Blog Pendidik


2 Comments

Tips Memilih Sekolah buat Si Buah Hati

schools

Foto: Igor. O (http://unsflash.com)

Anak anda mau masuk sekolah; SD, SMP, SMA atau SMK. Bingung pilih sekolah buat dia … ada keterbatasan dana, kemampuan jarak atau lainnya. Tips berikut ini mungkin bisa jadi pertimbangan Anda dalam memilih sekolah buat buah hati.

1. Luangkan waktu Anda. Jika ingin anak Anda lebih baik di masa depan, jangan wakilkan urusan ini pada fihak lain … luangkan waktu Anda, betapapun sibuknya Anda, ambil cuti … ini bukan kerjaan rutin, hanya tiga atau enam tahun sekali.

2. Temui Guru atau Wali Kelas Anak Anda. Mereka mengetahui kondisi anak kita dan kondisi Sekolah di sekitar Sekolah anak kita saat ini … bertanyalah berbagai hal yang ingin Anda ketahui dan khawatirkan … mintalah waktu lebih untuk komunikasi lebih banyak tentang pemilihan sekolah anak kita.

3. Temui Guru di Sekolah Terdekat dengan Rumah Anda. Bicaralah kepada humas atau wakil kepala sekolah di SD, SLTP atau SLTA yang akan anda pilih, mereka mengetahui kondisi rangking Sekolah di sekitar rumah anda … bertanyalah berbagai hal yang ingin Anda ketahui dan khawatirkan … mintalah waktu lebih untuk komunikasi lebih banyak tentang pemilihan sekolah anak kita.

4. Browsing di internet. Biasanya sekolah-sekolah yang baik memiliki banyak informasi di dunia maya … jangan terlalu percaya dulu pada yang anda dapat di Website, jadikan itu sebagai pertimbangan untuk melihat langsung sekolah yang dituju. Perhatikan Posting-posting tentang sekolah yang akan anda pilih untuk anak anda di google, foto-foto sekolah, instagram dan youtube sekolah yang akan anda pilih.

5. Kunjungi Sekolah yang dituju bersama anak Anda. Dari hasil bincang dengan guru atau wali kelas dan browsing di internet anda akan memperoleh beberapa alternatif, kunjungi sekolah yang dituju … sebaiknya tak hanya sekali dan jangan pada hari libur. Suasana sekolah biasanya akan tertangkap roh kegembiraan atau roh yang tak menyenangkan saat melihat aktifitas sekolah yang sesungguhnya. Jika Anda bekerja, mungkin bisa luangkan waktu istirahat makan siang Anda atau ambil cuti untuk visit sekolah untuk buah hati … labih baik jika anak Anda di ajak berkunjung … karena dia akan jalani masa bertahun-tahun di tempat yang dipilihnya.

Saat berkunjung, bicaralah dengan guru-guru di dekolah itu, murid-murid disana, satpam, pedagang di kantin, warung terdekat dengan sekolah, dll. Anda akan mendapat gambaran lebih komprehensif tentang kondisi calon sekolah anak Anda.

6. Putuskan bersama anak Anda. Saat memutuskan beberapa sekolah mana yang dipilih sesuai dengan skala prioritas dari yang paling bagus, menurun hingga sekolah yang lebih rendah kualitasnya, Anda harus libatkan anak Anda.

7. Siapkan pilihan alternatif. Jika pilihan pada langkah 5 tidak bisa dipenuhi atau gagal, siapkan sejak awal alternatif sekolah pilihan yang masih bisa dicapai. Daftar di sekolah itu sebagai cadangan … karena biasanya sekolah yang baik menerima pendaftaran lebih awal, memang ada konsekwensi hilangnya sejumlah biaya yang Anda keluarkan … tapi tak apalah, demi buah hati tercinta.

8. Jaga kesehatan dan berdoa. Urusan di atas memakan waktu dan energi yang tak sedikit, oleh sebab itu jaga kesehatan dan berdoalah, kerjasama yang baik antar suami, istri dan anggota keluarga lainnya akan hasilkan yang terbaik … selamat berjuang raih masa depan lebih baik.

Advertisements


1 Comment

Mau Nyaman di Pesawat? Ini tipsnya

wizardofdraws.com

Berikut ini tips perjalanan dengan pesawat, agar Anda rasakan nikmat sepanjang perjalanan:

1. Membawa tas kecil

Siapkan tas kecil yang diisi dengan sikat gigi, handuk serta perlengkapan penting termasuk sabun pembersih wajah. Barang-barang sederhana ini perlu dibawa, agar perjalanan tetap segar dan penampilan Anda tak lusuh saat turun dari pesawat.

2. Jangan lupa ikutsertakan diri dalam asuransi perjalanan

Anda tidak akan pernah tahu kejutan apa yang akan terjadi selama masa perjalanan. Mungkin saja akan ada peristiwa darurat yang benar-benar membutuhkan pertolongan segera, termasuk pembatalan penerbangan atau kecelakaan yang bisa mengacaukan rencana perjalanan Anda. Untuk itu, tak ada salahnya ikut andil menjadi klien asuransi perjalanan.

3. Bawa pemutar musik dan bacaan yang anda sukai

Ketegangan di pesawat akan terkurangi dengan mendengar musik atau membaca apa saja yang Anda sukai.

4. Menyimpan salinan paspor yang terpisah dari paspor sendiri dan meninggalkan copy-nya di rumah

Dengan menitipkan pada seseorang yang Anda percaya. Jika Anda salah menaruhkan paspor Anda, Anda memiliki semua informasi yang tersedia dalam copy paspor.

5. Jangan terlalu banyak membawa tas atau bawaan ke kabin pesawat.

Hal ini akan membuat anda tak nyaman saat memasuki dan hendak keluar atau turun dari pesawat, bawaan yang sedikit akan membuat Anda rileks dan nyaman ketika hendak naik atau turun pesawat.

6. Bawa air mineral, permen dan makanan kecil kesukaan Anda.

Perut yang selalu terisi akan membuat Anda tenang di perjalanan dan lebih bisa menikmatinya.

7. Jika Anda bepergian secara internasional, pastikan Anda memiliki halaman tambahan di paspor Anda. Aturan Imigrasi sedang ketat dan Anda perlu halaman-halaman kosong untuk keluar dan atau perangko entri.

8. Kenakan kaus kaki dan sepatu yang nyaman.

Selama perjalanan dalam pesawat bukan tak mungkin udara akan terasa sangat dingin. Sehingga, untuk menghangatkan diri Anda juga butuh kaus kaki. Ini juga penting untuk melindungi kaki saat sepatu dilepaskan.

Menggunakan sepatu yang nyaman tak perlu membuat Anda harus melepaskan, yang kadang waktu terbatas untuk kembali memakainya.

9. Bawa jaket atau selimut sendiri.

Ini akan menjamin bahwa Anda cukup makan dan hangat untuk penerbangan panjang, jaket yang berbahan nyman dikenakan atau pasmina dengan berbagai bentuk dan corak bisa menjadi pertimbangan untuk teman hangatkan diri.

Sebagian dikutip dari sini.

Have a nice fight … thx for reading my blogs.


1 Comment

Sebarkan Tips Memilih Air Mineral yang Baik

masak sendiri saja

masak sendiri saja

Sebagai penyedia barang-barang kebutuhan rumah tangga, Anda harus jeli memilih barang yang bagus, berkualitas, sekaligus aman digunakan semua anggota keluarga. Apalagi, di pasaran kini makin marak pemalsuan barang, termasuk barang bermerek. Terbayangkah dalam benak Anda, bila ternyata air mineral bermerek tertentu yang Anda konsumsi adalah air mineral palsu?

Berikut agar Anda tidak terkecoh membedakan air mineral yang asli dengan yang palsu:

1. Belilah air minum bermerek.
Namun, kewaspadaan harus tetap berjalan karena banyak air mineral bermerek dipalsukan. Belilah di tempat-tempat resmi seperti supermarket.

2. Jika di angkutan umum, hindari membeli air mineral dalam keadaan dingin.
Ini karena kejernihan air dapat terlihat saat air dalam keadaan normal dan tidak terlihat saat dingin. Meskipun keruh, kondisinya tidak terlihat karena saat dingin air berwarna putih salju.

3. Lihat kondisi fisik botol. Mulus atau banyak goresan atau cacat.
Juga apakah bersih atau ada beberapa noda. Pun tutup botol dan segelnya. Jangan beli minuman dengan banyak goresan atau cacat, apalagi jika botolnya terlihat kusam dan tutup botolnya cacat.
Pastikan segel masih tertutup. Jika mencurigakan, ada kemungkinan botol yang digunakan adalah botol bekas yang didapat dari para pemulung, sedangkan isinya diisi dengan air biasa yang kehigienisannya
diragukan.

4. Perhatikan juga isinya. Apakah jernih atau sedikit berlumut atau keruh. Caranya kocok air minuman mineral itu untuk mengetahuinya. Jika air menjadi keruh atau terlihat ada kotoran kecil dan halus, segera tolak.

5. Adakah layanan konsumen langsung yang tertera di label kemasan? Jika tidak, ada kemungkinan air tersebut palsu.

6. Air kemasan palsu ini berbahaya untuk kesehatan.
Ini karena tidak dijamin kebersihannya, baik isi maupun cara pengolahannya, sehingga bibit penyakit bisa turut serta. Dapat dibayangkan jika si kecil yang daya tahan tubuhnya masih rendah meminum air mineral jenis ini.
Beragam penyakit yang berkaitan dengan pencernaan pun dapat muncul, mulai dari sakit perut, diare, mual, muntah, kembung, hingga tifus.

Penulis: Saeful Imam, dimuat di Kompas