Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


11 Comments

Jose Rizal Manua; PEMIMPIN TEATER ANAK

jose.jpg

Laki-laki kelahiran Padang, 14 September 1954 ini, merupakan seniman yang melahirkan banyak sajak humor. Tatkala dia menggelar pembacaan sajaknya, kalangan seniman lain bertutur untuk apa kok pakai ditambah humor atau apa itu sajak humor, sajak ya sajak saja. Tapi ada pesan menyejukkan, “kamu teruskan saja, jangan pedulikan mereka”, kata Rendra. Siapa sangka umpatan dan cacian serta hinaan itu malah berbalik. “Ternyata mereka yang mencela saya justru mengirim sajak-sajak mereka untuk saya bacakan”, kata Jose.

Sebetulnya puisi-puisi humor ini juga banyak yang dalam maknanya, tidak sekedar melucu tetapi sarat dengan kritik sosial dan bahkan religius. “Saya yakin puisi-puisi humor akan mendapatkan tempat sendiri di hati masyarakat kalau kita melihat situasi dan kehidupan yang begitu kompleks, orang perlu pengendoran otak, jadi tidak melulu tegang. Maka sajak humor, saya kira merupakan salah satu sarana yang bisa mengantisipasi itu, jadi ada prospeknya juga dengan puisi-puisi humor”, katanya.

Continue reading


2 Comments

Abdullah Hafidz Khoir; PANGERAN PUPUK BAWANG

hafid-1.jpgSaat berkendara sore kemarin … telepon Sy berdering dan menanyakan posisi Saya … rupanya orang tua Hafidz telah menunggu Saya di pintu masuk Graha Bakti Budaya TIM Jakarta, yang menjadi tujuan Saya dengan keluarga untuk menikmati pertunjukan teater musik ABG garapan Teater Tanah Air yang dipimpin Jose Rizal Manua.

Hafidz adalah siswa Kelas 3 Penjualan SMK Negeri 3 Jakarta, ikut bermain di pentas tersebut berperan sebagai Pangeran Pupuk Bawang … Wah menyenangkan sekali … nikmati musik dan tingkah para ABG hingga Daffa, anak Saya yang belum dua tahun itu betah di ruang yang temaram sambil nikmati susu dari botol.

Terima kasih untuk orang tua Hafidz yang siapkan tempat khusus di barisan paling depan tribun bawah … Bapak, Ibu dan adik-adik Hafidz dampingi Saya hingga pertunjukkan berakhir dan berfoto bersama Maudi Kusnaedi dan Tengku Zaki di balik panggung, Dhea dan sahabatnya Ita senang sekali …..

Buat Hafidz, dan adik-adik yang ikut main … kalian hebat … telah manfaatkan waktu dengan baik … dari pada nongkrong di mall, lebih baik latihan teater dan asah kepekaan emosi agar siap hadapi berbagai perubahan … Saya bangga atas prestasi kalian di Eropa dan Jepang … selamat atas pentas suksesnya, kami tunggu pentas kalian berikutnya.

Continue reading


27 Comments

Drama Musikal ABG

teater-anak.jpgSetelah meraih gelar juara dunia dengan menggondol 15 medali emas di Jerman pada “19th World Festival of Children’s Theatre” di Lingen, Jerman pada tahun 2006, dan tahun sebelumnya meraih gekar grup terbaik pada Festival Teater Anak-anak Tingkat Asia-Pasifik di Toyama, Jepang, Teater Tanah Air (TTA) kembali segera unjuk gigi di Jakarta pada 29-30 Mret 2008. Mereka akan mementaskan drama-musikal yang ditujukan bagi remaja alias ABG dengan mengangkat lakon Bawang Merah Bawang Putih Bawang Bombay karya Remy Silado yang sarat diwarnai lagu-lagu The Beatles yang telah mengalami penyelarasan, di bawah arahan surtradara sekaligus pendiri TTA, Jose Rizal Manua. Mengapa TTA membuat pertunjukan dan mengangkat lakon ini? Mengapa membidik kalangan remaja? Mengapa melibatkan dua seniman internasional? Berikut penjelasan Jose Rizal atas sejumlah pertanyaan sekitar pementasan yang diajukan humas pementasan lakon ini, Rhama Tharani, dalam sebuah wawancara pada 15 Februari dan petikannya dikirimkan ke Kompas.com pada Rabu (11/2)

Continue reading


2 Comments

Korban KONTES di TV

penyanyi-gagal.jpgBeberapa posting sebelum ini Saya menulis puisi tentang acara TV yang mendorong orang untuk menjadi penyanyi dan selebritis … di Kompas pagi ini ada tulisan tentang seorang “korban” acara kontes di sebuah stasiun yang berhenti kerja dan terjerat hutang puluhan juta rupiah diantaranya untuk “ngebom” sms mendukung diri sendiri, bahkan harus menggelandang di sekitar Jakarta, malu pulang kembali ke kampung halaman … Dokter bilang makanan instant itu berbahaya buat kesehatan …. ngetop secara instant juga berbahaya buat kehidupan 😦 … silahkan simak selengkapnya …

Continue reading


1 Comment

Bertemu murid masa lalu

murid.jpgKemarin, saat berjalan di sekitar rumah, seorang anak muda memanggil dan mendekat;

“Pak Dedi ya? … Saya dulu murid Bapak, …”

Penampilannya berisi, gempal, cermin cukup gizi … kulitnya menunjukkan dia pekerja lapangan, dia menyebut nama satu perusahaan dengan aksen Jepang tempat kerjanya … sebut saja namanya “Wantohir” …

Kami berbincang cukup lama, mengenang suasana tahun 1998 saat dia menjadi murid Saya, “Apa yang masih kamu kenang hingga kini?” … jawabannya mencengangkan … dia bercerita dengan bergairah bagaimana dia diandalkan oleh orang nomor satu di sekolah untuk mempengaruhi teman-teman siswa agar memilih partai tertentu saat pemilu berlangsung.

Mungkin Anda ingat sekitar tahun itu ada pemungutan suara yang berlangsung dihari kerja, tak diliburkan … kita memilih di tempat kerja … termasuk siswa dan guru memilih di TPS Sekolah … petugas TPSnya Guru … pemilih siswa, guru dan masyarakat sekitar.

Lalu Saya tanya padanya; “Benarkah cara itu?” … dan dia menjawab bagus sekali bak pengamat pendidikan negeri … ha ha. Saya jadi intronspeksi diri dan mengingat kembali kelakuan Saya zaman itu …