@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Teroris & Tawuran itu efeknya sama

Tawuran-itu-Cowok-Bangets-Majalah-remaja-islam-Drise

Di kota besar dunia yang besar ada serangkaian peristiwa yang menimbulkan korban jiwa, diduga dilakukan oleh teroris, efeknya seluruh dunia terkejut dan menimbulkan ketakutan penduduk negeri besar itu, kini penduduk takut dan was-was di rumah atau beraktifitas ke luar rumah, nyawa seolah tak ada harganya & kematian bisa muncul kapan saja dengan cara yang sadis.

Di ibukota negeri paman besut tawuran masih sering terjadi walau peristiwanya berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu, beberapa waktu lalu kembali memakan korban, murid sekolah dibacok hingga harus dioperasi, efeknya seluruh negeri kembali terkejut dan menimbulkan ketakutan penduduk negeri yang dikabarkan ramah-ramah itu, kini penduduk takut, orang tua & keluarha was-was di rumah saat anaknya atau anggota keluarga beraktifitas ke sekolah, saat berangkat, pulang sekokah atau di luar rumah, nyawa seolah tak ada harganya & kekerasan atau kematian bisa muncul kapan saja dengan cara yang sadis.

Ternyata teroris dan tawuran punya efek yang sama, bikin penduduk takut, khawatir keselamatan anak atau anggota keluarga saat bersekolah, jika murid satu sekolah yang terlibat tawuran atau jadi korban berjumlah 900 orang, maka 1.800 ayah, ibu yang was-was, andai ada adik, kakak  saudara, maka jumlahnya bisa 2.700 atau 3.600 bahkan jika digabung dengan sekolah lawan jumlahnya bisa memcapai puluhan ribuan orang yang tak tenang hidupnya. Bukan cuma penduduk kota besar dunia yang dihempas badai teroris tapi penduduk ibukota negeri paman besut juga tak tenang dan merasa terancam nyawanya, teroris & tawuran bikin penduduk takut.

Ada Bupati Purwakarta di sebuah negeri yang memberi sangsi tidak membolehkan menerima murid baru kepada sekolah-sekolah yang muridnya terlibat tawuran, nampaknya berdampak bagus hingga guru-guru & kepala sekolah bekerja sama secara keras & efektif untuk membina muridnya dengan baik & tak terlibat tawuran, kenapa pejabat di negeri paman besut tak lakukan upaya sejenis atau yang lebih dahsyat hingga semua fihak sadar hentikan tawuran yang efeknya sama dengan teroris, menurut Anda?


Leave a comment

Tawuran/perkelahian masal ancaman hukumannya 12 tahun, kata spanduk polisi itu

image

Di Negeri Paman Besut tawuran tak kunjung hilang, selalu saja terjadi dengan alasan & penyebab sendiri-sendiri.

Pelajar negeri itu seperti punya agenda & momemtum untuk melakukan tawuran, ada ulang tahun sekolah, ejekan di jalan atau bis kota, perebutan daerah berkumpul, nongkrong, basis atau no bis yang biasa dinaiki.

Tentang tawuran;
Spanduk bilang hukumannya 13 tahun,
Polisi bilang pelaku masih anak-anak,
Kepala Sekolah bilang tugas guru harus membina murid,
Guru bilang murid tawuran di luar skolah urusan orang tua,
Orang tua bilang anaknya dipaksa senior ikut tawuran,
Ada tata tertib kalo tawuran dikluarin tak dijalankan,
Murid bilang senang tawuran karena sekolah ngetop masuk televisi & koran

Orang tua jadi sangat berhati-hati memasukkan anaknya & tak memilih sekolah yang muridnya sering terlibat tawuran, dampaknya sekolah itu tak diminati, terlihat dari sdikit murid baru yang mendaftar & standar nilai pendaftar yang rendah.

Mungkin tak banyak yang tahu ada sekolah swasta di negeri itu yang sangat peduli terhadap kelakuan muridnya, jangankan tawuran, murid yang menyontek saat ulangan harian dikenakan sangsi dikeluarkan dari sekolah yang saat masuk harus menyumbang puluhan juta kepeng plus iuran bulanan sekian juta kepeng.

Ada bupati di kota negeri tetangga yang berani mengambil kebijakkan melarang sekolah-sekolah yang sering tawuran menerima murid baru, sehingga guru-guru dan kepala sekolah lainnya berusaha mengelola murid-muridnya dengan baik.

Mungkin selama spanduk, polisi, kepala sekolah, guru, orang tua belum konsisten memberi sangsi sesuai hukuman yang berlaku maka tawuran bakal terus terjadi, tentang korban jiwa hanya tinggal menunggu waktu, menurut Anda?


1 Comment

Kapan terakhir lihat lubang kubur? 

 

Ketika mau tawuran, merokok, pake narkoba, minum oplosan, kebut-kebutan, apakah pelaku sadar bahwa dirinya sedang mendekat ke lubang berukuran sekitar 2 x 1 meter, dan bakal menetap selamanya di lubang itu membusuk?

Daripada mempercepat jadwal pemakaman, lebih baik mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, menyenangkan, hasilkan uang, nambah sahabat, atau apa aja deh yg bikin hidup lebih hidup & bermanfaat buat alam semesta.

Kapan terakhir lihat lubang kubur? 


Leave a comment

Darah habis, masuk liang kubur tak bisa dihindari

IMG_3901

Seorang Bapak pernah jadi anak STM
yang doyan tawuran di sekitar Blok M
Diantara teman-teman sekolahnya dia berani berantem
Perut sobek tertusuk pisau lawan tak membuatnya merem

Bapak itu sering bangga
Bercerita pada keluarga
Berlari di jalan menguber atau diuber seperti tak beda
Mendapat perhatian, dilihat orang, masuk koran bikin besar dada

Bapak itu kini punya anak yang skolahnya di Blok M
Stiap hari dia was-was, takut anaknya kena hantam
Berdoa selalu setiap anaknya berangkat sekolah dg tangan menggenggam
Selalu stress jika anaknya belum pulang hingga malam

Bapak itu sudah siapkan dana banyak
Jika tiba-tiba ada kabar menghentak
Puluhan juta rupiah seperti dalam kotak
Siap obati operasi akibat tawuran anak

Beruntung di sekolah anaknya banyak kegiatan ekskul
Peraturan tegas dijalankan, murid yang tawuran dikeluarkan

Ada anak keluarga miskin
Terbiasa dalam tas clurit dimasukin
Sekolahnya tak berani tegas pada muridnya
Merokok, bawa senjata tajam atau tawuran dibiarkan saja

Mayoritas anak miskin itu terbiasa bergerombol di jalan
Alasan menunggu bis yang sama solider teman
Nongkrong cari musuh bersama basis terlihat yakin
Naas, batu menghantam kepalanya hingga pecah seperti manekin

Masuk rumah sakit hendak dioperasi
Tak ada biaya karena keluarga sulit mencari
Darah habis tak terperi
Masuk liang kubur tak bisa dihindari


Leave a comment

Pelaku tawuran itu lebih hebat dari Teroris

beda warna kulit tetap damai & tenteram, yg cuma beda skolah bunuh"an itu terlalu __________

A photo posted by Dedi @dwitagama (@dwitagama) on

Betapa indahnya
Jika perbedaan warna kulit
Tetap bisa persatukan kasih rasa sayang

Hidup bakal tenteram
Nikmat jalan & pergi kemana kita mau
Saling sapa & senyum bersatu

Kenapa anak berseragam
Berkumpul hingga jumlahnya ratusan
Menyerang dan merusak sekolah lain
Hingga rusak harta benda
Melukai anak yang berseragam juga
Hingga harus dirawat di rumah sakit

Membawa senjata tajam
Merusak gedung sekolah teman
Hanya karena berbeda sekolah
Hanya karena berbeda tempat belajar

Kenapa tawuran yang sudah puluhan tahun
Tak juga kunjung sembuh
Terulang dan terulang lagi
Mungkin karena hukum kurang tegas ditegakkan

Jika teroris bisa ditangkap dan diungkap jaringannya
Apakah anak sekolah pelaku tawuran lebih hebat dari teroris
Hingga mereka susah di tangkap
Dan kembali melakukan tawuran
Atau kita tak mengganggap itu sebagai suatu masalah
Yang perlu segera diselesaikan
Jadi biarkan saja tawuran kembali terjadi
Dan terus makan korban

Ditulis gara” terinspirasi oleh ini</strong>.


Leave a comment

Sudah puluhan tahun tawuran anak sekolah tak lenyap, mau sampai kapan?

apakah akan makin banyak tawuran di Imdonesaa?

A photo posted by Dedi @dwitagama (@dwitagama) on

saya bertanya pada google tentang “TAWURAN, JAKARTA, DIKELUARKAN”, ternyata respon orang nomor satu dan dua di Jekardah sangat berbeda seperti pada foto di atas.

Bagi pengelola sekolah tawuran sering jadi buah simalakama, murid pelaku tawuran yang tertangkap polisi sedang membawa senjata tajam dikembalikan ke sekolah yang seharusnya diproses hukum & dipenjara sesuai undang”, sekolah yang berani mengeluarkan sering harus berhadapan dengan orang tua yang tak terima diberi sangsi, dibantu pengacara, keluarganya yang pejabat, bahkan mengadu ke dinas atau peringgi di daerah & negara menbuat lelah pengelola sekolah karena mendapat tekanan dari berbagai fihak termasuk mass media.

Sementara murid yg pernah tertangkap polisi lalu bebas seperti mendapat tambahan keberanian, merasa polisi tak berani beri sangsi, guru dan sekolah takut, orang tua membela walau isi tas sekolah anaknya bukan buku tapi senjata tajam.

Di negara terdekat peraturan atau hukum dijalankan dengan tegas, misalnya orang yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda maka negeri itu jadi bersih. Kalau mau tawuran hilang dari negeri yang katanya saling sayang, punya Tuhan & beragama, mari jalankan undang”, hukum pembawa senjata tajam, tangkap & hukum pengganggu ketertiban & pembuat resah, karena saat tawuran masyarakat jadi tak tertib & resah. Ada beberapa fakta dimana masyarakat marah & mengeroyok anak” sekolah pelaku tawuran agar tidak melakukan tawuran di wilayahnya.

Penerintah daerah Purwakarta melakukan tindakan berani dengan melarang sekolah yang sering terlibat tawuran untuk menerima murid baru, ini bisa jadi efek jera buat murid, guru, dan manajemen sekolah agar bisa bekerja sama mencegah murid sekolahnya tawuran.

Sudah puluhan tahun tawuran anak sekolah tak lenyap, mau sampai kapan?


Leave a comment

Karena anak sekolah akrab terbiasa berteman Mereka bertemu bergembira Karena dunia itu satu Kita harus bersatu


Lihat tulisan di balik jaket itu
Dunia cuam satu
Kenapa kita tak bersatu

Kalau cuma berbeda sekolah
Berbeda nomor route bis
Kenapa saling ejek di halte
Saling teriak di pinggir jalan
Saling ejek di medi sosial
Saling lempar batu
Saling tunjukan senjata tajam
Kenapa harus berkelahi
Kenapa saling bunuh

Ada piket & satpam di sekolah
Seharusnya bisa tahu dimana murid sembunyikan senjata tajam
Ada wali kelas dan guru pembina siawa
Seharusnya bisa tahu murid yang nakal & suka tawuran
Ada SATPOL PP di setiap Kelurahan
Seharusnya tahu ada gejala tawuran
Ad POS POLISI di setiap Kecamatan
Seharusnya ada intel yang tahu akan ada tawuran

Sebelum terjadi anak-anak sekolah bisa digiring segera naik angkutan pulang
Jika sudah diingatkan masih melakukan tawuran itu kriminal
Tangkap saja dan di proses karenabawa senjatatajam
Dan mengganggu ketertiban umum
Segera buatkan BAP, ditahan & diadili
Berikan ganjaran hukum sesuai pelanggaran

Sekolah harus membuat peraturan tata tertib
Yang isinya jika murid terlibat tawuran, tertangkap polisi apalagi membunuh
Langsung dikeluarkan dari sekolah
Murid dan orangtua murid menandatangani di atas materai
Saat penerimaan murid baru hal itu disepakati
Jika ada murid yang melanggar aturan, terapkan dengan tegas
Maka sekolah bisa fokus mendidik tak diganggu masalah tawuran, dsb

Jika ada murid yang terlibat tawuran
Bahkan pernah tertangkap polisi tapi tak diproses hukum
Sekolah tak memberi sangsi sesuai aturan tata tertib
Maka murid itu akan mempengaruhi teman-temannya
Untuk melakukan hal yang sama
Berani melawan orang tua
Berani melawan guru
Berani melawan sekolah
Berani melawan polisi
Berani melawan anak sekolah lain
Berani bawa senjata tajam
Berani membunuh anak sekolah lain

Tawuran bisa dihapus
Dengan aturan yang bagus dan konsisten
Anak-anak yang suka tempur terus
Diberi kesempatan bertarung lewat ekskul beladiri, olahraga, seni, dsb
Atau daripada lari-larian di jalan
Adakan lomba balap lari antar sekolah di stadion atau di monas
Adakan berbagai lomba dengan hadiah yang menarik
Salurkan beragam bakat & minat murid secara teratur
Yang suka perang bisa diadu tanding olahraga pinball di pinggir kota
Mereka bisa saling tembak dan adu strategi seperti tentara

Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah harus memfasilitasi itu
Jika masih ada sekolah yang melakukan tawuran
Tutup saja, tak boleh terima murid baru tahun depan
Hal ini sudah dilakukan di Purwakarta Jawa Barat
Agar sekolah serius mendidik murid-muridnya

Betapa nyaman lalu lintas Jakarta
Walau panas, macet dan berdebu
Tak ada rasa was-was kena lempar batu
Tak ada khawatir anak sekolah terbunuh
Karena anak sekolah akrab terbiasa berteman
Mereka bertemu bergembira
Karena dunia itu satu
Kita harus bersatu

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 19,631 other followers