Tag Archives: tawuran

Pelajar Tawuran Terus, Mo Sampe Kapan?

Miris amat sangat, negeri paman besut seolah tak berdaya menghadapi tawuran pelajar di negerinya. Peristiwa tawuran pelajar terus terjadi hingga kini, korban jiwa melayang tak sedikit sudah, tetapi tawuran tak sudah-sudah.

Mirip seperti korupsi di negeri paman besut, peristiwanya terus terjadi, berbagai lembaga dibentuk seolah tak menusuk pelaku … para koruptor terus menggedor brangkas negeri, bahkan bantuan sosial masa pandemi pun tak dilewatkan untuk dikorupsi.

Mungkin saatnya dilakukan hal yang sama untuk tawuran dan korupsi, dihukum seberat mungkin, dihilangkan haknya sebagai warga negara diantaranya; untuk pelaku tawuran dihilangkan haknya untuk sekolah dimanapun di dalam negeri seumur hidup, untuk pelaku korupsi dihilangkan haknya untuk bekerja dimanapun di dalam negeri seumur hidup.

Kalo kamu bilang koruptor ga butuh kerjaan kerana duit hasil korupsi tak terhingga sehingga hukuman dihilangkan haknya untuk bekerja di negeri paman besut ga ngefek.

Kalo saya mah bilang, para koruptor tetap napsu untuk bekerja, bilangnya sih buat berkontribusi pada negeri membantu memciptakan lapangan kerja hingga mengentaskan kemiskinan, padahal dia bekerja untuk memcari akses keuangan negara yang bisa dikorupsi.

Lalu kamu juga bilang bahwa pelaku tawuran yang dikeluarkan dari sekolah akan mencari teman di luar sekolah untuk melakukan kekerasan di masyarakat, bahkan memusuhi sekolah yang mengeluarkan dia saat melakukan tawuran?

Saya yakin tidaaaak, pelaku tawuran itu cuma bandel di sekolah, kalo di rumah mah dia anak baek, manja, kesayangan bapak ibunya, makanya orang tuanya sering ga percaya kalo dipanggil sekolah dan dibilang anaknya melakukan tawuran.

Selain manja, anak itu ga bakal berani ngajak teman mainnya di sekitar rumah untuk tawuran or ngelakuin tindakan kriminal kerana teman” dia di rumah lebih senior dan udah bandel duluan sejak lama, akhirnya dia bakal sering di rumah ngegame atau keluar cari seblak, es boba, or mie ayam.

Umumnya pelaku tawuran itu tak bisa sendiri, dia vutuh teman yang berani tapi bego kerana mau aja diajak tawuran or takit dikatain “cupu”.

Dengan cara di atas mungkin tawuran dan korupsi tak ada lagi di negeri paman besut, kalo menurut kamu?

Tawuran Pelajar: Mereka Tak Belajar, Tak Bisa Diajar

Dua tahun pandemi menghajar seisi bumi, membuat anak sekolah tak bisa belajar di rumah, proses belajar secara online menghadapi banyak hambatan sarana, prasarana, kompetensi, dsb. Orang tua menjerit tak mampu membimbing anak-anaknya belajar di rumah, murid-murid merasa tak ada semangat belajar karena hanya menghadapi gawai dan tak berjumpa teman serta guru-guru.

Januari 2022 jadi tonggak bersejarah pendidikan di Indonesia, pemerintah bersepakat bahwa pelajaran tatap muka di sekolah harus dilakukan di semua jenjang pendidikan walau dengan durasi waktu yang belum full, waktu belajar dikurangi, anak-anak sekolah pulang lebih cepat. protokol kesehatan ditegakkan secara konsisten.

Seharusnya para guru senang, orang tua senang, anak-anak senang dan idealnya, anak-anak semangat belajar di sekolah karena berjumpa dengan teman-teman, guru-guru berlanjut semangat mengulang pelajaran di rumah atau mengerjakan pelajaran yang belum selesai di ruang kelas.

Tetapi apa yang terjadi dengan sebagian anak-anak pelaku tawuran di atas? Bukan buku pelajaran yang dicari, teman dan sahabat baru untuk bersenang-senang di sekolah belajar dan berlanjut melakukan kegiatan ekstra kurikuler … mereka malah mencari musuh untuk ditancapkan clurit di kepalanya.

Jika anda guru, dan ada murid anda menjadi pelaku tawuran yang memakan korban itu? perhatikan baik-baik, bahwa murid pelaku itu sesungguhnya tak punya keinginan belajar secara online maupun offline. Anak-anak itu hanya senang memakai pakaian seragam sekolah untuk mendapat jatah uang bensin, uang jajan, izin membawa sepeda motor ke sekolah dan pulang ke rumah semaunya asal masih berpakaian seragam sekolah.

Pembelajaran offline maupun online yang dilakukan secara serius selama satu semester akan memunculkan potret semangat belajar murid yang sesungguhnya. Perhatikanlah pencapaian nilai hasil belajar para pelaku tawuran … hampir bisa dipastikan nilai mereka jelek-jelek bahkan banyak dari mereka yang tak punya nilai hasil belajar.

Anak-anak yang hasil belajarnya tak bagus harus dipanggil bersama orang tuannya untuk dilakukan konseling oleh wali kelas dan guru BK, yang jika berhasil akan merubah anak jadi lebih semangat belajar, dan mereka yang tetap tak bersemangat akhirnya menyatakan mengundurkan diri karena sesungguhnya tak memiliki semangat buat belajar atau tak mau sekolah.

Lewat belajar tatap muka, pengamatan semangat belajar lebih mudah dilakukan, kehadiran di sekolah setiap hari menjadi indikasi yang sangat jelas bahwa anak-anak itu punya semangat belajar atau tidak. Murid yang sering tak hadir belajar di sekolah mengindikasikan semangat belajar yang tak bagus. Guru, wali kelas dan guru BK harus segera mengambil tindakan melakukan konseling, mencari penyebab dan jalan keluarnya.

Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, tetapi kalau warga negara itu tak berminat belajar di suatu sekolah tak perlu dipaksakan, karena hanya akan menghabiskan waktu dan energi serta tak memberi manfaat arti buat warga negara itu. Barangkali ada motivasi lain dari warga negara atau anak murid yang bisa lebih berkembang di tempat atau komunitas lain dan bisa membuat kehidupan yang berangkutan jadi lebig baik. Misalnya dia bergabung dengan komunitas motor dan menjadi ahli modifikasi atau mekanik motor yang memberi penghasilan di masa depan. Bergabung dengan komunitas pedagang kaki lima, bisa jadi memberi pembelajaran bagaimana cara menjadi pedagang yang sukses di masa depan, yang mungkin itu tak mereka dapat di sekolah.

Jadi, intinya mah ga usah dipaksa … biarkan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan buat anak-anak yang mau sekolah, bagi anak-anak yang tak mau sekolah biarkan mereka memilih komunitas dan tempat berkegiatan sesuai minat dan bakatnya masing-masing. Bagi murid pelaku tawuran yang melakukan perbuatan keji hingga membunuh orang lain, sebiknya diproses hukum penjara dan namanya diblack list tak bisa masuk ke sekolah manapun di seantero negeri. Seperti halnya orang yang punya utang di bank tak bisa lagi meminjam di bank lain karena namanya tercantum sebagai kreditur yang bermasalah. Cara black list ini juga bisa diterapkan pada murid pelaku tawuran agar jadi pembelajaran buat pelaku dan orang lain untuk tak melakukan tawuran lagi.

Kalau negeri ini terus tak tegas terhdap pelaku tawuran, jangan kaget kalo besok ada lagi tawuran yang menelan korban, mau sampai kapan?

Memperingati Hari Guru: Tawuran

Ternyata ada model baru memperingati hari guru anak SMP di Tangsel, tawuran antar dua sekolah.

Merek itu anak-anak hebat dan berani. Hebatnya apa? Kehebatan mereka adalah bahwa mereka tahu bahwa tawuran yang mereka lakukan tak membuat mereka dikeluarkan dari sekolahnya karena mereka tahu guru dan kepala sekolahnya sudah lama kehilangan keberanian menghukum murid apalagi mengeluarkannya dari sekolah.

Anak-anak SMP itu berani karena andai dia kena sangsi dikeluarkan dari sekolah karena tawuran, masih banyak sekolah lain yang masih mau menerima dia.

Andai semua sekolah bersikap tegas terhadap pelaku tawuran maka tak ada murid yang berani melakukan tawuran karena dia tak lagi bisa sekolah dimanapun dia mendaftar. Dengan memanfaatkan teknologi saat ini seharusnya ini sangat mudah dilakukan.

Selain hukuman yang tegas, stakeholder pendidikan harus memgasilitasi berbagai kegiatan yang bisa mengalurkan emosi pelajar seperti kompetisi tinju, kompetisi olahraga, balap lari, adu ketangkasan lempar batu atau senjata tajam. Dari pada melempar batu teman sekolah lain atau menusukkam senjata tajam ke tubuh anak sekolah lain, labih baik ikut lomba yang hadiahnya lolos test jadi tentara sehingga bisa bertempur dengan musuh negara … dan tak ada lagi sekolah yang saling bermusuhan, kalo kamu?

Penggemar Tawuran Ga Usah Dipaksa Belajar

30 Agustus 2021 adalah hari pertama anak sekolah di Jakarta dan tetangganya mulai sekolah tatap muka setelah lebih satu setengah tahun belajar secara online atau daring.

Berbagai unggahan di mass media dan sosial media terungkap bahwa orang tua dan anak murid sudah lelah belajar daring dan ingin segera belajar secara tatap muka. Rupanya ada anak yang senang kembali ke sekolah bukan untuk belajar tatap muka, tetapi untuk melakukan tawuran bahkan dengan mempersiapkan senjata tajam berbentuk clurit dan bendera basis sekolah.

Membawa senjata tajam melanggar hukum dan bisa dikenakan sangsi penjara.

Bagaimana sekolah anak-anak itu?

Kenapa kita harus khawatir tentang sekolah mereka? Jelas-jelas mereka tak berminat belajar, kenapa harus dipaksa sekolah? Jika mereka berniat belajar, kenapa membawa clurit untuk tawuran.

Keberanian mereka bisa dimanfaatkan oleh negara untuk mencari atlet tarung bebas. Setelah menjalani hukuman akibat membawa senjata tajam, para penggemar tawuran bisa dikumpulkan untuk dilatih tarung bebas, siapa tahu ada atlet Indonesia menjadi juara dunia tarung bebas. Kalo kamu?

Pelaku Tawuran itu Anak” Pintar

Coba ingat, sebelum pagebluk menyerang negeri Paman Besut adakah pelaku tawuran di sekolah kamu?

Ingat baik-baik, hampir bisa dipastikan mereka adalah anak-anak pintar yang tahu dan faham benar bahwa kelakuan mereka tawuran tak akan membuatnya tidak naik kelas apalagi di keluarkan.

Karena, jika sekolah kamu tegas memberi sangsi tak naik kelas atau dikeluarkan maka tak ada murid yang berani melakukan tawuran apalagi di sekolah negeri yang gratisa biaya sekolah alias sonder bayar iuran.

Tapi banyak loh, sekolah swasta yang uang masuknya puluhan juta dan iuran bulanannya jutaan tegas memberi sangsi dikeluarkan dari sekolah kalo ketahuan nyontek saat ulangan harian, apalagi tawuran. Dan swkolah macam ini tak pernah kekurangan murid.

Kalo sekolah kamu?

Tawuran Pelajar setelah Pagebluk Kelar

Foto: mediaindonesia.com

Dulu pelajar naik bis ke sekolah, berangkat dan pulang sekolah bersama dengan angkutan bis yang sama, saat itu identitas bis memiliki nomor sesuai dengan routenya. Setiap hari anak” sekolah berangkat dan pulang bersama, melalui jalan atau route yang sama dan bertemu dengan bis lain dengan route berbeda yang mengangkut anak” dari sekolah yang berbeda.

Perjumpaan di jalur bis pagi dan siang hari awalnya biasa” saja, kadang mereka transit di terminal bis yang sama atau di persimpangan jalan yang sama saat berganti bus dan saling menyapa. Cuaca kota yang panas, perut kosong belum terisi sering membuat emosi tak terkendali, sehingga masalah kecil bisa berubah menjadi besar dan berujung perkelahian antar sekolah yang setiap hari melalui route bis yang sama.

Untuk menyatakan nomor bis yang digunakan, anak” menggunakan istilah BASIS, misalnya basis P4, itu artinya anak” yang pergi dan pulang sekolah menggunakan bus Mayasari Bakti nomor route P4 jurusan Blok M – Pulo Gadung, Basis S 75, itu artinya anak” yang pergi dan pulang sekolah menggunakan bus Metro Mini nomor route S 75 jurusan Blok M – Pasar Minggu, basis 507, itu artinya anak” yang pergi dan pulang sekolah menggunakan bus Mayasari Bakti nomor route 507 jurusan Tanabang – Pulo Gadung, dsb.

Menjelang pagebluk banyak anak” sekolah yang pergi dan pulang sekolah menggunakan sepeda motor, identitas basis masih berlanjut, media sosial twitter, face book, SMS, aplikasi lainnya mulai dipergunakan untuk janjian menentukan lokasi tawuran.

Latar belakang tawuran sangat absurd, seolah melanjutkan tradisi, basis tertentu sekolah X melawan basis tertentu sekolah Y, tawuran di lokasi tertentu. Jika salah satu sekolah kalah, mereka akan mengerahkan semua basis (all base) untuk secara bersama-sama menggempur sekolah lawan, modusnya bisa menunggu di tempat tertentu atau menggeruduk ke sekolah lawan, agar ada efek sensasi keberhasilan menggempur, pelaku dari sekolah yang kalah itu mengabarkan jurnalis media televisi atau cetak untuk mendapat liputan. Karena peluang kemenangan yang lebih besar dimana lawan tak menyadari akan terjadi penyerbuan. Berita di TV dan media massa keesokkan harinya membuat anak” all base bangga banget.

Saat terjadi pagebluk angkutan umum bis dengan nomor route tak ada lagi, angkutan online makin digemari anak sekolah, yang rumahnya jauh umumnya menggunakan sepeda motor untuk pergi dan pulang sekolah karena tarif angkutan online sangat mahal.

Setelah pagebluk, ketika sekolah mulai tatap muka lagi, akan ada upaya membangkitkan kejayaan sekolah masa lalu hingga memunculkan gaya tawuran baru, yaitu balap motor.

Anak motor sekolah tertentu nongkrong” setelah pulang sekolahdi tempat yang disepakati, bertukar ilmu modifikasi, pengalaman bergaul dengan komunitas motor memunculkan ide mengundang anak motor sekolah lain melalui media sosial beradu kencang tunggangan di lokasi yang disepakati. Pelaksanaannya sekitar tengah malam, identitas sekolah jadi taruhan, bisa juga disertai dengan taruhan uang, hal ini berpotensi memicu perkelahian disebabkan uang.

Foto” dan video pertarungan atau perayaan kemenangan dipublish di media sosial dan ini menimbulkan rasa superioritas.

Apakah sekolah harus bertanggung jawab balap liar di tengah malam terjadi? Andai tawuran setelah balap liar lewat tengah malam terjadi hingga memakan korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab?

Beranikah sekolah memberi sangsi dengan mengeluarkan murid yang terlibat tawuran model baru itu? Akankah polisi memanggil guru atau kepala sekolah lewat tengah malam untuk mengkonfirmasi pengakuan murid yang tertangkap? Akankah anak” yang malakukan tawuran setelah balap liar dikebakan sangsi hukum?

Menurut kamu?

Podcast Pak Dedi New Edition

Listen to “TAWURAN PELAJAR 1” from podcast pak dedi on Anchor: https://anchor.fm/dedi-dwitagama/episodes/TAWURAN-PELAJAR-1-edvtf6/TAWURAN-PELAJAR-1-a2694k2

Dilarang Memberitakan Tawuran

Screen Shot 2020-03-02 at 12.23.36 PM

Anda ingat kasus hukum seorang warga negara Indonesia di Inggris, RS yang divonis seumur hidup karena terbukti telah melakukan tindakan kekerasan sexual terhadap ratusan orang di Inggris. Proses hukum kasus pemerkosaan terbesar di Inggris berlangsung selama 2,5 tahun sejak Juni 2017 dan selesai Desember 2019. Tak satupun media di Inggris dan Indonesia yang memberitakan peristiwa penangkapan hingga vonis di sidang pengadilan, sehingga membuat rakyat Indonesia terkejut dengan berita “pemerkosa terbesar abad ini di Inggris”.

Pada setiap persidangan ada jurnalis media yang meliput jalannya sidang, tetapi pengadilan melarang pers memberitakan proses pengadilan, bahkan terdakwa RS berda di ruang yang tertutup oleh tirai tak bisa dilihat oleh pengunjung sidang, termasuk saksi yang memberikan keterangan berda di ruang yang dibatasi tirai sehingga tidak terlihat oleh RS dan pengunjung sidang. Alasan pengadilan disana melaran pemberitaan sebelum vons adalah untuk melindungi tersangka dan para korban untuk mendapatkan putusan yang adil tak dipengaruhi oleh keriuhan pemberitaan.

Di Indonesia tayangan pemberitaan oleh media resmi konvensional ataupun tayangan warga net seolah bebas tak terbatas, tak dipagari oleh peraturan (yang kabarnya ada aturannya juga) tetapi seolah tak ada, dan siapapun bebas menayangkan foto-foto dan video berita apa saja di sekitarnya, termasuk tayangan berita tawuran pelajar yang dilakukan oleh Mahasiswa dan Pelajar.

Peristiwa tawuran pelajar berupa foto dan video tayang berbagai media seperti koran, majalah, televisi, instagram, facebook, twitter, youtube, dsb. Tayangan itu dinikmati oleh pelajar sebagai suatu “prestasi”, “atensi”, yang membanggakan, apalagi jika sekolahnya berhasil memenangkan tawuran itu, andai sekolahnya kalah, mereka berusaha mencari kesempatan untuk melakukan tawuran kembali agar tayangan berita berubah topikny berisi “kemenangan” yang diperoleh sekolahnya. Apalagi ketika anak-anak mengetahui para pelaku tawuran ada yang tertangkap, banyak yang tetap bebas tak tertangkap, kembali ke sekolah tak  mendapatkan hukuman yang seharusnya walau telah memakan korban hingga kematian.

Kini, tawuran tak hanya terjadi pada kelompok mahasiswa, pelajar SLTA, SLTP, tapi sudah menjalar hingga ke anak-anak Sekolah Dasar (SD), mereka berfikir sangat sederhana, seolah menyalurkan energi berlarian di tempat umum, saling lempar, saling serang, disertai teriakan-teriakan permusuhan, mendapatkan perhatian dari masyarakat dan diberitakan di banyak media, bangga, bahagia luar biasa dan itu nyandu, membat ketagihan untuk mengulangi lagi, karena ternyata mereka tahu dan telah membuktikan bahwa untuk mendapat pemberitaan media caranya cukup mudah, lakukan tawuran, maka sekolahnya menjadi terkenal se dunia, padahal anak-anak pun tahu bahwa untuk bisa dimuat sebagai bahan berita di media massa siapapun harus membayar mahal, baru bisa diberitakan.

Membicarakan penyebab terjadinya tawuran itu variabelnya banyak sekali, bahkan sering lucu, tak masuk akal, aneh, dsb. Kejadian tawuran terkini di Gorontalo terjadi karena pemutusan tali beha (pakaian dalam wanita), yang mengakibatkan ratusan murid dua sekolah negeri di Gorontalo tawuran dan diberitakan secara nasional di berbagai platform pemberitaan.

Ada baiknya Pemerintah meniru kebijakan Pemerintah Inggris yang melarang penayangan berita peristiwa tawuran, penangkapan tersangka, dan proses pengadilan hingga vonis dijatuhkan, dan yang melanggar aturan itu akan dikenakan hukuman. Seharusnya Pemerintah Indonesia melalui Polisi atau Menkominfo melarang siapapun, jurnalis maupun warga net untuk menayangkan peristiwa tawuran dalam bentuk foto dan video, termasuk penangkapan para pelaku tawuran hingga vonis dijatuhkan, agar anak negeri tak termotivasi melakukan tawuran untuk “mempromosikan sekolah” dan menyatakan bahwa sekolahnya adalah yang paling berani, jagoan, dsb. Siapapun yang menayangkan berita tawuran, penangkapan tersangka, proses pengadilan harus dihukum, kecuali memberitakan vonis yang telah dijatuhkan untuk pelaku tawuran. Perhatikan deh … peristiwa tawuran bakal jauh menurun di negeri ini, menurut Anda?

Tawuran Pelajar & Hak Anak peroleh Pendidikan

Andai berita di atas benar-benar terjadi maka akan ada anak sekolah yang bakal dipenjara 7 tahun yang jika berperilaku baik di dalam penjara mereka akan menjalani hukuman dikurung 4 sampai 5 tahun.

Jika saat ini dia murid kelas 10 SLTA, maka dia tak bisa hadir di sekolah untuk belajar hingga ujian. Sebagai warga negara yang berhak mendapatkan pendidikan, sekolah mengirim guru-guru secara bergantian ke penjara untuk memberikan materi pelajaran, melakukan tes evaluasi belajar hingga ujian nasional, dan terpidana itu lulus sekolah hingga dapat ijazah.

Hukuman belum selesai, ijazah tak bisa dipakai untuk kerja maupun kuliah. Guru yang berkunjung ke penjara meninggalkan murid lain yang jumlahnya bisa puluhan atau ratusan murid. Atas dasar.hak azasi manusia satu murid diajar di penjara mengabaikan hak azasi mendapatkan pendidikan ratusan anak di sekolah.

Pelaku tawuran, apalagi sampai mengakibatkan korban nyawa murid lain melayang mungkin memang sudah kehilangan niat belajar, menyelesaikan pendidikan dan lebih senang mencari senjata tajam, membidik lawan, dan mematikan nya … masih bermanfaatkah sekolah buat mereka?

Tawuran Anak SMP yang Mematikan

Screen Shot 2018-11-22 at 7.34.45 AM.png

Dua kelompok masyarakat yang kebanyakan pemuda dan remaja saling serang dengan melempar batu, kayu, botol berisi minyak tanah yang diberi sumbu dan api, atau ada yang saling meluncurkan petasan atau kembang api yang bisa meluncur jauh hingga membuat jendela dan atap rumah pecah, polisi datang untuk melerai. Korban jiwa sering tak bisa dihindarkan dan hal ini bisa menimbulkan dendam yang suatu saat bisa memunculkan tawuran lagi dua kampung yang dipisahkan oleh gang atau jalan raya.

Mahasiswa dua kampus yang bertetangga baku hantam, saling lempar berbagai benda yang ada di sekitarnya hingga saling bunuh. Tawuran berhenti, usaha didamaikan oleh aparat keamanan dan pengelola kampus membawa hasil hingga tawuran berhenti, sementara dendam masih membara tak nampak yang suatu saat bisa menyala lagi dan menimbulkan tawuran yang berulang dengan penyebab yang sama atau berbeda.

Pelajar SMA dan SMK yang gedung sekolahnya bertetangga, atau menggunakan angkutan bis melalui route yang sama bertemu di jalur, saling ejak, saling lempar hingga saling bunuh.

Itu zaman dulu.

Sekarang anak sekolah yang berseragam putih biru, berumur sepuluh tahun lebih sedikit sudah terbiasa tawuran, bahkan dengan mode masa kini, menggunakan sepeda motor dan tongkat golf hingga menimbulkan kematian.

Orang tua mengijinkan anaknya yang bersekolah di SMP membawa sepeda motor ke sekolah, alasannya karena tak ada angkutan umum dengan route dari rumah ke sekolahnya, alasan lain adalah untuk penghematan biaya transportasi harian yang lebih murah dengan sepeda motor dibanding menggunakan angkutan umum atau angkutan online, maka setiap hari banyak anak SMP yang mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Sekolah tahu bahwa muridnya membawa sepeda motor tetapi membiarkan dengan alasan karena jarak rumah dan sekolah yang jauh dan sulitnya transportasi atau angkutan umum di sekitar sekolah.

Dinas pendidikan sudah mengeluarkan peraturan larangan murid membawa sepeda motor dan mobil ke sekolah. Murid-murid dilarang untuk memarkir kendaraannya di sekolah, sehingga muncul kantong-kantong parkir di sekitar sekolah menampung sepeda motor dan mobil pelajar yang berkendara ke sekolah.

Kalau zaman dulu tawuran terjadi di daerah simpul-simpul pertemuan jalur bis yang mengangkut pelajar, kini lokasi tawuran bisa terjadi dimana saja di jalur yang mereka lewati, atau diduga mereka telah mengkomunikasikan lokasi pertemuan untuk melakukan tawuran melalui sosial media.

Pelajar membawa senjata tajam? Anak-anak itu hebat, bisa menyembunyikan barang berbahaya sehingga tak diketahui orang tuanya, guru, seharusnya aparat yang mendapati pelajar membawa senjata tajam harus langsung diproses dan dihukum sesuai KUHAP, yang berujung di penjara, hal ini akan memberi efek jera buat pelaku dan pelajar lain yang melakukan hal yang sama. Penjarakan saja, karena dia telah membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Sekarang tawuran udah jadi milk anak SMP, mereka ga mau kalah sama yang lebih tua, mereka sudah berani mati korbankan nyawa demi nama baik sekolahnya, orang tua, mahasiswa dan anak SLTA yang masih tawuran mah mending berhenti aja, malu sama anak kecil berseragam biru, yang sudah pada bisa mikir mah mending belajar yang serius trus produktif ngerjain sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak, menghasilkan banyak fulus, cari calon ibu dan suami yang bisa produksi anak-anak bagus ga tawuran saat pake seragam.

Sekolah dikelola oleh orang dewasa yang berpendidikan Sarjana, Magister dan Doktor seharusnya mampu melakukan strategi yang tepat mengatasai masalah tawuran pelajar di Jakarta sehingga korban jiwa tak terulang terus. Strategi yang dibuat seharusnya bisa mengalahkan strategi anak-anak kecil berusia belasan tahun sehingga mereka tak mengayunkan senjata tajam itu buat teman seusianya di jalan raya disaksikan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian, atau akankah kita tunggu pelajar SD saling berkelahi ayunkan clurit, pedang, tongkat golf dan lempar batu untuk mematikan pelajar SD lawannya, masihkah kita boleh disebut Bangsa yang bermoral?

Tawuran Pelajar di Jakarta tak ada lagi

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran bawa senjata tajam masuk penjara,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena murid ketahuan bawa senjata tajam dihukum memangkas rumput sekolah sampai lulus,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap saat tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang ketangkap tawuran dikirim ke negara yang sedang perang diongkosin orang tuanya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena setiap akhir semester ada adu jago berantem antar sekolah, satu lawan satu,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Kepala Sekolah langsung dipecat ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Guru-gurunya dapat sangsi pengurangan tunjangan ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena jatah uang KJP & KIP langsung dihentikan ketika murid terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena sekolah ditutup jika riga tahun berturut-turut muridnya terlibat tawuran,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang terlibat tawuran dipenjara karena mengganggu ketertiban,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena orang tua pelaku tawuran dihukum karena tak bisa mendidik anaknya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelaku tawuran dihukum membersihkan toilet penjara selama tiga bulan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat sudah muak dan melempari pelaku tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena saat musim hujan pelakunya tak berani hujan-hujanan, takut sakit flu,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat bosan & tak peduli, hingga televisi tak mau memberitakan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang menusuk dan bikin mati lawannya dihukum mati,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan karate pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan pencak silat pelajar berhadiah keliling dunia,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tinju pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tarung bebas pelajar berhadiah sepeda mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan martial art pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan kungfu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan wushu pelajar berhadiah mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan lari pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan dance pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan mendaki gunung pelajar berhadiah mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan disain senjata tajam pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan futsal pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan basket pelajar berhadiah sepeda mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan PMR pelajar berhadiah sepeda notebook,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan makan cabe pelajar berhadiah sebidang tanah penuh pohon cabe.

 

“Pak, kita solat jumat yuuuk”, ajak murid saya.
“Eh, iya … yuuuk, terima kasih kamu sudah mengingatkan.” wah saya lagi ngelamun, hehe …, sambil bangun, bergegas dan mematikan notebook.

Tawuran Pelajar Jakarta jadi Liputan Al Jazirah

Check out @Gilang_Mahesa’s Tweet: https://twitter.com/Gilang_Mahesa/status/936895124201603072?s=09

Sementara di Indonesia anak Sekolah Dasar kini ikut tawuran dengan sesama murid SD hingga ada yang meninggal dunia, bagaimana di sekolah kamu?

Tembak Pelaku Tawuran

Kalo anak sekolah tawuran ditembak jugakah?

Pilih dikeluarkan dari sekolah atau ditembak saat tawuran?

Kalo banyak polisi berani macam gini, menyeramkan negeri ini?

Tawuran Pelajar di Jakarta: TAK ADA LAGI

Screen Shot 2017-08-04 at 10.34.33 AM.png

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran bawa senjata tajam masuk penjara,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena murid ketahuan bawa senjata tajam dihukum memangkas rumput sekolah sampai lulus,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap saat tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang ketangkap tawuran dikirim ke daerah perang diongkosin orang tuanya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena setiap akhir semester ada adu jago berantem antar sekolah, satu lawan satu,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Kepala Sekolah langsung dipecat ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Guru-gurunya dapat sangsi pengurangan tunjangan ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena jatah uang KJP & KIP langsung dihentikan ketika murid terlibat tawuran,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang terlibat tawuran dipenjara karena mengganggu ketertiban,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena orang tua pelaku tawuran dihukum karena tak bisa mendidik anaknya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelaku tawuran dihukum membersihkan toilet penjara tiga bulan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat sudah muak dan melempari pelaku tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena saat musim hujan pelakunya tak berani hujan-hujanan, takut sakit flu,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat bosan & tak peduli, hingga televisi tak mau memberitakan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang menusuk dan bikin mati lawannya dihukum mati,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan karate pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan pencak silat pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tinju pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tarung bebas pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan martial art pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan kungfu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan wushu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan lari pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan dance pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan mendaki gunung pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan disain senjata tajam pelajar berhadiah sepeda
motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan futsal pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan basket pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan PMR pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan makan cabe pelajar berhadiah sepeda motor

“Pak, kita solat jumat yuuuk”, ajak murid saya.
“Eh, iya … wah saya lagi ngelamun, hehe”, sambil bangun dan mematikan notebook.

Mengatasi tawuran pelajar


Teman dan sahabat.

Ada sekolah yang saat masuk bayarnya mahal hingga puluhan juta dan biaya bulanannya jutaan rupiah selalu banyak peminat karena salah satu hal yang ditanamkan adalah kejujuran, pelajar yang menyontek saat ulangan harian kena sangsi dikeluarkan dari sekolah, karakter murid juga ditumbuhkembangkan ke arah yang baik, tawuran berakibat yang sama.

Sekolahmu masih sering tawuran? Pasti pelakunya dibiarkan terus bersekolah, tak diberi sangsi bahkan mengajak teman yang lain, karena ada tantangan berbonus adrenalin yang bikin candu.

Pelajar yang tawuran & menyebabkan kematian harus dikeluarkan dari sekolah, dihukum penjara di penjara anak dengan pasal rencana pembunuhan (kalo mereka janjian untuk tawuran & siapkan alat untuk tawuran) termasuk membawa senjata tajam, orang tuanya dipenjara juga karena gagal mendidik anak, sekolahnya tidak boleh menerima murid baru karena tak bisa menanamkan katakter baik, guru”nya di pindah ke sekolah yang membutuhkan, coba lihat efeknya.

Sekolah tidak boleh menerima murid baru akan menjadi terapi yang dahsyat buat guru-guru di sekolah itu, karena guru akan berkurang jam mengajarnya yang akan berdampak tak bisa dipenuhi persyaratan penerimaan tunjangan sertifikasi. Larangan menerima murid baru akan menjadi pelajaran bahwa semua guru harus ikut serta mendidik karakter murid sehingga tak melakukan pelanggaran hukum, karena faktanya di sekolah hanya sedikit guru yang ikut serta membina karakter murid, alasannya beragam; diantaranya karena sudah ada guru pembina dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang diberikan tugas khusus serta tunjangan untuk membina murid, ada juga yang merasa tak mau ikut campur tugas guru pembina, sehingga guru hanya mengajar di kelas saja, hampir tak ada interaksi guru dan murid di luar pelajarannya di dalam kelas.

Sangsi larangan menerima murid baru akan mendorong guru-guru dan kepala sekolah lebih bekerja keras membina karakter murid, mengoptimalkan peran serta semua warga sekolah sehingga karakter murid terbentuk baik dan meluluskan alumni yang bisa dibanggakan.

Sekolah harus melibatkan orang tua membentuk karakter anaknya, orang tua harus secara rutin memeriksa isi tas anaknya (bisa dilakukan saat anaknya tidur atau sedang ke luar rumah), hal ini perlu dilakukan untuk mencegah anaknya membawa senjata tajam, rokok, narkoba atau benda-benda yang tidak seharusnya dibawa anak sekolah. Saat awal tahun ajaran wali kelas mengundang semua orang tua perwaliannya untuk melakukan pendataan, termasuk no kontak ayah, ibu, atau orang-orang terdekat murid yang bisa segera dihubungi jika ada keperluan. Pertemuan orang tua dan wali kelas juga diperlukan untuk lebih memahami karakter anak dihubungkan dengan karakter orang tuanya, hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya masalah dan penyelesaian masalah murid tersebut.

Saat pertemuan walikelas dengan orang tua murid, ditandatangani pernyataan bermaterai dari murid yang diketahui oleh orang tua berisi pernyataan akan mematuhi tata tertib, dan bersedia dikeluarkan jika melanggar tata tertib, terutama yang sangat krusial seperti; tawuran, kekerasan terhadap warga sekolah, mengedarkan narkoba, mencuri, asusila (hamil, menghamili teman sekolah, pemerkosaan, dsb) di sekolah.

Menurut kamu?

Pendidikan rusuh ini mau sampai kapan?

Screen Shot 2017-04-03 at 2.50.48 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.52.01 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.53.16 PM

Temen-teman dan sahabat,

Beberapa saat menikmati detik.com saya dibesut peristiwa sejenis diberbagai belahan negeri, yang dilakukan oleh orang-orang terhormat yang menyatakan diri pilihan rakyat, kelompok masyarakat biasa hingga pelajar, semua gemar ricuh, tawuran dan sejenisnya.

Belasan tahun belajar di sekolah, puluhan tahun dididik orang tuanya seperti tak berguna, insting mirip mahluk lain sering muncul dan cenderung berulang lagi. Dimana salahnya sistem pendidikan negeri ini?

Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat didalamnya yang biasa dikenal dengan istilah Tri Pusat Pendidikan, yang meliputi: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tiga badan tersebut memiliki sifat,fungsi, serta peran masing-masing yang mana sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak itu sendiri.

Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karenasebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga.

Andai guru di sekolah sudah bekerja dengan baik jalankan perannya, saat murid berada di jalan mengendarai kendaraan bermotor dimana dirinya belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), orang tuanya membiarkan hal itu terus terjadi, polisi seperti tak melihat, kadang terkena razia hingga ditilang bahkan berakhir damai, membuat murid terdidik salah dlam hal berkendara, seolah membawa motor tanpa SIM itu bukan pelanggaran.

Murid yang tertangkap saat akan melakukan atau sedang melakukan tawuran, hanya didata dan dipulangkan setelah dipanggil guru atau orang tuanya, apalagi sekolahnya tak punya keberanian memberi sangsi atau mengeluarkan dari sekolah, sehingga tak da efek jera dari pelaku, bahkan semakin berani untuk melakukan tawuran yang mengganggu ketertiban hingga menimbulkan kematian.

Mau sampai kapan?

Pak Profesor, tolong hentikan tawuran yang sudah berlangsung puluhan tahun

tawuran11

Tawuran, masih saja terjadi di Negeri ini. Berapa puluh tahun tawuran terjadi terus dan seperti tak ad yang bisa menghentikannya. Peristiwanya terjadi tanggal 17 agustus, saat peringatan Kemerdekaan Negeri.

Satu.
Tawuran itu jelas tak benar, melanggar banyak nilai-nilai kehidupan seperti; kasih sayang, persatuan, jiwa sosial, bela negara, dan masih banyak lagi.

Dua.
Tanggal tujuh belas seharusnya digunakan buat memperingati kemerdekaan dengan melakukan hal-hal baik buat negeri, bergembira dengan semua warga, termasuk rekan sebaya.

Tiga.
Bersama teman sekolah, harusnya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan menuju manusia yang baik, bukan malah mencederai kemanusiaan.

Empat.
Petugas dinas perhubungan mestinya waspada, jika melihat anak membawa senjata tajam, jangan lagi mendekat atau melerai, laporkan saja ke Polisi karena Polisi punya cara dan alat untuk mengatasi pelaku kriminal bersenjata, mereka sudah dilatih untuk itu.

Lima.
Polisi kita itu hebat, teroris yang gerakannya licin seperti belut, bersembni dalam senyap, bisa ditangkap … harusnya pelajar pelaku tawuran yang senang bergerombol di jalan atau teriak di sosial media dengan mudah ditangkap dan diproses supaya dia bisa berada di sekolah yang lebih tepat, tak lagi di sekolah umum dan terus membawa senjata tajam, mungkin di sekolah khusus dia bisa jadi lebih baik dan tak bisa bawa senjata lagi.

Enam.
Orang tua murid juga aneh, kenapa anaknya yang belum 17 tahun dan belum memiliki SIM diijinkan membawa sepeda motor ke sekolah, mungkin alasannya supaya lebih capat bisa tiba di sekolah atau kembali ke rumah … kenyataanya sepeda motor digunakan bersama-sama temannya melakukan tawuran hingga memakan korban.

Tujuh.
Sekolah itu isinya Guru-guru yang berpendidikan SARJANA, bahkan tak sedikit yang alumni PASCA SARJANA hingga DOKTOR, harusnya bisa mengelola sekolah sehingga muridnya tak lagi tawuran, caranya silahkan berkreasi sendiri-sendiri, dengan cara biasa-biasa saja atau ekstra ordinary, apa iya murid yang umurnya belasan tahun belum tamat Sekolah Lanjutan itu bisa terus-terusan mengalahkan puluhan Guru di Sekolah atau Ribuan Guru di Negeri ini … menjadikan tawuran seolah pesta atau hak murid yang boleh dilakukan kapan saja.

Delapan.
Profesor lawan Anak Bawang. Menteri Pendidikan, Kepala Dinas, Gubernur atau Presiden, pendidikannya tinggi, berlapis, dengan pengalaman hidup segunung, kenapa juga tak mampu hentikan tawuran yang telah berlangsung puluhan tahun. Sepertinya anak-anak bawang itu mengalahkan orang-orang hebat berumur banyak.

Sembilan.
Ayo dong Pak Profesor, hentikan segera tawuran pelajar.

Guru terjepit antara Gubernur dan Menteri, Pelaku Tawuran & Bully bergembira

Kompak,
mudah diucapkan tapi sulit diterapkan,
Gubernur bilang pelaku bully & tawuran harus dikeluarkan dari sekolah,
Menteri Pendidikan bilang pelaku bully & tawuran tak boleh dikeluarkan dari sekolah.

Di Sekolah,
Guru & Kepala Sekolah bingung,
Jika ada murid yang melakukan Bully atau Tawuran
Sesuai perintah Gubernur harus dikeluarkan,
Sementara perintah Menteri tak boleh dikeluarkan.

Jika ada murid yang gemar bawa senjata tajam,
gemar melakukan tawuran diperjalanan pulang dari sekolah,
guru-guru kerja keras hingga menemukan senjata tajam & pemiliknya,
mungkin sebaiknya diserahkan kepada Polisi karena itu kriminal,

berdasarkan Undang-undang, membawa celurit untuk berjaga-jaga dalam perjalanan,
adalah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Drt. No. 12/1951
atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk,
dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Si pelaku tetap melanggar pasal tersebut
sekalipun menyimpan atau menyembunyikan celuritnya di dalam tas.
Perbuatan tersebut adalah kejahatan (lihat Pasal 3 UU Drt. No. 12/1951).

Proses hukum di negeri ini biasanya berlangsung lama,
murid pembawa senjata tajam akan ditahan dan tak bisa sekolah,
saat kenaikan dia tak memenuhi syarat buat naik,
atau si murid enggan ke sekolah karena lama bermalam di penjara,
akhirnya dia keluar dari sekolah.

Menurut kamu?

Sekolah harus berani keluarkan murid yang bullying, berkelahi atau tawuran

tawuran

Jika Gubernurnya sudah mengatakan hal itu, kenapa pula Kepala Sekolah atau Guru-guru di Jakarta takut mengeluarkan murid yang terlibat bullying, berkelahi atau tawuran?.  Orang tua kadang berusaha membela anaknya agar tidak dikeluarkan dengan berbagai upaha bahkan bersedia membayar pengacara untuk membela anaknya.

Bagaimana strategi sekolah agar percaya diri menangani masalah bullying, berkelahi atau tawuran di sekolahnya?

  1. Pada saat awal tahun pelajaran setia[ murid harus memuat perjanjian, pernyataan atau komitmen untuk tidak melakukan bullying, berkelahi atau tawuran, mungkin bisa juga ditambahkan dengan mencuri, hamil, dsb. Perjanjian di buat setiap awal tahun pelajaran dimaksudkan untuk kembali mengingatkan tentang hal-hal penting yang harus dipatuhi di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter murid. Tuliskan pada perjanjian atau komitmen itu bahwa jika dilanggar, sangsinya adalah dikeluarkan atau dikembalikan kepada orang tua.
  2. Penandatangan perjanjian atau komitmen pada awal tahun ajaran dilakukan sambil melakukan rapat atau perkenalan wali kelas dengan murid dan orang tuanya. Orang tua dan wali kelas harus saling bertukar nomor handphone agar mudah dalam hal berkoordinasi untuk keperluan pembinaan murid selama proses belajar berlangsung.
  3. Jika terjadi peristiwa bullying, berkelahi atau tawuran, dsb, wali kelas membuat berita acara kejadian berisi kronologis kejadian, tanggal, waktu, peristiwa, penyebab, saksi-saksi, dsb, disertai foto-foto pelaku, korban, saksi, dsb.
  4. Murid membuat surat pernyataan berisi tentang kronologis kejadian, tanggal, waktu, peristiwa, penyebab, saksi-saksi, dsb, ditandatangani oleh murid dan orang tua dengan dibubuhi materai.
  5. Segera eksekusi. Jika terjadi peristiwa yang sudah dirinci dalam perjanjian atau komitmen di awal tahun pelajaran, sekolah harus segera mengambil tindakan dengan memanggil orang tua, menuliskan berita acara kejadian dan memutuskan tindakan sesuai perjanjian atau komitmen yang sudah ditandatangani. Kepala Sekolah membuat surat keputusan memberhentikan atau mengembalikan anak ke orang tua disebabkan pelanggaran terhadap perjanjian atau komitmen yang dibuat setiap awal tahun ajaran
  6. Orang tua murid biasanya mencoba menawar atau berupaya agar anaknya tidak dikeluarkan. Manajemen sekolah harus konsisten pada perjanjian atau komitmen yang telah dibuat, bahwa murid harus meninggalkan sekolah. Oran tua bisa diberi penawaran surat keputusan sekolah yang menuliskan peristiwa ullying, berkelahi atau tawuran memang bisa mengakibatkan murid susah pindah atau mencari sekolah baru. Alternatif penyelesainya bisa dilakukan dengan cara orang tua murid mengajukan surat permohonan pindah sekolah untuk anaknya dengan alasan tertentu, misalnya untuk lebih mendekatkan dengan rumah atau mengikuti orang tua, dsb. Sehingga sekolah mengeluarkan surat keterangan pindah karena permintaan orang tua bukan surat keputusan mengeluarkan murid karena melakukan bullying, berkelahi atau tawuran, dsb.

Menghukum murid memang sebaiknya dihindarkan, dan cuma bisa jadi jalan terakhir, oleh sebab itu berbagai upaya perlu dilakukan agar murid merasa nyaman di sekolah dan tak melakukan tindakan bullying, berkelahi atau tawuran serta hal-hal lain yang melanggar perjanjian atau komitmen.

Sekolah yang peduli pada pembinaan karakter murid akan sangat disukai dan diminati orang tua, ada sekolah yang biaya masuknya puluhan juta rupiah dan iuran bulanannya jutaan rupiah selalu diminati orang tua hingga harus berebut masuk dan seleksi sejak bulan Januari setiap tahun, sekolah seperti itu tak pernah kekurangan murid bahkan selalu menolak banyak sekali calon murid yang hasil tesnya tidak memenuhi syarat.

Ada sekolah yang gratis tak ada pungutan kepada murid selama murid bersekolah disana, tetapi masyarakat tak menu mendaftarkan anaknya di sekolah itu sehingga membuat sekolah gratis itu digabung dengan sekolah gratis terdekat, penyebabnya bisa berbagai hal, yang utamanya adalah kepedulian guru dan warga sekolah terhadap pendidikan karakter muridnya, bagaimana di sekolah kamu?

Simak berita selengkapnya disini.

Kamu Hobbi Tawuran tapi Takut Hujan?

  

Saya nulis di twitter begini: 

 “Skolah gratis, ortu sengsara doyan tawuran, mati.
Mungkin ortunya seneng ga ada lagi anak yg suka ngebentak-bentak minta beliin motor,
minta bensin tiap hari …” 

 ternyata ada yang membalas begini: 

 “Mungkin jadi hobi anak anak itu.” 

Adakah anak yang hobinya tawuran?
Kalau saat melakukan hobinya dia mati,
apa kira-kira hobi baru dia di alam sana?

Saya perhatikan,
hampir tak pernah terjadi tawuran saat hujan lebat
mungkin para pelaku sadar badannya ringkih mudah sakit
mungkin jika terjadi tawuran bisa minta tolong teman-teman Petugas Pemadam Kebakaran
untuk menyemprotkan air ke kerumunan pelaku tawuran
polisi dan satpol bisa menunggu di ring dua (agak jauh)
jika ada anak sekolah yang basah kuyup segera ditanggkap
karena dia pelaku tawuran
atau saat dikumpulkan di kantor polisi siram aja terus
pasti dia kedinginan dan sakit flu
bukankah itu lebih baik daripada dia mati?

tapi apakah dia bakal kapok dan berganti hobbi?

Anak sekolah mati lagi, tawuran masih jalan?

image

Ada lagi anak sekolah mati, kenapa negeri yang katanya gemar bersatu, saling sayang dan berketuhanan anak sekolahnya gemar saling bunuh? Bagaimana bisa anak sekolah berbekal.pedang yang merupakan senjata tajam dan bisa dihukum berat walau cuma sekedar membawa?.

Pembajak, teeoris aja bisa ditaklukan, kalo cuma pelajar pembunuh temannya mah gampang buat Polisi” hebat negeri ini, yg masih doyan tawuran sgera banyakin ibadah & beramal supaya masuk sorga kalo mati, udah miskin, skolah gratis eh ekskulnya tawuran, bersiaplah menyusul temen kamu itu, mau?

Bupati Purwakarta krearif & berani terapkan aturan yang tak biasa, melarang sekolah yang muridnya tawuran untuk menerima murid baru, sama artinya dengan menutup sekolah itu. Hal ini bisa membuat sekolah lain berusaha lebih keras mengendalikan anak didiknya. Andai makin banyak pemda yang peduli …

Tawuran telan korban jiwa lagi, mo sampe kapan?

image

Brapa puluh tahun tawuran di negeri ini? Brapa banyak orang hebat? Knapa tak bisa hentikan kematian? Tutup aja sekolah pelaku tawuran, agar sekolah yang lain lebih kreatif mencegah & mendisiplinkan muridnya, menurut kamu?

Teroris & Tawuran itu efeknya sama

Tawuran-itu-Cowok-Bangets-Majalah-remaja-islam-Drise

Di kota besar dunia yang besar ada serangkaian peristiwa yang menimbulkan korban jiwa, diduga dilakukan oleh teroris, efeknya seluruh dunia terkejut dan menimbulkan ketakutan penduduk negeri besar itu, kini penduduk takut dan was-was di rumah atau beraktifitas ke luar rumah, nyawa seolah tak ada harganya & kematian bisa muncul kapan saja dengan cara yang sadis.

Di ibukota negeri paman besut tawuran masih sering terjadi walau peristiwanya berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu, beberapa waktu lalu kembali memakan korban, murid sekolah dibacok hingga harus dioperasi, efeknya seluruh negeri kembali terkejut dan menimbulkan ketakutan penduduk negeri yang dikabarkan ramah-ramah itu, kini penduduk takut, orang tua & keluarha was-was di rumah saat anaknya atau anggota keluarga beraktifitas ke sekolah, saat berangkat, pulang sekokah atau di luar rumah, nyawa seolah tak ada harganya & kekerasan atau kematian bisa muncul kapan saja dengan cara yang sadis.

Ternyata teroris dan tawuran punya efek yang sama, bikin penduduk takut, khawatir keselamatan anak atau anggota keluarga saat bersekolah, jika murid satu sekolah yang terlibat tawuran atau jadi korban berjumlah 900 orang, maka 1.800 ayah, ibu yang was-was, andai ada adik, kakak  saudara, maka jumlahnya bisa 2.700 atau 3.600 bahkan jika digabung dengan sekolah lawan jumlahnya bisa memcapai puluhan ribuan orang yang tak tenang hidupnya. Bukan cuma penduduk kota besar dunia yang dihempas badai teroris tapi penduduk ibukota negeri paman besut juga tak tenang dan merasa terancam nyawanya, teroris & tawuran bikin penduduk takut.

Ada Bupati Purwakarta di sebuah negeri yang memberi sangsi tidak membolehkan menerima murid baru kepada sekolah-sekolah yang muridnya terlibat tawuran, nampaknya berdampak bagus hingga guru-guru & kepala sekolah bekerja sama secara keras & efektif untuk membina muridnya dengan baik & tak terlibat tawuran, kenapa pejabat di negeri paman besut tak lakukan upaya sejenis atau yang lebih dahsyat hingga semua fihak sadar hentikan tawuran yang efeknya sama dengan teroris, menurut Anda?

Tawuran/perkelahian masal ancaman hukumannya 12 tahun, kata spanduk polisi itu

image

Di Negeri Paman Besut tawuran tak kunjung hilang, selalu saja terjadi dengan alasan & penyebab sendiri-sendiri.

Pelajar negeri itu seperti punya agenda & momemtum untuk melakukan tawuran, ada ulang tahun sekolah, ejekan di jalan atau bis kota, perebutan daerah berkumpul, nongkrong, basis atau no bis yang biasa dinaiki.

Tentang tawuran;
Spanduk bilang hukumannya 13 tahun,
Polisi bilang pelaku masih anak-anak,
Kepala Sekolah bilang tugas guru harus membina murid,
Guru bilang murid tawuran di luar skolah urusan orang tua,
Orang tua bilang anaknya dipaksa senior ikut tawuran,
Ada tata tertib kalo tawuran dikluarin tak dijalankan,
Murid bilang senang tawuran karena sekolah ngetop masuk televisi & koran

Orang tua jadi sangat berhati-hati memasukkan anaknya & tak memilih sekolah yang muridnya sering terlibat tawuran, dampaknya sekolah itu tak diminati, terlihat dari sdikit murid baru yang mendaftar & standar nilai pendaftar yang rendah.

Mungkin tak banyak yang tahu ada sekolah swasta di negeri itu yang sangat peduli terhadap kelakuan muridnya, jangankan tawuran, murid yang menyontek saat ulangan harian dikenakan sangsi dikeluarkan dari sekolah yang saat masuk harus menyumbang puluhan juta kepeng plus iuran bulanan sekian juta kepeng.

Ada bupati di kota negeri tetangga yang berani mengambil kebijakkan melarang sekolah-sekolah yang sering tawuran menerima murid baru, sehingga guru-guru dan kepala sekolah lainnya berusaha mengelola murid-muridnya dengan baik.

Mungkin selama spanduk, polisi, kepala sekolah, guru, orang tua belum konsisten memberi sangsi sesuai hukuman yang berlaku maka tawuran bakal terus terjadi, tentang korban jiwa hanya tinggal menunggu waktu, menurut Anda?

Kapan terakhir lihat lubang kubur? 

 

Ketika mau tawuran, merokok, pake narkoba, minum oplosan, kebut-kebutan, apakah pelaku sadar bahwa dirinya sedang mendekat ke lubang berukuran sekitar 2 x 1 meter, dan bakal menetap selamanya di lubang itu membusuk?

Daripada mempercepat jadwal pemakaman, lebih baik mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, menyenangkan, hasilkan uang, nambah sahabat, atau apa aja deh yg bikin hidup lebih hidup & bermanfaat buat alam semesta.

Kapan terakhir lihat lubang kubur? 

Darah habis, masuk liang kubur tak bisa dihindari

IMG_3901

Seorang Bapak pernah jadi anak STM
yang doyan tawuran di sekitar Blok M
Diantara teman-teman sekolahnya dia berani berantem
Perut sobek tertusuk pisau lawan tak membuatnya merem

Bapak itu sering bangga
Bercerita pada keluarga
Berlari di jalan menguber atau diuber seperti tak beda
Mendapat perhatian, dilihat orang, masuk koran bikin besar dada

Bapak itu kini punya anak yang skolahnya di Blok M
Stiap hari dia was-was, takut anaknya kena hantam
Berdoa selalu setiap anaknya berangkat sekolah dg tangan menggenggam
Selalu stress jika anaknya belum pulang hingga malam

Bapak itu sudah siapkan dana banyak
Jika tiba-tiba ada kabar menghentak
Puluhan juta rupiah seperti dalam kotak
Siap obati operasi akibat tawuran anak

Beruntung di sekolah anaknya banyak kegiatan ekskul
Peraturan tegas dijalankan, murid yang tawuran dikeluarkan

Ada anak keluarga miskin
Terbiasa dalam tas clurit dimasukin
Sekolahnya tak berani tegas pada muridnya
Merokok, bawa senjata tajam atau tawuran dibiarkan saja

Mayoritas anak miskin itu terbiasa bergerombol di jalan
Alasan menunggu bis yang sama solider teman
Nongkrong cari musuh bersama basis terlihat yakin
Naas, batu menghantam kepalanya hingga pecah seperti manekin

Masuk rumah sakit hendak dioperasi
Tak ada biaya karena keluarga sulit mencari
Darah habis tak terperi
Masuk liang kubur tak bisa dihindari

Pelaku tawuran itu lebih hebat dari Teroris

Betapa indahnya
Jika perbedaan warna kulit
Tetap bisa persatukan kasih rasa sayang

Hidup bakal tenteram
Nikmat jalan & pergi kemana kita mau
Saling sapa & senyum bersatu

Kenapa anak berseragam
Berkumpul hingga jumlahnya ratusan
Menyerang dan merusak sekolah lain
Hingga rusak harta benda
Melukai anak yang berseragam juga
Hingga harus dirawat di rumah sakit

Membawa senjata tajam
Merusak gedung sekolah teman
Hanya karena berbeda sekolah
Hanya karena berbeda tempat belajar

Kenapa tawuran yang sudah puluhan tahun
Tak juga kunjung sembuh
Terulang dan terulang lagi
Mungkin karena hukum kurang tegas ditegakkan

Jika teroris bisa ditangkap dan diungkap jaringannya
Apakah anak sekolah pelaku tawuran lebih hebat dari teroris
Hingga mereka susah di tangkap
Dan kembali melakukan tawuran
Atau kita tak mengganggap itu sebagai suatu masalah
Yang perlu segera diselesaikan
Jadi biarkan saja tawuran kembali terjadi
Dan terus makan korban

Ditulis gara” terinspirasi oleh ini</strong>.

Sudah puluhan tahun tawuran anak sekolah tak lenyap, mau sampai kapan?

saya bertanya pada google tentang “TAWURAN, JAKARTA, DIKELUARKAN”, ternyata respon orang nomor satu dan dua di Jekardah sangat berbeda seperti pada foto di atas.

Bagi pengelola sekolah tawuran sering jadi buah simalakama, murid pelaku tawuran yang tertangkap polisi sedang membawa senjata tajam dikembalikan ke sekolah yang seharusnya diproses hukum & dipenjara sesuai undang”, sekolah yang berani mengeluarkan sering harus berhadapan dengan orang tua yang tak terima diberi sangsi, dibantu pengacara, keluarganya yang pejabat, bahkan mengadu ke dinas atau peringgi di daerah & negara menbuat lelah pengelola sekolah karena mendapat tekanan dari berbagai fihak termasuk mass media.

Sementara murid yg pernah tertangkap polisi lalu bebas seperti mendapat tambahan keberanian, merasa polisi tak berani beri sangsi, guru dan sekolah takut, orang tua membela walau isi tas sekolah anaknya bukan buku tapi senjata tajam.

Di negara terdekat peraturan atau hukum dijalankan dengan tegas, misalnya orang yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda maka negeri itu jadi bersih. Kalau mau tawuran hilang dari negeri yang katanya saling sayang, punya Tuhan & beragama, mari jalankan undang”, hukum pembawa senjata tajam, tangkap & hukum pengganggu ketertiban & pembuat resah, karena saat tawuran masyarakat jadi tak tertib & resah. Ada beberapa fakta dimana masyarakat marah & mengeroyok anak” sekolah pelaku tawuran agar tidak melakukan tawuran di wilayahnya.

Penerintah daerah Purwakarta melakukan tindakan berani dengan melarang sekolah yang sering terlibat tawuran untuk menerima murid baru, ini bisa jadi efek jera buat murid, guru, dan manajemen sekolah agar bisa bekerja sama mencegah murid sekolahnya tawuran.

Sudah puluhan tahun tawuran anak sekolah tak lenyap, mau sampai kapan?

Karena anak sekolah akrab terbiasa berteman Mereka bertemu bergembira Karena dunia itu satu Kita harus bersatu

http://instagram.com/p/qL0O1lt3Xs/
Lihat tulisan di balik jaket itu
Dunia cuam satu
Kenapa kita tak bersatu

Kalau cuma berbeda sekolah
Berbeda nomor route bis
Kenapa saling ejek di halte
Saling teriak di pinggir jalan
Saling ejek di medi sosial
Saling lempar batu
Saling tunjukan senjata tajam
Kenapa harus berkelahi
Kenapa saling bunuh

Ada piket & satpam di sekolah
Seharusnya bisa tahu dimana murid sembunyikan senjata tajam
Ada wali kelas dan guru pembina siawa
Seharusnya bisa tahu murid yang nakal & suka tawuran
Ada SATPOL PP di setiap Kelurahan
Seharusnya tahu ada gejala tawuran
Ad POS POLISI di setiap Kecamatan
Seharusnya ada intel yang tahu akan ada tawuran

Sebelum terjadi anak-anak sekolah bisa digiring segera naik angkutan pulang
Jika sudah diingatkan masih melakukan tawuran itu kriminal
Tangkap saja dan di proses karenabawa senjatatajam
Dan mengganggu ketertiban umum
Segera buatkan BAP, ditahan & diadili
Berikan ganjaran hukum sesuai pelanggaran

Sekolah harus membuat peraturan tata tertib
Yang isinya jika murid terlibat tawuran, tertangkap polisi apalagi membunuh
Langsung dikeluarkan dari sekolah
Murid dan orangtua murid menandatangani di atas materai
Saat penerimaan murid baru hal itu disepakati
Jika ada murid yang melanggar aturan, terapkan dengan tegas
Maka sekolah bisa fokus mendidik tak diganggu masalah tawuran, dsb

Jika ada murid yang terlibat tawuran
Bahkan pernah tertangkap polisi tapi tak diproses hukum
Sekolah tak memberi sangsi sesuai aturan tata tertib
Maka murid itu akan mempengaruhi teman-temannya
Untuk melakukan hal yang sama
Berani melawan orang tua
Berani melawan guru
Berani melawan sekolah
Berani melawan polisi
Berani melawan anak sekolah lain
Berani bawa senjata tajam
Berani membunuh anak sekolah lain

Tawuran bisa dihapus
Dengan aturan yang bagus dan konsisten
Anak-anak yang suka tempur terus
Diberi kesempatan bertarung lewat ekskul beladiri, olahraga, seni, dsb
Atau daripada lari-larian di jalan
Adakan lomba balap lari antar sekolah di stadion atau di monas
Adakan berbagai lomba dengan hadiah yang menarik
Salurkan beragam bakat & minat murid secara teratur
Yang suka perang bisa diadu tanding olahraga pinball di pinggir kota
Mereka bisa saling tembak dan adu strategi seperti tentara

Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah harus memfasilitasi itu
Jika masih ada sekolah yang melakukan tawuran
Tutup saja, tak boleh terima murid baru tahun depan
Hal ini sudah dilakukan di Purwakarta Jawa Barat
Agar sekolah serius mendidik murid-muridnya

Betapa nyaman lalu lintas Jakarta
Walau panas, macet dan berdebu
Tak ada rasa was-was kena lempar batu
Tak ada khawatir anak sekolah terbunuh
Karena anak sekolah akrab terbiasa berteman
Mereka bertemu bergembira
Karena dunia itu satu
Kita harus bersatu

Tawuran pelajar, bikin sesama rakyat berkelahi

20140613-145618.jpg
Anak salah
Orang tua lengah
Sekolah kalah
Polisi lelah
Dinas Pendidikan tak tergugah
Pemda terengah
Kemendikbud dimana entah
Warga marah

Khawatir harta yang sedikit rusak
Atau langganan lari terdesak
Takut batu & senjata tajam berserak
Akhirnya warga mengeroyok anak sekolah yang terpojok
Agar tak lagi tawuran di lokasi warga
Mereka marah karena jemu dan lelah melihat anak sekolah yang salah arah

kamu adalah sesuai yang kamu bawa

20140606-115248.jpg
anak sekolah atau mahasiswa yang siapkan barang-barang di atas menyambut hari jumat, bisa dipastikan dia adalah orang baik yang membawa barang-barang baik untuk berbuat baik, memberi kebaikan buat manusia dan alam semesta.

Jika anak sekolah menyiapkan celurit, pisau belati, roda gir atau benda-benda lain untuk dibawa ke sekolah, bersepakat dengan teman basis atau jalur pergi/pulang yang sama. Dia sedang mempercepat kematiannya.

Video mesum, ekskul dicurigai, … , tawuran bertambah, ada yang mati lagi?

TAK BOLEH LAGI?

TAK BOLEH LAGI?

Kejadian anak SMP membuat video mesum di ruang kelas disikapi beragam, diantaranya dengan melarang sekolah berada di sekolah setelah jam pelajaran usai. Pernahkan Anda amati lingkungan tempat tinggal anak-anak Jakarta? Mereka hampir tak memiliki ruang terbuka buat bermain, rumahnya kecil, di dalam gang, ruangan sangat terbatas, sering tidur berhimpit jika malam … sulit sekali mencari tempat bermain … tak ada lapangan di sekitar rumah, hampir semua berubah jadi bangunan tepat tinggal atau ruang usaha.

Saya khawatir, larangan berada di sekolah setelah jam pelajaran usai membuat murid enggan melakukan kegiatan ekskul karena rasa dicurigai oleh para guru … ini berbahaya: mereka akan bertebaran di jalan dan tempat-tempat umum lainnya … tawuran bakal makin banyak, karena mereka bertemu di jalan .. semoga kekhawatiran saya tak terjadi, bagaimana menurut Anda?

Percakapan Guru sikapi TAWURAN

20131018-142212.jpg

Merespon tawuran hungga menelan korban, dimana salah satu pelakunya pelajar kelas tiga sebuah sekolah menengah:

Guru 1: murid itu sudah dua kali ketangkep polisi karena tawuran, membajak bis … seharusnya murid itu sudah dikeluarkan dari sekolah karena tidak ada motivasi belajar… dia merasa jumawa karena sekolah tak berani mengeluarkan diriya, sehingga kenakalannya semakin gila.

Jika di keluarkan, mungkin dia sudah bekerja mencari uang untuk menghidupi diri sendiri dan makin banyak pengalaman di masyarakat, dalam kondisi tak berseragam niat untuk tawuran dan anarki jadi tak ada karena resikonya akan ditanggung sendiri.

Guru 2: guru tak boleh mengeluarkan anak murid, sekolah harus berusaha membentuk perilaku yang baik … Berbagai upaya harus dilakukan untuk merubah anak yang nakal menjadi baik.

Guru 3: bagaimana jika dikeluarkan, murid itu pindah sekolah, dan bersama teman-teman di sekolah barunya mengancam murid-murid sekolah terdahulu, sehingga tawuran terus terjadi.

Guru 4: saya sih tak peduli apa yg mereka lakukan di luar, yang penting saat saya mengajardi kelasnya mereka baik-baik aja

Guru 5: kenapa kalian sibuk-sibuk urusin anak murid, sementara ayah ibu yang melahirkannya tak peduli dengan kelakuan anaknya, sebagai guru yang penting kita masuk kelas saat jam mengajar, keluar setelah selesai, kelakuan atau moral anak itu urusan orang tuanya.

Guru 6: waduuuh … Saya harus bersikap bagaimana?

Sementara di ruang kelas, di tempat nongkrong anak-anak sekolah, mereka terus merancang strategi menghajar pelajar sekolah lain, persiapkan senjata tajam, atur strategi kelompok, jadwal tanggal yang bisajadi momentum berita di media … dan para orang tua makin takut, was-was setiap melepas anaknya ke sekolah, apakah bakal mati jadi korban tawuran hari ini?

Jika anda sebagai guru? Bagaimana sikap anda?

Paul Mc Cartney sudah ingatkan tentang tawuran th 1963, hari gini masih aja ada

Lagu We Can Work It Out yang diciptakan Paul Mc Cartney anggota The Beatles pada tahun 1963, tetap saja masih hangat topiknya … kita masih aja sering rewel dan berkelahi, tawuran dengan sesama … padahal, waktu terlslu singkat buat itu … berbuat baik ja yuuu, happy deh.

Hidup ini sangat pendek,
dan ada waktu untuk rewel dan berkelahi, teman saya.
Saya selalu berpikir bahwa itu adalah kejahatan

Syair lengkap lagu yang berjudl  Can Work It Out adalah sebagai berikut:

Try to see it my way,
Do I have to keep on talking till I can’t go on?
While you see it your way,
Run the risk of knowing that our love may soon be gone.

Chorus:

We can work it out,
We can work it out.

Verse #2
Think of what you’re saying.
You can get it wrong and still you think that it’s all right.
Think of what I’m saying,
We can work it out and get it straight, or say good night.

Chorus:
We can work it out,
We can work it out.

Bridge:
Life is very short, and there’s no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it’s a crime,
So I will ask you once again.

Verse #3
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There’s a chance that we might fall apart before too long.

Chorus:
We can work it out,
We can work it out.

Bridge:
Life is very short, and there’s no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it’s a crime,
So I will ask you once again.

Verse #4
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There’s a chance that we might fall apart before too long.

Chorus:
We can work it out,
We can work it out.

Membina satu murid rusak atau delapan ratus murid baik?

ILLUSTRASI

Seorang pembaca blog saya berkomentar pada tulisan saya seperti ini:

Jangan dibinasakan, ehmmm, pernah nonton GTO (great teacher onizuka, lagi-lagi terinspirasi komik), ehm, seadnainya murid2 seperti itu bisa di binna, saya sendiri belom ada ide sih, tapi sepertinya harus ada yang bisa sabaaar banget dan kasih kepercayaan, ngayomi, special kali yah gurunya. heheheheh
*maap ngawur

Saya menjawabnya begini:

Seorang murid sudah dibina melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

– Konseling individu 10 kali dengan wali kelas selama satu semester,

– Dipanggil orang tuanya 3 kali oleh wali kelas dan konseling bersama murid dan ortu,

– 3 kali konseling individu oleh Guru BK dan 3 kali konseling bersama orang tuanya,

– 1 kali konseling individu dan konseling bersama orang tua dengan Tim Kesiswaan,

Jumlah totalnya 21 kali pembinaan … anak itu masih gemar membawa senjata tajam dan tawuran … sementara berbagai pilihan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah tak menarik minatnya, tawaran bikin kegiatan ekskul yang baru tak diambilnya …

Jika satu siswa diurus menggerus energi, delapan ratus lebih siswa yang baik menunggu untuk disentuh, dibina, disapa dan diberikan apresiasi atas kebaikan dan komitmen baiknya agar mereka lebih cepat mencapai target-target hidupnya buat jadi orang yang lebih baik dan bermanfaat buat sesama.

seperti yg anda tulis di akhir komment … mungkin anda ngawur (saya maafkan) karena anda tak mengalami langsung situasinya.

Pada tulisan lain beliau juga berkomentar, begini:

Sedihnya, hal yang sia-sia berujung suram. semoga yang lain gak ikutan begitu

Saya menjawab ini:

mungkin jika “dia” dibinasakan lebih awal dan tidak berada ditempat itu … kemudian dia memilih sekolah yang lebih sesuai dengan minatnya, barangkali “dia” lebih serius sekolah dan tak berniat bawa senjata apalagi membunuh … atau jika sudah tak berminat belajar atau sekolah, dia bisa bisnis atau jadi pengusaha yang kaya sejak muda dan bisa bersenang-senang dengan hasil kerjanya tanpa lelah lari-larian di jalan, bikin repot guru, sekolah, Dinas Pendidikan, PEMDA, Polisi, hingga membunuh atau dibunuh … terima kasih

Dokumentasikan pencegahan tawuran di sekolah, menyenangkan buat dikenang, happy deh

20130827-112744.jpg

20130827-112812.jpg

20130827-112848.jpg

20130827-113032.jpg

20130827-113107.jpg
Memberi kesempatan kepada murid untuk mengaktualiasikan diri lewat berbagai kegiatansesuai minat atau hobby murid sehingga energi murid dan perhatian terfokus kepada hal-hal baik dan bermanfaat buat pembentukan karakter.

Untuk murid yang punya minat di luar kegiatan Ekskul yang ada di sekolah, saya mendorong mereka untuk membentuk ekskul baru dan mengapresiasi kegiatannya hingga meraih prestasi.

20130827-113708.jpg
Foto di atas adalah ekskul baru di sekolah yang sebelumnya belum ada, murid sangat serius latihan hingga berprestasi lewat undangan-undang tampil di berbagai tempat.

Bagi murid baru menandatangani perjanjian diatas materai, bagi yang masih melakukan tawuran, sangsinya tegas dan harus konsisten … yang membawa senjata tajam, lakukan kekerasan terhadap teman di sekolah atau lain sekolah, tertangkap polisi karena hendak tawuran, selesai tawuran atau tindak kriminal lainnya harus meninggalkan sekolah atau dikeluarkan dari sekolah.

Agar sekolah makin menyenangkan dan ketegangan di jalan makin berkurang, happy deh.

Polisi temuin 33 senjata tajam si mobil pelajar SMA, bakal ada yg mati lagi nih?

20130831-114129.jpg
Tawuran masih saja menarik minat pelajar, Jumat 300813 Polisi mendapati puluhan senjata tajam di sebuah mobil di lokasi yang dikabarkan akan terjadi tawuran … saya menunggu info selanjutnya, bagaimana proses penangan terhadap pembawa puluhan senjata tajam itu, saya mengira bakal ada pelajar yang mati lagi nih, tapi saya tetap berdoa semoga polisi & sekolah konsisten bertindak tegas menghukum pelaku tindak kriminal.

Mahasiswa & pelajar SMA, SMK yg masih tawuran sama ama anak SMP woooi, malu banggets deh

20130830-142042.jpg
anak kecil yang tak punya tempat bermain lari”an kini lari”an sambil brantem”an sama teman lain sekolah di jalan, plus lempar”an batu, bikin bahaya pengguna jalan, tangkep aja pak
polisi trus adili & penjarakan di penjara anak, biar pada tau rasaaa!!!

Belajar dari konser Metallica: mengeksplorasi selera pelajar, dimana anak-anak yang berseragam itu bisa bernyanyi, berjoget, bermusik atau melakukan apa saja … hingga bubar tanpa tawuran, perkelahian… kapan kah itu terjadi?

20130827-122203.jpg
Saya sedang menikmati dokumentasi foto dan videoKonser Metallica di Jakarta beberapa hari lalu, ini konser kedua group band metal Level dunia di Jakarta, setelah 20 tahun yang lalu berakhir rusuh … Saya sempat khawatir jika rusuh berulang.

Alhamdulillah, pertunjukkan sukses dan tanpa kerusuhan, saya senang …. pasti beritanya menyebar se jagat bahwa group band kondang dunia dinikmati puluhan ribu di Kota Jakarta yang sering dituding tak tertib … saya bangga Jakarta bisa disejajarkan dengan kota-kota bedar di dunia yang biasa jadi tempat konser group-group besar dunia. Bravo dan terima kasih buat Promotor, Polisi, Tentara, Pemda dan semua fihak yang bekerja sama sukseskan konser kelas dunia.

Bisa kumpul bareng, bernyanyi, berjoget, berbasah-basah keringat, memenuhi rongga telinga menerima aliran irama dari sound system berkekuatan sangat besar … merekam video, memotret, …. lalu pulang dalam damai, bersahabat … sebuah situasi impian semua orang.

Saya bermimpi makin banyak peristiwa yang melibatkan ribuan bahkan puluhan ribu pelajar di Jakarta yang mengeksplorasi selera pelajar, dimana anak-anak yang berseragam itu bisa bernyanyi, berjoget, bermusik atau melakukan apa saja … hingga bubar tanpa tawuran, perkelahian… kapan kah itu terjadi?.

Atau ini sudah jadi budaya, Karena tawuran terjadi hingga para tua bangka, Haddooooh Imdonesaakuh

20130821-094348.jpg
Kalo hari pertama sekolah mereka tawuran,
apalagi yg bisa dibilang?
Masih adakah niat belajar dan jadi orang baik?
Tak membekas sedikitpun hasil didikan orang tua dan guru selama belasan tahun?

Salah siapa?
Orang tua?
Guru?
Sekolah?
Dinas pendidikan?
Kurikulun?
Pemerintah?
Mass media?
Polisi?

Anak-anak tak bersalah, mereka cuma salurkan energi,
Orang tua sibuk cari nafkah, tak sempat mendidik,
Guru fokus persiapkan Ujian Nasional,
Sekolah tak mungkin bisa perhatikan ratusan muridnya semua,
Dinas Pendidikan sudah buat macam-macam program,
Kurikulum dirubah hingga sebelas kali sepanjang negeri ini ada,
Pemerintah sibuk milih presiden yg calonnya tak banyak,
Mass media senang beritakan apa saja yang jelek,
Polisi sibuk cari penembak anggotanya,
Dan murid-murid sibuk sendiri cari perhatian sambil bergembira di jalan,
Karena semua sibuk sendiri-sendiri

Sedang sibuk apa anda sekarang?
Masih peduli terhadap tawuran anak negeri,
Atau ini sudah jadi budaya,
Karena tawuran terjadi hingga para tua bangka,
Haddooooh Imdonesaakuh.