Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


1 Comment

Anda mempunyai acara & ingin merilisnya ke media cetak & elektronik BERKELAS?

Foto Siswa/i SMKN 36 Jkt di Kompas

Berawal dari KABAR yang UNIK

1. Kegiatan Anda harus UNIK, Jangan sama dengan yang pernah ada … kalaupun sama, buatlah suatu pembeda yang membuat orang tertarik dan terpesona. BERANI TAMPIL BEDA

2. Kabarkan kegiatan Anda atau organisasi Anda lewat berbagai media, misalnya website, blog, dll

3. Ikuti kegiatan pameran, eksebisi, fair, atau kegiatan lain yang membuat banyak orang melihat kegiatan Anda

4. Konsisten dengan kegiatan unik atau keunggulan yang Anda miliki, terus ekspose sendiri di media sendiri seperti website atau blog. Jangan lupa cantumkan kontak person di website atau blog Anda agar media bisa menghubungi Anda

Saya di Indovision Ch 95, Jan 2009

5. Kabarkan tentang kegiatan Anda dengan mengirimkan press release kepada media lewat email disertai foto-foto kegiatan, jangan lupa sertai No Telp kontak person yang bisa dihubingi

6. Undang wartawan surat kabar atau TV lewat telepon, surat dan email. Lebih baik jika Anda atau teman anda memiliki jaringan atau relasi di media, prosesnya akan makin cepat.

Setelah Anda lakukan langkah-langkah diatas, silahkan tunggu … kalau tak dimuat artinya kegiatan Anda tak layak jadi berita … jangan sedih, karena yang lebih penting adalah tujuan kegiatan anda untuk masyarakat atau anggota organisasi Anda.

Jika masih ingin dimuat di media, langkah pamungkasnya adalah melalui iklan yang bertarif tertentu dengan satuan harga per mm kolom atau detik.

Selamat pagi pembaca, butuh publikasi? silahkan kontak kami


5 Comments

Cara HADAPI WARTAWAN BODREK

banyak dijual di tukang koran

beberapa kali diwawancara atau diliput media seperti KOMPAS, BBC, MEDIA INDONESIA, POSKOTA, MOM & KIDDIE, dan beberapa RADIO FM, ada kesamaan ciri-ciri mereka, yaitu:

1. Menghubungi nara sumber lebih dulu sebelum datang
2. Menyapaikan apa materi wawancara yang akan dilakukan
3. Datang sesuai waktu yang disepakati
4. Tidak membawa contoh cetakan media (karena banyak dijual di masyarakat)
5. Selesai wawancara tak meninta dan tak mau diberi uang
6. Setelah dimuat tak datang lagi untuk meminta imbalan

Mom & Kiddie Juli 2007


Ciri-ciri wartawan bodrek adalah sbb:
1. Tidak menghubungi nara sumber lebih dulu sebelum datang
2. Tidak menyapaikan lebi dulu apa materi wawancara yang akan dilakukan
3. Datang tiba-tiba tanpa kabar sebelumnya
4. Membawa contoh cetakan media (karena tidak ada dijual di masyarakat)
5. Selesai wawancara meninta diberi uang
6. Setelah dimuat datang lagi untuk meminta imbalan

Cara mengatasinya adalah:
1. Biasakan menerima tamu yang sudah berjanji datang kecuali teman-teman dari Dinas (walau biasanya mereka datang juga dengan perjanjian)
2. Buat prosedur penerimaan tamu dengan membuat buku tamu, minta tamu menulis data lengkapnya … khusus wartawan atau yang tak anda minati … fotokopi dulu KTP-nya
3. Tugaskan satu atau dua orang staf Anda utk menerima tamu yg tak hendak anda temui … lama kelamaan dia akan punya cara hadapi para “pengganggu”
4. Jangan pernah memberi uang, krn sekali diberi dia akan kabarkan pada teman-tamannya dan datang ke tempat anda, termsuk ybs akan datang lagi
5. …

Selamat siang pembaca, anda punya cara lain?


6 Comments

NO TELPON service AC YANG JUJUR

terima kasih Bang Iyang

Saya posting tulisan tentang pengalaman Saya dengan Tukang Service AC yang Jujur … ternyata banyak komentar dan kontak yang tanyakan no telepon serta lokasinya … inilah wajang BANG IYANG pemilik service AC dan no teleponnya, smg bermanfaat.

Selamat pagi pembaca, Anda perlu service AC Mobil?


3 Comments

GURU yang TERGANTUNG ARAH ANGIN

Apa kabar pembaca, Anda guru? apakah termasuk guru yang baik (putih), tak baik (hitam), atau ga jelas (abu-abu) … silahkan simak tulisan blogger Guru Kreatif berikut ini:

Saya mau berubah menjadi guru yang lebih baik asal…..

Golongan guru yang ini yang paling banyak terdapat di sekolah. Golongan yang bersikap abu-abu, hitam tidak, putih juga tidak. Artinya sekolah perlu membuat sebuah sistem yang mengatur ‘reward and consequences’ atau ‘penghargaan dan konsekuensi’ bagi guru tipe ini.

Sekolah sebagai institusi pendidikan memang tidak bisa menghindar dari kewajiban untuk berubah. Untuk bisa bersaing dan menjadi yang terbaik bagi siswa, maka berubah adalah sebuah keniscayaan. Karena saat bersikap terhadap perubahan tidak semua guru memandangnya positip apalagi jika sekolah tidak punya sistem komunikasi yang baik dalam menjelaskan kepada guru kenapa harus dan perlu berubah. Istilah perubahan di sini bisa mengacu kepada banyak hal di sekolah. Dari perubahan mengenai kompetensi, profesionalitas sampai perilaku guru.

Sayangnya presentasi guru yang mengucapkan hal diatas banyak sekali terdapat di sekolah. Mari kita identifikasikan jenis guru tersebut.

Guru tipe ini ciri-cirinya adalah

  1. memandang profesinya adalah hanya sebagai ladang mencari nafkah untuk keluarga atau dirinya sendiri.
  2. Mudah berganti profesi jika ada kesempatan yang lebih baik
  3. punya  idealisme misalnya ‘demi masa depan siswa yang lebih baik’ hanya saja idealismenya tergantung arah angin artinya tidak tentu.
  4. perlu ‘diasuh’ oleh pemimpin dan pengelola sekolah yang terus menerus berusaha menghidupkan ‘api’ atau gairah guru seperti ini agar selalu mau berubah kearah yang lebih baik.
  5. Membutuhkan  penghargaan (tidak harus berupa nominal) yang jelas jika ia melakukan tindakan perubahan
  6. Membutuhkan konsekuensi yang transparan dan tegas baru mereka mau ikut arus perubahan.
  7. Mudah dipengaruhi oleh guru yang ‘keras’ dan menolak untuk berubah  dan mudah terseret untuk masuk geng guru yang seperti punya ‘Negara dalam Negara’ di sekolah.
  8. Mudah mengeluh mengenai banyaknya administrasi yang mesti dikerjakan, orang tua yang rewel, sampai siswa yang tidak sesuai harapan
  9. Sangat sensitif dan ngotot untuk masalah gaji dan pengupahan, tapi bukan kualitas kerja
  10. Menganggap kepala sekolah, yayasan dan pengelola sekolah lainnya sebagai ‘Superman’ atau orang yang sempurna dan tidak boleh salah dan mampu menyelesaikan semua masalah tanpa kerja sama dengan guru.

Selamat pagi pembaca, mau berubah?


Leave a comment

K3 – Karena Kucinta Kau

dah lama saya ga posting lagu … pagi ini tiba-tiba pengen nyanyi lagu BCL, “Karena Kucinta Kau”, selamat menikmati lagu dan syairnya di bawah ini:

Jika ada yang bilang ku lupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku tak setia
Jangan kau dengar

Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau

Jika ada yang bilang ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku berubah
Jangan kau dengar

Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau

Reff:
Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau

Jika kau tak percaya pada ku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedih hatiku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau

Back to Reff:

Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Kau tahu ku juga ingin denganmu
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau


Leave a comment

MEMALUKAN; kalah sama anak 3,5 th

Usianya baru 3,5 tahun
Mengidupkan dan mematikan Notebook sudah sesuai aturan
Tak gunakan mouse, trampil dengan touchpad

Di Negeri Hautu
Orang dewsa yang usianya sudah sepuluh kali
atau lebih dari anak itu
Tak bisa sama sekali gunakan IT

belajar sejak kecil

Begini alasannya:


Saya Presiden
Ada Menteri yang bekerja buat Saya
Saya Menteri
Ada Dirjen yang bekerja buat Saya
Saya Dirjen
Ada Direktur yang bekerja buat Saya
Saya Direktur
Ada Kepala Biro yang bekerja buat Saya

Saya Kepala Dinas Pendidikan
Ada Kepala Bidang yang bekerja buat Saya
Saya Kepala Bidang
Ada Kepala Seksi yang bekerja buat Saya
Saya Kepala Seksi
Ada Kepala Sekolah yang bekerja buat Saya
Saya Kepala Sekolah
Ada Wakil Kepala Sekolah yang bekerja buat Saya
Saya Wakil Kepala Sekolah
Ada Kaprog yang bekerja buat Saya
Saya Kaprog
Ada Staf atau Asisten yang bekerja buat Saya
Saya Asisten
Ada Guru yang bekerja buat Saya

Saya Guru
Ada Tata Usaha yang bekerja buat Saya
Saya Tata Usaha yang sudah tua
Kalau kerja di depan monitor mata Saya tak kuat

Lalu …
Bangsa Hautu
Lenyap ditelan waktu
Karena semua berkelit seperti hantu
Yang tak mau terlihat, kecuali oleh yg mampu

Selamat pagi pembaca, apa alasan Anda mau belajar IT?