Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


2 Comments

Selagi bisa ngutang, kenapa tidak? apakah anda begitu?

Saya sering bingung ketika akan menandatangani kelengkapan dokumen untuk berhutang jika itu untuk keperluan yang konsumtif, saya tahu bahwa yang bersangkutan sudah cukup banyak hutangnya disana-sini.

Ternyata orang-orang yang seperti itu beranggapan beruntung bisa berhutang, memperoleh sesuatu lebih dahulu sebelum uangnya terkumpul … bahkan sering orang itu sudah mengalokasikan pendapatan yang belum didapatnya untuk mengangsur pinjaman, misalnya tunjangan sertifikasi dirinya sudah dialokasikan untuk membayar angsuran ini-itu …. dan ketika pembayaran tunjangan sertifikasi telat, yang bersangkutan bingung diuber debt kolektor. Dia bilang; “Negara aja berhutang, kenapa kita tidak?”


Leave a comment

Seorang pria membunuh istri dan mertuanya, Waooooow … Masih mau biarkan pelajar tak berorganisasi?

Di negeri Paman Besut
Banyak organisasi bertebaran
Coba perhatikan para pengurus dan anggotanya

Organisasi Veteran perang
Pengurus dan anggotanya para sepuh
Betul itu, krn merekalah veteran

Organisasi sepakbola
Berkali gagal bentuk pengurus
Karena yang ngurus bukan orang sepakbola

Organisasi olah raga lainnya
Jadi kendaraan politik dan kepentingan
Sehingga prestasi terus menurun

Organisasi Guru bentukan pemerintah
Pengurusnya kebanyakan para sepuh dan pensiunan
Sehingga guru muda bikin organisasi guru baru

Organisasi pemuda yang didanai pemerintah
Pengurusnya sudah bukan pemuda lagi
Yang muda cuma jadi penggembira

Organisasi pelajar
Di sekolah namanya OSIS
hidupnya sekedar ada karena formalnya harus ada
Tapi kegiatannya jarang ada
Sekolah enggan mendukung
Karena berbiaya mahal

Organisasi gabungan pelajar berbagai sekolah
Penggeraknya banyak yang bukan pelajar
Mereka masih saja pake nama pelajar
Alasannya berbagai macam

Mungkin para pelajar belajar dari seniornya
Yang tetap jadi pengurus walau usia tergerus
Coba liat FORUM PELAJAR NEGERI PAMAN BESUT,
FORUM PEMUDA NEGERI PAMAN BESUT,
PERSATUAN GURU NEGERI PAMAN BESUT,
Dan masih banyak lagi

Berharap sekolah mendidik berorganisasi
Sangat suliiiiiit
Karena sedikit guru dan kepala sekolah pernah jadi aktifis
Berorganisasi dulu jadi barang tabu
Mereka diperintah sukseskan misi LULUS UJIAN NASIONAL

Mungkin ini salah satu penyebab
tak ada partai yang bagus di negeri Paman Besut
Pengurus dan anggota partai kerjanya berantem terus
Subuk dengan diri sendiri dan kelompoknya
Tak peduli rakyat miskin
Korupsi berjamaah
Karena sejak sekolah nurani tak diasah
Organisasi tak dibiasakan

Bahkan setelah menikahpun
Penduduk negeri paman besut
Masih tak mampu berorganisasi
Karena keluarga adalah organisasi
Seorang pria membunuh istri dan mertuanya,
Waooooow … Masih mau biarkan pelajar tak berorganisasi?


2 Comments

Hampir 3.000 posting, Betapa nikmatnya berbagi tentang apa saja melalui blog

Betapa nikmatnya berbagi tentang apa saja melalui blog, sejak th 2005 saya telah publish 1.750 posting termasuk yang sedang anda baca ini … sementara di blog trainer kita ada 389 posting dan di blog foto dedi ada 534 posting … kalo dijumlah, total posting saya di tiga blog ada 2.673 … waooow tak kuduga dah sebanyak itu boooo.

Terima kasih buat anda yang setia berkunjung ke blog hamba, semoga bermanfaat … membantu negeri lahirkan generasi lebih baik …


Leave a comment

mendokumentasikan Penutupan Festival dan Lomba Seni SMK DKI Jakarta

DIANTARA GONG

PAK EDI RAHMAT DAN ALI AR RIDHO PALING KIRI

BERSAMA TEMAN-TEMAN

Saya menikmati kehadiran di suatu kegiatan dengan mendokumentasikan … memotret apa saja yang menurut saya menarik … berterima kasih kepada peserta didik SMKN 51 Jakarta yang mendokumentasikan saya di kegiatan Penutupan Festival dan Lomba Seni SMK DKI Jakarta, di TMII 28 Juli 2011. Nikmati foto-foto lainnya disana.


Leave a comment

lemari penuh isi seragam bertahun dan dia tak berani lagi tampil tanpa seragam

” … dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah, kisah mahabrata atau tragedi dari yunani … setiap insan dapat satu peranan yang harus kita mainkan … ada peran wajar dan ada peran berpura-pura …”
Itu potongan lagu Ahmad Albar,
rocker beken negeri Paman Besut

Bapak Pascal Sarjono warga Besut
Tamatkan pendidikan magister di Eropah
Seorang Kepala Sekolah di negeri Paman Besut
Dia sedang bingung tentang dirinya

Senin dia jadi hadirin kegiatan di Kelurahan
Selasa dia jadi hadirin kegiatan di Kecamatan
Rabu dia jadi hadirin kegiatan di Kabupaten
Kamis dia jadi hadirin kegiatan di Kota
Jumat dia jadi hadirin kegiatan di Ibukota negeri
Sabtu dia jadi hadirin kegiatan di arisan keluarga
Minggu dia jadi hadirin kegiatan di alun-alun
Hari berikut hampir tak beda
Hanya tempat yang berpindah atau berulang

Setiap hari dia musti berseragam
hingga delman langganannya bergelantung belasan seragam
umurnya 59 lebih
pensiun tak sampai setahun lagi
sekolah sampai pasca sarjana di negeri salju
cuma bisa jadi hadirin tak berhenti

Dia merasa wajahnya hilang
yang muncul dari dirinya adalah seonggok tubuh berseragam
merah, putih, hijau, biru, berganti selalu
hingga lemari penuh isi seragam bertahun
dan dia tak berani lagi tampil tanpa seragam
bahkan lupa pada wajah dan karakter dirinya