Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


3 Comments

KTSP, SILABUS, RPP pindah tangan

Hari Selasa 27 Februari 2007 bertempat di Aula SMK Negeri 3 Jakarta, Dilaksanakan kegiatan workshop MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Matematika yang diikuti oleh 60 orang guru dari lima wilayah Kota Madya, setiap Kota Madya diwakili oleh 10 orang guru, dan dari unsur panitia pelaksana juga 10 orang pengurus MGMP Matematika.

Acara dibuka oleh kepala SMK negeri 3 Jakarta, Dedi Dwitagama, dilanjutkan dengan pemberian materi matematika tentang Kalkulus II oleh Ibu Ratna dari Jurusan Matematika FPMIPA Universitas Negeri Jakarta, Setelah itu acara dilanjutkan sampai selesai dengan berbagai informasi dan file tentang KTSP, SIlabus, RPP dan Slide pengajaran Matematika.

Dari kegiatan ini dihasilkan KTSP, SILABUS ,RPP Mata Pelajaran Matematika lengkap dengan pembagian Alokasi waktu serta slide-slide materi ajar Matematika, sehingga para guru yang diundang dapat oleh-oleh KTSP, SILABUS dan RPP Mata Pelajaran Matematika lengkap serta slide materi pengajaran matematika yang disusun secara bersama-sama di SMK Negeri 3 Jakarta.

Teks dan Foto ditulis oleh Deni Triwardana dari Web SMK Negeri 3 Jakarta


Leave a comment

Tim Sukses


Selasa 27 Februari 2007 Saya mendapat kehormatan untuk membuka WORKSHOP GURU MATEMATIKA SMK SE DKI JAKARTA yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMK DKI Jakarta, berikut ini adalah inti sambutan Saya;

Kemarin di Holywood USA berlangsung penganugrahan OSCAR dengan tema keragaman, di Kalimantan Tengah berlangsung upacara yang melibatkan etnis Dayak, Melayu dan Cina … keragaman menimbulkan rasa persatuan yang mengesankan … Indonesia juga memiliki falsafah BHINEKA TUNGGAL IKA… keragaman yang menyatukan bangsa … tapi kenapa kita harus selalu berseragam … kebiasaan berseragam dalam jangka waktu yang panjang akan membuat seseorang tak berani berfikir dan berkata beda dengan lingkungannya … selanjutnya, seseorang menjadi terpaku pada pola yang selalu seragam … dan gejalanya warga negeri ini jadi miskin kreatifitas … karena kreatifitas menuntut keberanian tampil dan berfikir BEDA dari pakem yang berlaku

Harapan Saya, guru-guru anggota MGMP mampu berfikir kreatif, termasuk dalam menyikapi “Tim Sukses UN” dalam konotasi negatif … kita harus berani menolak jika diminta untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan etika pendidik … Kreatifitas untuk mengantarkan anak didik lulus dengan cara yang elegan akan memunculkan strategi-strategi yang jitu dan efektif … sementara ketakutan dan rasa pesimis akan munculkan ide untuk mengambil jalan pintas … untuk apa belajar hingga tiga atau empat tahun jika saat Ujian Nasional diberikan (………. ^-^), ribuan hari yang telah dilalui jadi tak bermakna, dihancurkan oleh perbuatan dalam hitungan menit … sementara anak didik kita akan semakin tak respek pada guru dan dunia pendidikan.

Dis sisi lain, inovasi-inovasi harus dilakukan untuk merespon e-learning yang sudah dijalankan di banyak negara … agar Indonesia kita bisa sejajar dengan bangsa lain, sudah saatnya guru mampu melekukan pembelajaran berbasis e-learning melalui BLOG, WEBSITE, dll.

Anak didik yang kita hasilkan harus mampu bekerja lebih baik dari generasi sekarang agar kecelakaan tak sering terjadi seperti sekarang ini … Keep Fight my friends.

Cat: foto yang sertai tulisan ini adalah bagian dari upaya kami membentuk generasi yang percaya diri


6 Comments

Guru JADUL*


Saat Ujian Nasional tahun 2001 Saya mengawas dengan seorang sahabat … sambil mengawas saya mengerjakan sesuatu sehubungan dengan rencana seminar beberapa minggu setelah itu, Sahabat Saya bertanya ”Sedang sibuk apa Pak Dedi?” … Saya katakan tentang persiapan seminar masalah psikologi … ”Anda mau ikut?” … dia katakan mau … tapi setelah tahu ada biaya keikutsertaan … dia urung, … ”Wah, kalo guru ikut seminar biasanya dibayar, …” Saya tak banyak bicara lagi … melanjutkan kerja …

Ah … kenapa Saya ini … ?

Ada sebuah artikel di Kompas beberapa hari yang lalu mengungkap usaha satu sekolah dasar yang berusaha memberi pengalaman belajar teknologi informasi kepada anak didiknya … untuk memenuhi kebutuhan peralatan, para guru harus mengumpulkan dana pribadi secara patungan membeli beberapa unit komputer …

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan menyiapkan anak didik untuk memasuki dunia kerja … komputer menjadi mutlak sebagai sumber belajar maupun alat yang harus dikuasai untuk bekerja setelah lulus … sayangnya, tak sedikit guru SMK yang enggan untuk belajar komputer atau menggunakan komputer sebagai media belajar … jika gurunya tak berminat, bagaimana yang bersangkutan akan mendorong anak didiknya untuk menguasai teknologi informasi.

Ah … kenapa Saya ini … ?

Alasan mereka beragam, diantaranya; matanya tak kuat lagi menatap monitor, hampir pensiun, tak bisa bahasa Inggris, di rumah tak punya komputer, takut rusak, tak ada waktu, …, dan masih banyak lagi.

Tapi ada kejadian lucu … suatu kali kami mengadakan pelatihan untuk komputerisasi nilai, kepada yang hadir diberikan USB flash disk untuk menyimpan data hasil latihan … anehnya teman yang tak datang latihan meminta fasilitas USB, ha ha ha … jika ketidakhadiran mereka karena halangan yang jelas dan dikomunikasikan kepada panitia itu patut dihargai … tapi jika ketidakhadirannya diduga karena kurang minat … apakah flash disk nya hanya jadi mainan?

Ada keluhan lain … file nya kena virus!! … sehingga pekerjaan terkendala … padahal antara komputer dan virus sepereti manusia dan flu … adakah diantara kita yang kebal?

Ah … kenapa Saya ini … ?

Mengenang masa-masa sekolah … sejak SD hingga Perguruan Tinggi kita terbiasa dituntun, dicekoki, melakukan hal-hal yang biasa, rutinitas … jarang sekali kita didorong untuk mencoba hal-hal yang baru … sayangnya pola itu tetap kita berlakukan walau dalam posisi sebagai pendidik … pekerjaan hanya rutinitas … bahkan metode mangajar tak berubah sejak pertama jadi guru … lebih parah lagi materi yang diajarkanpun ajeg … improvisasi, pengembangan, pengayaan jadi barang tabu … jaman dulu alasannya mungkin bisa dibenarkan, gaji guru minim … sekarang tak bisa lagi … guru di Jakarta terima penghasilan yang tak kecil, makanya banyak perusahaan asuransi, bank, kartu kredit dan sales-sales produk lain yang membidik guru-guru Jakarta … tak sedikit kini yang bermobil ke sekolah … hand phone pun berganti model dalam hitungan bulan … walau harga komputer makin turun, kebutuhan terasa belum memanggil.

Pemda DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan berupaya meningkatkan kualitas tenaga kependidikan dengan mengadakan berbagai seminar, pelatihan, dll … tapi respon guru sering kearah … ”Berapa transport kami perhari, … ?”. Astagfirullah … Saya berusaha empati dan mengerti … banyak faktor yang sebabkan hal itu terjadi …

Ah … kenapa Saya ini … ?

Coba amati, anak-anak yang bersekolah di SMK adalah kelompok rakyat kelas ekonomi menengah ke bawah yang amat sangat berharap setelah lulus mereka bisa bekerja … betapa bahagianya saya menerima SMS atau bertemu dengan alumni yang sudah bekerja … apapun pekerjaan mereka …

Silahkan masuki ruang-ruang kelas SMK di kota anda … nuansa nya cenderung sama dengan ruang kelas SMA .. SMP … bahkan SD … apalagi jika SMK itu tak memiliki sarana praktek yang memadai … bagaimana bisa mengantarkan siswa nya untuk bekerja???

Ah … kenapa Saya ini … ?

Tapi Saya tak boleh skeptis … ada banyak guru yang menyadari perannya … mereka terus berupaya kembangkan kualitas diri dan inovasi dalam mengajar … keep fight …

*) Jadul = Jaman Dulu


Leave a comment

Format Ijazah Baru

Pada tahun 2004 seleksi Kepala SMK Negeri di Jakarta menghasilkan 13 orang calon Kepala Sekolah dari 113 peserta seleksi tahap III … lalu kami dikirim ke pelatihan oleh Depdiknas RI cq Direktorat Pembinaan SMK dalam program Pelatihan Talent Scouting angkatan ke-7, Saya dan lima sahabat di Cimahi Bandung dan 7 sahabat lainnya di Cianjur.

Foto kami saat dilantik, dari kiri: Togar Sidabutar, Saya, Bambang Tejo, Latifa, Hasanudin dan Sugiharto – 15 Februari 2005.

Untuk meningkatkan komitmen dan kualitas dalam bekerja kami menyepakati bertemu secara berkala untuk saling bertukar pengalaman dan strategi yang hasil akhirnya diharapkan kami bisa lebih profesional mengelola pendidikan anak bangsa… Pak Bambang Tejo, Kepala SMK Negeri 52 Jakarta Timur berkenan jadi tuan rumah, dengan pilihan lokasi di Cibubur, tak jauh dari sekolahnya … sekalian merayakan ulang tahun beliau … Congratulation Sir … hope U get all the best …

Pertemuannya seruuuuu sekali … sambil lesehan … Pak Bambang membuka pertemuan … diselingi canda yang padat gerrrr … Pak Hasoloan, Kepala SMK Negeri 36 Jakarta kabarkan kondisi terkini di Dinas … Pak Waluyo Hadi, Kepala SMK Negeri 6 Jakarta bercerita tentang hasil pertemuan di Direktorat sehubungan dengan FORMAT BARU IJAZAH SMK yang dilengkapi oleh Pak Wahidin Ganef Kepala SMK Negeri … berapa ya … Saya lupa (letaknya di Cengkareng), Pak Petrus Hari Sasono Kepala SMK Negeri 45 Jakarta ceritakan peristiwa masa lalu … (kenangan yang wajib dilupakan, respon Pak Bambang), Pak Hasanudin Kepala SMK Negeri 41 Jakarta memancing Ibu Latifa Kepala SMK Negeri 11 Jakarta untuk bercerita tentang ”ME” (Monitoring Evaluasi), Ibu Sri Winarsi Kepala SMK Negeri 38 bercerita tentang proses adaptasi dengan teman-teman di Jakarta Pusat … beliau belum lama dilantik. Pak Rivai Siri Kepala SMK Negeri 49 Jakarta memberi beberapastrategi yang sudah dilakukan … Pak Togar Sidabutar Kepala SMK Negeri 34 Jakarta bercerita tentang stafing … dan masih banyak lagi cerita heboh … (maaf off the record), Pak Yos Mandala HP Kepala SMK Negeri 54 Jakarta tak bisa hadir karena kurang sehat, Get well soon Sir.

Tak terasa … waktu hampir pk. 17.00 … Pak Haji Hasan Basri memberi intro dua hal yang harus diingat, kebaikan dan jasa orang dan dua hal yang harus dilipakan, yaitu kebaikan diri sendiri dan kejahatan orang lain … setelah itu menutup dengan doa … ma kasih Pak Haji … ma kasih Pak Bambang … wish the best for all, God Bless U


2 Comments

Berawal dari KEPEDULIAN

Sabtu, 17 Februari 2007 di sebuah Hotel berbintang tak jauh dari SMK Negeri 3 Jakarta kami melakukan workshop yang bertujuan mempersiapkan materi pembelajaran berbasis Teknologi Informasi atau e-learning. Tulisan dibawah ini adalah inti paparan Saya pada pembukaan acara tersebut yang dihadiri oleh Kasubdis Pendidikan SMK Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta yang baru, Bapak Drs. Bambang Pramesti, M.Pd (menurut beliau itu kunjungan pertama ke Sekolah sejak beliah dilantik) … terima kasih Pak Bambang atas kesediaan dan pengarahannya.

Berikut ini inti sari paparan Saya:

Kepedulian

Kepedulian kita diasah oleh hal-hal yang kecil, misalnya; ketika kita melihat hal-hal yang kecil. Berapa kali kita melihat dan melewati tempat ini, apakah kita peduli dan tertarik tentang tempat ini … apa saja fasilitasnya, kelebihannya, kekurangannya atau hal-hal lainnya, Saya mendorong panitia untuk menggunakan tempat yang bagus di sekitar Sekolah kita bertujuan agar kita peduli … dan terdorong untuk mempelajari, mengalami hal-hal yang baru.

Dalam jangka panjang … kepedulian kita akan terasah, misalnya ketika ada siswa kita yang murung di sekolah … apakah kita peduli atau membiarkannya … ketika teman kita mengalami musibah, pedulikah kita? … atau ketika siswa/i kita sulit bekerja setelah lulus SMK Negeri 3 Jakarta … pedulikah kita??? … apakah Anda fikir tugas kita hanya mengajar di kelas dan tak peduli siswa kita bekerja atau tidak setelah lulus sekolah …

Kepedulian kita akan menumbuhkan motivasi untuk berbuat, melakukan sesuatu yang pada akhirnya menjadikan hidup jadi lebih dinamis, penuh warna … dan punya arti buat diri sendiri dan lingkungan kita

Improving – tingkatkan terus kualitas diri

Setelah kita peduli, maka akan tumbuh motivasi untuk berbuat, hal itu akan mendorong diri kita untuk selalu meningkatkan kualitas diri … karena ilmu kita tak kan pernah cukup untuk merespon perubahan lingkungan dan teknologi. Setelah ada kepedulian dan motivasi upaya meningkatkan kualitas diri jadi berlangsung tanpa beban … disisi lain kita akan selalu mencari-cari alasan untuk menutupi ketidakmampuan kita dalam tinkatkan kualitas diri; dari mulai keterbatasn alat, biaya, waktu, …, dsb

Opening mind, berfikir positif

Tak ada yang pernah abadi dalam hidup ini, karena yang abadi adalah perubahan … oleh sebab itu kita tak bisa menghindar dari perubahan di berbagai bidang … oleh sebab itu kita harus berfikir terbuka dan positif dalam merespon perubahan … dari pemikiaran yang positif kita akan mengambil sikap dan strategi yang tepat dan tak akan terlindas oleh perubahan

Team work

Sebagai mahluk sosial, manusia tak kan pernah bisa kerja sendiri. Untuk mencapai suatu tujuan kita harus bekerja sama, bersinergi dalam kerja tim … kita harus bisa mengakomodir berbagai karakter dan kemampuan rekan kerja … perhatikan sisi positif teman kita … minta yang bersangkutan berperan dari sisi yang dia kuasai.

Blog Pendidikan

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membuat blog … kepada yang belum memiliki, silahkan bertanya dan belajar dengan rekan kerja yang sudah mampu

Kepada Pak Sudiono, Bu Paryaningsih, Pak Haji Bustamam Ismail, Bu Masnur Tampubolon, Bu Bertha Aritonang, Pak Puji, Pak Hary, Kang Arun, Pak Bahar, Bu Dwi (dua-duanya ^-^) … dan semua yang hadir hingga tuntas … tak ada satupun peserta yang tinggalkan tempat sebelum acara selesai … Semoga Allah memberkati kita … amin