Blog Pendidik


1 Comment

Tawuran Pelajar Jakarta jadi Liputan Al Jazirah

Check out @Gilang_Mahesa’s Tweet: https://twitter.com/Gilang_Mahesa/status/936895124201603072?s=09

Sementara di Indonesia anak Sekolah Dasar kini ikut tawuran dengan sesama murid SD hingga ada yang meninggal dunia, bagaimana di sekolah kamu?

Advertisements


Leave a comment

Tawuran Pelajar di Jakarta: TAK ADA LAGI

Screen Shot 2017-08-04 at 10.34.33 AM.png

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran bawa senjata tajam masuk penjara,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena murid ketahuan bawa senjata tajam dihukum memangkas rumput sekolah sampai lulus,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap saat tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang ketangkap tawuran dikirim ke daerah perang diongkosin orang tuanya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena setiap akhir semester ada adu jago berantem antar sekolah, satu lawan satu,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Kepala Sekolah langsung dipecat ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Guru-gurunya dapat sangsi pengurangan tunjangan ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena jatah uang KJP & KIP langsung dihentikan ketika murid terlibat tawuran,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang terlibat tawuran dipenjara karena mengganggu ketertiban,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena orang tua pelaku tawuran dihukum karena tak bisa mendidik anaknya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelaku tawuran dihukum membersihkan toilet penjara tiga bulan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat sudah muak dan melempari pelaku tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena saat musim hujan pelakunya tak berani hujan-hujanan, takut sakit flu,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat bosan & tak peduli, hingga televisi tak mau memberitakan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang menusuk dan bikin mati lawannya dihukum mati,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan karate pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan pencak silat pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tinju pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tarung bebas pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan martial art pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan kungfu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan wushu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan lari pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan dance pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan mendaki gunung pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan disain senjata tajam pelajar berhadiah sepeda
motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan futsal pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan basket pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan PMR pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan makan cabe pelajar berhadiah sepeda motor

“Pak, kita solat jumat yuuuk”, ajak murid saya.
“Eh, iya … wah saya lagi ngelamun, hehe”, sambil bangun dan mematikan notebook.


Leave a comment

Mengatasi tawuran pelajar


Teman dan sahabat.

Ada sekolah yang saat masuk bayarnya mahal hingga puluhan juta dan biaya bulanannya jutaan rupiah selalu banyak peminat karena salah satu hal yang ditanamkan adalah kejujuran, pelajar yang menyontek saat ulangan harian kena sangsi dikeluarkan dari sekolah, karakter murid juga ditumbuhkembangkan ke arah yang baik, tawuran berakibat yang sama.

Sekolahmu masih sering tawuran? Pasti pelakunya dibiarkan terus bersekolah, tak diberi sangsi bahkan mengajak teman yang lain, karena ada tantangan berbonus adrenalin yang bikin candu.

Pelajar yang tawuran & menyebabkan kematian harus dikeluarkan dari sekolah, dihukum penjara di penjara anak dengan pasal rencana pembunuhan (kalo mereka janjian untuk tawuran & siapkan alat untuk tawuran) termasuk membawa senjata tajam, orang tuanya dipenjara juga karena gagal mendidik anak, sekolahnya tidak boleh menerima murid baru karena tak bisa menanamkan katakter baik, guru”nya di pindah ke sekolah yang membutuhkan, coba lihat efeknya.

Sekolah tidak boleh menerima murid baru akan menjadi terapi yang dahsyat buat guru-guru di sekolah itu, karena guru akan berkurang jam mengajarnya yang akan berdampak tak bisa dipenuhi persyaratan penerimaan tunjangan sertifikasi. Larangan menerima murid baru akan menjadi pelajaran bahwa semua guru harus ikut serta mendidik karakter murid sehingga tak melakukan pelanggaran hukum, karena faktanya di sekolah hanya sedikit guru yang ikut serta membina karakter murid, alasannya beragam; diantaranya karena sudah ada guru pembina dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang diberikan tugas khusus serta tunjangan untuk membina murid, ada juga yang merasa tak mau ikut campur tugas guru pembina, sehingga guru hanya mengajar di kelas saja, hampir tak ada interaksi guru dan murid di luar pelajarannya di dalam kelas.

Sangsi larangan menerima murid baru akan mendorong guru-guru dan kepala sekolah lebih bekerja keras membina karakter murid, mengoptimalkan peran serta semua warga sekolah sehingga karakter murid terbentuk baik dan meluluskan alumni yang bisa dibanggakan.

Sekolah harus melibatkan orang tua membentuk karakter anaknya, orang tua harus secara rutin memeriksa isi tas anaknya (bisa dilakukan saat anaknya tidur atau sedang ke luar rumah), hal ini perlu dilakukan untuk mencegah anaknya membawa senjata tajam, rokok, narkoba atau benda-benda yang tidak seharusnya dibawa anak sekolah. Saat awal tahun ajaran wali kelas mengundang semua orang tua perwaliannya untuk melakukan pendataan, termasuk no kontak ayah, ibu, atau orang-orang terdekat murid yang bisa segera dihubungi jika ada keperluan. Pertemuan orang tua dan wali kelas juga diperlukan untuk lebih memahami karakter anak dihubungkan dengan karakter orang tuanya, hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya masalah dan penyelesaian masalah murid tersebut.

Saat pertemuan walikelas dengan orang tua murid, ditandatangani pernyataan bermaterai dari murid yang diketahui oleh orang tua berisi pernyataan akan mematuhi tata tertib, dan bersedia dikeluarkan jika melanggar tata tertib, terutama yang sangat krusial seperti; tawuran, kekerasan terhadap warga sekolah, mengedarkan narkoba, mencuri, asusila (hamil, menghamili teman sekolah, pemerkosaan, dsb) di sekolah.

Menurut kamu?


Leave a comment

Pendidikan rusuh ini mau sampai kapan?

Screen Shot 2017-04-03 at 2.50.48 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.52.01 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.53.16 PM

Temen-teman dan sahabat,

Beberapa saat menikmati detik.com saya dibesut peristiwa sejenis diberbagai belahan negeri, yang dilakukan oleh orang-orang terhormat yang menyatakan diri pilihan rakyat, kelompok masyarakat biasa hingga pelajar, semua gemar ricuh, tawuran dan sejenisnya.

Belasan tahun belajar di sekolah, puluhan tahun dididik orang tuanya seperti tak berguna, insting mirip mahluk lain sering muncul dan cenderung berulang lagi. Dimana salahnya sistem pendidikan negeri ini?

Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat didalamnya yang biasa dikenal dengan istilah Tri Pusat Pendidikan, yang meliputi: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tiga badan tersebut memiliki sifat,fungsi, serta peran masing-masing yang mana sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak itu sendiri.

Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karenasebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga.

Andai guru di sekolah sudah bekerja dengan baik jalankan perannya, saat murid berada di jalan mengendarai kendaraan bermotor dimana dirinya belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), orang tuanya membiarkan hal itu terus terjadi, polisi seperti tak melihat, kadang terkena razia hingga ditilang bahkan berakhir damai, membuat murid terdidik salah dlam hal berkendara, seolah membawa motor tanpa SIM itu bukan pelanggaran.

Murid yang tertangkap saat akan melakukan atau sedang melakukan tawuran, hanya didata dan dipulangkan setelah dipanggil guru atau orang tuanya, apalagi sekolahnya tak punya keberanian memberi sangsi atau mengeluarkan dari sekolah, sehingga tak da efek jera dari pelaku, bahkan semakin berani untuk melakukan tawuran yang mengganggu ketertiban hingga menimbulkan kematian.

Mau sampai kapan?


Leave a comment

Pak Profesor, tolong hentikan tawuran yang sudah berlangsung puluhan tahun

tawuran11

Tawuran, masih saja terjadi di Negeri ini. Berapa puluh tahun tawuran terjadi terus dan seperti tak ad yang bisa menghentikannya. Peristiwanya terjadi tanggal 17 agustus, saat peringatan Kemerdekaan Negeri.

Satu.
Tawuran itu jelas tak benar, melanggar banyak nilai-nilai kehidupan seperti; kasih sayang, persatuan, jiwa sosial, bela negara, dan masih banyak lagi.

Dua.
Tanggal tujuh belas seharusnya digunakan buat memperingati kemerdekaan dengan melakukan hal-hal baik buat negeri, bergembira dengan semua warga, termasuk rekan sebaya.

Tiga.
Bersama teman sekolah, harusnya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan menuju manusia yang baik, bukan malah mencederai kemanusiaan.

Empat.
Petugas dinas perhubungan mestinya waspada, jika melihat anak membawa senjata tajam, jangan lagi mendekat atau melerai, laporkan saja ke Polisi karena Polisi punya cara dan alat untuk mengatasi pelaku kriminal bersenjata, mereka sudah dilatih untuk itu.

Lima.
Polisi kita itu hebat, teroris yang gerakannya licin seperti belut, bersembni dalam senyap, bisa ditangkap … harusnya pelajar pelaku tawuran yang senang bergerombol di jalan atau teriak di sosial media dengan mudah ditangkap dan diproses supaya dia bisa berada di sekolah yang lebih tepat, tak lagi di sekolah umum dan terus membawa senjata tajam, mungkin di sekolah khusus dia bisa jadi lebih baik dan tak bisa bawa senjata lagi.

Enam.
Orang tua murid juga aneh, kenapa anaknya yang belum 17 tahun dan belum memiliki SIM diijinkan membawa sepeda motor ke sekolah, mungkin alasannya supaya lebih capat bisa tiba di sekolah atau kembali ke rumah … kenyataanya sepeda motor digunakan bersama-sama temannya melakukan tawuran hingga memakan korban.

Tujuh.
Sekolah itu isinya Guru-guru yang berpendidikan SARJANA, bahkan tak sedikit yang alumni PASCA SARJANA hingga DOKTOR, harusnya bisa mengelola sekolah sehingga muridnya tak lagi tawuran, caranya silahkan berkreasi sendiri-sendiri, dengan cara biasa-biasa saja atau ekstra ordinary, apa iya murid yang umurnya belasan tahun belum tamat Sekolah Lanjutan itu bisa terus-terusan mengalahkan puluhan Guru di Sekolah atau Ribuan Guru di Negeri ini … menjadikan tawuran seolah pesta atau hak murid yang boleh dilakukan kapan saja.

Delapan.
Profesor lawan Anak Bawang. Menteri Pendidikan, Kepala Dinas, Gubernur atau Presiden, pendidikannya tinggi, berlapis, dengan pengalaman hidup segunung, kenapa juga tak mampu hentikan tawuran yang telah berlangsung puluhan tahun. Sepertinya anak-anak bawang itu mengalahkan orang-orang hebat berumur banyak.

Sembilan.
Ayo dong Pak Profesor, hentikan segera tawuran pelajar.


Leave a comment

Guru terjepit antara Gubernur dan Menteri, Pelaku Tawuran & Bully bergembira

Kompak,
mudah diucapkan tapi sulit diterapkan,
Gubernur bilang pelaku bully & tawuran harus dikeluarkan dari sekolah,
Menteri Pendidikan bilang pelaku bully & tawuran tak boleh dikeluarkan dari sekolah.

Di Sekolah,
Guru & Kepala Sekolah bingung,
Jika ada murid yang melakukan Bully atau Tawuran
Sesuai perintah Gubernur harus dikeluarkan,
Sementara perintah Menteri tak boleh dikeluarkan.

Jika ada murid yang gemar bawa senjata tajam,
gemar melakukan tawuran diperjalanan pulang dari sekolah,
guru-guru kerja keras hingga menemukan senjata tajam & pemiliknya,
mungkin sebaiknya diserahkan kepada Polisi karena itu kriminal,

berdasarkan Undang-undang, membawa celurit untuk berjaga-jaga dalam perjalanan,
adalah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Drt. No. 12/1951
atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk,
dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Si pelaku tetap melanggar pasal tersebut
sekalipun menyimpan atau menyembunyikan celuritnya di dalam tas.
Perbuatan tersebut adalah kejahatan (lihat Pasal 3 UU Drt. No. 12/1951).

Proses hukum di negeri ini biasanya berlangsung lama,
murid pembawa senjata tajam akan ditahan dan tak bisa sekolah,
saat kenaikan dia tak memenuhi syarat buat naik,
atau si murid enggan ke sekolah karena lama bermalam di penjara,
akhirnya dia keluar dari sekolah.

Menurut kamu?


Leave a comment

Sekolah harus berani keluarkan murid yang bullying, berkelahi atau tawuran

tawuran

Jika Gubernurnya sudah mengatakan hal itu, kenapa pula Kepala Sekolah atau Guru-guru di Jakarta takut mengeluarkan murid yang terlibat bullying, berkelahi atau tawuran?.  Orang tua kadang berusaha membela anaknya agar tidak dikeluarkan dengan berbagai upaha bahkan bersedia membayar pengacara untuk membela anaknya.

Bagaimana strategi sekolah agar percaya diri menangani masalah bullying, berkelahi atau tawuran di sekolahnya?

  1. Pada saat awal tahun pelajaran setia[ murid harus memuat perjanjian, pernyataan atau komitmen untuk tidak melakukan bullying, berkelahi atau tawuran, mungkin bisa juga ditambahkan dengan mencuri, hamil, dsb. Perjanjian di buat setiap awal tahun pelajaran dimaksudkan untuk kembali mengingatkan tentang hal-hal penting yang harus dipatuhi di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter murid. Tuliskan pada perjanjian atau komitmen itu bahwa jika dilanggar, sangsinya adalah dikeluarkan atau dikembalikan kepada orang tua.
  2. Penandatangan perjanjian atau komitmen pada awal tahun ajaran dilakukan sambil melakukan rapat atau perkenalan wali kelas dengan murid dan orang tuanya. Orang tua dan wali kelas harus saling bertukar nomor handphone agar mudah dalam hal berkoordinasi untuk keperluan pembinaan murid selama proses belajar berlangsung.
  3. Jika terjadi peristiwa bullying, berkelahi atau tawuran, dsb, wali kelas membuat berita acara kejadian berisi kronologis kejadian, tanggal, waktu, peristiwa, penyebab, saksi-saksi, dsb, disertai foto-foto pelaku, korban, saksi, dsb.
  4. Murid membuat surat pernyataan berisi tentang kronologis kejadian, tanggal, waktu, peristiwa, penyebab, saksi-saksi, dsb, ditandatangani oleh murid dan orang tua dengan dibubuhi materai.
  5. Segera eksekusi. Jika terjadi peristiwa yang sudah dirinci dalam perjanjian atau komitmen di awal tahun pelajaran, sekolah harus segera mengambil tindakan dengan memanggil orang tua, menuliskan berita acara kejadian dan memutuskan tindakan sesuai perjanjian atau komitmen yang sudah ditandatangani. Kepala Sekolah membuat surat keputusan memberhentikan atau mengembalikan anak ke orang tua disebabkan pelanggaran terhadap perjanjian atau komitmen yang dibuat setiap awal tahun ajaran
  6. Orang tua murid biasanya mencoba menawar atau berupaya agar anaknya tidak dikeluarkan. Manajemen sekolah harus konsisten pada perjanjian atau komitmen yang telah dibuat, bahwa murid harus meninggalkan sekolah. Oran tua bisa diberi penawaran surat keputusan sekolah yang menuliskan peristiwa ullying, berkelahi atau tawuran memang bisa mengakibatkan murid susah pindah atau mencari sekolah baru. Alternatif penyelesainya bisa dilakukan dengan cara orang tua murid mengajukan surat permohonan pindah sekolah untuk anaknya dengan alasan tertentu, misalnya untuk lebih mendekatkan dengan rumah atau mengikuti orang tua, dsb. Sehingga sekolah mengeluarkan surat keterangan pindah karena permintaan orang tua bukan surat keputusan mengeluarkan murid karena melakukan bullying, berkelahi atau tawuran, dsb.

Menghukum murid memang sebaiknya dihindarkan, dan cuma bisa jadi jalan terakhir, oleh sebab itu berbagai upaya perlu dilakukan agar murid merasa nyaman di sekolah dan tak melakukan tindakan bullying, berkelahi atau tawuran serta hal-hal lain yang melanggar perjanjian atau komitmen.

Sekolah yang peduli pada pembinaan karakter murid akan sangat disukai dan diminati orang tua, ada sekolah yang biaya masuknya puluhan juta rupiah dan iuran bulanannya jutaan rupiah selalu diminati orang tua hingga harus berebut masuk dan seleksi sejak bulan Januari setiap tahun, sekolah seperti itu tak pernah kekurangan murid bahkan selalu menolak banyak sekali calon murid yang hasil tesnya tidak memenuhi syarat.

Ada sekolah yang gratis tak ada pungutan kepada murid selama murid bersekolah disana, tetapi masyarakat tak menu mendaftarkan anaknya di sekolah itu sehingga membuat sekolah gratis itu digabung dengan sekolah gratis terdekat, penyebabnya bisa berbagai hal, yang utamanya adalah kepedulian guru dan warga sekolah terhadap pendidikan karakter muridnya, bagaimana di sekolah kamu?

Simak berita selengkapnya disini.


Leave a comment

Kamu Hobbi Tawuran tapi Takut Hujan?

  

Saya nulis di twitter begini: 

 “Skolah gratis, ortu sengsara doyan tawuran, mati.
Mungkin ortunya seneng ga ada lagi anak yg suka ngebentak-bentak minta beliin motor,
minta bensin tiap hari …” 

 ternyata ada yang membalas begini: 

 “Mungkin jadi hobi anak anak itu.” 

Adakah anak yang hobinya tawuran?
Kalau saat melakukan hobinya dia mati,
apa kira-kira hobi baru dia di alam sana?

Saya perhatikan,
hampir tak pernah terjadi tawuran saat hujan lebat
mungkin para pelaku sadar badannya ringkih mudah sakit
mungkin jika terjadi tawuran bisa minta tolong teman-teman Petugas Pemadam Kebakaran
untuk menyemprotkan air ke kerumunan pelaku tawuran
polisi dan satpol bisa menunggu di ring dua (agak jauh)
jika ada anak sekolah yang basah kuyup segera ditanggkap
karena dia pelaku tawuran
atau saat dikumpulkan di kantor polisi siram aja terus
pasti dia kedinginan dan sakit flu
bukankah itu lebih baik daripada dia mati?

tapi apakah dia bakal kapok dan berganti hobbi?


Leave a comment

Anak sekolah mati lagi, tawuran masih jalan?

image

Ada lagi anak sekolah mati, kenapa negeri yang katanya gemar bersatu, saling sayang dan berketuhanan anak sekolahnya gemar saling bunuh? Bagaimana bisa anak sekolah berbekal.pedang yang merupakan senjata tajam dan bisa dihukum berat walau cuma sekedar membawa?.

Pembajak, teeoris aja bisa ditaklukan, kalo cuma pelajar pembunuh temannya mah gampang buat Polisi” hebat negeri ini, yg masih doyan tawuran sgera banyakin ibadah & beramal supaya masuk sorga kalo mati, udah miskin, skolah gratis eh ekskulnya tawuran, bersiaplah menyusul temen kamu itu, mau?

Bupati Purwakarta krearif & berani terapkan aturan yang tak biasa, melarang sekolah yang muridnya tawuran untuk menerima murid baru, sama artinya dengan menutup sekolah itu. Hal ini bisa membuat sekolah lain berusaha lebih keras mengendalikan anak didiknya. Andai makin banyak pemda yang peduli …


Leave a comment

Teroris & Tawuran itu efeknya sama

Tawuran-itu-Cowok-Bangets-Majalah-remaja-islam-Drise

Di kota besar dunia yang besar ada serangkaian peristiwa yang menimbulkan korban jiwa, diduga dilakukan oleh teroris, efeknya seluruh dunia terkejut dan menimbulkan ketakutan penduduk negeri besar itu, kini penduduk takut dan was-was di rumah atau beraktifitas ke luar rumah, nyawa seolah tak ada harganya & kematian bisa muncul kapan saja dengan cara yang sadis.

Di ibukota negeri paman besut tawuran masih sering terjadi walau peristiwanya berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu, beberapa waktu lalu kembali memakan korban, murid sekolah dibacok hingga harus dioperasi, efeknya seluruh negeri kembali terkejut dan menimbulkan ketakutan penduduk negeri yang dikabarkan ramah-ramah itu, kini penduduk takut, orang tua & keluarha was-was di rumah saat anaknya atau anggota keluarga beraktifitas ke sekolah, saat berangkat, pulang sekokah atau di luar rumah, nyawa seolah tak ada harganya & kekerasan atau kematian bisa muncul kapan saja dengan cara yang sadis.

Ternyata teroris dan tawuran punya efek yang sama, bikin penduduk takut, khawatir keselamatan anak atau anggota keluarga saat bersekolah, jika murid satu sekolah yang terlibat tawuran atau jadi korban berjumlah 900 orang, maka 1.800 ayah, ibu yang was-was, andai ada adik, kakak  saudara, maka jumlahnya bisa 2.700 atau 3.600 bahkan jika digabung dengan sekolah lawan jumlahnya bisa memcapai puluhan ribuan orang yang tak tenang hidupnya. Bukan cuma penduduk kota besar dunia yang dihempas badai teroris tapi penduduk ibukota negeri paman besut juga tak tenang dan merasa terancam nyawanya, teroris & tawuran bikin penduduk takut.

Ada Bupati Purwakarta di sebuah negeri yang memberi sangsi tidak membolehkan menerima murid baru kepada sekolah-sekolah yang muridnya terlibat tawuran, nampaknya berdampak bagus hingga guru-guru & kepala sekolah bekerja sama secara keras & efektif untuk membina muridnya dengan baik & tak terlibat tawuran, kenapa pejabat di negeri paman besut tak lakukan upaya sejenis atau yang lebih dahsyat hingga semua fihak sadar hentikan tawuran yang efeknya sama dengan teroris, menurut Anda?


Leave a comment

Tawuran/perkelahian masal ancaman hukumannya 12 tahun, kata spanduk polisi itu

image

Di Negeri Paman Besut tawuran tak kunjung hilang, selalu saja terjadi dengan alasan & penyebab sendiri-sendiri.

Pelajar negeri itu seperti punya agenda & momemtum untuk melakukan tawuran, ada ulang tahun sekolah, ejekan di jalan atau bis kota, perebutan daerah berkumpul, nongkrong, basis atau no bis yang biasa dinaiki.

Tentang tawuran;
Spanduk bilang hukumannya 13 tahun,
Polisi bilang pelaku masih anak-anak,
Kepala Sekolah bilang tugas guru harus membina murid,
Guru bilang murid tawuran di luar skolah urusan orang tua,
Orang tua bilang anaknya dipaksa senior ikut tawuran,
Ada tata tertib kalo tawuran dikluarin tak dijalankan,
Murid bilang senang tawuran karena sekolah ngetop masuk televisi & koran

Orang tua jadi sangat berhati-hati memasukkan anaknya & tak memilih sekolah yang muridnya sering terlibat tawuran, dampaknya sekolah itu tak diminati, terlihat dari sdikit murid baru yang mendaftar & standar nilai pendaftar yang rendah.

Mungkin tak banyak yang tahu ada sekolah swasta di negeri itu yang sangat peduli terhadap kelakuan muridnya, jangankan tawuran, murid yang menyontek saat ulangan harian dikenakan sangsi dikeluarkan dari sekolah yang saat masuk harus menyumbang puluhan juta kepeng plus iuran bulanan sekian juta kepeng.

Ada bupati di kota negeri tetangga yang berani mengambil kebijakkan melarang sekolah-sekolah yang sering tawuran menerima murid baru, sehingga guru-guru dan kepala sekolah lainnya berusaha mengelola murid-muridnya dengan baik.

Mungkin selama spanduk, polisi, kepala sekolah, guru, orang tua belum konsisten memberi sangsi sesuai hukuman yang berlaku maka tawuran bakal terus terjadi, tentang korban jiwa hanya tinggal menunggu waktu, menurut Anda?


1 Comment

Kapan terakhir lihat lubang kubur? 

 

Ketika mau tawuran, merokok, pake narkoba, minum oplosan, kebut-kebutan, apakah pelaku sadar bahwa dirinya sedang mendekat ke lubang berukuran sekitar 2 x 1 meter, dan bakal menetap selamanya di lubang itu membusuk?

Daripada mempercepat jadwal pemakaman, lebih baik mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, menyenangkan, hasilkan uang, nambah sahabat, atau apa aja deh yg bikin hidup lebih hidup & bermanfaat buat alam semesta.

Kapan terakhir lihat lubang kubur? 


Leave a comment

Darah habis, masuk liang kubur tak bisa dihindari

IMG_3901

Seorang Bapak pernah jadi anak STM
yang doyan tawuran di sekitar Blok M
Diantara teman-teman sekolahnya dia berani berantem
Perut sobek tertusuk pisau lawan tak membuatnya merem

Bapak itu sering bangga
Bercerita pada keluarga
Berlari di jalan menguber atau diuber seperti tak beda
Mendapat perhatian, dilihat orang, masuk koran bikin besar dada

Bapak itu kini punya anak yang skolahnya di Blok M
Stiap hari dia was-was, takut anaknya kena hantam
Berdoa selalu setiap anaknya berangkat sekolah dg tangan menggenggam
Selalu stress jika anaknya belum pulang hingga malam

Bapak itu sudah siapkan dana banyak
Jika tiba-tiba ada kabar menghentak
Puluhan juta rupiah seperti dalam kotak
Siap obati operasi akibat tawuran anak

Beruntung di sekolah anaknya banyak kegiatan ekskul
Peraturan tegas dijalankan, murid yang tawuran dikeluarkan

Ada anak keluarga miskin
Terbiasa dalam tas clurit dimasukin
Sekolahnya tak berani tegas pada muridnya
Merokok, bawa senjata tajam atau tawuran dibiarkan saja

Mayoritas anak miskin itu terbiasa bergerombol di jalan
Alasan menunggu bis yang sama solider teman
Nongkrong cari musuh bersama basis terlihat yakin
Naas, batu menghantam kepalanya hingga pecah seperti manekin

Masuk rumah sakit hendak dioperasi
Tak ada biaya karena keluarga sulit mencari
Darah habis tak terperi
Masuk liang kubur tak bisa dihindari


Leave a comment

Pelaku tawuran itu lebih hebat dari Teroris

Betapa indahnya
Jika perbedaan warna kulit
Tetap bisa persatukan kasih rasa sayang

Hidup bakal tenteram
Nikmat jalan & pergi kemana kita mau
Saling sapa & senyum bersatu

Kenapa anak berseragam
Berkumpul hingga jumlahnya ratusan
Menyerang dan merusak sekolah lain
Hingga rusak harta benda
Melukai anak yang berseragam juga
Hingga harus dirawat di rumah sakit

Membawa senjata tajam
Merusak gedung sekolah teman
Hanya karena berbeda sekolah
Hanya karena berbeda tempat belajar

Kenapa tawuran yang sudah puluhan tahun
Tak juga kunjung sembuh
Terulang dan terulang lagi
Mungkin karena hukum kurang tegas ditegakkan

Jika teroris bisa ditangkap dan diungkap jaringannya
Apakah anak sekolah pelaku tawuran lebih hebat dari teroris
Hingga mereka susah di tangkap
Dan kembali melakukan tawuran
Atau kita tak mengganggap itu sebagai suatu masalah
Yang perlu segera diselesaikan
Jadi biarkan saja tawuran kembali terjadi
Dan terus makan korban

Ditulis gara” terinspirasi oleh ini</strong>.


Leave a comment

Sudah puluhan tahun tawuran anak sekolah tak lenyap, mau sampai kapan?

apakah akan makin banyak tawuran di Imdonesaa?

A post shared by Dedi @dwitagama (@dwitagama) on

saya bertanya pada google tentang “TAWURAN, JAKARTA, DIKELUARKAN”, ternyata respon orang nomor satu dan dua di Jekardah sangat berbeda seperti pada foto di atas.

Bagi pengelola sekolah tawuran sering jadi buah simalakama, murid pelaku tawuran yang tertangkap polisi sedang membawa senjata tajam dikembalikan ke sekolah yang seharusnya diproses hukum & dipenjara sesuai undang”, sekolah yang berani mengeluarkan sering harus berhadapan dengan orang tua yang tak terima diberi sangsi, dibantu pengacara, keluarganya yang pejabat, bahkan mengadu ke dinas atau peringgi di daerah & negara menbuat lelah pengelola sekolah karena mendapat tekanan dari berbagai fihak termasuk mass media.

Sementara murid yg pernah tertangkap polisi lalu bebas seperti mendapat tambahan keberanian, merasa polisi tak berani beri sangsi, guru dan sekolah takut, orang tua membela walau isi tas sekolah anaknya bukan buku tapi senjata tajam.

Di negara terdekat peraturan atau hukum dijalankan dengan tegas, misalnya orang yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda maka negeri itu jadi bersih. Kalau mau tawuran hilang dari negeri yang katanya saling sayang, punya Tuhan & beragama, mari jalankan undang”, hukum pembawa senjata tajam, tangkap & hukum pengganggu ketertiban & pembuat resah, karena saat tawuran masyarakat jadi tak tertib & resah. Ada beberapa fakta dimana masyarakat marah & mengeroyok anak” sekolah pelaku tawuran agar tidak melakukan tawuran di wilayahnya.

Penerintah daerah Purwakarta melakukan tindakan berani dengan melarang sekolah yang sering terlibat tawuran untuk menerima murid baru, ini bisa jadi efek jera buat murid, guru, dan manajemen sekolah agar bisa bekerja sama mencegah murid sekolahnya tawuran.

Sudah puluhan tahun tawuran anak sekolah tak lenyap, mau sampai kapan?


Leave a comment

Karena anak sekolah akrab terbiasa berteman Mereka bertemu bergembira Karena dunia itu satu Kita harus bersatu


Lihat tulisan di balik jaket itu
Dunia cuam satu
Kenapa kita tak bersatu

Kalau cuma berbeda sekolah
Berbeda nomor route bis
Kenapa saling ejek di halte
Saling teriak di pinggir jalan
Saling ejek di medi sosial
Saling lempar batu
Saling tunjukan senjata tajam
Kenapa harus berkelahi
Kenapa saling bunuh

Ada piket & satpam di sekolah
Seharusnya bisa tahu dimana murid sembunyikan senjata tajam
Ada wali kelas dan guru pembina siawa
Seharusnya bisa tahu murid yang nakal & suka tawuran
Ada SATPOL PP di setiap Kelurahan
Seharusnya tahu ada gejala tawuran
Ad POS POLISI di setiap Kecamatan
Seharusnya ada intel yang tahu akan ada tawuran

Sebelum terjadi anak-anak sekolah bisa digiring segera naik angkutan pulang
Jika sudah diingatkan masih melakukan tawuran itu kriminal
Tangkap saja dan di proses karenabawa senjatatajam
Dan mengganggu ketertiban umum
Segera buatkan BAP, ditahan & diadili
Berikan ganjaran hukum sesuai pelanggaran

Sekolah harus membuat peraturan tata tertib
Yang isinya jika murid terlibat tawuran, tertangkap polisi apalagi membunuh
Langsung dikeluarkan dari sekolah
Murid dan orangtua murid menandatangani di atas materai
Saat penerimaan murid baru hal itu disepakati
Jika ada murid yang melanggar aturan, terapkan dengan tegas
Maka sekolah bisa fokus mendidik tak diganggu masalah tawuran, dsb

Jika ada murid yang terlibat tawuran
Bahkan pernah tertangkap polisi tapi tak diproses hukum
Sekolah tak memberi sangsi sesuai aturan tata tertib
Maka murid itu akan mempengaruhi teman-temannya
Untuk melakukan hal yang sama
Berani melawan orang tua
Berani melawan guru
Berani melawan sekolah
Berani melawan polisi
Berani melawan anak sekolah lain
Berani bawa senjata tajam
Berani membunuh anak sekolah lain

Tawuran bisa dihapus
Dengan aturan yang bagus dan konsisten
Anak-anak yang suka tempur terus
Diberi kesempatan bertarung lewat ekskul beladiri, olahraga, seni, dsb
Atau daripada lari-larian di jalan
Adakan lomba balap lari antar sekolah di stadion atau di monas
Adakan berbagai lomba dengan hadiah yang menarik
Salurkan beragam bakat & minat murid secara teratur
Yang suka perang bisa diadu tanding olahraga pinball di pinggir kota
Mereka bisa saling tembak dan adu strategi seperti tentara

Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah harus memfasilitasi itu
Jika masih ada sekolah yang melakukan tawuran
Tutup saja, tak boleh terima murid baru tahun depan
Hal ini sudah dilakukan di Purwakarta Jawa Barat
Agar sekolah serius mendidik murid-muridnya

Betapa nyaman lalu lintas Jakarta
Walau panas, macet dan berdebu
Tak ada rasa was-was kena lempar batu
Tak ada khawatir anak sekolah terbunuh
Karena anak sekolah akrab terbiasa berteman
Mereka bertemu bergembira
Karena dunia itu satu
Kita harus bersatu


2 Comments

Tawuran pelajar, bikin sesama rakyat berkelahi

20140613-145618.jpg
Anak salah
Orang tua lengah
Sekolah kalah
Polisi lelah
Dinas Pendidikan tak tergugah
Pemda terengah
Kemendikbud dimana entah
Warga marah

Khawatir harta yang sedikit rusak
Atau langganan lari terdesak
Takut batu & senjata tajam berserak
Akhirnya warga mengeroyok anak sekolah yang terpojok
Agar tak lagi tawuran di lokasi warga
Mereka marah karena jemu dan lelah melihat anak sekolah yang salah arah


Leave a comment

kamu adalah sesuai yang kamu bawa

20140606-115248.jpg
anak sekolah atau mahasiswa yang siapkan barang-barang di atas menyambut hari jumat, bisa dipastikan dia adalah orang baik yang membawa barang-barang baik untuk berbuat baik, memberi kebaikan buat manusia dan alam semesta.

Jika anak sekolah menyiapkan celurit, pisau belati, roda gir atau benda-benda lain untuk dibawa ke sekolah, bersepakat dengan teman basis atau jalur pergi/pulang yang sama. Dia sedang mempercepat kematiannya.


6 Comments

Video mesum, ekskul dicurigai, … , tawuran bertambah, ada yang mati lagi?

TAK BOLEH LAGI?

TAK BOLEH LAGI?

Kejadian anak SMP membuat video mesum di ruang kelas disikapi beragam, diantaranya dengan melarang sekolah berada di sekolah setelah jam pelajaran usai. Pernahkan Anda amati lingkungan tempat tinggal anak-anak Jakarta? Mereka hampir tak memiliki ruang terbuka buat bermain, rumahnya kecil, di dalam gang, ruangan sangat terbatas, sering tidur berhimpit jika malam … sulit sekali mencari tempat bermain … tak ada lapangan di sekitar rumah, hampir semua berubah jadi bangunan tepat tinggal atau ruang usaha.

Saya khawatir, larangan berada di sekolah setelah jam pelajaran usai membuat murid enggan melakukan kegiatan ekskul karena rasa dicurigai oleh para guru … ini berbahaya: mereka akan bertebaran di jalan dan tempat-tempat umum lainnya … tawuran bakal makin banyak, karena mereka bertemu di jalan .. semoga kekhawatiran saya tak terjadi, bagaimana menurut Anda?


8 Comments

Percakapan Guru sikapi TAWURAN

20131018-142212.jpg

Merespon tawuran hungga menelan korban, dimana salah satu pelakunya pelajar kelas tiga sebuah sekolah menengah:

Guru 1: murid itu sudah dua kali ketangkep polisi karena tawuran, membajak bis … seharusnya murid itu sudah dikeluarkan dari sekolah karena tidak ada motivasi belajar… dia merasa jumawa karena sekolah tak berani mengeluarkan diriya, sehingga kenakalannya semakin gila.

Jika di keluarkan, mungkin dia sudah bekerja mencari uang untuk menghidupi diri sendiri dan makin banyak pengalaman di masyarakat, dalam kondisi tak berseragam niat untuk tawuran dan anarki jadi tak ada karena resikonya akan ditanggung sendiri.

Guru 2: guru tak boleh mengeluarkan anak murid, sekolah harus berusaha membentuk perilaku yang baik … Berbagai upaya harus dilakukan untuk merubah anak yang nakal menjadi baik.

Guru 3: bagaimana jika dikeluarkan, murid itu pindah sekolah, dan bersama teman-teman di sekolah barunya mengancam murid-murid sekolah terdahulu, sehingga tawuran terus terjadi.

Guru 4: saya sih tak peduli apa yg mereka lakukan di luar, yang penting saat saya mengajardi kelasnya mereka baik-baik aja

Guru 5: kenapa kalian sibuk-sibuk urusin anak murid, sementara ayah ibu yang melahirkannya tak peduli dengan kelakuan anaknya, sebagai guru yang penting kita masuk kelas saat jam mengajar, keluar setelah selesai, kelakuan atau moral anak itu urusan orang tuanya.

Guru 6: waduuuh … Saya harus bersikap bagaimana?

Sementara di ruang kelas, di tempat nongkrong anak-anak sekolah, mereka terus merancang strategi menghajar pelajar sekolah lain, persiapkan senjata tajam, atur strategi kelompok, jadwal tanggal yang bisajadi momentum berita di media … dan para orang tua makin takut, was-was setiap melepas anaknya ke sekolah, apakah bakal mati jadi korban tawuran hari ini?

Jika anda sebagai guru? Bagaimana sikap anda?


Leave a comment

Paul Mc Cartney sudah ingatkan tentang tawuran th 1963, hari gini masih aja ada

Lagu We Can Work It Out yang diciptakan Paul Mc Cartney anggota The Beatles pada tahun 1963, tetap saja masih hangat topiknya … kita masih aja sering rewel dan berkelahi, tawuran dengan sesama … padahal, waktu terlslu singkat buat itu … berbuat baik ja yuuu, happy deh.

Hidup ini sangat pendek,
dan ada waktu untuk rewel dan berkelahi, teman saya.
Saya selalu berpikir bahwa itu adalah kejahatan

Syair lengkap lagu yang berjudl  Can Work It Out adalah sebagai berikut:

Try to see it my way,
Do I have to keep on talking till I can’t go on?
While you see it your way,
Run the risk of knowing that our love may soon be gone.

Chorus:

We can work it out,
We can work it out.

Verse #2
Think of what you’re saying.
You can get it wrong and still you think that it’s all right.
Think of what I’m saying,
We can work it out and get it straight, or say good night.

Chorus:
We can work it out,
We can work it out.

Bridge:
Life is very short, and there’s no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it’s a crime,
So I will ask you once again.

Verse #3
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There’s a chance that we might fall apart before too long.

Chorus:
We can work it out,
We can work it out.

Bridge:
Life is very short, and there’s no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it’s a crime,
So I will ask you once again.

Verse #4
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There’s a chance that we might fall apart before too long.

Chorus:
We can work it out,
We can work it out.


Leave a comment

Membina satu murid rusak atau delapan ratus murid baik?

ILLUSTRASI

Seorang pembaca blog saya berkomentar pada tulisan saya seperti ini:

Jangan dibinasakan, ehmmm, pernah nonton GTO (great teacher onizuka, lagi-lagi terinspirasi komik), ehm, seadnainya murid2 seperti itu bisa di binna, saya sendiri belom ada ide sih, tapi sepertinya harus ada yang bisa sabaaar banget dan kasih kepercayaan, ngayomi, special kali yah gurunya. heheheheh
*maap ngawur

Saya menjawabnya begini:

Seorang murid sudah dibina melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

– Konseling individu 10 kali dengan wali kelas selama satu semester,

– Dipanggil orang tuanya 3 kali oleh wali kelas dan konseling bersama murid dan ortu,

– 3 kali konseling individu oleh Guru BK dan 3 kali konseling bersama orang tuanya,

– 1 kali konseling individu dan konseling bersama orang tua dengan Tim Kesiswaan,

Jumlah totalnya 21 kali pembinaan … anak itu masih gemar membawa senjata tajam dan tawuran … sementara berbagai pilihan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah tak menarik minatnya, tawaran bikin kegiatan ekskul yang baru tak diambilnya …

Jika satu siswa diurus menggerus energi, delapan ratus lebih siswa yang baik menunggu untuk disentuh, dibina, disapa dan diberikan apresiasi atas kebaikan dan komitmen baiknya agar mereka lebih cepat mencapai target-target hidupnya buat jadi orang yang lebih baik dan bermanfaat buat sesama.

seperti yg anda tulis di akhir komment … mungkin anda ngawur (saya maafkan) karena anda tak mengalami langsung situasinya.

Pada tulisan lain beliau juga berkomentar, begini:

Sedihnya, hal yang sia-sia berujung suram. semoga yang lain gak ikutan begitu

Saya menjawab ini:

mungkin jika “dia” dibinasakan lebih awal dan tidak berada ditempat itu … kemudian dia memilih sekolah yang lebih sesuai dengan minatnya, barangkali “dia” lebih serius sekolah dan tak berniat bawa senjata apalagi membunuh … atau jika sudah tak berminat belajar atau sekolah, dia bisa bisnis atau jadi pengusaha yang kaya sejak muda dan bisa bersenang-senang dengan hasil kerjanya tanpa lelah lari-larian di jalan, bikin repot guru, sekolah, Dinas Pendidikan, PEMDA, Polisi, hingga membunuh atau dibunuh … terima kasih


Leave a comment

Dokumentasikan pencegahan tawuran di sekolah, menyenangkan buat dikenang, happy deh

20130827-112744.jpg

20130827-112812.jpg

20130827-112848.jpg

20130827-113032.jpg

20130827-113107.jpg
Memberi kesempatan kepada murid untuk mengaktualiasikan diri lewat berbagai kegiatansesuai minat atau hobby murid sehingga energi murid dan perhatian terfokus kepada hal-hal baik dan bermanfaat buat pembentukan karakter.

Untuk murid yang punya minat di luar kegiatan Ekskul yang ada di sekolah, saya mendorong mereka untuk membentuk ekskul baru dan mengapresiasi kegiatannya hingga meraih prestasi.

20130827-113708.jpg
Foto di atas adalah ekskul baru di sekolah yang sebelumnya belum ada, murid sangat serius latihan hingga berprestasi lewat undangan-undang tampil di berbagai tempat.

Bagi murid baru menandatangani perjanjian diatas materai, bagi yang masih melakukan tawuran, sangsinya tegas dan harus konsisten … yang membawa senjata tajam, lakukan kekerasan terhadap teman di sekolah atau lain sekolah, tertangkap polisi karena hendak tawuran, selesai tawuran atau tindak kriminal lainnya harus meninggalkan sekolah atau dikeluarkan dari sekolah.

Agar sekolah makin menyenangkan dan ketegangan di jalan makin berkurang, happy deh.


Leave a comment

Polisi temuin 33 senjata tajam si mobil pelajar SMA, bakal ada yg mati lagi nih?

20130831-114129.jpg
Tawuran masih saja menarik minat pelajar, Jumat 300813 Polisi mendapati puluhan senjata tajam di sebuah mobil di lokasi yang dikabarkan akan terjadi tawuran … saya menunggu info selanjutnya, bagaimana proses penangan terhadap pembawa puluhan senjata tajam itu, saya mengira bakal ada pelajar yang mati lagi nih, tapi saya tetap berdoa semoga polisi & sekolah konsisten bertindak tegas menghukum pelaku tindak kriminal.


Leave a comment

Mahasiswa & pelajar SMA, SMK yg masih tawuran sama ama anak SMP woooi, malu banggets deh

20130830-142042.jpg
anak kecil yang tak punya tempat bermain lari”an kini lari”an sambil brantem”an sama teman lain sekolah di jalan, plus lempar”an batu, bikin bahaya pengguna jalan, tangkep aja pak
polisi trus adili & penjarakan di penjara anak, biar pada tau rasaaa!!!


5 Comments

Belajar dari konser Metallica: mengeksplorasi selera pelajar, dimana anak-anak yang berseragam itu bisa bernyanyi, berjoget, bermusik atau melakukan apa saja … hingga bubar tanpa tawuran, perkelahian… kapan kah itu terjadi?

20130827-122203.jpg
Saya sedang menikmati dokumentasi foto dan videoKonser Metallica di Jakarta beberapa hari lalu, ini konser kedua group band metal Level dunia di Jakarta, setelah 20 tahun yang lalu berakhir rusuh … Saya sempat khawatir jika rusuh berulang.

Alhamdulillah, pertunjukkan sukses dan tanpa kerusuhan, saya senang …. pasti beritanya menyebar se jagat bahwa group band kondang dunia dinikmati puluhan ribu di Kota Jakarta yang sering dituding tak tertib … saya bangga Jakarta bisa disejajarkan dengan kota-kota bedar di dunia yang biasa jadi tempat konser group-group besar dunia. Bravo dan terima kasih buat Promotor, Polisi, Tentara, Pemda dan semua fihak yang bekerja sama sukseskan konser kelas dunia.

Bisa kumpul bareng, bernyanyi, berjoget, berbasah-basah keringat, memenuhi rongga telinga menerima aliran irama dari sound system berkekuatan sangat besar … merekam video, memotret, …. lalu pulang dalam damai, bersahabat … sebuah situasi impian semua orang.

Saya bermimpi makin banyak peristiwa yang melibatkan ribuan bahkan puluhan ribu pelajar di Jakarta yang mengeksplorasi selera pelajar, dimana anak-anak yang berseragam itu bisa bernyanyi, berjoget, bermusik atau melakukan apa saja … hingga bubar tanpa tawuran, perkelahian… kapan kah itu terjadi?.


1 Comment

Atau ini sudah jadi budaya, Karena tawuran terjadi hingga para tua bangka, Haddooooh Imdonesaakuh

20130821-094348.jpg
Kalo hari pertama sekolah mereka tawuran,
apalagi yg bisa dibilang?
Masih adakah niat belajar dan jadi orang baik?
Tak membekas sedikitpun hasil didikan orang tua dan guru selama belasan tahun?

Salah siapa?
Orang tua?
Guru?
Sekolah?
Dinas pendidikan?
Kurikulun?
Pemerintah?
Mass media?
Polisi?

Anak-anak tak bersalah, mereka cuma salurkan energi,
Orang tua sibuk cari nafkah, tak sempat mendidik,
Guru fokus persiapkan Ujian Nasional,
Sekolah tak mungkin bisa perhatikan ratusan muridnya semua,
Dinas Pendidikan sudah buat macam-macam program,
Kurikulum dirubah hingga sebelas kali sepanjang negeri ini ada,
Pemerintah sibuk milih presiden yg calonnya tak banyak,
Mass media senang beritakan apa saja yang jelek,
Polisi sibuk cari penembak anggotanya,
Dan murid-murid sibuk sendiri cari perhatian sambil bergembira di jalan,
Karena semua sibuk sendiri-sendiri

Sedang sibuk apa anda sekarang?
Masih peduli terhadap tawuran anak negeri,
Atau ini sudah jadi budaya,
Karena tawuran terjadi hingga para tua bangka,
Haddooooh Imdonesaakuh.


7 Comments

saat orang-orang berkumpul dengan keluarga saat hari Raya Iedul Fitri, dia harus jalani tahun pertama di penjara, buat anak-anak lain yang masih sekolah, jangan ikut-ikutan tawuran apalagi main-main senjata tajam … tujuh tahun hukumannya booo

Doyok-1

Doyok-6

Terdakwa kasus perkelahian yang menyebabkan kematian saat tawuran antara SMU 70 dan SMU 6, Fitra Rahmadani alias Doyok divonis 7 tahun penjara di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (27/5). Doyok terbukti menghilangkan nyawa Alawi Yusianto Putra siswa SMU 6 Jakarta Selatan.

Saya bisa rasakan betapa pedihnya hari-hari ini dilalui Fitra … saat orang-orang berkumpul dengan keluarga saat hari Raya Iedul Fitri, dia harus jalani tahun pertama di penjara … semoga bisa jadi pelajaran buat Fitra dan bisa berubah jadi pribadi yang mandiri bisa kendalikan diri dan sejahterakan kehidupan diri dan keluarganya … buat anak-anak lain yang masih sekolah, jangan ikut-ikutan tawuran apalagi main-main senjata tajam … tujuh tahun, bisa selesaikan pendidikan hingga sarjana dan magister atau kerja menghasilkan banak uang dan bermanfaat buat banyak orang.

Semoga ga terjadi lagi yaaa … tabah ya Fitra.


3 Comments

Andai hujan setiap pulang sekolah, tawuran bakal ga ada, happy deh

20130722-101412.jpg

Hujan,
Dingin … basah,
Jadi enggan bepergian,
Karena bakal macet dimana-mana,
Itu kebiasan saat hujan di Jakarta

Acara yg sudah disusun jadi berantakan,
tapi saya suka,
Jakarta jadi tak panas,
Sejuk hingga ke hati

Senengnya lagi
Penggemar tawuran mungkin kedinginan
Jadi tak beraksi saling bunuh di jalan
Karena mereka cuma punya clurit dan gir
Tak punya jas hujan dan takut sakit flu
karena sadar daya tahan tubuhnya tak baik

Lebih senangnya lagi
Tumbuhan di taman depan rumah
Tak perlu disiram
Dan bakal tumbuh makin subur
Happy deh


Leave a comment

tak menyangka hidupnya berakhir hari itu, dia mati akibat tawuran, sadar wooooi

selesai sudah

selesai sudah

Pagi hari pelajar itu berangkat dari rumahnya di Depok
Menuju Sekolah di Cempaka Putih
Dia anak laki satu-satunya
dua anak orang tuanya perempuan
Belajar seperti biasa hingga sekolah usai
saat pulang sekolah dia bergelayut di Bis Kota yang sesak
di jalan ada sekelompok pelajar menunggu Bis yang dinaiki
Para pelajar itu menyerbu ke arah Bis
Sopir Bis tak berhenti terus melaju

Dia tetap bergelayut di pintu belakang
temannya kasih tahu ada darah di bajunya
Dibawa ke rumah sakit nyawanya tak tertolong
Pulang ke rumah sudah tak bernyawa
Keluarga menangis tak merubah keadaan
Lelaki satu-satunya berpulang sudah

Anak lelaki itu, keluarganya, mungkin semua temannya
tak menyangka hidupnya berakhir hari itu
dia mati akibat tawuran
sadar wooooi
Lo kan ga tau kapan bakal mati
Bisa aja waktu lo lari”an waktu tawuran
Trus terperosok ke got dan ketancep clurit
Atau saat abis makan ada yang negbunuh lo,
Bisa aja lo berhasil nusuk orang trus ketangkep dan dipenjara
Atau berbagai kemungkinan yang bikin lo mati
Atau hidup di balik jeruju besi
Sadar woooi
Sadaaaaar

Ksian bokap nyokap lo
Yang nglahirin dan ngegedein lo
Mereka berharap lo bakal gantiin mereka
Urus keluarga dan adik kakak lo
Karena mereka bakal tua dan mati
Kalo lo mati duluan
Jadi ga lucu deh 😀 😀


Leave a comment

tegas terhadap para pembuat onar, penggemar senjata tajam sebagai pengganti buku, atau para pengganggu kenyamanan di jalan … maka peristiwa akan menurun dan tak ada korban nyawa lagi, happy deh

20130721-160402.jpg

Mahkamah Konstitusi pada th 2011 telah menetapkan bahwa anak berusia 12 tahun sudah dapat dipidanakan … kenapa anak-anak atau mahasiswa yang membajak bis akan tawuran atau membawa senjata tajam dan melakukan tawuran hingga membahayakan sarana umum dan keselamatan banyak orang dengan melempar batu dan benda-benda lainnya … setelah ditangkap lalu dibebaskan … kenapa?

20130721-162417.jpg

Mungkin jika aparat negeri ini tegas terhadap para pembuat onar, penggemar senjata tajam sebagai pengganti buku, atau para pengganggu kenyamanan di jalan … maka peristiwa akan menurun dan tak ada korban nyawa lagi, happy deh.


2 Comments

lokasi dramanya bisa berpindah tak di jalan … bisa di taman, ring tinju, arena lomba, …. atau dimanapun lokasinya sesuai kebutuhan, ga pake mati … happy deh

20130720-100207.jpg
Melihat video ini, Saya membayangkan tawuran itu seperti sebuah Drama yang lokasi pementasannya di jalan raya.

Ada yang mengatur skenario kapan akan tawuran, dimana tempatnya, siapa yang membawa senjata seperti pedang, roda gir yang diikat sabuk, batu dan sebagainya, kemana larinya jika ada polisi …. tapi saya ragu, apakah juga diatur skenario siapa yang akan mati pada tawuran itu dan bagaimana matinya … atau jangan-jangan pembuat skenario itu memang merancang kematian buat semua peserta tawuran karena berbagai alasan, soal siapa yang terkena giliran mati duluan, itu tergantung perkembangan di lokasi.

Mungkin para pelajar itu tahu bahwa Guru-guru dan Kepala Sekolah tak berani memberi sangsi apalagi mengeluarkan mengeluarkanmereka dari sekolah, karena setiap anak punya hak bersekolah, aktifis hak azasi manusia selalu siap membela anak yang dikeluarkan dari sekolah karena Dinas Pendidikan jengah atau enggan menghadapi LSM yang mengatasnamakan hak azasi manusia lalu cenderung menekan sekolah untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Pelajar juga tahu, jika ketangkap Polisi dengan barang bukti macam-macam … akhirnya dibebaskan dari hukuman walau telah meresahkan masyarakat, mengganggu ketertiban umum, mengancam nyawa orang, membawa senjata tajam yang semua ada pasal jerat hukumnya bertahun-tahun di penjara … mungkin karena penjara terlalu penuh?

Coba perhatikan video di bawah ini.

Ada seseorang yang mengatur skenario, kapan shooting dilakukan, dimana lokasinya, siapa yang harus membawa kamera, siapa jadi host atau pewawancara, siapa yang menyusun pertanyaan, siapa yang menghubungi guru, yang mengamankan lingkungan dari gangguan, siapa yang mengupload video ke youtube dan sebagainya. Sebuah drama yang mengambil setting dan lokasi di sekolah.

Hasilnya, film dokumenter yang sangat bermanfaat mempromosikan sekolah ke dunia, kenangan semumur hidup untuk para pelaku yang terlibat dan yang paling dahsyat adalah, tak membuat masyarakat terganggu ketenteramannya hingga tak membuat ada yang mati sia-sia.

Andai sekolah, Dinas Pendidikan, Menteri, Polisi atau semua fihak mendorong pembiasaan seluruh warga sekolah untuk menyusun skenario-skenario pembelajaran atau drama-drama yang bermanfaat untuk pendidikan dalam siapkan masa depan anak negeri, mungkin lokasi dramanya bisa berpindah tak di jalan … bisa di taman, ring tinju, arena lomba, …. atau dimanapun lokasinya sesuai kebutuhan, ga pake mati … happy deh


1 Comment

Saya berharap tak bertambah lagi korban yang mati akibat tawuran, TEGAS DONG WOOOI!!!!

20130719-133623.jpg
Anggota keluarga yang nangis meraung-raung
meratapi jenazah yang mati akibat tawuran pelajar di bulan puasa,
apakah anak SMK yang mati itu masih bisa lihat atau mendengar
tangisan di ruang dimana dia dibaringkan?

Pendidikan selama lebih sembilan tahun
tak bisa mendidik anak laki itu
Nalarnya tak jalan
Otaknya seperti tak berfungsi
teman berbeda sekolah
Beda nomor bis
Beda tempat tinggal
Padahal masih senegara,
Masih sama nama kotanya,
Masih tak beda agamanya
Koq bisa saling bunuh

Kemana para guru?
Kemana satpol PP?
Kemana Polisi?
Koq wartawan duluan berada di lokasi?

Kenapa ga bisa dicegah?
Kenapa ga bsa ditangkep?
Padahal yang berantem kabarnya puluhan hingga ratusan
Kenapa ga di bubarin aja sekolah yang tawuran
Kenapa Kepala Dinas Pendidikan diam saja?
Kenapa Gubernur seolah tak tahu?
Kenapa Menteri Pendidikan tak ke lokasi?
Padahal tak jauh letaknya dari Ibukota
Mungkin ini salah satu sebabnya

20130719-135247.jpg

Mungkin mereka ga kapok
Karena setelah ketangkep lalu dibebaskan
Padahal terbukti bawa senjata
Mengganggu ketertiban umum
Meresahkan warga sekitar

Saya berharap tak bertambah lagi korban yang mati akibat tawuran.


2 Comments

apakah yang tawuran dan bentrok itu tak beragama atau beda dasar negaranya? damai aja yuuu … happy deh

ILLUSTRASI

ILLUSTRASI

Rusuh, tawuran antar kelompok di Kalisari Cikini Jakarta Pusat memakan korban nyawa, berlanjut ada tawuran lagi beberapa hari lalu di Kebayoran Baru yang juga memakan korban, kenapa dengan warga Jakarta?

Bicara soal pendidikan, Jakarta mungkin tingkat pendidikannya lebih tinggi dibanding kota” lain di Indonesia, kenapa warganya seperti tak terdidik, tak bisa hidup rukun dengan sesama.

Pendidikan tak cukup hanya di sekolah, peran pendidikan di Keluarga berpengaruh besar terhadap kelakuan individu, pendidikan di luar sekolah juga berpengaruh terhadap perilaku individu. Saat remaja, ketika pulang sekolah murid-murid SD, SLTP melakukan tawuran di jalan, membawa senjata tajam, saling lempar batu & benda” lain yang jelas-jelas menggangu ketertiban umum, seolah-olah dibiarkan berlangsung terus, aparat hukum dan para fihak kurang memberi perhatian serius sehingga peristiwa tawuran pelajar tak kunjung berhenti, berapa puluh tahun sekolah bermusuhan tak kunjung damai, dan pelajar yang korban cedera hingga mati terus berjatuhan.

Pelaku tawuran, apalagi yang membawa senjata harus dikenakan hukuman sesuai KUHAP, model penanganan yang memulangkan pelajar yang terbukti tawuran dan membawa senjata tajam dalam jangka panjang membuat remaja-remaja itu memiliki pemahaman bahwa mengganggu ketertiban umum dan membawa senjata tajam adalah perbuatan biasa atau tak melanggar hukum … ujungnya mereka terbiasa tawuran atau bentrok dengan masyarakat kelompok yang berbeda.

Katanya kita mahluk beragama dan pancasilais? apakah yang tawuran dan bentrok itu tak beragama atau beda dasar negaranya? damai aja yuuu happy deh


2 Comments

Lha, kalo bapaknya tukang ojek, anaknya tukang tawuran, cucunya jadi apa dong?

20130610-205405.jpg
Ternyata yang suka bergaya paling jago di jalan, memutar gir itu anaknya tukang ojek … Lha, kalo bapaknya tukang ojek, anaknya tukang tawuran, cucunya jadi apa dong? Smg pada cepet sadar deh para penggemar tawuran, mendingan tawuran futsal, pencak silat, basket, melukis, suffle, beatbox, atau apa aja deh


Leave a comment

Penanganan Tawuran yang tepat bikin hidup lebih nyaman di jalan, di sekolah & di ruman

20130422-142318.jpg
Jam pulang sekolah terlihat beberapa murid bergerombol di halaman sekolah, mereka terlihat serius membicarakan sesuatu, setiap ada guru atau karyawan sekolah lewat mereka hentikan pembicaraan, keluar dari sekolah mereka berhenti di suatu tempat tak jauh dari sekolah menunggu teman-teman yang belum keluar dari sekolah.

Satpam sekolah melihat gelagat yang tak baik, dia mendekati anak-anak yang berkumpul di luar dan menganjurkan anak-anak untuk segera pulang ke rumah masing-masing, di dekat anak-anak yang berkumpul pak satpam kontak petugas kepolisian terdekat kabarkan ada sekumpulan
anak sekolah yang akan bergerak.

Anak-anak tahu bahwa keberadaan mereka sudah diketahui dan dikoordinasikan dengan polisi sehingga tawuran bisa dicegah. Berdasarkan informasi itu seharusnya polisi sudah mengantisipasi dengan menempatkan patroli bermotor atau mobil di titik-titik rawan yang biasa terjadi pertemuan dan tawuran dengan pelajar sekolah lain.

Jika sudah ada penumpukkan masa pelajar sekolah lain di tempat yang akan dilalui polisi bisa membubarkan segera atau membelokkan bis yang dinaiki pelajar yang menuju ke titik itu dan perilsa barang bawaannya, jika ada senjata tajam langsung proses seauai undang-undang yang berlaku, andai tidak … mereka bisa dikenakan pasal mengganggu ketertiban umum, atau lainnya.

Di sekolah, saat baru
masuk, kepada orang tua dan murid diberitahukan bahwa guru-guru dan petugas keamanan akan melakukan razia secara acak isi tas pelajar, yang membawa senjata tajam diberi dua pilihan: dikirim ke polisi untuk diproses kepemilikan senjata dengan ancaman hukum undang-undang darurat bervonis lebih dari lima tahun, atau meninggalkan sekolah untuk mencari tempat yang lebih cocok sesuai minatnya.

Karena sebagai pelajar yang dibawa dalam tas harusnya buku & keperluan belajar, bukan senjata tajam untuk tawuran. Yang membawa clurit atau senjata tajam lainnya silahkan ke hutan untuk membabat pohon, yang bawa gir ke bengkel aja perbaiki motor & mobil yang bawa pilox ke bengkel cat kendaraan atau produk lainnya.

Jika Polisi bertindak tepat di jalan maka masyarakat tifak was-was kena lempar batu yang biasa terjadi saat tawuran, mass media tak dapat berita pelajar mati akibat tawuran karena peristiwa dapat dicegah.

Jika guru & satpam bertindak tepat di sekolah maka akan makin berkurang murid yang membawa benda-benda yang tak seharusnya dibawa ke sekolah.

Orang tua harus memeriksa secara berkala isi tas anaknya saat anak tak di rumah, sedang tidur atau sesuai kesempatan yang ada, jangan-jangan anak anda biasa menbawa senjata, obat-obatan atau narkoba, sebagai upaya pencegahan keterlibatan anak tawuran di jalan atau di sekolah.

Maka amanlah pelajar kita di jalan, di sekolah dan di rumah.


3 Comments

Tulisan setelah upacara HARDIKNAS: Kenapa TAWURAN susah hilang di Indonesia

Pendidikan itu simpel:

Bisa membuat penduduk negeri biasa menyelesaikan masalah sendiri, hidup mandiri dan bermanfaat buat lingkungannya, apalagi jika dia tak merokok, happy deh.

20130502-194631.jpg

Coba simak berita ini:

Seorang siswa kelas VIII SMP berinisial B (17) diciduk aparat Kepolisian Sektor Jatinegara pada Selasa (30/4/2013) siang. B dan dua teman yang masih buron menjadi target polisi karena diduga mengeroyok seorang anggota Buru Sergap Polsek Jatinegara beberapa waktu lalu.

Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara Komisaris Suminto menjelaskan, pada Sabtu (13/4/2013) dini hari lalu, B dan rekan-rekannya terlibat tawuran dengan kelompok remaja lain di Jalan DI Panjaitan Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur. Brigadir Andi Ahmad Zulkifli (29), yang tengah piket menuju lokasi tawuran untuk melerai keributan itu.

“Anggota kami (Andi) melerai tawuran. Remaja tanggung ini bukannya mundur, malah menyerang anggota kami dan melakukan penganiayaan,” ujar Suminto kepada wartawan, di kantornya, Selasa siang. (Kompas.com)

Gila yaaa … Anak SMP berani mengeroyok Polisi, kenapa?
Karena dia belajar, dia faham, bahwa hampir setiap anak sekolah yang tawuran atau melakukan hal lain, tertangkap Polisi kemudian bakal dilepas dengan alasan HAK AZASI MANUSIA-HAM, sehingga dengan sangat berani mereka melakukan kegiatan kriminal karena merasa pasti akan mendapatkan pembelaan dari banyak fihak.

Bagaimana dengan Polisi yang cedera dan harus dirawat di Rumah Sakit, siapa yang bela? … atau masyarakat yang resah takut kena batu-batu yang berkelebat, sementara kendaraan mereka terjebak macet tak bisa keluar dari lokasi tawuran … MASYARAKAT TAK BERDAYA,MASYARAKAT TAK ADA YANG BELA, sementara PARA PELAKU TAWURAN TIDAK DITANGKAP, JIKA TERTANGKAP TERUS DKEMBALIKAN KE ORANG TUA DENGAN BERBAGAI ALASAN.

Bersiaplah kembali untuk baca berita kenakalan pelajar di Jalan dalam bentuk Tawuran, Kekerasan dan lainnya … karena polisi tak tegas.

Momentum peristiwa Polisi dikeroyok anak SMP seharusnya jadi peringatan agar Polisi tegas, anak-anak yang tertangkap hendak melakukan tawuran bisa dikenakan pasal mengganggu ketertiban umum atau pasal-pasal lain yang sesuai dengan situasi saat itu, mereka yang membawa senjata tajam bisa dikenakan dengan undang-undang darurat … walau saat ditangkap tak ada yang mengakui sebagai pemilik senjata, jejak sidik jari di di barang bukti bisa dilacak, atau dengan cara lain pasti polisi bisa menemukan pemilik senjata tajam di lokasi.

Ketidaktegasan Polisi terhadap perilaku anarki pelajar kini sudah mulai direspon oleh masyarakat dengan cara yang kurang tepat; misalnya masyarakat marah dan mengusir pelajar yang tawuran dengan menghardik, hingga melempar dg batu dan lainnya … ini menimbulkan masalah baru … pelajar jadi tawuran dengan masyarakat …. gara-gara Polisi tak tegas, rakyat jadi berantem sendiri … kalo sudah begitu masyarakat yang marah ditangkap karena melempar pelajar yang hendak tawuran dengan batu agar pergi dari lingkungannya … makin lucu jadinya.

Sekolah harus memberi suasana menyenangkan dan mendorong kreatifitas siswa bisa diaktualisasikan dan salurkan energi hingga mendapat perhatian dari teman, guru dan semua warga sekolah … Penyaluran energi di luar sekolah jadi tak perlu … Semoga aman dan nyaman lingkungan kita, love u all.


4 Comments

Tawuran berharga 17 juta rupiah, padahal miskin hidupnya

seorang wanita muda berusia sekitar tiga puluh tahun menjumpai saya, dia meminta sekolah untuk membuatkan surat keterangan bahwa keponakannya adalah murid sekolah kami, surat keterangan itu diperlukan untuk mengeluarkan anak laki-laki dari kakaknya yang tertangkap polisi membawa senjata tajam.

Kakak wanita itu seorang pria yang lugu, kurus, tatapan matanya kosong, beberapa kali wanita itu menyalahkan kakak lelakinya yang tak tetap pekerjaannya dan tidak mampu mendidik anaknya sehingga terlibat tawuran & membawa senjata tajam.

Saya ingatkan kepada mereka bahwa ada peraturan di sekolah yang menyatakan bahwa murid yang tertanggap polisi akan tawuran dengan membawa atau tak membawa senjata tajam harus menunggalkan sekolah.

“Benar Pak, kami mengerti tentang peraturan itu, dan setelah keluar dari tahanan anak kami juga akan kami pindahkan dari sekolah ini.”

Saya minta kepada orang tua untuk membuat surat pengunduran diri anaknya pertanggal 12 bulan itu, dan sekolah menbuat surat keterangan pertanggal 10 bulan yang sama.

Seminggu setelah pertemuan itu saya
menghubungi wanita itu dan menanyakan kabar keponakannya, ternyata keponakannya sudah keluar dengan biaya sekitar 17 juta rupiah.

Saya kembali teringat ekspresi bapak kurus tak berdaya berpenghasilan tak tetap, bagaimana dia membayar biaya tebusan anak lelakinya sedemikian banyaknya.

Semoga anak-anak miskin sadar bahwa biaya tawuran itu sangat mahal, mending di tabung buat modal usaha hingga sejahtera hidup kalian, love u yan.