Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


1 Comment

merespon survey profesi guru

Dulu
Banyak orang tua
yang melarang anak-anaknya jadi Guru
mereka mendorong buah hatinya
untuk jadi Dokter, Insinyur, Tentara dan Polisi

Hingga beberapa tahun terakhir
minat penduduk negeri untuk jadi guru
sedikit sekali
membuat banyak IKIP berganti baju
menjadi Universitas

Kini pemerintah mulai sadar
Guru kini lebih diperhatikan
Profesi Guru dihargai, dihormati
Pahlawan tanpa tanda jasa
kini berubah jadi
profesi yang tinggi tunjangannya

Jajak pendapat
yang dilakukan Kompas tgl 19 – 20 Nopember 2008,
pada 811 responden berusia 17 tahun ke atas
yang dipilih dari buku petunjuk telepon
Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, Medan, Padang,
Pontianak, Banjarmasin, Makkasar, Manado dan Jayapura,
dengan tingkat kepercayaan 95 %, menunjukkan bahwa
kini para orang tua mulai menghargai profesi guru

Pertanyaannya;
“Jika Anda sudah atau nantinya akan memiliki anak,
apakah merestui jika anak Anda
ingin berprofesi sebagai Guru?”

92,1 % Merestui
7,6 % Tidak merestui
0,3 % Tidak menjawab

Jika saat ini Anda
menjadi Guru dan masih belum bangga
dengan profesi Anda,
atau masih santai,
mengajar asal-asalan
dulu alasanya;
“tak perlu serius,
karena profesi kita tanpa tanda jasa”

Bangkitlah para guru
negara kini menghargaimu
akan banyak guru muda yang berkualitas
guru yang tak kembangkan diri
akan tergerus oleh mereka

Selamat pagi pembaca, Anda serius jalani profesi?


Leave a comment

Mendahului Kongres Guru Indonesia 2008

Bp. Kenneth J. Cock dan  Ibu Wendi Armando

Bp. Kenneth J. Cock dan Ibu Wendi Armando

Mungkin Bp. Kenneth J. Cock
petinggi Teacher Institut Sampoerna Foundation
mengamati salah satu penyebab
hambatan pengembangan pendidikan
adalah guru yang enggan berubah

Saat memberi sambutan yang bersahaja pada penutupan
Kongres Guru Indonesia 2008
beliau mengungkap kata kunci
untuk dibawa pulang 1000 lebih guru
dari seluruh Indonesia
“berubah”

Saya merasakan hal yang sama
hampir empat tahun
mengelola sekolah
amat tak mudah
meniupkan iklim berubah

Beberapa hari
sebelum Kongres Guru Indonesia 2008
saya menulis
“Kita harus berubah setiap saat”
Silahkan lihat disana

Tulisan terkait:
Berubah setiap saatSelamat hari guru untuk Anda yang out of the box
Membedakan guru dan topeng monyet
Selamat tahun ajaran baru
Guru tawakal

Selamat pagi pembaca, apa perubahan pada diri anda saat ini


Leave a comment

tentang kemarin

Kemarin
pagi hari koordinasi di SMK Negeri 3
lalu ke SMK 27 lanjutkan kerja menyusun soal
tuntas hingga pk 16.30
ke Mangga dua cari net book dan service remote preeentasi
hingga maghrib

Jumpai sahabat
di SMP Labshool Rawamangun
support Pak Wijaya yang mau presentasi
di babak final lomba keberhasilan guru Depdiknas

Makan malam bersama beliau
hingga lebih pk 21.00
kemudian meluncur
jumpai orang-orang tercinta

Selamat siang pembaca, apa kesibukkan anda kemarin?


1 Comment

Bekerja sama tim Matematika DKI Jakarta

guru matematika pilihan

guru matematika pilihan

Kegiatan penyusunan Kisi-kisi dan soal TKM/Try Out Mata Pelajaran Matematika SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta, dibawah koordinasi Kasie Kurikulum Subdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta, pada foto (dari kiri) tampak; Elvis Purba, M.Sc SMK Negeri 17 Jakarta, Dr. Yusmiyanti Sukin, SMK Negeri 51 Jakarta, Pratikno, M.Si, SMK Negeri 14 Jakarta, Toali, S.Pd, SMK Yadika Jakarta, Mochammad Wahid, MT. SMK Negeri 36 Jakarta dan Zainuddin Idris, MA, SMK Negeri 45 Jakarta.

Selamat sore pembaca, dengan siapa anda bekerja hari ini?


11 Comments

Selamat hari Guru untuk Anda yang “OUT OF THE BOX”

Selamat Hari Guru Nasional
untuk Bapak Ibu Guru
yang rajin membaca,
langganan surat kabar, majalah, internet,
membaca referensi yang diperbaharui,
berdiskusi dengan sejawat,
ikut organisasi,
selalu siap berubah
ke arah yang lebih baik

Mohon maaf
silahkan berhenti jadi guru
untuk Bapak Ibu Guru
yang yang tak mau membaca,
tidak langganan surat kabar, majalah, internet,
membaca referensi yang itu-itu saja sejak dulu,
gemar nonton sinetron dan infotainment,
malas berdiskusi pertajam profesionalisme dengan sejawat,
tak mau ikut organisasi,
enggan berubah
ke arah yang lebih baik
maunya tetap seperti dulu

Karena ke depan
akan muncul guru-guru baru
yang akan diangkat
mereka dari generasi hebat
karena negara kini sadar kekeliruannya sejak dulu
guru kini disejahterakan
dan kita harus mencari ganti
lagu “pahlawan tanda jasa”
karena guru kini dihargai jasanya

Jadilah guru yang OUT OF THE BOX
luar biasa … lebih hebat dari guru yang lain

Selamat pagi pembaca, seberapa profesionalkah anda saat ini?


3 Comments

Ikut serta Penyusunan Kisi-kisi dan soal TKM/Try Out Dinas Dikmenti DKI Jakarta

Hj. Rita Aryani, MM Kasi Kurikulum Subdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta

Hj. Rita Aryani, MM Kasi Kurikulum Subdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta

Bertempat di Hotel Edotel SMK Negeri 37 Jakarta, dilakukan kegiatan penyusunan Kisi-kisi dan soal TKM/Try Out Mata Pelajaran Ujian Nasional SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta, dibawah koordinasi Kasie Kurikulum Subdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta, pada foto tampak Ibu Hj. Rita Aryani, MM dan Bp. Dr. Safari, M.A., APU. Kegiatan berlangsung sejak hari ini sampai dengan Jumat 28 Nopember 2008, diikuti oleh 30 penyusun kisi-kisi dan soal didampingi oleh para pengawas paket di lingkungan dinas dikmenti DKI Jakarta.

Selamat sore pembaca, seberapa produktif anda hari ini?


5 Comments

Kabarkan perubahan jam masuk sekolah di Jakarta

Murid SMK Negeri 3 Jakarta

Murid SMK Negeri 3 Jakarta

Jam masuk sekolah di Jakarta akan dimajukan 30 menit menjadi pukul 06.30 dari selama ini pukul 07.00, mulai 1 Januari 2009. Perubahan jam masuk itu bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas antara 6 persen sampai maksimal 14 persen.

 

Wakil gubernur DKI Jakarta Prijanto menyampaikan hal itu di Balaikota Jumat siang ini (21/11),usai mengadakan rapat pimpinan dengan sejumlah instansi terkait di lingkungan pemprov DKI.

Namun hasil rapat tersebut masih akan dilaporkan ke gubernur DKI Fauzi Bowo yang saat ini sedang berada di luar negeri. “Kalau nanti gubernur menyatakan iya (setuju) perubahan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2009,” kata Prijanto.

Sementara itu jam masuk kantor pegawai negeri sipil tidak mengalami perubahan yaitu pukul 07.30. Sedangkan untuk kantor-kantor swasta, pemprov hanya akan menyampaikan imbauan tentang jam buka yang akan berbeda-beda di setiap wilayah.

Untuk kantor swasta di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat diimbau agar mulai beroperasi pukul 07.30. Jakarta Barat dan Jakarta Timur mulai beroperasi pukul 08.00, dan Jakarta Selatan pada pukul 09.00.

Perbedaan jam buka untuk kantor-kantor swasta itu, kata Prijanto berdasarkan fakta bahwa sebaran kantor-kantor swasta di Jakarta tidak merata. “Kantor swasta paling banyak adanya di Jakarta Selatan. Di Jakarta Pusat tidak terlalu banyak. Jadi kalau jam bukanya bersamaan dengan kantor pemerintah tidak ada masalah,” katanya.

Pemprov mengusulkan skenario perubahan jam sekolah dan jam masuk kantor ini, kata Prijanto, setelah mendapat hasil survey dari PT Pamintori Cipta, lembaga yang memang disewa oleh pemprov.

Berdasar hasil surveynya, pada tahun 2008 ini di Jakarta setiap hari terjadi 20,7 juta perjalanan. Dari angka itu, 3 persen perjalanan menggunakan kereta, 57 persen menggunakan kendaraan bermotor, 40
persen adalah perjalanan non motorized.

Sementara dari sisi tujuan, perjalanan ke tempat kerja sebanyak 5,6 juta perjalanan (32 persen) ke sekolah 5,3 juta (30 persen), berbelanja 2,1 juta (12 persen), tujuan bisnis 1,4 juta (8 persen)
serta lain-lain 3,1 juta (18 persen).

Data dari Pamintori juga mengungkapkan perjalanan dengan kendaraan ke tempat kerja tercatat sebanyak 48 persen, ke sekolah 14 persen, tempat belanja 12 persen, bisnis 8 persen, lain-lain 18 persen.

Angka jumlah perjalanan dari hasil survey ini berbeda dengan angka yang dikeluarkan Polda Metro Jaya. Berdasar data Polda Metro Jaya, total perjalanan per hari warga Jakarta hanya 17,1 juta perjalanan.

Sumber: Kompas

Selamat siang pembaca, siap bangunkan buah hati lebih pagi?