Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


2 Comments

Menikmati Batavia 1910 – 1915, happy deh

Pagi ini saya nikmati Jakarta tahun 1910 – 1915, sebagian dari bangunan itu masih eksis hingga kini … saya membayangkan trem beroperasi dan saya naik menjelajah sudut-sudut Jakarta, bikin video dan membandingkan dengan video di atas, happy deh.


5 Comments

Pembobol ATM, Sekolah Jelek dan Sekolah Bagus

20130424-091447.jpg

“Karena Saya tak punya pekerjaan, Saya ikut saja waktu diajak teman membobol Mesin ATM, uangnya habis buat biaya sehari-hari”.

Demikian ucapan seorang tersangka pembobol Mesin ATM, yang ditangkap Polisi beberapa hari lalu.

Menganggur, tanpa pekerjaan, tanpa penghasilan dengan berbagai kebutuhan hidup di Kota Metropolitan membuat banyak orang gelap mata dan melanggar hukum, bagaimana peran Sekolah dalam hal ini.

Sekolah yang baik, biasaanya memiliki berbagai kegiatan intra kurikuler dan ekstra kurikuler yang membuat anak-anak habiskan waktu dengan melakukan sesuatu danmemunculkan kreatifitas sesuai tuntutan atau target-target tertentu, perhatikan saat seorang guru memberi tugas … Misalnya seorang guru olahraga menugaskan murid membuat gerakan senam sendiri dengan lagu yang dipilih sendiri secara berkelompok (empat hinggaenam orang), masing-masing anggota kelompok menyepakati lagu dan gerakan, berlatih bersama-sama hingga menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan bersama, perosesnya bisa beberapa hari atau beberapa minggu …. Ini membuat anak-anak tidak menganggur, mereka harus memunculkan kreatifitas untuk mendapat nilai.

20130424-091125.jpg

Jika setiap guru mememberikan tugas yang mendorong kreatifitas dan kerjasama antar anak didik, maka di sekolah mereka akan selalu sibuk dan terbiasa kreatif dan bekerjasama dalam kebaikan …. yang akan menjadi kebiasaan ketika dewasa. Biasa bekerja, kreatif dan bekerja sama dalam kebaikan.

Jika di sekolah anak-anak sering jemu, atau bete tanpa kegiatan yang jelas, tak sibuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, berarti guru-guru kurang memberi dorongan anak-anak untuk kreatif dan bekerja sama, itu sekolah jelek. Jika Anda melihat anak-anak di Sekolah sibuk berkreasi dan bekerja sama menghasilkan sesuatu …. itu sekolah bagus.

Semoga aja makin kurang pengangguran dan kurang juga kriminalitas, agar makin nyaman hidup kita …. terima kasih telah membaca dan berkomantar.


2 Comments

Soundcloud dwitagama: KENAPA TAK ADA GURU HEBAT DI INDONESIA, dengerin deh

Saya sedang menikmati mainan baru: SOUNDCLOUD namanya, fasilitas di Internet dimana kita bisa merekam suara dan mempublikasikan sehingga bisa didengar orang sedunia … nikmati cerita saya tentang guru hebat, dan bakal banyak lagi suara saya bisa anda nikmati, semoga bermanfaat.


Leave a comment

Sekolah, Dinas Pendidikan dan Pemda harus kuat & percaya diri, Polisi fokus ke tupoksinya aja, happy deh

Polisi makin banyak dilibatkan pada kegiatan masyarakat, 
termasuk urusan Ujian Nasional,
apakah soal-soal harus disimpan di kantor polisi,
anggota polisi mengawal perjalanan soal itu perlu

apakah juga perlu berjaga di sekolah
tak bisakah sekolah dan Dinas Pendidikan bekerja sendiri
sudah sedemikian parahkah institusi pendidikan sehingga tidak dipercaya
atau begitu tak berdayakah sekolah dan lembaga pendidikan?

Lelang jabatan Lurah dan Camat DKI Jakarta
apakah harus dilaksanakan di Mabes Polri
tak bisakah diadakan di kantor Pemda
apakah aparat Pemda tak bisa mandiri laksanakan kegiatan
sedemikian lemahkan energi teman-teman di Pemda sehingga harus di Mabes Polri?
apakah tak cukup ruangan di Pemda sehingga gunakan tempat di Mabes Polri?

Saya cuma khawatir keadaan makin parah
seperti orang tua yang memanjakan anaknya
selalu membantu dan ikut campur kerja anaknya
malah membuat anaknya tak bisa mandiri dan jadi rapuh
tak mampu menopang hidup sendiri tanpa campur tangan orang tua
saat orang tua berpulang, si anak tak bisa tegar berdiri

Jika ada kelemahan di sekolah atau institusi pendidikan
perbaiki dan rubah jadi lebih baik tanpa harus memindahkan lokasi
atau menggunakan fasilitas polisi secara berlebihan
jika dikhawatirkan soal dibuka sebelum ujian berlangsung
buat sistem yang mencegah terjadi pembocoran,
atau beri sangsi siapapun yang membocorkan soal UN

Untuk pengamanan di perjalanan saat distribusi soal
pengawalan polisi memang di perlukan
untuk penyimpanan soal cukup di sekolah
pelaksanaan ujian di sekolah tak perlu ditunggu polisi

Pelaksanaan lelang jabatan Lurah dan Camat cukup gunakan fasilits Pemda
banyak sekali gedung yang representatif digunakan
jika ada pelaku yang menyimpang, bisa diantisipasi dan diberi sangsi pelakunya

Biarkan Polisi tercinta kita lakukan tugas utamanya
membuat masyarakat bisa hidup aman dan tenteram
keamanan negeri dan pengaturan lalu lintas amat sangat butuh perhatian
Peredaran gelap Narkoba begitu meraja lela

kita dukung Polisi agar fokus ke tuga utamanya
bersihkan para preman dan pengedar narkoba
termasuk preman berseragam yang memegang senjata
jangan sampai tragedi pembunuhan empat tahanan di LP Cebongan Jogja terjadi lagi
karena masyarakat lelah dan hampir kehilangan kepercayaan Polisi
yang membiarkan anggotanya menjadi aparat merangkap “preman”
dan biarkan para preman menghisap darah rakyat

Sekolah, Dinas Pendidkan, Pemda dan fihak manapun harus secara sadar memperkuat diri
meningkatkan rasa percaya diri, untuk bisa berbuat yang terbaik
dan mampu bekerja mandiri sesuai tupoksi
agar kehidupan di sekitar kita menjadi aman dan nyaman


4 Comments

Pendidikan tu simpel aja, bikin manusia jadi baik buat diri sendiri, orang lain dan alam semesta, happy deh

Tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II Pasal 3 adalah : untuk mengembangkan potensi dasar peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Ukuran keberhasilannya apa?
Apa ukuran bahwa seseorang itu beriman?
Apa ukuran bahwa seseorang itu bertaqwa?
Apa ukuran bahwa seseorang itu berakhlak mulia?
Apa ukuran bahwa seseorang itu sehat?
Apa ukuran bahwa seseorang itu cakap?
Apa ukuran bahwa seseorang itu kreatif?
Apa ukuran bahwa seseorang itu mandiri?
Apa ukuran bahwa seseorang itu demokratis?
Apa ukuran bahwa seseorang itu bertanggung jawab?

Sekarang ini Ujian Nasional – UN
ada di Sekolah Dasar – SD
ada di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama – SLTP
ada di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas – SLTA
Apakah UN bisa mengukur pencapaian berbagai aspek tujuan pendidikan?

 

Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) ada 3 mata pelajaran yang diujikan yaitu:

  1. Bahasa Indonesia
  2. Matematika
  3. Ilmu Pengetahuan Alam

Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 4 mata pelajaran yang diujikan yaitu:

  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Inggris
  3. Matematika
  4. Ilmu Pengetahuan Alam

Untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 6 mata pelajaran yang diujikan, tergantung penjurusannya:

Penjurusan Mata pelajaran
utama
Mata pelajaran
karakteristik penjurusan
IPA Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Matematika
FisikaKimiaBiologi
IPS EkonomiGeografiSosiologi
Bahasa Sastra Indonesia
Antropologi
Bahasa asing pilihan (Bahasa MandarinBahasa JepangBahasa JermanBahasa PerancisBahasa Arab)
Agama Ilmu Tafsir, Ilmu HadistFiqih
Kejuruan Teori Kejuruan

Ada seorang Profesor yang bilang, ukuran keberhasilan pendidikan sebenarnya sederhana saja, MEMBENTUK MANUSIA JADI MAKHLUK YANG BAIK BUAT DIRI SENDIRI, ORANG LAIN DAN LINGKUNGAN ALAM SEKITARNYA

 

 

 


2 Comments

SEPULUH NEGARA PEROKOK TERBANYAK DI DUNIA, Indonesia ketiga booo

20130416-100216.jpg

China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk
India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)
Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk
Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk
Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk
Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%
Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%

STATISTIK PEROKOK di INDONESIA***
(Catatan:** Data diolah Penulis dari hasil laporan WHO 2008 dengan statistik jumlah perokok 1.35 miliar orang)

Statistik Perokok dari kalangan anak-anak dan remaja:
Pria = 24.1% anak/remaja pria
Wanita = 4.0% anak/remaja wanita
Atau 13.5% anak/remaja Indonesia

Statistik Perokok dari kalangan dewasa:

Pria = 63% pria dewasa
Wanita = 4.5% wanita dewasa
atau 34 % perokok dewasa

Jika digabungkan antara perokok kalangan anak+remaja+dewasa, maka jumlah perokok Indonesia sekitar 27.6%. Artinya: setiap 4 orang Indonesia, terdapat seorang perokok. Angka persentase ini jauh lebih besar daripada Amerika saat ini yakni hanya sekitar 19% atau hanya ada seorang perokok dari tiap 5 orang Amerika. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1965, jumlah perokok Amerika Serikat adalah 42% dari penduduknya. Melalui program edukasi dan meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat tanpa rokok (+pelarangan iklan rokok di TV dan radio nasional), selama 40 tahun lebih Amerika berhasil mengurangi jumlah perokok dari 42% hingga kurang dari 20% di tahun 2008 ini.

PERTUMBUHAN PRODUKSI ROKOK DI INDONESIA

Dari data WHO di atas, Indonesia dinobat sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar nomor 3 setelah China dan India dan diatas Rusia dan Amerika Serikat. Padahal dari jumlah penduduk, Indonesia berada di posisi ke-4 yakni setelah China, India dan Amerika Serikat. Berbeda dengan jumlah perokok Amerika yang cenderung menurun, jumlah perokok Indonesia justru bertambah dalam 9 tahun terakhir. Pertumbuhan rokok Indonesia pada periode 2000-2008 adalah 0.9 % per tahun.

Namun, perlu dicatat bahwa selama 2000-2003, produksi rokok Indonesia menurun dari 213 miliar batang (2000) menjadi 173 miliar batang (2003) atau turun 18.7%. Namun, sejak 2004 hingga 2008 pertumbuhan rokok Indonesia sangat besar dari 194 miliar [2004] menjadi 230 miliar batang [2008] atau naik 18.6% selama kurun 5 tahun. Jadi selama pemerintah SBY-JK periode 2004-2009, industri rokok tumbuh pesat dengan pertumbuhan rata-rata 4.6% tahun. [Baca : Industri Rokok Tumbuh Pesat].

Tidak kurang Rp 100 triliun rupiah dana masyarakat dikeluarkan hanya untuk membeli sekitar 225 miliar batang rokok. Dan dari pangsa pasar yang begitu besar dan subur di negeri ini, maka perusahaan rokok menjadi salah satu sumber bisnis bagi para milionaire Indonesia.

Di setiap kemasan rokok, kita pernah membaca peringatan keras akan dampak merokok yakni “Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan Jantung, Impotensi dan gangguan Kehamilan dan Janin“. WHO pun mengingatkan bahwa rokok merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya di dunia. Pada tahun 2008, lebiih 5 juta orang mati karena penyakit yang disebabkan rokok. Ini berarti setiap 1 menit tidak kurang 9 orang meninggal akibat racun pada rokok. Angka kematian oleh rokok ini jauh lebih besar dari total kematian manusia akibat HIV/AIDS, + tubercolis + malaria + flu burung.

Dalam hal ini, tindakan merokok merupakan tindakan merusak kesehatan sendiri, begitu juga tabungan dan penghasilan kita. Menghirup racun rokok secara kontinyu, tidaklah jauh berbeda dengan menghirup bakteri-bakteri penyakit. Ekstimnya, tindakan merokok hampir serupa dengan menghirup flu babi, yakni “mencari penyakit yang akan membawa kematian lebih tragis“. Dan jika tidak ada pencegahan yang serius dalam menghambat pertumbuhan rokok, maka setidaknya 8 juta orang akan meninggal akibat rokok pada tahun 2030. Dan abad 21 ini, akan ada 1 miliar orang meninggal akibat penyakit disebabkan rokok andai saja tidak ada usaha mencegah pertumbuhan rokok.

Sumber: http://www.cancerhelps.co.id/Hot-News/daftar-10-negara-perokok-terbesar-di-dunia.html


Leave a comment

Dedi Dwitagama bicara tentang Kurikulum baru di Republika Online, liat deh videonya

20130524-171032.jpg
Setelah talkshoe PELUNCURAN BUKU “BETA GURU SUDAH” Sekolah Republika di Wisma Antara beberapa waktu yang lalu saya diwawancara Reporter Republika Online, silahkan nikmati pendapat saya tentang perubahan kurikulum disini.