Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

kembali berada di Aula Barat ITB Bandung … ingat tahun 1978, #technoedupreneur @pojokpendidikan 2012

Aulanya tak berubah hingga kini

Pagi hingga siang tadi saya kembali berada di Aula Barat ITB Bandung … ingat tahun 1978, saat ikut Lomba Paduan Suara se-Jawa bersama Tim Paduan Suara SMPN 19 Jakarta … ingat Ibu Mul, Bapak Sirait, Maya (Ismayanti), Hadi Permana, M. Hafidz Nasir, Bimo, Titi, Handayani, Gilang Rmadhan, Afgan, Qori … dan Fil The Omen …. miss u all.


1 Comment

beberapa alternatif lakukan e-learning

Anda guru?
Pernah kasih tugas peserta didik berbasis teknologi informasi?
Apa hasil kerja peserta didik yang anda nilai?

Jika peserta didik masih mengumpulkan hasil cetakan projeknya dan anda menilai setelah membaca print out projek peserta didik … Sementara anda tahu, bahwa peserta didik bisa cuma copy paste pekerjaan temannya dan mengganti judul lalu memberi namanya.

Sudah ada unsur teknologi informasinya? Ya … Sudah, tapi masih rendah levelnya. Bagaimana cara pembelajaran berbasis IT atau biasa disebut e-learning.

Berikut ini beberapa alternatif lakukan e-learning:

– Usahakan tak gunakan kertas, karena kertas makin mahal dan merusak alam (kertas dibuat dari pohon atau tumbuhan)
– Usahakan judul projek antar kelompok atau antar peserta didik berbeda, sesuai Kompetensi yang sedang dipelajari … Mengantisipasi kemungkinan terjadi copy paste
– Laporan atau hasil tugas laporan berupa paparan di posting di BLOG peserta didik, link nya diinfokan kepada guru melalui FACEBOOK, TWITTER, EMAIL, dll.
– Laporan atau hasil tugas laporan berupa SLIDE, diupload di SLIDESHARE.NET dan di posting di FACEBOOK, BLOG peserta didik, link nya diinfokan kepada guru melalui FACEBOOK, TWITTER, EMAIL, dll.
– Laporan atau hasil tugas laporan berupa VIDEO, diupload di YOUTUBE, FACEBOOK, di posting di BLOG, link nya diinfokan kepada guru melalui FACEBOOK, TWITTER, EMAIL, dll.
– Kegiatan belajar di kelas dimanfaatkan untuk mempresentasikan hasil kerja atau projek di hadapan teman-teman dan gurunya.

Anda punya alternatif lain? Kita manfaatkan teknologi buat kebaikan yuuu, happy deh…….


2 Comments

Pernah mendata? Dari seratus persen peserta didik yang lulus, berapa banyak yg ucapkan terima kasih pada anda sebagai gurunya? … Iseng aja

Berterima kasih dan bersyukur … Kata yang mudah diucapkan tapi perlu pembiasaan agar mahir kerjakannya.

Lulus sekolah … Guru-guru yang kerja baik berterima kasih pada murid yang kooperatif, belajar dengan baik persiapkan masa depan dirinya, pada teman-teman guru yang telah bekerja sama dan bersyukur pada Pencipta atas berkah dan kemudahan yang diberi. Peserta didik jumpai guru-gurunya menyalami mereka ucapkan terima kasih atas bimbingannya.

Jika guru tak bersyukur & berterima kasih …. Kenapa?
Jika peserta didik tak bersyukur & berterima kasih …. Kenapa?

Pernah mendata? Dari seratus persen peserta didik yang lulus, berapa banyak yg ucapkan terima kasih pada anda sebagai gurunya? … Iseng aja


Leave a comment

Di bawah dan di atas, … siang dan malam

SIANG

MALAM

Training saya 29 Mei 2012 di Twin Plaza Jakarta bertajuk Advokasi PEmbentukan KAder Pelajar SMA DKI Jakarta dan di Aqua Orange Cilember Dialog & Konsultasi Remaja Gelanggang Ramaja Jakarta Pusat, terima kasih kepada semua yang telah bersinergi dan berkenan mendokumentasikan training saya, info training saya yang lain bisa disimak disana.


Leave a comment

peluang besar gelombang orang-orang yang sakit beberapa tahun ke depan akibat kecanduan rokok

saat traveling ke berbagai daerah saya lihat banyak rumah sakit baru … awalnya terlihat sering kosong ,… tetapi ketika sy lalui daerah itu lagi beberapa waktu kemudian terlihat halaman parkirnya ramai terisi.

tiba-tiba saya terfikir … mungkin para pemilik modal melihat ada peluang besar gelombang orang-orang yang sakit benerapa tahun ke depan akibat kecanduan rokok …  kalaupun tak dirawat …. paling tidak alat ronsennya dibutuhkan untuk ngecek jantung datau paru-paru orang tua yang dah hisap ribuan batang asap selama hidupnya


2 Comments

Di SMKN 29 Penerbangan Jakarta: Akademi Berbagi (Akber) bikin kelas yang tidak biasa

20120529-095833.jpg
MBA AINUN @pasarsapi menuliskan di blognya.

Sabtu kemaren ( 26 Mei 2012) bukan Sabtu biasa karena pagi-pagi harus berangkat ke SMK Penerbangan di daerah Monginsidi Jakarta Selatan di saat yang lain leyeh-leyeh bangun siang menikmati liburan. Ada apa gerangan di sana? Di SMK Penerbangan Akademi Berbagi (Akber) bikin kelas yang tidak biasa, karena biasanya: kelas rutinnya di hari Kamis dan pesertanya untuk umum siapa saja boleh ikut. Untuk kali ini, kelasnya khusus di hari Sabtu, dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore dan spesialnya adalah para peserta, yaitu guru-guru SD, SMP dan SMU. Entah kenapa kelas ini bikin terharu. Mungkin karena muridnya adalah guru yang biasanya mengajar dan beberapa ada guru sekolah anakku, atau mungkin ini seperti celah kecil untuk kami berkontribusi membalas kebaikan para guru yang selama ini telah menjadi “sebelah tanganku” mengasuh putriku. Yang pasti, aku gembira sekali dengan kelas ini, dan harapan kecil yang sempat tersemat bahwa apa yang mereka peroleh bisa membantu guru untuk menjadi pendidik yang lebih baik.

SMK Penerbangan meminjamkan kelasnya secara gratis dengan fasilitas cukup lengkap. Ruang yang kami pakai adalah ruang multimedia, berkarpet dan ber-AC dengan kapasitas untuk 100 orang. Dilengkapi dengan projector dan wifi, sebagai bagian dari fasilitas belajar sekolah modern. Sungguh bertolak belakang dengan kondisi luarnya yang suram dan sepi. Aku cukup takjub ketika memasuki gerbang sekolahnya. Sering sih melewati sekolah tersebut dan kesan yang aku peroleh sepi dan agak-agak serem, ternyata setelah masuk sekolahnya sangat luas kurang lebih 3 hektar dan di dalamnya bersih dan menyenangkan. Jumlah murid SMK tersebut kurang lebih 900 orang dan rata-rata lulusannya langsung bekerja sesuai dengan bidang studinya. Banyak fasilitas seperti mushola yang cukup luas, lapangan olahraga indoor dan outdoor serta ruang-ruang praktek. Yang cukup membuatku terpana adalah pesawat boeing 737 dan dakota yang parkir di halaman belakang. Kondisi kokpit masih lengkap dan digunakan untuk siswa-siswi praktek. Woow!

Kelas Akber khusus guru ini tercetus kala aku dipanggil Pak Didi Nugrahadi, beliau mengajak untuk membuat kelas khusus guru. Selama ini kita bikin sharing lebih kepada murid-muridnya padahal guru adalah faktor penting di dalam dunia pendidikan. Banyak guru yang mengajar hanya sebatas menjalankan pekerjaan dan kewajiban untuk mencari nafkah, padahal sebenarnya tanggung jawabnya lebih daripada itu. Keterbatasan kemampuan juga ikut menghambat guru-guru untuk berkembang mengikuti kemajuan jaman. Saat ini sudah tidak jaman mengajar dengan cara satu arah, dan membosankan. Murid-murid semakin cerdas dan mereka sangat dekat dengan kemajuan teknologi. Untuk itu para guru perlu juga dibekali ilmu-ilmu kreatif dan pemanfaat teknologi supaya dalam menyampaikan materi di kelas lebih menarik. Ketika murid-murid sudah tertarik dengan cara penyampaiannya biasanya akan mudah mereka menyerap ilmunya.

Selain perlu cara-cara kreatif untuk mengajar, materi pun perlu disusun dengan memberikan tambahan informasi dan keadaan saat ini. Segala sesuatu yang memang berhubungan dengan keseharian biasanya lebih mudah dipahami murid. Saya percaya guru-guru menguasai materinya dengan baik, tetapi terkadang cara penyampaiannya yang perlu diperbaharui ditambah dengan wawasan kekinian. Bukan maksud kami menggurui, tetapi kami ingin guru bisa mendapatkan kesempatan menambah ilmu langsung dari para praktisi kreatif sehingga mereka bisa saling berdiskusi dan berbagi pengalaman.

Walaupun gratis, kami memilih pengajar yang berkualitas dan berpengalaman di bidang tersebut seperti layaknya kelas Akber reguler. Para pematerinya adalah, Lucy Wiryono presenter TV mengajarkan bagaimana menjadi public speaker yang baik dan guru ada salah satu public speaker yang berpengaruh terutama kepada murid-muridnya sehingga perlu membangun komunikasi yang baik dan dua arah dengan murid-muridnya. Mas Anto Motulz Creative Head PT Saling-Silang berbagi bagaimana menyampaikan materi yang membosankan sekalipun menjadi sesuatu yang menarik. Beliau berbagi pengalaman ketika menjadi kreatif “Jalan Sesama” sebuah tayangan edukasi dari Inggris untuk anak-anak pre-school di TV. Dan pemateri lainnya adalah Mas Agus Sampurno sang guru kreatif, beliau memanfaatkan social media untuk berbagi ilmu, berdiskusi dengan murid-muridnya. Selain itu mas Agus juga rajin menulis pengalamannya mengajar di blog sehingga guru-guru lain bisa ikut belajar. Dengan memanfaatkan teknologi secara maksimal bisa memudahkan dalam mengajar dan hasilnya pun bisa optimal.

Dari awal kami sengaja tidak menghubungi sekolahnya, tetapi langsung mendekati guru-guru untuk menawarkan kelas ini. Kami tidak ingin mereka datang karena diutus oleh sekolahnya dan bukan kemauan sendiri. Kami ingin mereka datang atas kemauan sendiri untuk belajar dan menambah wawasan demi kemajuan mereka sendiri sehingga mereka bisa mendapatkan ilmu dan manfaatnya. Kalau berangkat karena tugas sekolah biasanya tidak bersemangat dan mungkin pulang pun tidak mendapatkan apa-apa. Belajar perlu keikhlasan dan niat untuk membuka pikiran dan hati menerima ilmu. Tanpa itu hanya kesia-siaan yang didapat.

Harapanku, kelas ini memberikan manfaat untuk para guru, dan paling tidak ada hal-hal baru yang diperoleh dan bisa diterapkan ketika mengajar. Sukur-sukur jika hasil belajarnya bisa membuka pikiran dan mau melakukan perubahan dalam metode pengajarannya sehingga anak didiknya bisa belajar dengan penuh semangat. Tidak ada lagi kelas yang satu arah atau doktrin, dan tidak ada lagi anak-anak yang berulah di kelas karena bosan dengan materinya. Kelasnya bisa lebih interaktif dan anak-anak belajar dengan senang hati. Dan harapanku juga semoga ada kelas-kelas berikutnya untuk guru.

Terimakasih untuk ACER dan Guraru yang telah membantu terselenggaranya kelas ini. Apa yang kita kerjakan bukan hal besar tetapi mudah-mudahan bisa menyumbang perbaikan dibidang pendidikan formal. Semoga.