Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Delapan tahun ngeblog itu luar biasa nikmatnya, bagaimana caranya?

20131230-115505.jpg

Sejak 2005 saya menulis di blog setelah mendapat informasi adik saya Agus Sampurno, pemilik glog http://gurukreativ.wordpress.com …. Tak terasa sudah memasuki tahun ke delapan, ada yang bertanya, bagaimana saya bisa konsisten menulis bertahun-tahun, di bawah ini adalah tips mempertahankan konsistensi ngeblog:

1. Membaca, adalah langkah awal menghimpun ide tulisan, membaca berita di detik.com, media cetak, buku, majalah, atau apa saja tumbuhkan ide tukisan untuk blog, dari ide dasar berdasarkan bacaan itu, saya menuliskan posting di blog saya.

2. Download aplikasi blog di handphone, tablet atau gadget bisa membuat nyaman posting di blog pada berbagai tempat dan suasana; saat menunggu, ketika terjebak macet, waktu mengikuti rapat, selesai makan, ketika beristirahat atau kapan saja saya memiliki kesempatan, termasuk saat (maaf) buang air besar.

3. Saat ada ide menulis, tulis saja berapapun yang bisa ditulis saat itu, saya menjadwalkan tusan saya akan terbit tanggal berapa, pukil berapa, sehingga jika sedang banyak ide saya bisa menulis tujuh tulisan, maka saya jadwalkan terbit setiap hari sepanjang minggu depan, jika saya sibuk atau sedang tak punya ide, tulisan baru tetap muncul di blog saya.

4. Saat saya merasa tak punya ide untuk ditulis, saya posting foto untuk mengenang peristiwa atau video lagu yang sedanginginsaya nyanyikan.

5. Mengunjungi blog orang lain bisa mendatangkan ide bahan tulisan, saya berusaha mengunjungi blog orang yang memberi komentar di posting saya, sebagai ucapan terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, saya juga meninggalkan komentar di blog yang bersangkutan.

6. Anda punya tambahan …. silahkan tulis di kommentar.

Terima kasih buat Anda pembaca setia blog saya atau Anda yang tak sengaja menemukan blog saya, semoga bermanfaat, selamat tahun baru …. Semoga Anda selalu sehat & lebih sukses di tahun 2014.


1 Comment

Melompatlah setinggi yang kita bisa, happy deh

20131227-083850.jpg
Saat menikmati album fanpage facebook saya, menemukan foto di atas, kenangan OUTBOND Tim Lomba Keterampilan Siswa -LKS DKI Jakarta 2011 yang akan maju berkompetisi ke LKS Tingkat Nasional … Bapak Suharto memimpin peserta untuk lompat setinggi mungkin, sebuah simbol untuk meraih prestasi setinggi yang kita bisa … miss u all.


Leave a comment

lahir murid yang lulus UN & punya budaya & karakter yang baik

dv617050

katanya kalo mau sukses harus optimis, trus yang pesimis bakal ngga sukses
sebenarnya mau bersikap optimis atau pesimis itu pilihan hidup,
silahkan aja karena hidup itu saling melengkapi,
di dunia penerbangan yang optimis mendisain dan bikin pesawat
yang pesimis mendisain parasut & alat-alat keselamatan

di dunia otomotif yang optimis mendisain dan bikin mobil
yang pesimis mendisain airbag & alat-alat keselamatan
di sekolah yang senang Ujian Nasional, silahkan drill murid-murid,
yang pesimis mendisain & praktekkan pendidikan budaya & karakter

indikator dari keberhasilan kedua aliran ada di produktifitas
hasil kerja kaum optimis & pesimis di dunia penerbangan & otomotif
bisa digabungkan dan keduanya sangat dibutuhkan manusia
di sekolah, harusnya kedua aliran itu bisa disatukan dalam bingkai produktifitas
sehingga lahir murid yang lulus UN & punya budaya & karakter yang baik


1 Comment

nama murid ada di data tapi mereka jadi warga yang tak punya harga, semoga sekolah tak seolah-olah

???????????????????????????????

Di Negeri Paman Besut
Guru-guru bergairah berseragam
murid-murid tak mau kalah sama berseragam
tiba di sekolah sibuknya beragam

Mencari sarapan buat ganjel perut
guru dan murid sarapan di sekolah berbeda ruang
lanjut belajar di kelas kejar target Ujian Nasional
perubahan kurikulum belasan kali tak merubah pola di kelas
karena ukuran sukses tak berubah, prosentase kelulusan ujian nasional

murid tak tertib berseragam guru tak peduli
murid tak sopan berbicara guru seperti tak mendengar
murid berkegiatan pulang sekolah tak boleh
murid harus langsung pulang ke rumah
murid dicurigai bakal bikin video mesum di sekolah

kegiatan ekstra kurikuler seolah ada
jadwalnya terpampang di spanduk dan mading
tapi prestasi tak bersanding karena latihan cuma seadanya
organisasi murid cuma terpasang di kantong
tapi tak berjalan walau berganti pengurus selalu

target lulus 100 % mudah dicapai
tapi murid bingung mau kerja dimana
tak pasti mau kuliah dimana
karena tampil rapih dan bicara bersih pun murid belum mampu

tahun ajaran baru guru sibuk keals baru
para alumni berjalan tak pasti lewati hari
guru seolah lupa pada mereka seperti alumni yang juga lupa gurunya
nama murid ada di data tapi mereka jadi warga yang tak punya harga
semoga sekolah tak seolah-olah


Leave a comment

Angkutan umum seolah-olah

1339049846401058683-2
di Negeri Paman Besut
orang berebut jadi wakil rakyat
berlomba jadi kepala desa, bupati, walikota, gubernur, presiden
saat kampanye berjanji bakal urus rakyat dan bikin sejahtera

hampir seratus tahun merdeka
coba lihat angkutan umum di desa, di kota & di negara itu
penduduk sulit berpergian kemana-mana
mereka memaksakan memiliki sepeda motor walau dengan cara kredit
yang tak mampu harus naik ojek yang mahal bayarnya

yang lebih berpunya memaksakan diri memiliki mobil
hanya untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya
saat hari libur atau hari raya
penduduk kesulitan transportasi ke kampung halaman

pesawat mahal dan sangat terbatas
kereta api lebih murah tapi sedikit daya angkutnya
bis menaikkan harga tiket sesukanya
seperti dia berhenti dimanapun sesukanya

penduduk berusaha sendiri naik mobil bahkan sepeda motor
jarak ratusan hingga ribuan kilometer dirayapi jutaan motor & mobil
bahkan ada yg gunakan bajaj walau bikin telinga menganga
pak polisi kehabisan cara untuk atasi kemacetan
tak sedikit mayat bergeletakan

Di Ibukota Negeri rakyat berebut sebidang jalan
buat berburu waktu menuju ke tujuan
jalur khusus tak lagi khusus
bukan lagi macet tapi seperti terkunci

Untungnya
penduduk negeri paman besut amat baik
mereka tak pernah marah, tak banyak menuntut dan mudah lupa
tak menagih janji para pengumbar saat kampanye
tak meminta tarun penguasa walau tak bisa
tak marah liat aparat mainkan kekuasaan, berpundi raksasa
bermobil ceper, bergaung sirine, berbelanja tak hingga
sementara rakyatnya menikmati transportasi seolah-olah


Leave a comment

Pengantar koran & teknologi informasi, makasih yah

Namanya Erwin
Kami sudah berjumpa sejak 1994
Dia mengantar koran dan majalah buat kami
Pagi tadi saya masih berjumpa dengannya
Selalu ada yang kami bocarakan saat jumpa walau sesaat
Terlihat dia banyak baca dan banyak tahu

Saat ini kelebat berita santer di twitter
Kehausan informasi seperti sudah terpuaskan
Kalau dulu Erwin mengantar koran setiap hari
Kini dia mengantar koran dan majalah seminggu sekali
Karena ada yang kurang jika Sabtu & Minggu tak membaca koran & majalah tertentu

Saya ingin berterima kasih kepada Erwin & para pengantar koran lainnya
Yang setia mengantar informasi ke halaman rumah saya
Menembus pagi yang gelap, dingin, kadang ditemani rintik hujan
Mereka tetap setia jalankan profesinya
Dalam era teknologi informasi yang makin canggih
Akankah saya tak jumpa lagi dengan Erwin?