPKN, guru Agama atau yg berkaitan dengan moral dan karakter tak peduli kejadian itu.

guru-guru itu bilang yang penting saya berseragam lalu setiap pagi dan sore hari saya lapor pada mesin absen, cap jempol atau telapak tangan agar tunjangan tak berkurang sambil dorong anak belajar tekun agar semua lulus ujian nasional, soal apa yg dilakukan peserta didik biar guru pembina OSIS atau Guru BK serta Kepala Sekolah yg urus …. kami kan dinilai dari seragam, kehadiran di sekolah dan prosentase ujian nasional.


2 Comments

Guru, Sekolah, Wartawan takut, kenakalan anak negeri makin akut

Di Negeri Paman Besut
Para orang tua sibuk kerja sejaka pagi hingga petang
Jalan macet tak terkira, hingga baru tiba di rumah malam hari
Ayah dan ibu harus sama kerja buat keluarga
Tinggalkan anak bersama pengasuh di rumah
Apapun yang dilakukan anak pengasuh tak berani bertindak tegas
Karena takut anak ngadu pada orang tuanya beresiko pengasuh dipecat

Saat usia sekolah taman kanak-kanak
Anak itu nakal dan bandel tak suka dengar larangan guru
Yang mengasuh dia selama di sekolah
Apapun yang dilakukan anak pengasuh tak berani bertindak tegas
Karena takut anak ngadu pada orang tuanya beresiko pengasuh dipecat pemilik TK

Saat bersekolah di Sekolah Dasar
Anak yang makin nakal itu “dijewer” gurunya yang mengasuh selama di sekolah
Karena berkali dinasehati tak kunjung nurut
Orang tuanya marah bawa Polisi, LSM dan Wartawan
Berita muncul di media massa berhari-hari
Dinas Pendidikan menjewer Kepala Sekolah
Kepala Sekolah menjewer Guru yang berbuat
Apapun yang dilakukan anak pengasuh tak berani bertindak tegas
Karena takut anak ngadu pada orang tuanya
Orang tua mengadu pada Polisi, LSM dan Wartawan beresiko pengasuh dipecat

Saat bersekolah di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
Anak yang makin nakal itu “dijewer” gurunya yang mengasuh selama di sekolah
Karena berkali dinasehati tak kunjung nurut
Orang tuanya marah bawa Polisi, LSM dan Wartawan
Berita muncul di media massa berhari-hari
Dinas Pendidikan menjewer Kepala Sekolah
Kepala Sekolah menjewer Guru yang berbuat
Apapun yang dilakukan anak pengasuh tak berani bertindak tegas
Karena takut anak ngadu pada orang tuanya
Orang tua mengadu pada Polisi, LSM dan Wartawan beresiko pengasuh dipecat

Saat bersekolah di Sekolah Lanjutam Tingkat Atas
Anak yang makin nakal itu “dijewer” gurunya yang mengasuh selama di sekolah
Karena berkali dinasehati tak kunjung nurut
Orang tuanya marah bawa Polisi, LSM dan Wartawan
Berita muncul di media massa berhari-hari
Dinas Pendidikan menjewer Kepala Sekolah
Kepala Sekolah menjewer Guru yang berbuat
Apapun yang dilakukan anak pengasuh tak berani bertindak tegas
Karena takut anak ngadu pada orang tuanya
Orang tua mengadu pada Polisi, LSM dan Wartawan beresiko pengasuh dipecat

Guru takut, kepala Sekolah tak berani, dinas pendidikan alergi diberitakan
maka anak Negeri Paman Besut terus tawuran denhan berbagai alasan
bosan dengan sekolah lain kini dengan wartawan
dan kini ditunggu …..
DENGAN SIAPA LAGI PELAJAR AKAN TAWURAN?


1 Comment

penyatuan dua sekolah zaman saya SMA yang membenarkan anggapan bahwa persatuan dan kesatuan negeri cuma ada di pancasila tapi sulit buat anak muda, guru, kepala sekolah

kasus tawuran pelajar SMA 6 Jakarta dengan wartawan mdrupakan ekses dari kasus tawuran antara SMA 6 dengan SMA 70 yang terjadi berulang sudah sejak lama.

masalah utama yang seharusnya diselesaikan adalah perkelahian antara dua sekolah …. tapi koq yang terasa saat ini yang diobrak-abrik, diseriusin oleh polisi, disorot media dan dikomentari banyak fihak adalah masalah tawuran dengan wartawan.

artinya, para wartawan, polisi, para komentator dan mungkin kita semua tak peduli dengan karakter pserta didik sejauh tak mengancam keselamatan kita ….. begitukah?

mungkin para insan pers selama ini memberitakan tawuran hanya sekedar untuk mengisi slot waktu atau halaman medianya, tak peduli dengan bagaimana menyelesaikan masalah tawuran yang kerap terjadi disana, mungkin pak polisi juha merasa sudah biasa nadi tak perlu bentuk tim khusus selesaikan masalah tawuran pelajar …. manajemen sekolah mungkin terlalu sibuk siapkan peserta didik untuk untuk lulus ujian nasional dan juara olimpiade sains plus segan dengan ortu yang berkelas jadi lupa didik karakter dan tak berani beri hukuman peserta didik pelanggar tata tertib …. dinas pendidikan mungkin sibuk perbesar penyerapan anggaran dan siapkan program tahun depan lewat rapat berulang dengan legislator jadi kurang fokus cari inovasi penyelesaian masalah tawuran, melengkapi penuntasan yang “tak kreatif” dan para orang tua?

luluskah kita hadapi ujian ini?