Blog Pendidik


Leave a comment

Mencari Tarempa di Google Maps

20120630-174206.jpg

20120630-174212.jpg

20120630-174219.jpg

20120630-174227.jpg
Ada tertulis Terempa letaknya di Kabupaten Kepulauan Anambas …. mencoba pahami dimana posisinya … foto2 diatas lah yg sy dapat.

Advertisements


Leave a comment

pelajar SMKN 29 Penerbangan memeluk pesawat hasil karyanya

20120629-172218.jpg
senangnya saya lihat karya kreatif anak negeri, … membuat pesawat itu karya, memotret juga karya … upload ke instagram juga karya …. plus senyum jadi bikin sehat dan awet muda …. semoga sukses smuah yah, love u deh


Leave a comment

anak kapal blok em: menyambut pagi di lapangan sekolah dengan gairah, persiapkan diri sambut kehidupan yang lebih baik

lihatlah penpilan mereka: tinggi, tegap, rapih, bersemangat, menyambut pagi di lapangan sekolah dengan gairah, persiapkan diri sambut kehidupan yang lebih baik


Leave a comment

lehernya seperti patah, mata terpejam motornya di seberang jalan

matahari belum muncul
ibukota dingin angin berhenbus segar
seorang pria lebih limapuluh tahun
rambut putih, kumis nya sama

di pertigaan jalan dia duduk
kepalanya tertunduk, kadang goyang ke kanan ke kiri
lehernya seperti patah, mata terpejam
motornya di seberang jalan

hingga renta, bungkuk badan
mengais rejeki dari motornya
hingga tertidur di pertigaan jalan
beratap langit, bertetes embun

apakah saat bersekolah bliau terfikir akan begitu?


2 Comments

Sekolah anda memberitakan kegiatan secara rutin? bagaimana caranya?

“Mungkin banyak yang belum tahu tentang apa yang sudah kita lakukan selama ini ….”

Demikian keluh seorang pejabat dinas pendidikan di negeri paman besut kepada tamunya yang bernama iwan.

Pak Iwan menyarankan kepada pejabat agar mewajibkan semua sekolah di negerinta membuat website sekolah dan majalah sekolah yang memuat semua kegiatan di sekolah dan diedarkan ke stakeholder pendidikan agar makin banyak tang tahu ttg apa yg dilakukan sekolah.

Di Dinas Pendidikan sebaiknya memiliki majalah yg terbit rutin kabarkan kinerja smua sekolah di negerinya ….

Sekolah anda memberitakan kegiatan secara rutin? bagaimana caranya?


2 Comments

pagi hari di mikroblet negeri paman besut

dua anak muda penduduk ibukota negeri paman besut
kenakan seragam celana berstrip sama
yg pria kenakan sendal jepit
yg wanita kenakan spatu sendal karet yg sedang tren

logat mereka prlihatkan bhwa keduanya warga asli ibukota
di pojok mikroblet mereka berbagi keluh
tentang shift kerja yang melelahkan
tntang upah yang suka naik turun
tntang teman yang kerjanya malas
tntang rencana keluar
tntang banyak hal lainnya

ekspresi wajahnya tunjukkan keletihan
walau waktu sedikit lewat pukul enam pagi
payah bekerja cari penghasilan di kota kelahiran

apakah ketika sekolah dua anak muda itu sudah bayangkan kejadian sekarang

jangan2 mereka fikir kehidupan di luar sama mudahnya dengan lulus ujian sekolah


7 Comments

sy mau nulis juga ah

Ratu Ima

Semua orang, tanpa kecuali, memiliki pengalaman hebat dalam hidup. Masalah yang paling mudah kita tulis adalah apapun yang kita yakini, kita alami, dan kita rasakan.

Manfaat terbesar dari menulis yaitu “mengikat” momen-momen mengesankan dalam hidup. Bagi guru, menulis dapat bermanfaat untuk banyak hal. Menulis catatan harian secara konsisten merupakan hal yang paling mudah dilakukan. Pengalaman terbaik dan drama hidup menggetirkan menjadi guru, dapat ditumpahkan di catatan harian. “Keeping your own teaching journal is one strategy for stimulating reflection and self-evaluation” (Elizabeth F. Shores & Cathy Grace, 1998).

Tulisan yang terdokumentasikan merupakan senjata ampuh bagi proses evaluasi diri. Utamanya, guru dapat bercermin untuk memperbaiki diri lewat catatan harian mengenai pergulatan hidup dan pengalaman mengajar.

Menulis catatan harian adalah jembatan untuk dapat menulis formal. Guru tak dapat mengelak jika dituntut harus dapat menulis karya ilmiah, modul, atau tulisan formal lainnya. Data dari Badan Kepegawaian Nasional (2005) bisa dijadikan gambaran. Guru…

View original post 280 more words


2 Comments

Persiapkan Pemimpin Negeri yang trampil bicara di muka umum @SMKN29 Jakarta, see Youtube


Setiap hari kami mendorong peserta didik bergantian bicara di depan teman-temannya … ini salah satu dokumentasi kami … lainnya bisa disimak di Youtube.


Leave a comment

tentang pendidikan karakter … simak yuuu

Blog Guru Kreatif

Pendidikan karakter menjadi istilah yang tiba-tiba menarik untuk dibahas kembali oleh kalangan pendidik. Kenapa hal ini menjadi perhatian, apakah para pendidik dipandang kurang dalam membuat siswa punya karakter yang diperlukan bagi masa depannya. Ataukah guru sebagai aktor utama di kelas dianggap belum punya karakter yang cukup baik untuk bisa menginspirasi siswanya agar berkarakter.

Lalu karakter seperti apakah yang jadi kebutuhan kini dan masa datang, bagaimana cara guru menanamkan karakter di kelas, bagaimana penyelenggara sekolah membuat ramuan agar lulusan sekolahnya punya karakter? semuanya akan dibahas di bulan Juni ini

Silahkan membaca artikel berikut ini

5 karakter guru yang profesional

Mendidik anak dan siswa kita dari kecil untuk menjadi pemimpin, mengapa tidak?

5 karakter sekolah yang bagus

7 cara menjadi guru yang profesional dalam bersikap

Membentuk masyarakat pembelajar di sekolah

View original post


Leave a comment

SMKN 29 Jakarta Juara di SMAN 28 Jakarta

20120624-115708.jpg

20120624-115848.jpg
Tim Paskib SMKN 29 Jakarta berhasil meraih Juara 3 di Kompetisi yang dilaksanakan di SMAN 28 Jakarta … Ibu Tika dan anak-anak hebat, melaporkan lewat timeline dan tag foto di Facebook Saya … ayoo latihan terus nak-anak hebat agar Juara berikutnya bisa diraih, beasiswa manantimu.

GOOOD JOOOB … CONGRATULATION


2 Comments

ditemukan mati menganga dengan perut hampa berisi udara

saat sekolah ferdi belajar semaunya
beberapa buku di tas punggungnya lebih banyak kosong
di kelas sering tidur dan ngelantur
saat pulang sekolah bareng basis cari lawan tawuran
dia jagoan basisnya sesuai nomor bis langganan
ulangan dan ujian dilalui tengak tengok hasil teman
ujian nasional pilihan ganda hantarkan ijazahnya

setelah lulus dia tak pede buat ngelamar kerja
sadar diri tak siap kerja
tak ada skill tak biasa kerjasama
memaksa ayahnya belikan motor buat ngojek
persaingan ojek sangat keras dan ferdi tak terbiasa
motornya dijual buat makan
diapun kerja serabutan
istrinya beri beberapa anak
kerja bangunan dilakukan
jualan makanan berbuka saat puasa dilakoni
apapun dilakukan asal hasilkan uang
makan tak penting asal cukup buat rokok

usia ferdi beranjak tua
tenaganya makin tak ada
merokoknya tak berhenti jua
memikul, angkat ini itu tak bisa
harapkan anak kasih biaya hampa
karena anak-anak tak jelas kerja
dia cuma tunggu belas kasih tetangga
jagoan tubir itu ditemukan mati menganga
dengan perut hampa berisi udara


Leave a comment

Liburan sambil cari kerja di Job Matching SMK DKI Jakarta di STEKPI Kalibata Jakarta Selatan

20120623-110058.jpg

20120623-110120.jpg

20120623-110133.jpg

20120623-110145.jpg

20120623-110153.jpg

Hari ini dan besok 24 Juni 2012 berlangsung kegiatan Job Matching SMK DKI Jakarta di STEKPI Kalibata Jakarta Selatan, alumni SMK atau yg kls XI silahkan datang utk cari tahu profil tamatan yg dicari 120 Perusahaan yg ikut kegiatan itu, sata lakukan livetweet fr: Job Maching SMK DKI Jkt @STEKPI di @dwitagama with happy.

20120623-110642.jpg


4 Comments

Ferdi, Iwan dan Pendidikan Gratis

ferdi dan iwan sama dilahirkan di kota megapolitan ibukota negeri paman besut
ayah dan ibu fredi keturunan asli kota megapolitan
sementara iwan ayah ibunya merantau dari propinsi tetangga
mereka satu sekolah di SMA
stelah tamat mereka bekerja
fredi tak kuliah, menikah dan punya anak kemudian
iwan bekerja sambil kuliah dan menikah sbelum lulus sarjana

anak-anak fredi dan iwan lahir pada rentang waktu tak jauh beda
ferdi senang pemerintah daerahnya menggratiskan biaya sekolah hingga SLTA
tiga anak ferdi disekolahkan di sekolah yang gratis terdekat rumah
saat anak pertama ferdi sekolah ferdi tak punya tabungan
buat beli seragam dia dibantu mertua dan famili
ferdi merasa terbantu sekali oleh pemerintah daerahnya
dia merasa tak perlu kerja keras karena merasa tak perlu siapkan uang sekolah
hari-hari dia lalui dengan riang
hobby mancing dan nongkrong masih dilakukan
walau anaknya sudah bujang dan gadis

tak terasa anak pertamanya lulus SMA
ketik anaknya bilang mau kuliah ferdi terperanjat
karena mahalnya biaya kuliah di kampus yg baik sesuai minat anaknya
ferdi tak punya tabungan
akhirnya tak satupun anak ferdi mengecap pendidikan tinggi
semua kerja di sektor informal dengan gaji sekedar tanpa jaminan plus pensiun
kini mereka telah berkeluarga dan mengontrak rumah tak jauh dari rumah ferdi

saat anak pertama sekolah, iwan sudah selesaikan sarjananya
dia sudah menabung siapkan biaya sekolah anaknya
iwan menyekolahkan anaknya di sekolah yang masih harus membayar
ketik anaknya SMA dimasukkan ke bimbel utk persiapkan masuk perguruan tinggi
iwan bekerja keras untuk menabung hingga tak sempat lakukan hobi atau nongkrong
ketiga anak iwan tamat dari perguruan tinggi negeri
kini anak-anak iwan bekerja di Departemen Pemerintah dan Perusahaan Multinasional
mereka bergaji besar hidup mandiri berumah tangga miliki rumah sendiri2

belasan tahun kemudian
ferdi tua renta menderita
anak cucunya menolak rawat ferdi
karena pekerjaan anak2 ferdi tak menentu
cucu2 ferdipun bersekolah di skolah gratis
tak ada kegembiraan dan kebahagiaan
yg ada penderitaan berkepanjangan
krn harga2 makin tinggi

iwan jalani pensiun di kampung halaman
rumah masa tua yg sudah disiapkan jadi tempat kumpul anak cucu
merek datang bergantian saat libur
cucu2nya kini kuliah di dalam dan di luar negeri
kadang kakek nenek plus anak cucu
berlibur ke luar kota atau luar negeri

saat kumpul iwan sering berpesan pada anak cucunya
agar memilih sekolah yang baik, walau dengan konsekwensi harus membayar mahal
karena di negeri paman besut mau pipis aja bayar
kok mau belajar gratis?

apa yg terjadi dengan jutaan ferdi plus anak cucunya di negeri paman besut?

20120622-170207.jpg


2 Comments

hidup kitapun tak jadi lebih baik karenanya

anda pernah jadi juara?
tingkat RT, RW, …, atau Internasional?
mana yg tak terlupakan hingga kini, walau berlangsung puluhan th yll

setiap prestasi pasti punya arti, hasil juara yang diraih dg usaha yg keras dan diikuti dg cara2 yang fair membuat kita terus mengenangnya dan membuat ingin selalu berprestasi lebih baik

jika kita berprestasi dengan cara instan ditambah dengan bumbu2 tak fair … kitapun ingin segera melupakan dan sadar bahwa sesungguhnya tak pantas juara … hidup kitapun tak jadi lebih baik karenanya

brprestasi dg cara elegan yuuuuu


3 Comments

mau maju? liat ke depan!

kalo liat ke blakang itu munduuur.
sesuatu yang amat nalar … tapi kita sering salah laksanakan … senangnya lihat masa lalu, salah orang diungkit-ungkit, asiiik ngomongin kburukan orang lain di masa lalu …. asiiiik emang lakukan itu ampe ktagihan dan berulang-ulang hingga tak sempat lihat ke depan dan susun rencana hidup yh lebih baik.

trus gimana dong?

kalo mau maju, lihat ke depan, perhatikan kebaikan dan kehebatan orang lain …. rencanakan mau apa dan mau kemana? tiru kebaikan dan kehebatan orang lain, usahakan bisa lebih … lakukan itu terus menerus deh … ga trasa tau2 anda dah maju atau lebih baik dari sebelumnya …. majuuuuuuu yuuuuuuuuuuu, happy deh 😀


2 Comments

menjaga nama baik sekolah? ga perlu lagi sekarang

anda guru? masih suka bicara agar murid2 anda jaga nama baik sekolah?

mungkin kini saatnya berubah karena susaaaaah ….. btapa beratnya satu orang nanggung beban semua orang atau elemen2 sekolah, apalagi akokah yg murid ribuan …. ga mungkiiiiin,

jika setiap pribadi di sekolah menjaga nama baik sendiri maka nama baik sekolah akan terjaga …. ini lebih mudah …. kalo ada yg mudah, knapa cari yg susah …. kita biasakan murid
bertanggung jawab pada diri sendiri sehingga makin banyak penduduk negeri yg baik, happy deh.


2 Comments

Penggunaan Gadget untuk Pembelajaran


BOEING OF SUFFLE @KFC DAAN MOGOT JAKARTA BARAT


MENDOKUMENTASIKAN PELAJARAN

Tadi di kegiatan Forum OSIS SMK Jakarta Timur – FOSJT ada yg tanya gimana mengkomunikasikan kepada guru-guru di sekolah agar tak melarang siswa bawa gadget yang canggih …

Dua video di atas adalah contoh tugas yang bisa diberian guru kepada siswanya yang menggunakan gadget berkamera dan diunggah ke Youtube sehingga bisa dinikmati orang di seluruh dunia … sehingga teknologi bisa bermanfaat, hal yang positif dari gadget lebih dikedepankan … positif thinking


Leave a comment

agar makin banyak anak negeri yang kecap hidup sejahtera … love u all

EMOSI

Bagaimana perasaan anda jika saat di jalan berjumpa dengan situasi seperti foto di atas? Sebentar lagi saya akan mendiskusikan dengan pelajar di Forum OSIS SMK Jakarta Timur – FOSJT di SMKN 26 Jakarta, bertajuk “Pelajar, Anarkis dan Prestasi, semoga bermanfaat … agar makin banyak anak negeri yang kecap hidup sejahtera … love u all.

LOVE U ALL


2 Comments

Kongres ke-4 SMK Penerbangan seluruh Indonesia, organized by SMKN 29 Penerbangan Jakarta

20120615-100148.jpg

20120615-100157.jpg

20120615-100208.jpg
berlangsung 14 – 16 Juni 2012 di Wisma 1 UT Pondok Cabe Tangerang, diikuti oleh 21 Sekolah Penerbangan seluruh Indonesia.

Terima kasih buat teman2 guru, tata usaha dan siswa yg hebat mensupport hajat besar kita, smg bermanfaat.


2 Comments

skill public speaking anda makin bagus …. perbaiki diri terus yuuu

20120614-123640.jpg
Apapun profesi Anda, kemmampuan berbicara di muka umum mutlak dimiliki … Pertanyaannya, seberapa seriuskan Anda berlatih tingkat kualitas kemampuan public speaking anda …

Apa indikasi keberhasilan belajar anda? Jika undangan atau kesempatan Anda berbicara di muka umum lebih banyak dibanding sebelumnya … Dan itu datang dari LUAR Institusi atau tempat anda bekerja, maka skill public speaking anda makin bagus …. perbaiki diri terus yuuu


3 Comments

dwitagama ditulis Gia Sitti Ghaliyah, Mahasiswi Fisika UNJ yang rajin nulis di Blognya, happy deh

GIA

Siapa yang punya Blog?
Saya Pak! (beberapa orang di dalam ruangan pun, mengacungkan tangan)

Siapa yang postinga blognya sudah mencapai 100?
Saya Pak! (Dan hanya gue lah yang mengacungkan tangan)

whehehe…  sambil senyam senyum sendiri

Namanya siapa?
GIA, pak. (sambil senyam senyum gak jelas)

Berapa jumlah postingannya, Gia?
ehmmmm hampir 100 pak. persisnya 98 Entry blog

Isi blognya apa saja?
ehmm, blog saya isinya ada essay-essay, artikel-artikel, hasil diskusi, ehmm sama ada Diary Digital Pribadi saya pak. 

Wah, bagus.. bagus.. Kalau saya sudah 2400

wooowww.. Prookk.. prook.. prookk..

Ehmm, 2400 itu satu blog saya. Belum lagi blog-blog saya yang lain. yaaa kira-kira 3500 lebih lah..

Wooowww… Prook .. prookk…

Bagus, Gia.. 
Lanjutkan Menulis, Gia


Yaa. itulah cuplikan perbincangan gue dengan Seorang Blogger Hebat saat diawal pembukaan persentasi beliau.

Malaaaaammm. 08.00 P.M

wah gue baru saja sampai rumah masa -_-
Yuuuppp, sibuk sibuk dan lagi lagi sibuk.
Asli, gue seneng banget deh sibuk sana sini, locat sana sini, mengais ilmu sana sini hehehe


Dimulai pada Pagi hari jam 10.00
gue sudah mulai berangkat dari rumah untuk menuju kampus B UNJ.
buat apa coba??? yaa buat kuliah lah. hehehe
Kuliah Kalkulus 2 dong. cihuuuuyyy gak terasa yah, minggu depan UAS Kalkulus 2 booo >,<

selesai kuliah, langsung lah gue dan beberapa teman sekelas, menuju Kampus A UNJ yang jaraknya cukup bayar 1000 Rupiah saja untuk naik Bis Metro Mini. hehehe murah yaa
Nah, di Kampus A, gue dan beberapa teman gue akan menghadiri Seminar Sempurna_JBSI 8-9 Juni 2012 di Aula S FBS Kampus A UNJ, Rawamangun, Jakarta.

Seminar Sempurna ini mengusung tema Penggunaan Bahasa dan Sastra Indonesia Dalam Pendidikan dan Teknologi.
Yupsss, seminar ini selain berbagi tentang Penggunaan Bahasa dan Sastra Indonesia, seminar ini juga untuk penilaian kepada Mahasiswa-Mahasiswa Bahasa Indonesia kelas 2 E pada mata kuliah Keterampilan Berbicara di Depan Umum. Woowwww keren keren deh buat kakak-kakak yang sudah maju persentasi.
prookk… prrookk.. prookk..

20120608-220243.jpg
doc. pribadi Bapak Dedi Dwitagama
Nah, ada seorang Pembicara Tamu, yang untuk pertama kalinya telah membuat gueterpukau looohh
Dengan kemeja biru, gaya santai, sambil memegang IPAD dan Anroidnya beliau dengan enjoy mempresentasikan tentang Teknologi didepan para Mahasiswa-Mahasiswa.
Gaya bicara ^Dari Hati ke Hati^ dalam presentasinya tadi sore di Aula S, Kampus A, UNJ telah membuat hadirin dalam ruangan terpukau.
Beliau adalah Bapak Dedi Dwitagama
Terima Kasih Pak Dedi atas motovasi dan inspirasinya, teruslah berkaya untuk Indonesia, ya Pak.
Liat deh Blognya Gia disana.


Leave a comment

Reportase Akademi Berbagi di SMKN 29 Penerbangan Jakarta:Belajar Radio Broadcasting Bareng Komunitas Tuna Netra

20120612-072927.jpg
Ilmu itu harus didatangi bukan mendatangi. (Imam Syafi’i)

Semangat belajar, semangat hidup, perjuangan tak ada henti. Panorama paling indah di dunia ini, menyaksikan lukisan nyata kehidupan manusia yang tak kenal menyerah. Dari merekalah inspirasi, pelajaran yang berharga. Hebat, bermain makna yang memukau rasa. Ingin lebih, lebih, dan lebih, bertemu dengan orang-orang seperti ini, berbincang, bertukar cerita, berbagi arti, belajar.

Sabtu , 9 Juni 2012

Pagi sekali, jalanan Jakarta tak padat seperti biasa. Lengang, asyik. Depok-Senen yang memakan kurang lebih 80 menit waktu tempuh, hari ini diet menjadi 30 menit saja. Coba kalo Jakarta tak ada yang namanya macet, beuuh mantaap!

Di kawasan Cat Duko, tepatnya di depan gang Lontar, sudah menunggu sahabat saya, Andri, fans berat Kangen Band_karena kebetulan satu daerah_ mengenakan kaos bertema amplop surat buatan Hello Motion. Dia berjalan menghampiri, menenteng helm_yang sebenarnya lebih pas buat Vespa daripada motor bebek_sambil cengar-cengir, senang karena akhirnya jemputan datang.

Destinasi kita adalah SMK N 29, lebih dikenal dengan nama STM Penerbangan, sekolah yang beberapa waktu lalu masuk teve terkait dengan proyek Jabiru-nya yang memperkenalkan pesawat asli karya anak bangsa.

Tak tahu letak lokasi pasti acara yang akan kita datangi, Andri sudah mengantisipasi dengan sebuah teknologi terkini bernama Google Maps, yang nongol dari hape Android canggihnya. Layar menampilkan jalur-jalur yang disarankan untuk mencapai tempat tujuan. Terbaca di sana: Matraman, Tebet, Gatsu, Kebayoran Baru.

Sempat terpikir juga sih, ngapain muter ke Tebet terus ke Gatsu, padahal bisa shortcut ke Senayan via Sudirman. Haha, tapi ya sudahlah, kebetulan gak macet ini, lewat manapun bisa lebih santai. Jalan-jalan a la Google. Lagipula, si Andri memang lagi kepingin lewat Gatsu, belum pernah, dan takjub begitu melihat Patung Dirgantara alias Pancoran untuk pertama kalinya. Sadar masuk kawasan Kebayoran Baru, kita tertawa karena ternyata lokasi berjarak begitu dekat dengan Blok M (padahal sudah muter-muter)

Di sudut blok, bangunan hijau khas sekolah itu, akhirnya ditemukan. SMK N 29 Jakarta Selatan. Wah, jarum pendek jam masih jauh dari angka 10, kira-kira 45 menit lagi acara baru dimulai. Tepat di depan bangunan, ada kedai KFC. Kompak kita setuju untuk mampir dulu ke sana. Berlagak kaya pun dimulai, haha.

Cari paket yang paling murah deh #deepthinking. Melihat dompet yang lagi kurus #miris. Paket breakfast 15ribu akhirnya jadi pilihan, di gambar sih terlihat gedhe, menggiurkan, tapi…hehehe, enaklah, lumayan, 15 rupiahku, T.T.

Oke, 5 menit menjelang acara, menuju ke ruang Multimedia_sebenarnya sih ke toilet dulu. Masih sepi ternyata, hanya ada 5 orang di sana, itupun termasuk panitia. Karena memang acara ini hanya dihadiri 10 peserta saja. Sederhana. Tapi tunggu dulu, nantinya bakal luar biasa kok.

Eh, iya, lupa ngasih info. Acara ini tentang dunia penyiaran Radio. Diadakan oleh Akademi Berbagi Jakarta yang udah malang melintang mengadakan event-event belajar/seminar/roadshow gratis. So, sangat recommended untuk diikuti.

Setelah registrasi singkat, waktunya duduk nyante nunggu acara dimulai. Mbak Nun (terkenalnya mbak @pasarsapi), yang menghandle acara ini bilang kalau acara akan dimulai setelah teman-teman dari Kartunet datang, dan sekarang mereka sedang di taksi dalam perjalanan. Eh, Kartunet apaan sih? #mulaipenasaran.

Selang beberapa waktu, ada peserta lagi masuk. Di belakangnya, menyusul dua orang wanita datang. Wanita yang lebih tua usianya terlihat merangkul bahu wanita muda di sebelahnya. Mmm, manis (keharmonisannya!). Rupanya pasangan Bunda dan anak gadisnya. Eits, tapi ada yang lain, berbeda.

Sampai di mulut pintu, keduanya disambut hangat oleh mbak Nun dan panitia lain. Si Bunda say goodbye kepada buah hatinya,”Nanti Mama jemput ya Adira!” sambil senyum. Adira pun membalas dengan senyum dan kata iya kepada bundanya.

Mata yang jernih, tatapan yang sejuk itu ternyata hanya bisa melihat kegelapan saja. Adira bukan gadis seperti kebanyakan gadis lain. Dia tuna netra. Tapi, saya maupun Andri terpukau takjub, tak melihat sedikitpun wajah sedih atau lemah pada Adira. Hanya terbaca senyum dan semangat. Inspirasi.

Mbak Nun membantu Adira untuk duduk, memberi tahu Adira untuk sabar menunggu dulu teman-teman lain yang belum datang.

Gak cuma kita yang awas ini yang merasa bosan menunggu, lalu beralih ke dunia maia untuk obat suntuk, Adira pun, dengan keunikannya juga tak mau kalah. Dari dalam tasnya, sebuah smartphone ia ambil dan langsung ia mainkan. WOOOW! Kok bisa? #tambahtakjub

Laki-laki berkaos hijau yang sedang duduk di pojok depan menghampiri Adira, menyapanya.”Hai, Adira, kamu lagi ngapain dengan i-Phone itu?”

“Oh, ini, lagi foursquare,”tak ketinggalan senyumnya. Alat itu ia pegang dengan tangan kirinya, ia dekatkan dengan telinga sedang jari tangan kanannya dengan lincah memainkan layar sentuh. Amazing.

“Wow, ada aplikasinya ya di i-Phone,”lanjut laki-laki itu.”Jadi kamu bedainnya pake suara yang muncul ya, Adira?”

“Iya.”

That’s it! Adira memiliki kepekaan pendengaran yang mungkin jauh lebih tinggi dibanding kita. Dan tentunya, kemampuan rasa untuk membedakan jenis bunyi yang sudah terlatih dengan sendirinya. Mau tak mau, orang-orang seperti Adira memang harus menajamkan indera pendengaran untuk membantu menjalankan aktivitas mereka.

Tiga puluh menit berlalu, rombongan yang dinanti datang juga. Mbak Nun dan lainnya menyambut mereka dengan gembira. “Nah, akhirnya teman-teman kita dari Kartunet datang!”

Pelan-pelan, hati-hati, mereka duduk di jajaran kursi paling depan, sedang, kami ada di belakang mereka. Acara pun segara dimulai.

Laki-laki tadi, yang berkaos hijau, memosisikan diri di depan ruang, sebagai pengisi acara.

Ternyata beliau adalah Paman Gery. Bagi penikmat radio, utamanya Female Radio tiap pagi, pasti tak asing lagi dengan penyiarnya yang sering disapa Paman Gery. Dan sekarang, ia sudah ada dihadapan kami untuk berbagi ilmu! Beruntungnya…. #happy

Setelah memperkenalkan diri, Paman Gery satu per satu menyapa kami, berkenalan. Teman-teman istimewa di barisan depan sangat jelas terpancar semangat mereka, sekali lagi saya takjub.

Kartunet ternyata Karya Tuna Netra, sebuah organisasi kepemudaan yang berfokus pada penggunaan teknologi informasi untuk pemberdayaan pemuda dengan disabilitas di Indonesia. #barutau

Dua jam ke depan itu rasanya begitu singkat, saking serunya berdiskusi dan belajar bersama tentang Radio Broadcasting. Kita tenggelam dalam suasana belajar yang menyenangkan. Tahu bagaimana sejarah perkembangan radio, uniknya radio dari media yang lain.

Walau pernah ada orang yang mengatakan, setelah era kemunculan TV maka radio didapuk bakal mati, nyatanya, radio makin eksis sampai kini. Radio memberikan sensasi yang tak bisa media lain berikan, bernama emosi. Ya, benar sekali. Bermain emosi, inilah nilai sesungguhnya dari radio, yang juga dirasakan sepenuhnya oleh teman-teman istimewa kita, Adira dan kawan-kawan. Tak lupa, imajinasi.

Radio itu menyentuh secara personal, touching the deepest heart #tsaaah. Cocok ketika kita sedang bete, saat butuh informasi cepat, untuk menemani bersantai. Macam-macam!

Untuk itulah dalam dunia radio ada yang namanya segmen. Bahasa gampangnya, tema dari radio itu, atau bisa juga dikatakan marketing target pendengar, apakah untuk orang tua, anak-anak, atau anak muda.

Gak segampang yang kita kira! Bayangan pertama mungkin radio hanya butuh alat, lalu ada orang ngomong, terus disiarkan. But itu gak cukup bro! Radio juga perlu manajemen, dan ini beraaaat dan tak mudah kalau bukan profesional yang melakukannya. Serius!

Saat broadcast misalnya, harus ada harmonisasi antara voice, sound effect dan song yang pas dan tepat. Timing management! Persiapan juga harus dilakukan terlebih dahulu. Bahannya, daftar lagu, pembagian waktu, nyiapin narasumber kalo sedang wawancara. Bahkan, tiap hari Rabu, di Female Radio selalu diadakan rapat untuk persiapan satu minggu ke depan! #manteeeep

Paman Gery sendiri mengaku, dia harus sudah nongol di tempat kerjanya jam setengah lima pagi setiap hari untuk melakukan persiapan terlebih dahulu. Untung saja ini radio, yang orang tak harus tahu kalau-kalau penyiarnya masih memakai roll rambut atau baju tidur ketika siaran, hehe. #asiik

Ada lagi? Banyaaaak!

Paman Gery menceritakan, dulu ketika bencana Tsunami Aceh terjadi, komunikasi melalui jaringan telekomunikasi mati, dan orang-orang di Jakarta maupun belahan Indonesia lain belum tahu kondisi yang sebenarnya terjadi di Aceh. Kita baru tahu kalau di Aceh terjadi gempa dengan kekuatan besar.

Nah, di radio, Paman Gery mendapat kabar justru dari jaringan radio dari Thailand yang mengabarkan bahwa Pattaya hancur tersapu gelombang tsunami akibat gempa yang berasal dari Samudera Hindia. Tersadar, bahwa itu adalah gempa Aceh, maka lantas Paman berpikir, pasti di Aceh juga terjadi hal yang sama bahkan lebih dahsyat dampaknya. Dan ternyata benar, Aceh kala itu luluh lantak diterjang tsunami raksasa. Inilah radio, keren bukan. Bahkan dari jaringan radio lah pertama kali informasi tsunami Aceh diketahui jauh sebelum media lain termasuk media elektronik. Kok bisa? Inget perang kan? Dulu, komunikasi antarpasukan itu dilakukan melalui radio. Jadi radio memang sebagai media jjitu untuk menyampaikan informasi secara cepat.

Hal unik lain adalah tentang iklan di radio. Lucu gak sih dengerinnya? Karena gak bisa dilihat secara langsung, maka iklan di radio wajib memperhatikan gaya bahasa dan jenis suara pendukungnya. Harus diperhatikan juga sasaran produknya itu untuk siapa. Serius, santai, atau ceria, lepas, konyol, dsb. Meski hanya berdurasi satu menit, bahkan kurang, proses pembuatan iklan di radio itu membutuhkan waktu yang bisa mencapai 6 bulan!

Lagi! Lagi!

Oia, penyiar radio (broadcaster) itu kok kayaknya mudah banget ya bawain acara? Kata Paman Gery, bisa itu karena sudah biasa. Banyak belajar dan rajin berlatih. Tidak mudah sebenarnya, apalagi jika membawakan acara anak-anak, harus bisa menirukan banyak gaya bicara dan menemukan kata-kata pas agar bisa menyenangkan anak-anak.

“Kalau suaranya datar aja, boleh gak jadi penyiar?”tanya Adira semangat.

“Kenapa tidak? Jika memang cocok untuk segmen yang diminta, pas dengan konten acaranya, tentu gaya datar pun bisa kok buat penyiar. Contohnya, ketika sedang membaca berita. Kita pastinya tidak membawakannya dengan gaya seperti kita sedang memandu acara musik, curhat, atau dunia remaja.”begitu kira-kira jawaban Paman Gery, tetap dengan gaya ramahnya.

Tambahan yang lebih penting bagi penyiar radio. Pasti, ia harus memiliki suara yang cocok dengan segmen, kemampuan bicara, pengetahuan yang luas, artikulasi, dan pilihan kata/bahasa. Tak cukup itu, ia harus punya EMPATI. Jadi tak hanya sekadar bagus-bagusan suara aja. Karena, bayaran termahal yang diperoleh seorang broadcaster adalah kedekatan dan kepercayaan dari para pendengarnya. Bisa dibilang, karakter radio itu ditentukan oleh penyiarnya.

Penyiar radio juga dituntut untuk bisa smiling voice, sebagai salah satu bentuk profesionalisme mereka dengan tetap menjaga kualitas suara walaupun saat siaran lagi bete atau terkena musibah sekalipun. Bahkan ketika ayahanda Paman Gery meninggal, ia harus tetap terdengar ceria dan bersemangat saat membawakan acara. #hebaat!

Dunia radio memang unik kan ya…

Oia, sepanjang pembelajaran ini, kelas tak pernah sepi lho dari pertanyaan. Walau hanya belasan orang saja di situ, tapi antusiasmenya begitu tinggi. Apalagi teman-teman dari Kartunet, mereka tertawa, berekspresi, rajin bertanya dan selalu ceria! #terkesan

Makin bertambah terpukaunya kami ketika tahu, bahwa Adira saat ini sedang menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum UI dan Dimas, kawan besar kita dari Kartunet, telah menjadi Sarjana Sastra Inggris dari UI. Woooow! Luar biasa!

Sungguh, hari yang sangat berharga, penuh inspirasi. Dari mereka semua, saya belajar betapa ilmu itu sangat bernilai, bagi siapa saja, termasuk orang-orang dengan difabilitas seperti Adira dan kawan-kawan. Menjadi pengingat, bahwa ilmu itu harus kita datangi, bukan menunggu ia yang datang sendiri kepada kita.

Saya harus meniru semangat mereka, yang tak kenal menyerah karena keterbatasan. Mereka orang-orang hebat!

Saya bersama teman-teman Kartunet. Kaos ijo itu Paman Gery, disampingnya ada Adira, nah yang baju coklat itu Andri. Mbak @pasarsapi (mbak Nun) yang pake kaos merah. Trus didepannya itu saya!

Dan, acara akhirnya ditutup dengan foto bersama dan makan ayam! (hah, KFC lagi…@.@)

Belajar Radio Broadcasting Bareng Komunitas Tuna Netra
Ilmu itu harus didatangi bukan mendatangi. (Imam Syafi’i)

Semangat belajar, semangat hidup, perjuangan tak ada henti. Panorama paling indah di dunia ini, menyaksikan lukisan nyata kehidupan manusia yang tak kenal menyerah. Dari merekalah inspirasi, pelajaran yang berharga. Hebat, bermain makna yang memukau rasa. Ingin lebih, lebih, dan lebih, bertemu dengan orang-orang seperti ini, berbincang, bertukar cerita, berbagi arti, belajar.

Sabtu , 9 Juni 2012

Pagi sekali, jalanan Jakarta tak padat seperti biasa. Lengang, asyik. Depok-Senen yang memakan kurang lebih 80 menit waktu tempuh, hari ini diet menjadi 30 menit saja. Coba kalo Jakarta tak ada yang namanya macet, beuuh mantaap!

Di kawasan Cat Duko, tepatnya di depan gang Lontar, sudah menunggu sahabat saya, Andri, fans berat Kangen Band_karena kebetulan satu daerah_ mengenakan kaos bertema amplop surat buatan Hello Motion. Dia berjalan menghampiri, menenteng helm_yang sebenarnya lebih pas buat Vespa daripada motor bebek_sambil cengar-cengir, senang karena akhirnya jemputan datang.

Destinasi kita adalah SMK N 29, lebih dikenal dengan nama STM Penerbangan, sekolah yang beberapa waktu lalu masuk teve terkait dengan proyek Jabiru-nya yang memperkenalkan pesawat asli karya anak bangsa.

Tak tahu letak lokasi pasti acara yang akan kita datangi, Andri sudah mengantisipasi dengan sebuah teknologi terkini bernama Google Maps, yang nongol dari hape Android canggihnya. Layar menampilkan jalur-jalur yang disarankan untuk mencapai tempat tujuan. Terbaca di sana: Matraman, Tebet, Gatsu, Kebayoran Baru.

Sempat terpikir juga sih, ngapain muter ke Tebet terus ke Gatsu, padahal bisa shortcut ke Senayan via Sudirman. Haha, tapi ya sudahlah, kebetulan gak macet ini, lewat manapun bisa lebih santai. Jalan-jalan a la Google. Lagipula, si Andri memang lagi kepingin lewat Gatsu, belum pernah, dan takjub begitu melihat Patung Dirgantara alias Pancoran untuk pertama kalinya. Sadar masuk kawasan Kebayoran Baru, kita tertawa karena ternyata lokasi berjarak begitu dekat dengan Blok M (padahal sudah muter-muter)

Di sudut blok, bangunan hijau khas sekolah itu, akhirnya ditemukan. SMK N 29 Jakarta Selatan. Wah, jarum pendek jam masih jauh dari angka 10, kira-kira 45 menit lagi acara baru dimulai. Tepat di depan bangunan, ada kedai KFC. Kompak kita setuju untuk mampir dulu ke sana. Berlagak kaya pun dimulai, haha.

Cari paket yang paling murah deh #deepthinking. Melihat dompet yang lagi kurus #miris. Paket breakfast 15ribu akhirnya jadi pilihan, di gambar sih terlihat gedhe, menggiurkan, tapi…hehehe, enaklah, lumayan, 15 rupiahku, T.T.

Oke, 5 menit menjelang acara, menuju ke ruang Multimedia_sebenarnya sih ke toilet dulu. Masih sepi ternyata, hanya ada 5 orang di sana, itupun termasuk panitia. Karena memang acara ini hanya dihadiri 10 peserta saja. Sederhana. Tapi tunggu dulu, nantinya bakal luar biasa kok.

Eh, iya, lupa ngasih info. Acara ini tentang dunia penyiaran Radio. Diadakan oleh Akademi Berbagi Jakarta yang udah malang melintang mengadakan event-event belajar/seminar/roadshow gratis. So, sangat recommended untuk diikuti.

Setelah registrasi singkat, waktunya duduk nyante nunggu acara dimulai. Mbak Nun (terkenalnya mbak @pasarsapi), yang menghandle acara ini bilang kalau acara akan dimulai setelah teman-teman dari Kartunet datang, dan sekarang mereka sedang di taksi dalam perjalanan. Eh, Kartunet apaan sih? #mulaipenasaran.

Selang beberapa waktu, ada peserta lagi masuk. Di belakangnya, menyusul dua orang wanita datang. Wanita yang lebih tua usianya terlihat merangkul bahu wanita muda di sebelahnya. Mmm, manis (keharmonisannya!). Rupanya pasangan Bunda dan anak gadisnya. Eits, tapi ada yang lain, berbeda.

Sampai di mulut pintu, keduanya disambut hangat oleh mbak Nun dan panitia lain. Si Bunda say goodbye kepada buah hatinya,”Nanti Mama jemput ya Adira!” sambil senyum. Adira pun membalas dengan senyum dan kata iya kepada bundanya.

Mata yang jernih, tatapan yang sejuk itu ternyata hanya bisa melihat kegelapan saja. Adira bukan gadis seperti kebanyakan gadis lain. Dia tuna netra. Tapi, saya maupun Andri terpukau takjub, tak melihat sedikitpun wajah sedih atau lemah pada Adira. Hanya terbaca senyum dan semangat. Inspirasi.

Mbak Nun membantu Adira untuk duduk, memberi tahu Adira untuk sabar menunggu dulu teman-teman lain yang belum datang.

Gak cuma kita yang awas ini yang merasa bosan menunggu, lalu beralih ke dunia maia untuk obat suntuk, Adira pun, dengan keunikannya juga tak mau kalah. Dari dalam tasnya, sebuah smartphone ia ambil dan langsung ia mainkan. WOOOW! Kok bisa? #tambahtakjub

Laki-laki berkaos hijau yang sedang duduk di pojok depan menghampiri Adira, menyapanya.”Hai, Adira, kamu lagi ngapain dengan i-Phone itu?”

“Oh, ini, lagi foursquare,”tak ketinggalan senyumnya. Alat itu ia pegang dengan tangan kirinya, ia dekatkan dengan telinga sedang jari tangan kanannya dengan lincah memainkan layar sentuh. Amazing.

“Wow, ada aplikasinya ya di i-Phone,”lanjut laki-laki itu.”Jadi kamu bedainnya pake suara yang muncul ya, Adira?”

“Iya.”

That’s it! Adira memiliki kepekaan pendengaran yang mungkin jauh lebih tinggi dibanding kita. Dan tentunya, kemampuan rasa untuk membedakan jenis bunyi yang sudah terlatih dengan sendirinya. Mau tak mau, orang-orang seperti Adira memang harus menajamkan indera pendengaran untuk membantu menjalankan aktivitas mereka.

Tiga puluh menit berlalu, rombongan yang dinanti datang juga. Mbak Nun dan lainnya menyambut mereka dengan gembira. “Nah, akhirnya teman-teman kita dari Kartunet datang!”

Pelan-pelan, hati-hati, mereka duduk di jajaran kursi paling depan, sedang, kami ada di belakang mereka. Acara pun segara dimulai.

Laki-laki tadi, yang berkaos hijau, memosisikan diri di depan ruang, sebagai pengisi acara.

Ternyata beliau adalah Paman Gery. Bagi penikmat radio, utamanya Female Radio tiap pagi, pasti tak asing lagi dengan penyiarnya yang sering disapa Paman Gery. Dan sekarang, ia sudah ada dihadapan kami untuk berbagi ilmu! Beruntungnya…. #happy

Setelah memperkenalkan diri, Paman Gery satu per satu menyapa kami, berkenalan. Teman-teman istimewa di barisan depan sangat jelas terpancar semangat mereka, sekali lagi saya takjub.

Kartunet ternyata Karya Tuna Netra, sebuah organisasi kepemudaan yang berfokus pada penggunaan teknologi informasi untuk pemberdayaan pemuda dengan disabilitas di Indonesia. #barutau

Dua jam ke depan itu rasanya begitu singkat, saking serunya berdiskusi dan belajar bersama tentang Radio Broadcasting. Kita tenggelam dalam suasana belajar yang menyenangkan. Tahu bagaimana sejarah perkembangan radio, uniknya radio dari media yang lain.

Walau pernah ada orang yang mengatakan, setelah era kemunculan TV maka radio didapuk bakal mati, nyatanya, radio makin eksis sampai kini. Radio memberikan sensasi yang tak bisa media lain berikan, bernama emosi. Ya, benar sekali. Bermain emosi, inilah nilai sesungguhnya dari radio, yang juga dirasakan sepenuhnya oleh teman-teman istimewa kita, Adira dan kawan-kawan. Tak lupa, imajinasi.

Radio itu menyentuh secara personal, touching the deepest heart #tsaaah. Cocok ketika kita sedang bete, saat butuh informasi cepat, untuk menemani bersantai. Macam-macam!

Untuk itulah dalam dunia radio ada yang namanya segmen. Bahasa gampangnya, tema dari radio itu, atau bisa juga dikatakan marketing target pendengar, apakah untuk orang tua, anak-anak, atau anak muda.

Gak segampang yang kita kira! Bayangan pertama mungkin radio hanya butuh alat, lalu ada orang ngomong, terus disiarkan. But itu gak cukup bro! Radio juga perlu manajemen, dan ini beraaaat dan tak mudah kalau bukan profesional yang melakukannya. Serius!

Saat broadcast misalnya, harus ada harmonisasi antara voice, sound effect dan song yang pas dan tepat. Timing management! Persiapan juga harus dilakukan terlebih dahulu. Bahannya, daftar lagu, pembagian waktu, nyiapin narasumber kalo sedang wawancara. Bahkan, tiap hari Rabu, di Female Radio selalu diadakan rapat untuk persiapan satu minggu ke depan! #manteeeep

Paman Gery sendiri mengaku, dia harus sudah nongol di tempat kerjanya jam setengah lima pagi setiap hari untuk melakukan persiapan terlebih dahulu. Untung saja ini radio, yang orang tak harus tahu kalau-kalau penyiarnya masih memakai roll rambut atau baju tidur ketika siaran, hehe. #asiik

Ada lagi? Banyaaaak!

Paman Gery menceritakan, dulu ketika bencana Tsunami Aceh terjadi, komunikasi melalui jaringan telekomunikasi mati, dan orang-orang di Jakarta maupun belahan Indonesia lain belum tahu kondisi yang sebenarnya terjadi di Aceh. Kita baru tahu kalau di Aceh terjadi gempa dengan kekuatan besar.

Nah, di radio, Paman Gery mendapat kabar justru dari jaringan radio dari Thailand yang mengabarkan bahwa Pattaya hancur tersapu gelombang tsunami akibat gempa yang berasal dari Samudera Hindia. Tersadar, bahwa itu adalah gempa Aceh, maka lantas Paman berpikir, pasti di Aceh juga terjadi hal yang sama bahkan lebih dahsyat dampaknya. Dan ternyata benar, Aceh kala itu luluh lantak diterjang tsunami raksasa. Inilah radio, keren bukan. Bahkan dari jaringan radio lah pertama kali informasi tsunami Aceh diketahui jauh sebelum media lain termasuk media elektronik. Kok bisa? Inget perang kan? Dulu, komunikasi antarpasukan itu dilakukan melalui radio. Jadi radio memang sebagai media jjitu untuk menyampaikan informasi secara cepat.

Hal unik lain adalah tentang iklan di radio. Lucu gak sih dengerinnya? Karena gak bisa dilihat secara langsung, maka iklan di radio wajib memperhatikan gaya bahasa dan jenis suara pendukungnya. Harus diperhatikan juga sasaran produknya itu untuk siapa. Serius, santai, atau ceria, lepas, konyol, dsb. Meski hanya berdurasi satu menit, bahkan kurang, proses pembuatan iklan di radio itu membutuhkan waktu yang bisa mencapai 6 bulan!

Lagi! Lagi!

Oia, penyiar radio (broadcaster) itu kok kayaknya mudah banget ya bawain acara? Kata Paman Gery, bisa itu karena sudah biasa. Banyak belajar dan rajin berlatih. Tidak mudah sebenarnya, apalagi jika membawakan acara anak-anak, harus bisa menirukan banyak gaya bicara dan menemukan kata-kata pas agar bisa menyenangkan anak-anak.

“Kalau suaranya datar aja, boleh gak jadi penyiar?”tanya Adira semangat.

“Kenapa tidak? Jika memang cocok untuk segmen yang diminta, pas dengan konten acaranya, tentu gaya datar pun bisa kok buat penyiar. Contohnya, ketika sedang membaca berita. Kita pastinya tidak membawakannya dengan gaya seperti kita sedang memandu acara musik, curhat, atau dunia remaja.”begitu kira-kira jawaban Paman Gery, tetap dengan gaya ramahnya.

Tambahan yang lebih penting bagi penyiar radio. Pasti, ia harus memiliki suara yang cocok dengan segmen, kemampuan bicara, pengetahuan yang luas, artikulasi, dan pilihan kata/bahasa. Tak cukup itu, ia harus punya EMPATI. Jadi tak hanya sekadar bagus-bagusan suara aja. Karena, bayaran termahal yang diperoleh seorang broadcaster adalah kedekatan dan kepercayaan dari para pendengarnya. Bisa dibilang, karakter radio itu ditentukan oleh penyiarnya.

Penyiar radio juga dituntut untuk bisa smiling voice, sebagai salah satu bentuk profesionalisme mereka dengan tetap menjaga kualitas suara walaupun saat siaran lagi bete atau terkena musibah sekalipun. Bahkan ketika ayahanda Paman Gery meninggal, ia harus tetap terdengar ceria dan bersemangat saat membawakan acara. #hebaat!

Dunia radio memang unik kan ya…

Oia, sepanjang pembelajaran ini, kelas tak pernah sepi lho dari pertanyaan. Walau hanya belasan orang saja di situ, tapi antusiasmenya begitu tinggi. Apalagi teman-teman dari Kartunet, mereka tertawa, berekspresi, rajin bertanya dan selalu ceria! #terkesan

Makin bertambah terpukaunya kami ketika tahu, bahwa Adira saat ini sedang menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum UI dan Dimas, kawan besar kita dari Kartunet, telah menjadi Sarjana Sastra Inggris dari UI. Woooow! Luar biasa!

Sungguh, hari yang sangat berharga, penuh inspirasi. Dari mereka semua, saya belajar betapa ilmu itu sangat bernilai, bagi siapa saja, termasuk orang-orang dengan difabilitas seperti Adira dan kawan-kawan. Menjadi pengingat, bahwa ilmu itu harus kita datangi, bukan menunggu ia yang datang sendiri kepada kita.

Saya harus meniru semangat mereka, yang tak kenal menyerah karena keterbatasan. Mereka orang-orang hebat!

Saya bersama teman-teman Kartunet. Kaos ijo itu Paman Gery, disampingnya ada Adira, nah yang baju coklat itu Andri. Mbak @pasarsapi (mbak Nun) yang pake kaos merah. Trus didepannya itu saya!

Dan, acara akhirnya ditutup dengan foto bersama dan makan ayam! (hah, KFC lagi…@.@)

dikopi dari tulisan Muhammad Amin di http://thekeyisyou.wordpress.com/2012/06/11/belajar-radio-broadcasting-bareng-komunitas-tuna-netra/