Blog Pendidik


4 Comments

menimbang hymne guru

pagi ini
sy ikuti refreshing ESQ di menara 165
dengan semua kepala SMK dan SMA
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta hadir

dua jam acara berlangsung
sayang, muatan ESQ-nya sedikit sekali
yang saya tangkap adalah
upaya penetrasi pemasaran ESQ
untuk siswa SMA dan SMK se Jakarta

Di akhir kegiatan
peserta berdiri nyanyikan lagu hymne guru
dengan kalimat akhir
“pahlawan tanda jasa”

tampaknya lagu itu
tak tepat lagi kini
lagu itu dibuat
pada zaman pemerintah tak hargai profesi guru
barangkali guru di nina bobo-kan
atau di tidurkan bahkan ditipu dengan perkataan
pahlawan … selanjutnya dilecehkan dan tak diberi jasa

pemerintah kini sudah menyadari
bahwa guru harus dihargai
sehingga berbagai penghargaan dan tunjangan
diberikan kepada Guru

Kami Guru di Jakarta jadi makmur
dan tak perlu mengajar di beberapa sekolah
atau jalani profesi yang aneh-aneh

Mungkin lagu itu tak perlu diperdengarkan lagi
atau diganti dengan lagu yang lebih sesuai

Selamat sore pembaca, sudahkah dihargai profesi Anda?

Advertisements


7 Comments

kabarkan kompetisi blog sd 12 Februari 2009, AYO DAFTAR

ratusan pesertanya

ratusan pesertanya

Pada situs yang dikelola oleh Mas Bugiakso (cucu menantu Panglima Besar, Jenderal Soedirman) menyelenggarakan kompetisi Blog dengan tema “Aku untuk Negeriku Blog Competition 2009“.

Secara tekstual, tujuan penyelenggaran kompetisi tersebut adalah untuk menfasilitasi dan menyemangati para generasi bangsa untuk bersumbangsih pemikiran, ide dan opini yang kreatif, inspiratif dan inovatif untuk negeri ini.

Bagi teman-teman yang suka ngeblog, tidak salah untuk mendaftarkan diri pada ajang kompetisi ini.

Continue reading


Leave a comment

dokumentasikan puisi Umi Umairoh SMK Negeri 3 Jakarta

pergi dan datang

pergi dan datang

Ditulis dan dibacakan oleh Ibu Umi Umairoh, Kaprog Akuntansi SMK Negeri 3 Jakarta, saat lepas sambut Saya dan Kepala SMK Negeri 3 Jakarta yang baru, Bp. Drs. M. Bambang Eru Cakra

Ku Lepas Kau dengan Senyum, Do’a dan Kenangan Indah
Empat tahun bukan waktu yang singkat
Untuk sebuah Kenangan terukir Empat tahun terlalu singkat
untuk mewujudkan impian kita

Sahabat….
Bukan kami ingin dikenang, bukan pula ingin sanjungan
tapi…
ketika suatu saat nanti kita bertemu hanya salam rindu yang kami mau.

Sahabat…
Selama Engkau disini..
Perbedaan antara kita sering menyapa,
Namun terkikis oleh kesamaan tujuan dan cita-cita
Pertikaian tak sungkan menghampiri
Namun berlalu dengan kedamaian kalbu
Kegalauan hati tak jarang menyelimuti
Namun tersingkap oleh ketentraman jiwa
Dan penderitaan yang sesekali menyentuh raga
Namun tertutupi oleh kebahagiaan yang pernah tercipta

Ku lepas engkau dengan senyuman, bukan senyum biasa
tapi senantiasa kau ingat kami yang tak pernah menyimpan lara
Ku lepas engkau dengan do’a bukan do’a biasa
tapi senantiasa menjadikan engkau kuat dalam menjalani segala
Ku lepas engkau dengan kenangan indah, bukan kenangan biasa
tapi karena itu tidak akan kau temui di tempat yang berbeda

Selamat jalan….

KU SAMBUT ENGKAU DENGAN SEMANGAT DAN HARAPAN BARU

Dengan apakah kubandngkan pertemuan hari ini
Lama ku tunggu ingin cepat bertemu
Hatiku tenang menerima hadirmu
Kalbuku terbuka menerima kasihmu

Senyummu, senyum kami tertahan
Matamu, mata kami sinarnya pun tertahan
Ada yang bergemutuh di dada kami
Tampak terlihat, tapi tak terucap dan tak terjawab

Kau datang dari tempat yang jauh
Kau datang membawa lentera kehidupan baru
Dengan apa kami dapat membantu
Demi adanya perubahan itu

Ku sambut engkau dengan semangat, bukan semangat biasa
Tapi semangat membara untuk mencipta bahagia
Ku sambut engkau dengan harapan baru, bukan harapan biasa
Tapi harapan yang mampu terwujud, bukan janji belaka
Selamat Datang ….

By. Umi Umairoh

Sumber: Blog Bp. Haryanto, Guru SMK Negeri 3 Jakarta


2 Comments

silaturahmi Open Source dg Onno W Purbo

bincang serius pagi hari hujan tak ngaruh

bincang serius pagi hari hujan tak ngaruh


Lewat kontak di fesbuk, Saya bersama tiga blogger; Wijaya Kusumah – Labschool Rawamangun, Agus Sampurno – Global Jaya Bintaro, dan Abdul Rohman SMK Negeri 3 Jakarta, Senin pagi ini kami mendapat kehormatan berkunjung ke kediaman pahlawan masa kini 2008 dalam bidang IT, Bpk. Onno W. Purbo, di Jakarta Pusat.

Saya sedang belajar Open Source; setelah copy puluhan giga beraneka ilmu, kami terlibat perbincangan seru yang endingnya menguatkan diri ini untuk terus berbuat membantu republik yang banyak penghuninya tapi minim resources yang konsern dan bersedia berbuat tanpa harus menunggu SK, penyandang “segala rupa”, dan pengakuan sana-sini atau lainnya.

Trm kasih Bp Onno, juga Ibu Onno yang berkenan temani kami bincang-binang seru, bahkan beri oleh-oleh banyak buku IGOS – Indonesia Goes to Open Source, semoga Bp, Ibu dan keluarga dalam sehat senantiasa … keep fight ya

Selamat sore Pembaca, kemana Anda silaturahmi hari ini?


4 Comments

pertanyakan pendidikan gratis

blog.bangjo.com

blog.bangjo.com

Era reformasi menjadikan pendidikan sebagai isu strategis yang sangat laku dijual oleh calon anggota legislatif maupun kepala daerah … dan masyarakat umumnya termakan oleh isu itu … akibatnya tak sedikit orang tua yang lepas tangan, enggan membiayai pendidikan anaknya, karena merasa pemerintah telah menanggung semuanya.

 

Sementara kepala sekolah dan tim manajemen sekolah merasa kesulitan untuk memenuhi pencapaian rencana sekolah untuk punya nilai lebih atau percepatan pencapaian sesuatu, misalnya; sekolah nasional, sekolah internasional, keunggulan lokal, kegiatan unggulan spesifik dan lainnya. Karena orang tua sulit diminta berpartisipasi, bahkan sering “baku hantam” di media hingga pengadilan dan Komnas HAM.

Selamat siang Pembaca, Anda sekolahkan anak Anda di sekolah gratisan?

Continue reading


6 Comments

jumpa terakhir dengan Mbah Tolib Sutrisno Utomo

trm ksh dan hormat kami

trm ksh dan hormat kami

Minggu siang
kami antar sulung ke stadion
untuk ikut try out
setelah itu kami ke Bintaro
selaturahmi dengan orang tua
sebelum menjemput buah hati sore hari

Kami bertemu
berbincang banyak hal
ayahku banyak bercerita
tentang kunjungannya ke lingkungan
rumah kami yang lama di kebayoran

Rabu malam
kami kembali bertemu
Saya harus mengambil
pengasuh anak bungsu kami
Topik utama perbincangan kami
tentang remaja dari desa
yang perlu bantuan biaya sekolah
Saya pulang saat malam makin larut

Kamis sore setelah magrib
kami kembali bertemu
anak-anak dan adik-adik ayahku
datang berkumpul untuk selamatan
dua tahun meninggalnya ibunda tercinta
sepulang sholat magrib di masjid dekat rumah
kami makan malam bersama
diselingi bincang-bincang banyak hal
diantaranya tentang suasana haji
dibandingkan saat beliau kesana
tahun 2007

Saya duduk disampingnya
lutut kami kadang bersinggungan
para ibu membawakan makanan untuk kami
kakak ipar yang baru berhaji
disamping Saya, kami membentuk formasi “L”
bincang-bincang sambil makan
berakhir ketika terdengar suara adzan
beliau dan kakak iparku berangkat ke mesjid

tak lama berselang
ada tetangga berlari tergopoh kabarkan
ayahku pingsan di masjid dan meminta obat-obatan
kami berlarian ke masjid membawa apa saja
yang dirasa dapat membantu beliau

ternyata
beliau telah tertidur
dipelukan kakak iparku

Selamat jalan Mbah Kakung
seorang polisi yang sering lepaskan seragam
saat menuju atau tinggalkan kantornya
menolak jatah komplek perumahan
demi menjaga mental anak-anaknya

Rela ditegur komandannya
karena terlambat
berangkat ke kantor
setelah mandikan dan suapi lima anaknya

Selamat jalan Mbah Kakung
terima kasih telah merawat
dan mengasihi kami
semoga Mbah diampuni dossa-dosanya
dan diberi tampat yang layak disisiNya

Tulisan terkait: Akhir yang baik dan cinta sejati

Selamat malam pembaca, sudah berbuat baikkah Anda pada orang tua? … segeralah!


1 Comment

koordinasi dengan teman baru

 morning meeting di ruang guru dekat bengkel otomotif

morning meeting di ruang guru dekat bengkel otomotif

Saya berkeliling, menikmati relung-relung SMK Negeri 36 Jakarta, berkoordinasi dengan teman-teman baru, mendengar ungkapan teman-teman, memotret lewat camera dan telinga. Bahagia dan menyenangkan sekali teman-teman menyambut Saya dengan wajah bergairah … semoga kita bisa bekerja sama dengan baik.

Selamat sore Pembaca, bagaimana suasana kerja Anda?


5 Comments

Guru ditanya tentang Guru

kepala sekolah, trainer, blogger dan fotografer

kepala sekolah, trainer, blogger dan fotografer

Puluhan tahun lalu guru Indonesia mendapat kehormatan untuk mengajar murid-murid di negera tetangga, termasuk memberi contoh kepada guru-guru disana bagaimana mengajar yang baik.

 

Tahun 70-an catatan di atas sepertinya dilupakan, guru-guru seperti lupa bahwa mereka pernah menajadi contoh negeri yang kini sangat disegani di Asia hingga Dunia. Bahkan tak bergeming walau dilabel sebagai “Pahlawan tanpa tanda jasa”, Profesi terhormat itu jadi alat untuk amankan negara agar tetap stabil, tak bergejolak, … , selalu menerima “kebenaran” yang diinstruksikan, ketetapan yang “tak bisa ditawar”, pendidikan yang tak mendidik, pengajaran “yang kamuflase”.

Outputnya adalah warga negeri yang lemah, rentan, mudah dihasut, mudah disulut, sukar dibesut kerja cerdas, pandai mengeluh, suka meminta, gemar menyalahkan, tak mampu berfikir beda, suka berseragam, enggan berprestasi, terbiasa dalam rata-rata, lulus tak perlu berusaha karena setting dipermudah, sehingga jika harus berkompetisi jalan pintas biasa dilakoni; sogok, upeti, pintu belakang, katebelece dan lainnya jadi andalan, …, tawuran juga jadi hal yang biasa, terjadi dari antar siswa di sekolah, jalan raya, mahasiswa dalam satu kampus hingga antar kampus, politikus satu partai atau antar partai di parlemen yang “terhormat”

Reformasi di akhir tahun 90-an memberi angin segar untuk profesi guru, kini guru dihargai tinggi dengan tunjangan profesi dari pemerintah pusat dan berbagai tunjangan dari pemerintah daerah, penghasilan guru kini lebih sejahtera dibanding berbagai profesi di negeri pancasila.

Kini banyak guru yang berusaha kembangkan potensi diri dengan belajar berbagai hal lewat pendidikan formal maupun informal, pelatihan, workshop, seminar dan lainnya. Perkembangan IT membantu guru mengajar lebih “berwarna” mendorong peserta didik lebih berminat belajar dan kecepatan transaksi ilmu lebih tinggi.

Ada yang memandang skeptis usaha guru itu hanya untuk mengejar pangkat dan sertifikasi, …, biarkan. Perjalanan waktu nanti akan membuktikan bahwa guru memang profesi yang harus dihargai.

Jika Anda guru dan belum merespon perubahan zaman ini, segeralah bangkit, bergerak, berkumpullah dengan rekan-rekan seprofesi, lakukan kegiatan yang lebih mencerahkan profesi Anda, karena negeri ini membutuhkan karya kita.

Hasil kerja kita adalah warga negeri yang beriman, taqwa, tegar terhadap berbagai perubahan yang terjadi, terbiasa hidup jujur, tak mudah menyerah, enggan meminta, selalu belajar, berminat pada hal-hal yang baik, lebih cinta negara, bisa hidup dalam keberagaman, dan lain-lain.

Tulisan ini merupakan resume wawancara Saya dengan Reporter QTv (Indovision ch. 95) Mr. Jonminofri Nazir atas rekomendasi Bp. Onno W. Purbo, terimakasih … juga untuk Bp. Zaenal, guru SMK Negeri 36 Jakarta yang dokumentasikan wawancara ini.

Selamat siang Pembaca, banggakah Anda dengan profesi Anda saat ini?


5 Comments

diwawancara QTv, Indovision Ch. 95

dengan tag “Interview Guru tentang Guru” Saya diwawancara Mr. John Reporter QTv yang disiarkan lewat Indovision untuk ditayangkan Jumat 23 atau Sabtu 24 Januari 2008, pukul 21.00, di QTv (Indovision channel 95). rekaman wawancara dilangsungkan di gedung DPR/MPR senayan Jakarta kamis siang ini 22 Jan 2008.

bahasannya mencakup perjalanan Saya sebagai guru dan pandangan tentang profesi guru di Indoesia… bergeser ke proses pendidikan di SMK dan sikap profesional guru saat ini.

sejahterakah guru sekarang?
profesionalkah mereka?
jujur?
berusaha kembangkan kualias?
bagaimana sikap guru merespon zaman?
banggakah seseorang jadi guru?
dan banyak lagi yang lain

Selamat sore pembaca, banggakah Anda jalani profesi saat ini?


2 Comments

merasa manfaat silaturahmi

berusaha sempatkan
berkunjung ke rumah keluuarga
ke kantor teman
menyalami, menebar senyum,
menyapa, bertanya kabar dan aktifiitas mereka
ucapkan selamat pada yang berbahagia
berempati pada yang berduka

banyak yang diperoleh
tawaran kerja sama
info terkini
tambahan banyak ilmu
dan banyak hal lain
Saya peroleh

Selamat pagi pembaca, Saya silaturahmi ke gedung DPR/MPR hari ini lalu meeting di luar dg staf dan ke Bintaro, Anda silaturahmi kemana?


1 Comment

disapa ONNO W PURBO via FESBUK

Pak Dedi, ini saya kenalkan Pak Jonminofri dari QTv
mau wawancara profil seorang guru 🙂 ..

Saya dah cerita dikit ke beliaunya bahwa Pak Dedi aktifis di guru. Aktif bikin blog, aktif di FB termasuk pembaharu yang suka kasi masukan buat guru-guru dalam bentuk training ke sekolah-sekolah lain dll ..

Silahkan di lanjut dengan Pak Jonminofri-nya ..

Demikian kontak Pak Onno di fesbuk Saya … nuhuuun, smg bermanfaat buat anak bangsa

Selamat siang pembaca, disapa siapa Anda siang ini?


11 Comments

berpindah ke SMK Negeri 36 Jakarta

Saya dan Bp Bambang

Saya dan Bp Bambang


Sejak 30 Desember 2008 Kepala SMK Negeri 3 Jakarta diserahterimakan dari Saya kepada Bp. Drs. M. Bambang Eru Cakra. Terima kasih kepada semua guru dan karyawan yang telah banyak berpartisipasi untuk pendidikan anak negeri yang menuntut ilmu di SMKN 3 Jakarta dan mohon maaf atas kekeliruan yang pernah ada. Semoga kita makin profesional sebagai pendidik yang antarkan anak bangsa ke kehidupan yang lebih baik.

Selamat siang pembaca, kapan terakhir Andaberpindah tempat kerja?


7 Comments

dokumentasikan puisi Erliawati Suci siswi SMK Negeri 3 Jakarta

kesan 4 tahun

kesan 4 tahun

Tetes peluh dari dahi mu
Adalah kumpulan sungai ilmu
Ilmu yang setinggi bintang
Kan ku dapat dari tiap kata yang mengalun lembut dari bibir pahlawan mu
Sinar hamgat yang selalu payungi tiap langkah jasa mu
Kami harap tak kan pernah redup dalam hidup mu
Serangkaian nasehat selalu terucap dari mu
Nasehat tuk tutun kami agar lebih maju
Tuk jadikan sekolah kami “ TERPADU “
TERtib ,, Prestasi ,, Andalan dan majU.

Sosokmu yang begitu wibawa
Tak tau mengapa
Telah buat diri ini tak henti berucap kata “ BANGGA “
Satu Kata yang mungkin sederhana
Yang terucap dari mulut kami , manusia
Namun terselib banyak makna
Itulah kata yang luapkan segala rasa

Didikan disiplin dan keras mu
Telah jadikan pribadi penuh percaya diri..
Tegas dan bijak
Itulah sifat mu yang jadikan kami semakin menanjak
Menanjak menuju prestasi
Menanjak menjadi mandiri
Dan menanjak tuk ciptakan kebanggaan bagi sekolah kami ..

Namun kini.
Kini kau harus pergi
Bukan tuk mengasingkan diri
Melainkan mengemban amanat suci
Membina pemuda – pemudi
Tuk jadi generasi mandiri
bakal calon penerus bangsa yang berbakti untuk negeri ..

Apa ?
Apa yang bisa kami lakukan tuk membalas semua budi mu ?!
Sebelum kau berlalu .

Maaf.
Maafkan raga kami yang tak bisa memberi lebih
Yang tak bisa membalas semua budi

Karena sungguh ..
Begitu terpuji pengabdianmu
Hingga lidah ini Kaku .
Kaku tak mampu tuk ucapkan kata – kata rayu ..
Hanya bisa berucap ..
“ Terima kasih ..
Terima kasih atas semua pengabdian mu

Sungguh ..
Semua jasa mu kan selalu melekat di angan
Tak kan sirna di pikiran
Dan tak kan pernah pudar dalam sanubari ..

“ Selamat Bertugas di tempat yang baru, Pak Dedi “


10 Comments

masuk sekolah pk. 06.30 WIB; kami SIKAPI DENGAN KREATIF

mengawal kebijakkan
mengawal kebijakkan
lebih teduh

lebih teduh

Mulai pagi ini kami masuk sekolah pk. 06.30 WIB, diawali dengan upacara yang dipimpin oleh Bpk. Drs. H. Harsono, MM, pengawas dari dinas Dikmenti DKI Jakarta, beliau bacakan sambutan kepala dinas yang Anda bisa baca di bagian bawah posting ini.

Terima kasih untuk semua guru, karyawan dan siswa/i yang komitmen datang lebih pagi dari biasanya.

Besok kami akan mulai mengisi tambahan waktu yng tersedia degan tadarus, kebaktian dan pentas keterampilan siswa/i yang bertujuan tingkatkan rasa percaya diri agar mampu berkarir lebih baik di dunia kerja atau hiduup mandiri dengan “pede”.

Selamat sore pembaca, bagaimana  kegiatan Anda pagi ini?

Continue reading