Blog Pendidik


1 Comment

merespon survey profesi guru

Dulu
Banyak orang tua
yang melarang anak-anaknya jadi Guru
mereka mendorong buah hatinya
untuk jadi Dokter, Insinyur, Tentara dan Polisi

Hingga beberapa tahun terakhir
minat penduduk negeri untuk jadi guru
sedikit sekali
membuat banyak IKIP berganti baju
menjadi Universitas

Kini pemerintah mulai sadar
Guru kini lebih diperhatikan
Profesi Guru dihargai, dihormati
Pahlawan tanpa tanda jasa
kini berubah jadi
profesi yang tinggi tunjangannya

Jajak pendapat
yang dilakukan Kompas tgl 19 – 20 Nopember 2008,
pada 811 responden berusia 17 tahun ke atas
yang dipilih dari buku petunjuk telepon
Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, Medan, Padang,
Pontianak, Banjarmasin, Makkasar, Manado dan Jayapura,
dengan tingkat kepercayaan 95 %, menunjukkan bahwa
kini para orang tua mulai menghargai profesi guru

Pertanyaannya;
“Jika Anda sudah atau nantinya akan memiliki anak,
apakah merestui jika anak Anda
ingin berprofesi sebagai Guru?”

92,1 % Merestui
7,6 % Tidak merestui
0,3 % Tidak menjawab

Jika saat ini Anda
menjadi Guru dan masih belum bangga
dengan profesi Anda,
atau masih santai,
mengajar asal-asalan
dulu alasanya;
“tak perlu serius,
karena profesi kita tanpa tanda jasa”

Bangkitlah para guru
negara kini menghargaimu
akan banyak guru muda yang berkualitas
guru yang tak kembangkan diri
akan tergerus oleh mereka

Selamat pagi pembaca, Anda serius jalani profesi?

Advertisements


Leave a comment

Mendahului Kongres Guru Indonesia 2008

Bp. Kenneth J. Cock dan  Ibu Wendi Armando

Bp. Kenneth J. Cock dan Ibu Wendi Armando

Mungkin Bp. Kenneth J. Cock
petinggi Teacher Institut Sampoerna Foundation
mengamati salah satu penyebab
hambatan pengembangan pendidikan
adalah guru yang enggan berubah

Saat memberi sambutan yang bersahaja pada penutupan
Kongres Guru Indonesia 2008
beliau mengungkap kata kunci
untuk dibawa pulang 1000 lebih guru
dari seluruh Indonesia
“berubah”

Saya merasakan hal yang sama
hampir empat tahun
mengelola sekolah
amat tak mudah
meniupkan iklim berubah

Beberapa hari
sebelum Kongres Guru Indonesia 2008
saya menulis
“Kita harus berubah setiap saat”
Silahkan lihat disana

Tulisan terkait:
Berubah setiap saatSelamat hari guru untuk Anda yang out of the box
Membedakan guru dan topeng monyet
Selamat tahun ajaran baru
Guru tawakal

Selamat pagi pembaca, apa perubahan pada diri anda saat ini


Leave a comment

tentang kemarin

Kemarin
pagi hari koordinasi di SMK Negeri 3
lalu ke SMK 27 lanjutkan kerja menyusun soal
tuntas hingga pk 16.30
ke Mangga dua cari net book dan service remote preeentasi
hingga maghrib

Jumpai sahabat
di SMP Labshool Rawamangun
support Pak Wijaya yang mau presentasi
di babak final lomba keberhasilan guru Depdiknas

Makan malam bersama beliau
hingga lebih pk 21.00
kemudian meluncur
jumpai orang-orang tercinta

Selamat siang pembaca, apa kesibukkan anda kemarin?


1 Comment

Bekerja sama tim Matematika DKI Jakarta

guru matematika pilihan

guru matematika pilihan

Kegiatan penyusunan Kisi-kisi dan soal TKM/Try Out Mata Pelajaran Matematika SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta, dibawah koordinasi Kasie Kurikulum Subdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta, pada foto (dari kiri) tampak; Elvis Purba, M.Sc SMK Negeri 17 Jakarta, Dr. Yusmiyanti Sukin, SMK Negeri 51 Jakarta, Pratikno, M.Si, SMK Negeri 14 Jakarta, Toali, S.Pd, SMK Yadika Jakarta, Mochammad Wahid, MT. SMK Negeri 36 Jakarta dan Zainuddin Idris, MA, SMK Negeri 45 Jakarta.

Selamat sore pembaca, dengan siapa anda bekerja hari ini?


11 Comments

Selamat hari Guru untuk Anda yang “OUT OF THE BOX”

Selamat Hari Guru Nasional
untuk Bapak Ibu Guru
yang rajin membaca,
langganan surat kabar, majalah, internet,
membaca referensi yang diperbaharui,
berdiskusi dengan sejawat,
ikut organisasi,
selalu siap berubah
ke arah yang lebih baik

Mohon maaf
silahkan berhenti jadi guru
untuk Bapak Ibu Guru
yang yang tak mau membaca,
tidak langganan surat kabar, majalah, internet,
membaca referensi yang itu-itu saja sejak dulu,
gemar nonton sinetron dan infotainment,
malas berdiskusi pertajam profesionalisme dengan sejawat,
tak mau ikut organisasi,
enggan berubah
ke arah yang lebih baik
maunya tetap seperti dulu

Karena ke depan
akan muncul guru-guru baru
yang akan diangkat
mereka dari generasi hebat
karena negara kini sadar kekeliruannya sejak dulu
guru kini disejahterakan
dan kita harus mencari ganti
lagu “pahlawan tanda jasa”
karena guru kini dihargai jasanya

Jadilah guru yang OUT OF THE BOX
luar biasa … lebih hebat dari guru yang lain

Selamat pagi pembaca, seberapa profesionalkah anda saat ini?


3 Comments

Ikut serta Penyusunan Kisi-kisi dan soal TKM/Try Out Dinas Dikmenti DKI Jakarta

Hj. Rita Aryani, MM Kasi Kurikulum Subdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta

Hj. Rita Aryani, MM Kasi Kurikulum Subdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta

Bertempat di Hotel Edotel SMK Negeri 37 Jakarta, dilakukan kegiatan penyusunan Kisi-kisi dan soal TKM/Try Out Mata Pelajaran Ujian Nasional SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta, dibawah koordinasi Kasie Kurikulum Subdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta, pada foto tampak Ibu Hj. Rita Aryani, MM dan Bp. Dr. Safari, M.A., APU. Kegiatan berlangsung sejak hari ini sampai dengan Jumat 28 Nopember 2008, diikuti oleh 30 penyusun kisi-kisi dan soal didampingi oleh para pengawas paket di lingkungan dinas dikmenti DKI Jakarta.

Selamat sore pembaca, seberapa produktif anda hari ini?


5 Comments

Kabarkan perubahan jam masuk sekolah di Jakarta

Murid SMK Negeri 3 Jakarta

Murid SMK Negeri 3 Jakarta

Jam masuk sekolah di Jakarta akan dimajukan 30 menit menjadi pukul 06.30 dari selama ini pukul 07.00, mulai 1 Januari 2009. Perubahan jam masuk itu bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas antara 6 persen sampai maksimal 14 persen.

 

Wakil gubernur DKI Jakarta Prijanto menyampaikan hal itu di Balaikota Jumat siang ini (21/11),usai mengadakan rapat pimpinan dengan sejumlah instansi terkait di lingkungan pemprov DKI.

Namun hasil rapat tersebut masih akan dilaporkan ke gubernur DKI Fauzi Bowo yang saat ini sedang berada di luar negeri. “Kalau nanti gubernur menyatakan iya (setuju) perubahan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2009,” kata Prijanto.

Sementara itu jam masuk kantor pegawai negeri sipil tidak mengalami perubahan yaitu pukul 07.30. Sedangkan untuk kantor-kantor swasta, pemprov hanya akan menyampaikan imbauan tentang jam buka yang akan berbeda-beda di setiap wilayah.

Untuk kantor swasta di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat diimbau agar mulai beroperasi pukul 07.30. Jakarta Barat dan Jakarta Timur mulai beroperasi pukul 08.00, dan Jakarta Selatan pada pukul 09.00.

Perbedaan jam buka untuk kantor-kantor swasta itu, kata Prijanto berdasarkan fakta bahwa sebaran kantor-kantor swasta di Jakarta tidak merata. “Kantor swasta paling banyak adanya di Jakarta Selatan. Di Jakarta Pusat tidak terlalu banyak. Jadi kalau jam bukanya bersamaan dengan kantor pemerintah tidak ada masalah,” katanya.

Pemprov mengusulkan skenario perubahan jam sekolah dan jam masuk kantor ini, kata Prijanto, setelah mendapat hasil survey dari PT Pamintori Cipta, lembaga yang memang disewa oleh pemprov.

Berdasar hasil surveynya, pada tahun 2008 ini di Jakarta setiap hari terjadi 20,7 juta perjalanan. Dari angka itu, 3 persen perjalanan menggunakan kereta, 57 persen menggunakan kendaraan bermotor, 40
persen adalah perjalanan non motorized.

Sementara dari sisi tujuan, perjalanan ke tempat kerja sebanyak 5,6 juta perjalanan (32 persen) ke sekolah 5,3 juta (30 persen), berbelanja 2,1 juta (12 persen), tujuan bisnis 1,4 juta (8 persen)
serta lain-lain 3,1 juta (18 persen).

Data dari Pamintori juga mengungkapkan perjalanan dengan kendaraan ke tempat kerja tercatat sebanyak 48 persen, ke sekolah 14 persen, tempat belanja 12 persen, bisnis 8 persen, lain-lain 18 persen.

Angka jumlah perjalanan dari hasil survey ini berbeda dengan angka yang dikeluarkan Polda Metro Jaya. Berdasar data Polda Metro Jaya, total perjalanan per hari warga Jakarta hanya 17,1 juta perjalanan.

Sumber: Kompas

Selamat siang pembaca, siap bangunkan buah hati lebih pagi?


6 Comments

Berubah setiap saat

Hidup itu berat
berbicara tentang hidup
kita bicara perubahan

Masihkah kita boleh bilang

Biasanya …, dulu …,
koq berubah …, gimana ya …,
mendingan kaya’ gini aja deh …,
nanti kita susah …, cape deh …,
malas ah …

Kita harus selalu berubah
menuju yang lebih baik

Selamat pagi pembaca, apa perubahan pada diri anda saat ini?


Leave a comment

Mengalah tak ke Pesta Blogger, pilih SMPIT Al Fatih

Siswa SMPIT Al Fatih 1

Siswa SMPIT Al Fatih 1

Sejak awal tahun
Saya berencana, atur jadwal,
menabung keingintahuan,
plus daftar blogger
yang mau dijumpai

Ternyata ada skenario lain,
ratusan siswa/i, orang tua dan guru SMPIT AL Fatih
dekat Perumahan Citra Garden Tangerang
menunggu Saya untuk berbagi
tentang bagaimana memilih sekolah yang tepat

Rupanya itu merupakan
kegiatan OSIS SMPIT Al Fatih,
mereka membentuk panitia
yang terdiri dari siswa kelas 8 dan 9
dari mulai persiapan, pelaksanaan hingga beres-beres ruangan
murid yang melakukan

Saya salut …
MC membuat konsep ucapannya,
ketua panitia (murid juga) berusaha tampil sempurna,
pengisi acara; nari, baca puisi terlihat dipersiapkan, bravo
kamu semua hebat,
mungkin Bp. Dudi Maryadji berkali-kali
ingatkan untuk bekerja baik
kamu semua sudah melakukan kerja
sebagai EVENT ORGANIZER laksanakan SEMINAR

Seharusnya murid-murid kita
sejak kecil dibiasakan bekerja seperti itu
agar ketika dewasa kelak
bisa bekerja dengan baik dalam tim
tak hanya bisa mengkritik dan ungkapkan kesalahan
tapi sanggup berbuat baik
dalam tim kerja yang solid

Terima kasih atas kepercayaannya
semoga kamu sukses, percaya diri
dan mampu hidup mandiri

Selamat malam pembaca, anda biasa kerja dalam tim atau cuma omong aja?


1 Comment

Membayangkan wanita perkasa

Setelah dari SMPN 40 Jakarta
Saya kembali ke Kemayoran
lewati Jl. Sudirman dan Jl.Thamrin
senang sekali hati Saya
karena merasa benar-benar di Ibukota negeri
bersih, terawat, trotoarnya terjaga

Hingga Jl. Merdeka Barat suasana itu masih terasa,
juga ketika berputar balik disekitar musium nasional
menuju Jl. Merdeka Selatan, masih terasa di Jakarta

Sayang sekali,
melewati Istiqlal, memasuki Jl. Soetomo
terasa berada tak di Jakarta lagi
menyebrangi Jl. Gunung Sahari, masuki Jl. Garuda
terasa sumpek… tak terurus, macet, tak nyaman

Maaf,
Saya tak menuntut banyak
memang tak mudah kelola wilayah berpenduduk majemuk ini
Saya hanya salut dengan Surabaya
selama dua tahun (1999 – 2001) Saya menikmati
kekumuhan, kotor, tak teratur, banyak kaki lima
dua kali kunjungan kesana bulan lalu
membuat Saya berdecak kagum sekali
bersih sekali kota pahlawanku
kabarnya itu salah satunya
karena seorang wanita yang pimpin dinas kebersihan
dan kini jadi Ketua Bapeko disana
(info dari supir travel yang antar Sy ke Kediri, beliau org Sby)

Jakarta Pusat kini dimpimpin oleh seorang wanita
bisakah seperti Surabaya?

Selamat sore pembaca, sudah nyamankah kota anda?


Leave a comment

Prihatin berlalu lintas

Arungi belantara lalu lintas Jakarta
Saya merasa tak ada aturan yang berlaku
lampu merah tak ditaati,
larangan parkir tak diperdulikan,
jalur khusus bus di tengah tak bermakna,
jalur motor di kiri tak berlaku,
zebra cross tak dilihat,
wajib pakai helm tak biasa lagi

Pak Polisi sedang sibuk tangkap preman,
oooooooooooooo gituuuuuuu

Selamat siang pembaca, Anda mentaati peraturan berlalu lintas?


1 Comment

ada di negara preman

tak bertopeng

tak bertopeng

Di kompleks perumahan Pak Besut
ada pelantikan ketua satuan keamanan baru
lalu petugas baru itu
perintahkan anak buahnya
untuk merazia preman

selama dua minggu
8.507 preman dicokok
mereka diambil di berbagai tempat
seperti terminal, stasiun kereta,
pinggir jalan, dan lain-lain

umumnya mereka tak punya kerjaan tetap
sehingga kerap meminta secara paksa
mungkin jika mereka punya kerja tetap
tak kan mau hidup tak tentu di jalan

mungkin harus disortir
mereka yang cari sesuap nasi
atau terbukti lakukan tindak kriminal
kalau bawa gitar, apakah bisa dikategorikan preman?
untuk pencegahan, barangkali mereka ditangkap
jika lakukan kriminalisasi
proses saja … walau berdampak penjara makin sumpek

barangkali
akar masalahnya adalah
bagaimana caranya membekali anak negeri
untuk bisa menembus dunia kerja
dan tak hidup terlunta

makanya,
kepala SMK di kompleks Pak Besut
seharusnya tak hanya mikirkan kelulusan UN 100 %
tetapi lebih utama bekali anak masuk dunia kerja

Selamat malam pembaca, bagaimana pendapat anda tentang preman berdasi atau preman berseragam?


3 Comments

Hadir di Coffee Morning, SMA 5 jadi host

Bp. Andri Kunarso, SE, M.Ed, paling kanan

Bp. Andri Kunarso, SE, M.Ed, paling kanan

Rabu pagi ini, Kepala SMA dan SMK se Kecamatan Cempaka Putih dan Kemayoran disertai para Kepala Seksi Kecamatan se Jakarta Pusat dan semua Kasie Sudin Dikmenti Jakarta Pusat ngopi bersama di SMA Negeri 5 Jakarta, Jl. Sumur Batu Jakarta Pusat, dihadiri Kasudin Dikmenti Jakarta Pusat Bp. Andri Kunarso, SE, M.Ed.

Membahas berbagai hal yang berujung pada peningkatan pelananan pendidikan di wilayah Jakarta Pusat; topik-topik yang muncul diantaranya; peningkatan pencapaian prosentase kelulusan UN, pembenahan lingkungan sekolah diantaranya dengan kegiatan Jumat bersih, peningkatan kegiatan ekstra kurikuler yang akan ditampilkan pada kegiatan-kegiatan walikota Jakarta Pusat, peningkatan kerja sama sekolah negeri dan swasta. Mendatang, kegiatan cofee morning ini juga akan dilakukan di sekolah swasta.

sarring setelah ngopi

sharring setelah ngopi

Turut serta menyampaikan berbagai informasi, Ketua K3SK Jakarta, Bp. Toyib, Kepala SMK Negeri 14 Jakarta dan Ketua MKKS Jakarta Pusat Bp. H. Sunarto, Kepala SMA Negeri 68 Jakarta, yang salah satunya kabarkan tentang berbagai upaya mensukseskan capaian hasil Ujian Nasional.


Berbagai info tentang kegiatan Hari Guru 2008 juga mengemuka, termasuk berbagai kegiatan K3SK dan MKKS yang sudah dan dan akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di Jakarta Pusat.

 

Selamat pagi Pembaca, ngopi dimana Anda pagi ini?


1 Comment

Memahami SD dan SMP Negeri di Kompleks Pak Besut

Di kompleks perumahan Pak Besut
Kepala Sekolah SD dan SMP
dilarang lakukan pungutan ini itu
birokrat dan politikus kompleks itu
dengungkan pendidikan gratis
dikabarkan bahwa Pak Besut
mencukupi semua biaya sekolah warga

Saat Kepala Sekolah ditanya apakah cukup
biaya dari Pak Besut untuk operasional sekolah?
umumnya mereka menjawab;
“Cukup, jika untuk pencapaian kinerja reguler”
sementara jika ingin mencapai
sekolah nasional atau internasional
bahkan yang cemerlang
amat sangat tak cukup

Tetapi karena
memungut sedikit saja
bisa timbulkan benturan
dan “terbentur” tembok Pak Besut
banyak kepala sekolah memilih
meletakkan sekolah diposisi reguler
alias biasa-biasa saja tak perlu mikir
bersusah payah berkreasi, cari ide
jadikan pendidikan anak penerus bangsa
lebih berbobot

Sekolah negeri yang reguler jumlah muridnya
bisa tetap banyak, mutu tak dituntut tinggi
sementara sekolah hebat muridnya dibatasi,
kadang berhadapan dengan orang tua yang mau serba gratis,

Lima hingga sepuluh tahun mendatang
SD dan SMP Negeri di Kompleks Pak Besut
akan menjadi reguler kebanyakan
kepala sekolah dan guru enggan mengembangkan sekolah
karena kokohnya tembok mengekang

Sementara sekolah swasta
dibiarkan menggemukkan diri
dengan bayaran tinggi dan fasilitas menawan
dan orang-orang kaya itu makin
pintar merebut semua posisi terbaik negeri

Bagaimana dengan kaum miskin
mereka termakan dengan isu gratisan
dan hanya bisa sekolah level reguler
tak berkembang, tak makin pintar
dan terus tetap miskin

Saat Anda di terminal
dan harus ke toilet,
ada yang gratis?

Selamat malam pembaca, anak Anda sekolah di sekolah Reguler? gratiskah?


2 Comments

Mengundang BIMBEL ke sekolah

Saat ujian nasional tak lama lagi
tak sedikit kepala sekolah SMK
di kompleks perumahan Pak Besut
yang mengundang bimbingan belajar
masuk ke sekolah
mereka mengejar kelulusan UN 100 %

Mengundang bimbingan belajar
artinya tak percaya kemampuan guru sendiri
mungkin tujuan jangka pendek
untuk lulus semua bisa tercapai
tetapi jangka panjang
guru jadi tak peduli terhadap prestasi siswa
karena sekolah mengundang fihak luar
lama kelamaan guru jadi asal ngajar
dan prestasi kelulusan bukan jadi kebanggan sekolah
tapi prestasi bimbel yang bekerja

Dari sisi misi SMK
sesungguhnya ukuran keberhasilan
adalah keterserapan lulusan di dunia kerja
kalau anak-anak Pak Besut
yang jadi pejabat di Dinas Pendidikan
bilang keberhasilan sekolah diukur
dari keberhasilan UN
mungkin mereka yang harus diberi bimbel
atau kita sarankan Pak Besit merubah semua SMK jadi SMA

Selamat siang pembaca, sekolah Anda mengundang Bimbel?


2 Comments

Just wanna say I love U

istriku

istriku

Dulu
kami sering jumpa di lobby,
sebelum masuk ruang kuliah,
di kantin FP MIPA IKIP Jakarta,
juga di beberapa mata kuliah
yang kami ambil bersamaan

 

Sekarang
dia jadi Ibu dua anak kami
lebih empat belas tahun
berlalu dalam nikmat
sejahtera dan banyak berkah

hari ini dia ulang tahun

Just wanna say I love U
Just wanna say I love U
Just wanna say I love U
Just wanna say I love U
Just wanna say I love U
Just wanna say I love U

Meminjam syair dan cara bernyanyi Melly Goeslaw 😀

Selamat pagi Pembaca, kapan Anda ulang tahun?


2 Comments

Ingat Tim Paduan Suara SMP Negeri 19 Jakarta

aktifitas mencerahkan

aktivitas mencerahkan

Saat tinggalkan ruang parkir
gedung nyi ageng serang kuningan
saya mendengar sayup-sayup
sekelompok anak berlatih vokal

Lagu yang dibawakan karya Coklat
Merah Putih

biar saja ku tak seindah matahari
tapi selalu ku coba tuk menghangatkanmu

biar saja ku tak setegar batu karang
tapi selalu ku coba tuk melindungimu

biar saja ku tak seharum bunga mawar
tapi selalu ku coba tuk mengharumkanmu
biar saja ku tak seelok langit sore
tapi selalu ku coba tuk mengindahkanmu

ku pertahankan kau demi kehormatan bangsaku
ku pertahankan kau demi tumpah darah
semua pahlawan-pahlawanku

merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini

Setelah bedah buku
saya sempatkan mampir
ke ruang lomba paduan suara
tingkat SLTA dan SLTP DKI Jakarta
rupanya saat itu berlangsung babak final

Saya duduk, menikmati dan memotret
wow … serasa embun dingin tetesi kalbu
kenangan lama saat di SMP Negeri 19 Jakarta
teringat kembali
kami latihan di Lab IPA, gladi resik, tampil
di Jakarta hingga Bandung

unforgatable, foto: ismayanti sudjarwo

unforgatable, foto: ismayanti sudjarwo


Duh, Saya kangen teman-teman
dimana Ibu Moel (Guru Kesenian Kami)
Hadi Permana, M. Hafidz Nasir, Ana Mardiana, Maya,
Handayani Gutawa (derigen), Indra, Gilang Ramadhan (Pianis), dan lainnya
Dulu kami kenakan rompi merah putih


Merah putih teruslah kau berkibar
ku akan slalu menjagamu …

Selamat siang pembaca, Anda mau mejaga merah putih?


Leave a comment

Cerita Kecurangan UN dari Prof. Dr. H. Arief Rachman

bercerita

bercerita

Saat bedah buku Ibu Sylvi, 11 Nop 2008
Pak Arief bercerita tentang
kecurangan saat pelaksanan UN

 

Di Perguruan Dipenogoro
sekolah yang dibimbingnya kini
biasanya lulus seratus persen
tahun lalu, seratus lebih siswanya tak lulus
karena beliau mendorong siswa, guru dan lainnya
harus jujur

Beliau juga bercerita
ada sebuah sekolah
di pinggir Jakarta
yang kondisi sekolah
dan proses belajarnya yang tak karuan
bisa lulus seratus persen
dimana siswa disarankan untuk
tidak mengerjakan soal yang sulit
“nanti nilainya minus” argumennya
lalu setelah dikumpulkan
ada tim guru-guru yang isikan
jawaban betul di lembar jawaban

Selamat pagi pembaca, sekolah Anda lulus 100 %?


3 Comments

Hadir di Bedah Buku Dr. Hj. Sylviana Murni

banner

banner

Hari hampir pukul sepuluh malam
sebuah SMS masuk ke HP Saya
tulisannya begini

 

Asw. Mhn kehadirannya pada acara bedah buku “PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN – Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si” Karya SAIFUL ANAM, dengan pembahas Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd, Selasa 11 Nopember 2008, …, tks wass Sylvia

Lalu Saya menjawab:

Siap Bu, Saya akan datang, trm ksh

 

sylviana

Dr. Hj. Sylviana Murni

Buku itu berisi catatan perjalanan selama Ibu Sylvi,
yang kini Walikota Jakarta Pusat menjadi Kepala Dinas Dikdas DKI Jakarta
Ada cerita tentang kasus SMP Negeri 56
yang berakhir damai,
tentang BOS, Sekolah Internasional,
pendapat para staf dan tokoh-tokoh
mengenai Ibu Sylvi serta masih banyak lainnya

Sebuah cara yang patut diacungi jempol
agar pejebat penerusnya
bisa melihat tentang apa yang sudah dilakukan

Terima kasih Ibu Walikota, teruslah berjuang agar pendidikan negeri ini semakin memerdekakan

 

Selamat pagi pembaca, Buku apa yang anda baca hari ini?


10 Comments

Memberi Motivasi Menikmati IT di SMK Negeri 38 Jakarta

 

Ibu Nurhasnah membuka kegiatan

Ibu Nurhasnah membuka kegiatan

Kemarin, Saya diundang Ibu Nurhasnah, M.Pd, Kepala SMK Negeri 38 Jakarta untuk memberi motivasi bagaimana bergaul dan  menikmati IT kepada Guru dan Karyawan SMK Negeri 38 Jakarta Pusat.

 

Wah … subhanallah, suasana amat sangat bergairah … Guru dan Karyawan SMK Negeri 38 Jakarta terlihat amat ingin masuk dunia canggih, walau diantara mereka banyak yang sudah terbiasa dengan IT. Ibu Kepala Sekolahnya (Ibu Nurhasnah, M.Pd), Bp Kusdiyono, Bp. Aid, Ibu Retnaningtyas,  Bp. Bagus dan ada beberapa lagi yang menjadi blogger, komunikasikan tentang pendidikan dan lain-lain lewat blog.

Selain memotivasi, Saya melakukan workshop cara mudah menulis, salah satu tulisan peserta yang bernama Ibu Berliana menulis begini:

Dengan motivasi dari Pak Dedi Saya mau belajar IT, walaupun harus dimulai dari NOL

Terima kasih atas kepercayaannya, juga kepada Bp Deni Triwardana, Bp Haryanto, Ibu Paryaningsih dan Omen yang mendampingi Saya … selamat berjuang menjadi Guru yang profesional. 

Info lainnya silahkan lihat disana.

Selamat pagi pembaca, sedang menikmati apa saat ini?


1 Comment

Beri Ucapan Selamat pada Kang Onno Widodo Purbo

dunia mengakuinya

dunia mengakuinya

Sembilan tokoh dari berbagai bidang digelari pahlawan masa kini oleh Modernisator, sebuah kelompok profesional muda yang juga berkecimpung dalam berbagai bidang. Pemberian penghargaan gelar pahlawan masa kini tersebut diselenggarakan dalam acara Gala Dinner di Ballroom B dan C Hotel Shangrila, Jakarta, Senin malam.

“Kami bukan ingin menegasikan pahlawan nasional seperti Imam Bonjol dan lainnya. Namun, generasi masa kini juga ingin memiliki pahlawannya sendiri,” tutur Dino Pati Djalal, pendiri Modernisator bersama dengan kaum muda lainnya seperti pebisnis Sandiaga Uno dan ahli ekonomi Chatib Basri.

Menurut Dino, gelar pahlawan masa kini itu diberikan untuk mengapresiasi putra-putri terbaik Indonesia yang secara heroik memberi inspirasi dalam berkarya di bidang mereka masing-masing.
“Mereka yang terpilih dengan cara masing-masing telah memberi sumbangsih yang berbekas bagi bangsa dalam era kita,” ujar Dino, diplomat muda yang kini menjabat Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri itu. Ia menambahkan, kriteria penghargaan diberikan berdasarkan prestasi serta pengorbanan yang dilakukan oleh para tokoh yang terpilih sebagai pahlawan masa kini tersebut.

Penghargaan pahlawan masa kini diberikan kepada Onno Widodo Purbo, pakar Teknologi Informasi dari Institut Teknologi Bandung, serta Tri Mumpuni Wiyatno.
Tri Mumpuni bersama dengan suaminya, Iskandar Kuntoaji, dinilai berjasa menerangi lebih dari 60 desa pedalaman dengan membangun pembangkit listrik mini bertenaga air (mikrohidro).

Continue reading


Leave a comment

Cerita Pak Besut Menghukum Anaknya Hingga Meregang Nyawa

Pak Besut
punya anak banyak
termasuk paling banyak diantara
keluarga di komplek Duwina Estate

Tiga diantaranya
bermain petasan puaskan keingintahuannya
sayang saat dicoba
akibatkan anak tetangga jauh
tewas termasuk tetangga dekat Pak Besut

Lima tahun kemudian
Pak Besut menghukum tiga anaknya
hingga ketiganya meregang nyawa
karena tetangga jauh
yang anaknya jadi korban
terus menekan dengan berbagai cara

Sementara
beberapa anak Pak Besut yang lain
membongkar pundi-pundi keluarga,
simpanan Pak Besut dan istrinya
selama puluhan tahun
berjumlah 700 trilyun rupiah
raib dengan berbagai alasan

Hal itu
membuat hidup keluarga Pak Besut
jadi menderita, terseok miskin
karena uang yang sangat banyak itu
tak lagi dikoceknya
dan harus ditanggung oleh anak cucu
Pak Besut hingga puluhan tahun mendatang

Anak yang membongkar pundi-pundi
dibiarkan pergi kemana-mana
masalahnya seolah ditutupi
dan membuat Pak Besut mambanting tulang
untuk menutupi hutang-hutang

Mungkin
Pak Besut belum punya aturan
untuk menghukum anak yang membongkar pundi-pundinya
karena tak ada tekanan dari tetangga jauh

Tetangga Pak Besut
merasa tak peduli
karena pembongkaran pundi-pundi keluarga Pak Besut
tak membuat anak mereka menderita

Selamat pagi Pembaca, Anda termasuk anggota keluarga Pak Besut?


Leave a comment

Sedih Kelakuan Seorang Ayah

Disebuah komplek perumahan
ada seorang ayah
membimbing anak lelakinya
yang masih bersekolah
di Sekolah Dasar
belajar mengendarai sepeda motor

Entah apa yang ada dibenak Ayah itu
mungkin beliau tak sadar
anak kesayangannya
sedang diantar
menuju kematian

Selamat sore Pembaca, Anda antarkan anak menuju kematian?


4 Comments

Menikmati Ruang Kerja

nuansa putih dan coklat

nuansa putih dan coklat

Disinilah
hari-hari kerja Saya
menerima tamu
berkoordinasi dengan staf
rapat kecil dan besar
merancang kegiatan
selesaikan kerja

Lukisan nuansa Bali
menggambarkan anak kecil
yang polos memegang topeng
itu mencerminkan misi kami
memberi warna pada anak didik
dengan kreasi, tapi tak perlu bertopeng 😀
antarkan anak didik
meraih hari depan lebih baik

4 Nopember 2008

4 Nopember 2008

Ada dua ukiran
kenang-kenangan
dari Keluarga besar
SMK Negeri 1 Gianyar Bali
yang berkunjung ke SMK Negeri 3 Jakarta
beberapa tahun lalu

di meja kerja itu
Saya menerima telepon,
mencari berita, kabarkan berita,
dan terima teman atau siapa saja
yang datang tak banyak
di sudut meja ada radio,
dengan speaker di atas lemari buku
lantunkan beraneka musik
seimbangkan otak kiri kanan
sepanjang hari

Selamat sore Pembaca, bagaimana ruang kerja Anda?


1 Comment

Upload Foto-foto

12 September 2008

12 September 2008

Disamping ini
foto seorang pengemis
yang sedang merenung
di teras Istiqlal
dengan latar belakang
bangunan kebanggan negeri

Ada foto Istiqlal,
Katedral, Stasiun Rokok Jatinegara, 😀
Bams Samson, Klenteng di Kediri,
dan masih banyak lagi 

Foto-foto lainnya silahkan kesana

Selamat sore Pembaca, hobi apa yang Anda lakukan saat ini?


1 Comment

Padat seminggu

Minggu ini
diawali dengan Monitoring & Evaluasi (ME)
selama dua hari
lalu Raker Sudin Jaksel di Pegadaian
Rapat K3SK di SMK Negeri 20 Jakarta
jadi MC di Pekan Olah Raga
Siswa SMA & SMK DKI Jakarta
di GOR Ragunan

Monitor sekolah
lewat telepon, SMS dan email,
hingga tanda tangan di bawah pohon rindang
tepi stadion Sekolah Atlit

Terima kasih teman-teman
semoga Anda semua dalam sehat selalu

Selamat sore Pembaca, bisa istirahat Sabtu ini?


3 Comments

Hadir di kegiatan Olah Raga

Ada kegiatan
dilangsungkan di Sekolah Atlet Ragunan
nomor pertandingan penca silat dan bulu tangkis
Saya tak tahu
apakah panitianya Guru Olahraga semua

Saat di ruang sekretariat panitia
ada seseorang berdiri disamping Saya
meraih benda putih sembilan centimeter

“Bapak masih merokok saat ini?” demikian tanya Saya
“Ya Pak, hanya kadang-kadang”, jawabnya sambil berlalu

Selamat siang Pembaca, Anda merokok?


Leave a comment

Iba pada Pengurus K3SK

Hampir setiap kegiatan Dinas
yang libatkan sekolah
Kepala Sekolah yang jadi
Pengurus Kelompok Kerja Kepala SMK (K3SK)
hampir selalu jadi tumpuan
mereka kerja ini-itu
hingga harus tinggalkan sekolah

Ujian Nasional, Gebyar Muharam, Buka Puasa Bersama,
Halal Bi Halal, LKS, Zikir Bersama, PORSENI,
PGRI, dan masih banyak lagi

Sementara pada rapat-rapat, diingatkan
“Kepala Sekolah tak boleh sering-sering keluar”,
“Tak boleh tinggalkan sekolah”,
“Hasil Ujian Nasional jadi patokan keberhasilan”,

Mungkin kita harus introspeksi,
jika konsisten,
kepala sekolah tak harus dilibatkan
pada kegiatan di luar sekolah
agar mereka selalu
stay di Sekolah

Tapi maaf,
Bp Gatot HP dan Bp Jorlin Pakpahan mengatakan
“Biasanya, Kepala Sekolah yang selalu di tempat, Sekolahnya tak berkembang”

Selamat pagi Pembaca, sampaikan salam Saya buat Kepala Sekolah Anda


Leave a comment

Menganalisis Komposisi Sekolah

awal tahun di SMK 3 Jkt

awal tahun di SMK 3 Jkt

Perhatikan komposisi sekolah
mayoritas terdiri dari murid dan orang tua
berikutnya adalah guru dan karyawan
komite sekolah lebih sedikit jumlahnya
stakeholder lainnya; seperti dunia usaha dan birokrat
satu orang kepala sekolah

berdasarkan analogi jumlah
seharusnya murid-muridlah yang mendorong
perjalanan sekolah menuju yang terbaik
guru dan karyawan menjadi motor bertenaga besar
komite sekolah turut serta
stakeholder mendampingi
kepala sekolah tinggal tentukan strategi

Coba amati
sekolah Anda
selama karier Anda
siapakah yang lebih mendorong
pengembangan sekolah ke arah seharusnya?

“Ditempat kami guru dan karyawan”, bagus itu
“Kalau murid, mereka pasrah aja”, ga bagus itu
“Orang tua murid, kurang peduli”, harus dilibatkan mereka itu
“Tergantung Kepala Sekolah”, parah itu
“Guru dan karyawan asal kerja aja”, gawat itu

Selain mengajar
guru seharusnya dilibatkan
mengelola sekolah
Kepala Sekolah harus membagi kerja
kepada guru-guru
agar mereka mampu belajar jadi manajer di sekolah
selanjutnya akan terjadi regenerasi

Indikatornya sederhana
coba hitung berapa banyak guru
di sekolah Anda yang menjadi Kepala Sekolah
Jika di daerah Anda rekruitmennya berlangsung fair
dan dari Sekolah anda banyak yang lulus
maka proses manajeman dan regenerasi di sekolah Anda
bisa dikatakan baik

“Wah, sudah cukup lama dari Sekolah kami tak ada yang berkembang”
maka konsep regenerasi atau SOP pemilihan staf atau wakil kepsek
perlu ditinjau ulang
dan itu dapat dimulai dari
murid, guru dan karyawan
yang jumlahnya mayoritas

Selamat pagi pembaca, Anda peduli terhadap sekolah?


2 Comments

Cerita tentang Ibu Betti Alisjahbana; Juri e-Learning Award 2008

setelah penjurian

setelah penjurian

Kata-kata yang keluar dari bibirnya menunjukkan dia adalah sosok perempuan yang memiliki wawasan yang luas tentang teknologi serta mengerti benar visi dan misi yang diembannya. Sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan Presiden Direktur IBM di kawasan Asia Pasifik, Betti Alisjahbana mengatakan bahwa kunci keberhasilannya adalah tiga hal yaitu kejujuran, integritas, dan motivasi yang tinggi.

Perempuan kelahiran Bandung, 2 Agustus 1960 ini dibesarkan dalam keluarga yang memahami benar pentingnya pendidikan. Semenjak kecil Betti sudah rajin mengikuti kursus tambahan untuk mengasah keterampilannya.

Ibunya, mantan seorang guru, yang memilih berhenti menjadi guru agar bisa mempunyai waktu lebih banyak, mendidik Betti dan ketiga saudara laki-lakinya agar menjadi orang yang berguna bagi orang lain suatu saat nanti. Ibunya berperan besar dalam melatih kecerdasan emosional anak-anaknya. Sedangkan ayahnya, seorang-pegawai negeri yang juga dosen ITB dan Unpar banyak memberikan bekal dalam hal pembentukan kemampuan intelektual.

Sejak SD, Betti sudah mengikuti kursus Bahasa Inggris. Tidaklah mengherankan bila kelak ketika menjadi mahasiswa di Jurusan Arsitektur ITB, ia aktif di Student English Forum mengasah kemampuan berbahasa Inggris baik aktif maupun pasif. Di samping kursus yang berkaitan dengan sekolah, Betti juga mengikuti kursus di luar kepentingan sekolah seperti kursus menjahit dan kursus kecantikan. Makanya, semenjak SMP ia sudah bisa menerima jahitan. Berbagai kursus yang diikutinya turut membantu meningkatkan kemampuan interpersonal dan rasa percaya dirinya.

Continue reading


1 Comment

Menikmati redup Jakarta

Semalam hujan
pagi ini aspal masih basah
mentari malu-malu
udara tak terlalu panas

Sayang sekali
sejak kemarin
ada lokasi yang tergenang
banjir mulai mampir
semoga keluarga kita
dalam sehat senantiasa

Selamat pagi pembaca, semoga Anda dan keluarga sehat selalu


Leave a comment

Mencatat aktifitas hari ini

Antar yunior hingga dapat ojek
drop istri di stasiun tebet
tiba di sekolah, cek email,
lihat komentar
respon yang urgen

cek kesiapan teman
untuk ME, hari ini dan esok
menerima tim ME
give opening speech
dampingi teman-teman diwawancara
sambil blogwalking dan posting

Makan siang
di tempat yang direncanakan
kembalike sekolah
lapor pada Sang Khalik
terusin pendampingan
sambil tanda tangan cam macam

diskusikan progress report
dengan tim inti
diselingi menerima tim belanegara
dilanjut lapor maning
pada pencipta

Usai magrib
mluncur ke lokasi makan malam
menjamu orang tua yang ulang ahun ke-65
hampir pk. 22 WIB tiba di rumah
sih bersih, nonton TV
sayang sekali beritanya rusuh melulu

Selamat malam pembaca, jam berpa Anda tiba di rumah?


Leave a comment

Minikmati Rokok

kanker dan impoten

kanker dan impoten

Stasiun Kereta Jatinegara
penuh dengan billboard rokok
banyak pengunjung yang merokok
banyak penjual rokok
asap rokok bergentayangan
sebarkan aroma bau
penyakit berjuta
amunisi kebakaran
amunisi jantung koroner,
paru-paru basah dan kering
tapi Saya cuma bisa memotret
karena Perda sudah ada
DPRD mandul setelah memutuskan
“kan kami hanya membuat Undang-undang”
menindak tugas satpol PP,
lalu Polisi apa hubungannya dengan hal ini?

 

Selamat malam pembaca, Anda merokok?


1 Comment

Menimbang Obama, Mc Cain dan SBY

loscuatroojos.com

loscuatroojos.com

Amerika akan tentukan sikap
jemu sebagai satria dunia
kirimkan anak muda
perangi dunia
berlandaskan dendam terorisme
yang munculkan teror baru
Orang tua kehilangan anak
ekonomi pun rontok mentok

 

ktar.net

ktar.net

Survey-survey menunjukkan
Obama selalu unggul
jika hasil besok tak berubah
artinya rakyat Amrik
dah bosen perang
yang berujung krisis ekonomi
bahkan merembet ke seantero dunia

 

Jika Amerika berganti
bagaimana dengan Indonesia?
SBY tetap berjaya atau berganti siapa?

Selamat siang pembaca, Anda masih memilih SBY?


6 Comments

Menyamakan Dosen, Guru dan Rocker

headline

headline

Rocker juga manusia
punya rasa punya hati
jangan samakan dia …

Penggal lagu dari Grup Band Rock Serius
spontan terngiang ditelinga Saya
saat membaca harian Pos kota
di kios pedagang Soto di Cipinang Elok
temani istri yang rindu Soto Sumedang

Dosen, Guru jatuh cinta dengan mahasiswa atau murid
itu biasa, karena mereka juga manusia
yang punya rasa cinta
sementara “undangan” lantaran kepentingan
tak kecil mendera

Oleh sebab itu
waspadalah, waspadalah
bisa jadi headline

Selamat malam Pembaca, pernah jatuh cinta dengan mahsiswa, murid atau staf Anda?


2 Comments

MENANG di e-Learning AWARD 2008 dari DEPDIKNAS RI

e-learning award

e-learning award

Anugerah e-Learning Award 2008 terdiri atas tiga kelompok yakni, kelompok korporat, pendidikan tinggi dan komunitas, dan kelompok sekolah. Pada kelompok korporat dibagi dua kategori. Untuk kategori e-learning korporat penghargaan berturut-turut diberikan kepada PT.Telkom (www.telkom.co. id), PT Indosat Tbk. (www.indosat. com), dan Bank Internasional Indonesia (www.bii.co.id), sedangkan pada kategori pengembangan konten dan software e-learning diraih oleh PT.Bamboomedia Cipta Persada (www.bamboomedia. net), Indonesian Virtual Company (www.invir.com), dan Universitas Bina Nusantara (www.binus.ac. id).

Pada kelompok pendidikan tinggi dan komunitas dibagi dua kategori. Untuk kategori e-learning pendidikan tinggi dan komunitas juara I, II, dan III berturut-turut Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (http://fe.unibraw. ac.id), Institut Pertanian Bogor (http://web.ipb. ac.id/~tepfteta/ ikon), dan jurusan Matematika FMIPA ITS (http://mathematics. its.ac.id), sedangkan kategori Blog edukatif juara I, II, III diraih berturut-turut oleh Romi Satria Wahono (http://www.romisatr iawahono. net), Soetrisno (http://www.chem- is-try.org), dan Heribertus Heri Istiyanto (http://www.istiyant o.com).

Pada kelompok sekolah dibagi tiga kategori. Untuk kategori e-learning sekolah pemenang I, II, dan III berturut-turut SMK Wikrama Bogor, Jawa Barat (www.smkwikrama. net), SMAN 87 Jakarta (www.sman87.net), dan MAN 9 Jakarta (www.man9jkt. web.id). Pemenang kategori telekolaborasi online juara I, II, dan III berturut-turut diraih oleh SMKN 6 Jakarta (www.smkn6dki. or.id), SMAN 2 Bandar Lampung (http://atophysics. wordpress. com), dan SMAN 36 Jakarta (www.sma36.info).

Adapun kategori blog edukatif juara I, II, dan III berturut-turut diraih oleh SMAN 2 Pahandut Palangkaraya Kalimantan Tengah (http://fisikarudy.wordpress.com), SMKN 3 Jakarta (https://dedidwitagama.wordpress.com), dan MAN Pangkalan Bun Kalimantan Tengah (http://urip.wordpress.com).

Mendiknas menyampaikan, penghargaan e-Learning Award adalah salah satu bentuk sosialisasi pemanfaatan TIK untuk pedidikan. Sasaran dari kedua penghargaan ini, kata Mendiknas, adalah pengguna TIK untuk pendidikan yaitu siswa pengembang konten dan aplikasi TIK pendidikan, serta penyediaan jasa pendidikan berbasis TIK. “Saya yakin jika siswa disadarkan akan pentingnya peran TIK dalam memfasilitasi belajar maka mereka akan lebih terdorong untuk memanfaatkan TIK sebagai sumber belajar di luar buku dan guru,” katanya.

Sumber: Setjen Depdiknas RI