Blog Pendidik


Leave a comment

Reshuffle Kabinet Bakal Terjadi, Mendikbud Aman?

Sebuah lembaga survey ternama negeri ini sudah mengeluarkan hasil survey masyarakat terhadap menteri-menteri di kabinet Jokowi, ini dipublish hampir bersamaan dengan Kongres sebuah partai yang ricuh di Sulawesi dan mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi. Survey dan dukungan hasil kongres partai itu cukan secara kebetulan, tetapi sebuah momentum yang dijadwalkan waktunya sesuai pola kerja Jokowi pada kabinet yang lalu, ada reshuffle yang kriterianya sangat beragam sesuai kemauan Jokowi sebagai pemegang hak perogratif.

Pada periode pemerintahan Jokowi yang lalu Mendikbud termasuk yang direhuffle, apakah Mas Nadiem masih aman dari reshuffle? Tampaknya Mas Menteri berusaha melaksanakan intruksi presiden dengan kecepatan yang tinggi pada awalnya, tetapi kini Mas Menteri terlihat seperti mengurangi kecepatan dan menahan diri tak terlalu sering mengeluarkan ide-ide pembaharuan, sering mengajak berbicara stakeholder pendidikan negeri ini, apakah situasi ini membuat Mas Menteri aman dari reshuffle? bisa saja belum aman, karena jabatannya banyak diincar oleh partai-partai pendukung koalisi, termasuk yang baru saja berkongres dan mendeklarasikan dukungan.

Tak ada yang gratis dalam politik, dukungan baru sebuah partai harus mendapat imbalan di kabinet agar proses pengambilan keputusan di parlemen tak terganggu, oleh sebab itu penggantian menteri pasti akan terjadi untuk mengakomodir partai yang baru masuk ke basisan koalisi. Siapakah menteri yang bakal tersingkir?

Bercermin pada beberapa kali reshuffle yang dilakukan Jokowi, menteri yang membuat gaduh, asik sendiri, jarang memberitakan kegiatan dan program-programnya  berpeluang besar direshuffle, salah satunya adalah menteri agama yang memulai kerja kabinet dengan kegaduhan celana cingkrang dan cadar yang kemudian tak diteruskan, isu radikal, pendaftaran majelis taklim, surat rekomendasi bagi FPI, perusakan mushola dan gereja tampaknya membuat Jokowi “gerah”, apalagi di partai yang baru berkongres dan masuk koalisi partai pendukung memiliki banyak kader yang mumpuni di bidang keagamaan.

Menteri kelautan tampaknya juga sering menimbulkan polemik dalam mengambil kebijakan, bahkan seolah secara frontal saling berbantah dengan mantan menteri kelautan melalu sosial media, padahal menteri kelautan sebelumnya sangat diapresiasi penduduk negeri dan aktivis sosial media. Kemungkinan menteri kelautan akan digantikan oleh militer dari partai yang sama, karena partai itu banyak memiliki stok militer, sekaligus untuk mencegah luka militer yang salah satu menterinya di reshuffle.

Beberapa menteri lain yang akan terkena reshuffle adalah mereka yang gagap, seolah tak percaya diri memulai program kerja, seolah tak terdengar aksi “kerja, kerja, kerja” yang selalu digembar-gemborkan Jokowi. Jika presiden sibuk blusukan kesana kemari (kapan ke Kediri?) menteri yang asik di ruang kerjanya saja tanpa publikasi, bersiaplah menyingkir karena reshuffle, ini membuat partai pendukung ketar-ketir, menurut Anda?


4 Comments

Wajah-wajah Kardus, Wajah Kita?

Foto: Thinkstock

Kardus adalah kotak yang terbuat dari kertas, umumnya berwarna coklat, memiliki ketebalan tertentu, ada yang dibuat berlapis, bisa dilipat sehingga mudah dibentuk sesuai keperluan dan bisa ditempel atau dicetak logo dan pesan-pesan tertentu sehingga mudah disusun, dan bagus dipandang.

Wajah-wajah kardus adalah wajah-wajah yang sering kita lihat di televisi atau media cetak, mereka selalu berusaha bagus dilihat dengan berpenampilan yang mentereng, sering dengan busana mahal, berusaha tersenyum agar muncul bagus di media. Penampilan itu membungkus kelakuannya korupsi, selingkuh, mengedarkan narkoba, mencuri, dsb.

Wajah-wajah kardus itu seolah tak merasa bersalah dengan perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan walau di pengadilan mreka telah dijatuhi hukuman dan mengantat mereka ke penjara.

Wajah-wajah kardus juga sering terlihat di jalan raya, melanggar rambu lalu lintas seperti hal yang biasa, perhatikan wajah-wajah pengendara yang melawan arah, penerobos lampu merah, parkir di tempat terlarang, naik motor tanpa helm, Wajah-wajah mereka biasa-biasa saja, tak merasa bersalah, kadang mereka lebih galak kepada orang lain yang mengingatkan atau polisi yang menilang. Wajah-wajah kardus 


Leave a comment

Asap Pagi dan Sore, Nikmat atau Tamat?

Pagi hari, matahari belum muncul saya berjumpa seorang lelaki jalan tergopoh-gopoh tangannya naik turun mengantarkan benda putih 9 cm menyala karena ada apinya, dihisap, dihembuskan, berulang-ulang, hari belum mulai, lelaki itu ngos-ngosan, mulutnya menghisap asap hingga pipinya kempot, terus dihisap hingga mulutnya penuh asap dan pipinya menggelembung, lalu dihembuskan dan membuat penampakan kempot pipinya dengan asap membuncah dari bibirnya hingga nafasnya pendek-pendek.

Sore hari, matahari mulai menghilang dari bumi, hari mulai temaram saya berjumpa seorang lelaki jalan tergopoh-gopoh tangannya naik turun mengantarkan benda putih 9 cm menyala karena ada apinya, dihisap, dihembuskan, berulang-ulang, hari belum gelap, malam masih beberapa jam lagi, lelaki itu ngos-ngosan, mulutnya menghisap asap hingga pipinya kempot, terus dihisap hingga mulutnya penuh asap dan pipinya menggelembung, lalu dihembuskan dan membuat penampakan kempot pipinya dengan asap membuncah dari bibirnya hingga nafasnya pendek-pendek.

Saya tak bertanya pada mereka bagaimana perasaan, atau kenikmatan apa yang dirasakan bergaul dengan asap, kalo kamu?


Leave a comment

Penari Kecak Bali

IMG_3957

Tari Kecak juga sering disebut Tari Sanghyang yang dipertunjukkan sewaktu-waktu untuk upacara keagamaan. Penari biasanya kemasukan roh dan bisa berkomunikasi dengan para dewa atau para leluhur yang telah disucikan. Penari tersebut dijadikan sebagai media untuk menyatakan sabda-Nya. Saat kerasukan, mereka juga akan melakukan tindakan yang di luar dugaan, seperti melakukan gerakan berbahaya atau mengeluarkan suara yang mereka tidak pernah keluarkan sebelumnya.

ASAL MULA NAMA KECAK

Wayan Limbak merupakan sosok yang menciptakan Tari Kecak. Pada tahun 1930, Limbak sudah mempopulerkan tarian ini ke mancanegara dan dibantu oleh Walter Spies, pelukis asal Jerman. Para penari laki-laki yang menari kecak akan meneriakkan kata ‘cak cak cak’. Dari situlah nama Kecak tercipta. Selain teriakan tersebut, alunan musik Tari Kecak juga berasal dari suara kincringan yang diikatkan pada kaki penari pemeran tokoh-tokoh Ramayana.

Di dalam lingkaran, para penari lainnnya beraksi. Mereka memainkan tarian yang diambil dari episode cerita Ramayana yang berusaha menyelamatkan Shinta dari tangan jahat Rahwana. Tak jarang, Tari Kecak juga melibatkan pengunjung yang tengah menonton aksi tarian tersebut.

MEMILIKI BANYAK FUNGSI DAN PESAN MORAL
1. MENGANDUNG NILAI SENI TINGGI
Meskipun nggak diiringi musik atau gamelan, tapi Tari Kecak tetap terlihat indah dan kompak. Gerakan yang dibuat para penarinya bisa tetap seirama! Itulah yang membuatnya bernilai seni tinggi dan dicintai oleh para turis. Meskipun turis yang menonton Tari Kecak bukan beragama Hindu, namun mereka tetap senang menonton Tari Kecak. Rasanya seperti ada yang kurang kalau ke Bali nggak nonton Tari Kecak!

2. BELAJAR MENGANDALKAN KEKUATAN TUHAN
Di Tari Kecak, ada adegan di mana Rama meminta pertolongan pada Dewata. Hal itu membuktikan bahwa Rama memercayai kekuatan Tuhan untuk menolomg dirinya. Tari Kecak juga dipercaya sebagai salah satu ritual untuk memanggil dewi yang bisa mengusir penyakit dan melindungi warga dan kekuatan jahat. Dewi yang biasanya dipanggil dalam ritual tersebut adalah Dewi Suprabha atau Tilotama.

3. BANYAK PESAN MORAL
Tari Kecak memiliki cerita mendalam dan menyampaikan pesan moral untuk penontonnya. Seperti, kesetiaan Shinta pada suaminya Rama. Juga Burung Garuda yang rela mengorbankan sayapnya demi menyelamatkan Shinta dari cengkeraman Rahwana. Dari cerita itu, kita juga diajarkan agar tidak memiliki sifat buruk seperti Rahwana yang serakah dan suka mengambil milik orang lain secara paksa.

Sumber: pegipegi.com


Leave a comment

Barong Keket Bali

IMG_4089

Barong ket atau biasa disebut barong keket merupakan jenis barong yang paling sering kita jumpai. Hal ini karena barong inilah yang sering dipentaskan saat pergelaran calonarang atau pertunjukan sakral lainnya. Sekilas dari penampilan, barong ini menyerupai singa dan macan.

Jika dilihat dari bentuk badan hingga wajah, barong ini merupakan perpaduan antara macan, singa, sapi, dan naga. Ukurannya juga cukup besar dengan panjang 3,5 sampai 4 meter, dan tinggi 1,5 sampai 2 meter. Wajah barong ini berwarna merah, badannya ramping dengan semacam punduk di dekat kepala.

Bulu-bulunya terbuat dari serat pandan dan ijuk serta memiliki jenggot dengan hiasan bunga kamboja. Badannya juga dihiasi oleh beberapa hiasan dengan cermin kecil. Tari barong ini dimainkan oleh dua orang berposisi depan dan belakang yang biasa disebut juru bapang.

Juru bapang depan bertugas memegang kepala barong dan mengendalikan pergerakan. Sedangkan yang belakang mengikuti juru bapang di depan.

Sumber: bali.idntimes.com


Leave a comment

Kangen Bali

IMG_4099

Dokpri, 2010

Tetiba saya merindukan Bali, suara gemerincing logam dan kendang Bali saling bersahutan ditimpahi suara seruling mengisi relung hati, melengkapi pandangan mata menikmati gerakan tari kecak dengan latar belakang senja dan laut di Uluwatu, sebuah tempat yang selalu saya datangi jika berkunjung ke Bali, kalo kamu?

 


Leave a comment

Tajen, Adu Ayam Bali

tajen

foto: Dedi Dwitagama, 2010

Pada suatu kunjungan ke Bali, 2010 Saya sempat melewati halaman rumah penduduk Bali yang cukup luas, dimana terdapat beberapa kandang ayam yang merisi masing-masing satu ekor sedang dirawat oleh pemiliknya dengan cara yang tidak biasa, sanagat serius. Rupanya itu adalah ayam aduan yang biasa digunakan untuk sabung ayam atau adu ayam yang di Bali disebut tajen.

Rupanya adu ayam memiliki sejarah panjang di Indonesia, diberbagai daerah, berbeda pulau sejak zaman kerajaan masa lalu sudah ada budaya adu ayam, dan rupanya sampai saat ini kegiatan adu ayam masih sering berlangsung, termasuk di Jakarta, kamu pernah lihat?


Leave a comment

Tawuran Pelajar & Hak Anak peroleh Pendidikan

Andai berita di atas benar-benar terjadi maka akan ada anak sekolah yang bakal dipenjara 7 tahun yang jika berperilaku baik di dalam penjara mereka akan menjalani hukuman dikurung 4 sampai 5 tahun.

Jika saat ini dia murid kelas 10 SLTA, maka dia tak bisa hadir di sekolah untuk belajar hingga ujian. Sebagai warga negara yang berhak mendapatkan pendidikan, sekolah mengirim guru-guru secara bergantian ke penjara untuk memberikan materi pelajaran, melakukan tes evaluasi belajar hingga ujian nasional, dan terpidana itu lulus sekolah hingga dapat ijazah.

Hukuman belum selesai, ijazah tak bisa dipakai untuk kerja maupun kuliah. Guru yang berkunjung ke penjara meninggalkan murid lain yang jumlahnya bisa puluhan atau ratusan murid. Atas dasar.hak azasi manusia satu murid diajar di penjara mengabaikan hak azasi mendapatkan pendidikan ratusan anak di sekolah.

Pelaku tawuran, apalagi sampai mengakibatkan korban nyawa murid lain melayang mungkin memang sudah kehilangan niat belajar, menyelesaikan pendidikan dan lebih senang mencari senjata tajam, membidik lawan, dan mematikan nya … masih bermanfaatkah sekolah buat mereka?


1 Comment

Rokok dan Vape

rokok vape

“Asap telah berhasil menguasai dunia lewat barang yang terlihat tapi tak bisa diraba, berhasil menaklukan pengangguran, pekerja ulama, hingga para cerdik pandai, … kalo kamu?”

Isinya sama, asap … kandungannya bisa beda, negara marah ketika asap muncul dari pembakaran hutan hingga rakyat kecil dan pengusaha dijerat hukum kerana membakar.

Sementara asap yang dihisap rakyatnya hingga banyak rakyat yang sakit dan mati dibiarkan terus terjadi.

Fatwa haram rokok dan vape seolah tak didengar negara, karena ada organisasi agama yang tak mengharamkan rokok dan vape, apakah karena para pemimpinnya kecanduan rokok dan vape, atau banyak warganya menanam tembakau, atau jadi pekerja di pabrik rokok dan vape, atau dapat sponsor membangun gedung atau biaya kegiatan dari industri rokok fan vape?

Saya mencoba mencari sikap yang tepat liat tetangga, sahabat, dan kerabat yang tak berpendidikan, pekerjaannya tak tentu, kadang jadi kuli bangunan, kadang jadi ojek, kadang jadi penjual kopi keliling, … pekerjaannya tak jelas, tetapi yang jelas terkihat setiap berjumpa dia selalu merokok.

Ada juga yang berangkat dan pulang kerja dengan berpakaian olah raga kaos singlet untuk memperlihatkan otot yang menonjol di badannya, celana pendek berlabel internasional dengan tas selempang berisi pakaian kerja … saat hari masih gelap beliau berangkat dan hari sudah gelap pulang ke rumah dengan menghisap asap benda putih 9 cm.

Seorang teman yang Profesor dari perguruan tinggi ternama, jadi pejabat eselon yang tak rendah di ibukota negeri, selalu mencari kesempatan menghisap asap sendiri maupun bersama rekan, seolah lupa bahwa beliau juga jadi petinggi di organisasi yang mengharamkan rokok dan vape.

Rokok dan vape memang hebat, mungkin para pembuat rokok dan vape yang harus mendapat apresiasi bahwa mereka telah berhasil menguasai dunia lewat barang yang terlihat tapi tak bisa diraba, berhasil menaklukan pengangguran, pekerja ulama, hingga para cerdik pandai, … kalo kamu?


Leave a comment

Jaga Nama Baik Diri Sendiri aja

Murid kelas XI akan berangkat praktek kerja lapangan di industri selama 3 bulan, di kelas saya pesan kepada mereka untuk selalu menjaga nama baik diri sendiri.

Jika dirimu baik maka keluargamu jadi baik,

Jika dirimu baik maka sekolahmu jadi baik,

Jika dirimu baik maka negaramu jadi baik


Leave a comment

Bonus Photografi

Kemarin 220120 saat macet berkendara di fly over Tebet saya memotret awan hitam yang menyelimuti Jakarta siang itu, sekitar pk 14.30 WIB, ada bonus di foto saya seperti awan yang menggumpal, foto kedua adalah foto yang telah diedit secara minimalis, cuma kontrasnya aja, foto pertama adalah foto asli tanpa editing, penampakan apakah itu?


Leave a comment

Menikmati Mendung di Jakarta

Fly over Tebet 220120

Lima belas tahun yang lalu saya harus membawa kamera SLR jika ingin memenuhi salah satu hobby saya, dan ketika akan dipublikasikan di flickr, dsb saya harus mengangkat file ke notebook dan mengeditnya.

Kini hanya dengan telepon genggam saya bisa capture foto, langsung upload di instagram, dan blog ini, kalo kamu?

Karya foto saya lainnya bisa dinikmati disini.


5 Comments

Jaga Nama Baik Sekolah? Ga Usah deh

Bayangkan, 730 nama murid dan 60 nama guru, dijejer sambung menyambung, andai pake font ukuran standar 12 times new roman, jadi berapa panjang kumpulan nama semua warga sekolah.

Pulang ke rumah yang berbeda-beda dengan jarak yang berbeda, dengan waktu yang beda juga.

Bagaimana cara menjaga nama baik sekolah? Susaaaah … panjang beuuut … terlalu berat, jangan-jangan murid ga pulang-pulang karena jaga nama yang letaknya berjauhan.

Lebih gampang dan paling gampang jaga nama baik diri sendiri aja … paling panjang 4 atau 5 kata namamu, jagain itu baik-baik, bikin bagus di mata orang yang kamu jumpai … maka dirimu jadi baik, keluarga jadi baik, sekolah jadi baik, lingkungan rumahmu jadi baik, hingga bangsa dan negaramu terjaga nama baiknya …. kuuuy


2 Comments

Bahagia Hati karena Hati-hati

“Hati-hati ya Pak”.

“Iya, kamu juga .. makasih”.

Saat pulang selepas kerja, ketika akan pulang di gerbang sekolah saya menjumpai murid-murid saya, mereka menyalami saya sambil berkata:

“Hati-hati ya Pak”.

Saya menjawabnya dengan kalimat di atas. Awalnya itu biasa-biasa saja, tak ada rasa lebih selain mendengar ucapan murid pada gurunya.

Entah kapan mulainya, ucapan:

“Hati-hati ya Pak”.

Jadi terasa beda, mak nyuss, bahagia tak terkira, apa ini yang disebut baper?

Ada rasa diperhatikan, ada rasa diingatkan, ada rasa dijaga, ada rasa didoakan, ada rasa diinginkan berjumpa lagi besok.

Saya pun mengucapkan:

“Hati-hati ya Neng”.

“Hati-hati ya Bro”.

Mereka menjawab, bilang terima kasih, banyak dari mereka yang berhenti sejenak untuk menyalami saya.

Hal ini membuat saya keluar gerbang sekolah dengan asumsi murid-murid sudah tak banyak di sekitar gerbang sekolah, karena saat bersamaan setelah bel pulang mereka bergerombol dalam jumlah ratusan yang jadi ramai antri ingin bersalaman dengan saya, sambil bilang:

“Hati-hati ya Pak”.

Saat saya berkendara roda empat, hal ini membuat macet pintu gerbang mengganggu arus keluar masuk para penjemput.

Ketika menjumpai mereka akan pulang dengan bus sekolah, ojek online atau dijemput keluarganya.

Kata-kata yang sederhana namun sangat bermakna, itu mungkin kedahsyatan cinta yang ditransfer lewat kata-kata, membuat bahagia saat jumpa dengan mereka, bagaimana dengan anda?


Leave a comment

Menarik Pilihan di Pemilu & Pilkada

“Zaman dulu Rakyat Negeri Paman Besut sering kesal karena wakil rakyat atau pemimpin yang dipilihnya mengingkari janji kampanye, melakukan korupsi, …  hingga negara mengalami krisis, tapi tak bisa apa-apa, kini tak lagi … “

Negeri Pamam Besut makmur sejahtera, rakyatnya semua berpendidikan, memiliki ahli di berbagai bidang, termasuk program komputer, sehingga pemilu dan pilkada bisa dilakukan secara canggih, dengan jaringan komputer dan internet yang luar biasa, suara atau hasil pilihan rakyat di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) secara online terhubung ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) serta langsung bisa dihitung secara real time, pada saat batas waktu pemilu dan pilkada berakhir, rekap hasil pemilu dan pilkada bisa diketahui orang sedunia.

Anggota parlemen dan pemimpin daerah atau presiden yang terpilih selalu bekerja dengan baik melayani rakyat karena dengan kecanggihan teknologi komputer telah dibuat sistem bahwa rakyat yang telah memilih bisa menarik dukungan atau pilihan yang telah diberikan saat pelaksanaan pemilu dan pilkada jika menilai orang yang dipilihnya tidak bekerja dengan baik.

Partisipasi rakyat pada pemilu dan pilkada selalu mendekati 100 % karena rakyat dapat mengawasi dan menarik dukungan atau pilihan yang telah diberikan saat pemilu dan pilkada ketika calon yang dipilihnya dinilai melakukan hal-hal yang tak terpuji, atau tidak memperjuangkan aspirasi pemilih, atau tidak memenuhi janji saat kampanye pemilu dan pilkada.

Jika jumlah pemilih yang menarik pilihannya mencapai 50 % maka anggota parlemen, dan kepala daerah yang terpilih pada pemilu dan pilkada diberhentikan dan diganti oleh pemilik suara terbanyak berikutnya dari partai yang sama, untuk kepala daerah dan presiden diganti oleh pemilik suara terbanyak berikutnya. Sistem pengelolaan data dikelola secara baik oleh orang-orang pintar Negeri Paman Besut, yang sulit ditembus peretas atau hacker.

Pelaksanaan sistem demokrasi yang didukung teknologi canggih ini membuat manajemen pemerintahan negeri Paman Besut menjadi sangat efektif, efisien, berfihak pada rakyat, tak ada korupsi hingga menjadikan Negeri Paman Besut sangat makmur, sejahtera, tumbuh menjadi negara super power disegani seluruh dunia.

Utusan pemerintah dan tenaga ahli dari seluruh dunia berdatangan ke negeri Paman Besut untuk belajar sistem dan manajemen data pemilu dan pilkada. Kepala Negara Paman Besut sering diminta berbagi pengalaman melaksanakan demokrasi canggih era digital di forum-forum internasional.


3 Comments

Belajar Nulis Bersama Om Jay Hari Ketiga

Masih suka baca group WA tapi tak mendapat pencerahan … ini salah satu contoh pemanfaatan WAG untuk belajar sesuatu dan memperoleh manfaat, simak deh.

Guru Greget

Lokasi: Taman Lapangan Banteng

Seminar Online day #3

Narasumber Super Seminar II kali ini adalah bapak Dedi Dwitagama. Beliau merupakan pengelola blog guru www.dedidwitagama.wordpress.com dan masih dimoderatori oleh Omjay http://www.wijayalabs.wordpress.com/

Yuuk kepoin apa aja tip dan trik yang dibedah kali ini….

Buat saya blog pribadi itu seperti rumah pribadi saya, yang harus saya bersihkan, saya isi dan hias dengan asesori sesuai minat saya. Sementara blog kroyokan itu seperti saya berada di public space dimana saya lebih bisa bertemu dengan banyak penulis dan mencari inspirasi. Demikian tulis Pak Dedi mengawali Seminar Online Belajar Menulis Bersama Omjay kali ini.

“Menulis di blog pribadi itu seperti membuat catatan pribadi yang bisa dibaca orang sedunia”.

Ketika ditanya, kok bisa ya bertahan nulis di blog dari tahun 2005 hingga saat ini? Apa resepnya? Begini tuturbeliau: Saya menikmati blog saya, seperit saya melihat album foto perjalanan hidup saya, perjumpaan dengan orang-orang dimana-mana, jejak-jejak perjalanan memberi manfaat…

View original post 656 more words


15 Comments

Nyanyi HATERS nya Kotak, kuuuy

Pagi ini (17/1) saya menulis artikel di beberapa blog saya sambil mendengarkan i-radio Jakarta yang cuma memutarkan lagu Indonesia, tiba-tiba diputar lagu Haters dari Kotak, salah satu lagu Tantri yang saya suka, menyanyilah saya …

Haters – Kotak

hei pembenciku
jangan benci aku
nanti kamu tersiksa

hei pembenciku
jangan mengintaiku
nanti kamu kecewa

aku senang-senang
menikmati hidupku
kenapa kamu yang
jadinya tersiksa
terganggu karena aku

ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataannya
kamu susah

susah melihat-melihat
kalau aku bahagia
itu derita lo

hei pembenciku
jangan benci aku
buang energi saja

hei pembenciku
semakin kau benci aku
semakin susah hidupmu

aku senang-senang
menikmati hidupku
kenapa kamu yang
jadinya tersiksa
terganggu karena aku

ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataannya
kamu susah
susah melihat-melihat
kau aku bahagia
itu derita lo

Rap:

kenapa sih lo mau hidup lo jadi susah
selalu cari celah untuk bisa mencelah
sudahlah aduh kawan lagian buat apa
yang ada lo kecewa kalay gue sih having fun

kritik sini kritik sana semua lo gak suka
kasih makan juga gak tapi lo yang marah-marah
gue sih gak masalah tapi lo naik darah
selalu aja salah mending kita party aja

kau benci tapiku jadi termotivasi
buatku lebih baik kau malah makin keki
sudah berhenti kawan kitakan bukan lawan
bangkitkanlah hidupmu jangan kau sia-siakan

Nyanyi lagi:
ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataannya
kamu susah

susah melihat-melihat
kalau aku bahagia
oooooo

ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataanya
kamu susah
susah melihat-melihat
kalau aku bahagia
itu derita lo


4 Comments

“Jaga Nama Baik Bangsa & Negara” Ga Mungkin Bisa, Beraaaaaat bet

“Jaga nama baik keluarga”
“Jaga nama baik sekolah”
“Jaga nama baik bangsa dan negara”
“Jaga nama baik diri sendiri?”

Masih suka mendengar ada yang bilang “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah”?. Jika nama 267 juta penduduk dirangkai menjadi satu, berapa kilometer kah panjangnya? Bagaimana menjaga nama sebanyak itu? Jika murid sekolah anda 200 muridnya, atau yang menengah jumlah muridnya 700 dengan 50 guru, berapa panjangnya jika semua nama murid dan guru disatukan? Bagaimana pula menjaga nama sepanjang itu agar selalu baik, susah dan hampir tak mungkin.

Oleh sebab itu, jika anda punya kesempatan memberi sambutan atau menjadi pembina upacara di sekolah, pertemuan karang taruna atau berbicara di muka umum, tak usah lagi mengatakan “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah”, karena beban hidup anak-anak sekarang makin berat dengan tugas-tugas sekolah, kampus, aktifitas organisasi dan mengelola media sosial serta “mabar”, main games bareng bersama teman-teman.

Terlalu berat niat “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah” akan membuat hari-hari anak-anak negeri habis tetapi tujuan tak pernah tercapai karena tantangan dan hambatanya luar biasa, jangan-jangan generasi muda lelah dan banyak mati muda karena sibuk melakukan kegiatan “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah” tetapi tak sempat mengembangkan diri mempelajari banyak hal untuk diterapkan saat mereka dewasa dan bermanfaat buat diri sendiri maupun orang lain.

Suruh saja semua anak negeri “Jaga nama baik diri sendiri,” hebatkan diri sendiri, lakukan hal-hal yang bermanfaat buat diri sendiri dan bermanfaat juga buat orang lain.

Karena jika dirinya baik, maka keluarganya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka sekolahnya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka lingkungan RT-nya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka lingkungannya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka negerinya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika setiap orang baik, maka dunia ini akan menjadi baik dan tak tercoreng.

Setelah “syahwat” lobang belakang menghebohkan jagat raya, datang lagi “syahwat” duit menghebohkan negeri, orang yang berkoar korupsi itu tak baik buat negeri ini, tertangkap tangan melakukan korupsi, dia sedang merusak nama baik dirinya dan mencoreng nama baik negara ini, kalo kamu?


5 Comments

Mengabarkan Kerja Bakti di Sekolah

Foto di atas bagus, terlihat bahwa warga sekolah sedang melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, sementara banyak foto yang mengabarkan kerja bakti berisi orang-orang berjejer berdiri, ada yang memegang alat kebersihan atau hanaya berdiri menghadap lensa kamera, itu bukan foto kerja bakti, tetapi foto orang-orang yang seddang berjejer di lingkungan sekolah tanpa melakukan apa-apa.

Bagaimana cara membuat dokumentasi kerja bakti di sekolah yang baik, berikut ini tips yang dapat anda lakukan, silahkan klik disini.


15 Comments

Kaleideskop Blog Pendidik 2019: Dikunjungi 1,858,184 kali, ada 4.051 Posting dan 9.200 Komentar

Selamat pagi pengunjung setia blog saya, selamat memasuki tahun baru 2020, semoga saat ini dan sepanjang tahun ke depan kita semua berada dalam kondisi sehat selalu, sukses dalam kerja dan cinta.

Screen Shot 2019-12-26 at 8.19.51 PM

Penampakan Blog Pertama Saya

Saya mulai menulis di blog  sejak Januari tahun 2005 di platform blogspot dan mulai memanfaatkan wordpress sejak tahun 2007, saat kaleideskop ini ditulis, blog ini sudah dikunjungi 1,858,184 kali, terima kasih buat anda yang telah berkunjung, berkomentar. Buat anda yang sudah terbiasa berkunjung ke blog ini pasti tahu bahwa blog ini dikelola oleh seorang guru matematika SMK yang sangat peduli terhadap pendidikan karakter anak negeri. Walau di kelas mengajar matematika saya berusaha menggerakkan murid untuk memiliki karakter yang baik dan mampu mengelola serta memanfaatkan teknologi informasi untuk turut serta memberi warna indah pada kehidupan semesta.

Alhamdulillah, pengunjung blog saya kembai meningkat setelah tren menurun sejak tahun 2010 hingga tahun 2017, pengunjung bulan Januari dan April melonjak sangat tajam hingga mencapai sekitar 20.000 viewer, bulan Juni biasanya pengunjung mengalami penurunan, gejala ini nampaknya karena pada bulan Juni biasanya saya sibuk mengelola nilai semester murid hingga intensitas posting menurun yang dampaknya jumlah pengunjung pun menurun.

Follower blog pendidik berjumlah 1.539, jika anda belum follow silahkan klik ikon follow agar anda mendapat notifikasi melalui email ketika saya posting. Jumlah posting saya di blog ini saat penulisan kaleidoskop ada 4.051 posting. Komentar di blog saya total berjumlah 9.200, jika anda mau menambahkan silahkan isi kolom komentar pada bagian bawah posting saya.

Pengunjung rupanya menyimak twitter dan facebook saya, yang saya kaitkan dengan posting blog saya, terlihat ketika saya upload posting baru mendapt perhatian pengunjung dan terihat di statistik blog saya.

Screen Shot 2019-12-26 at 7.16.33 AM

Statistik Blog Pendidik sejak 2010

Screen Shot 2019-12-26 at 7.18.16 AM

Statistik Rekapitulasi Pengunjung Blog Saya setiap Bulan sejak 2007

Selain menulis di blog ini saya juga mendokumentasikan kegiatan profesional saya sebagai pembicara di blog Trainer Kita, hasil hunting foto menyalurkan hobi fotografi saya display di blog Foto Dedi dan kegemaran mendokumentasikan suasana lingkungan sekitar di channel youtube saya.

Posting saya berjudul Cara Kreatif Merayakan Hari Kartini di Sekolah yang saya posting Mei 2017 menjadi posting yang paling banyak dibaca oleh pengunjung blog saya hingga hampir mencapai 20.000 sepanjang tahun 2019. Berdasarkan statistik posting yang dikunjungi, tampaknya pengunjung blog saya banyak mencari tips-tips kegiatan sekolah, bagaimana dengan anda?

Screen Shot 2019-12-26 at 7.12.38 AM

Posting Favorit Pengunjung Blog Saya, Kalo Kamu? 

Nikmati dokumentasi kegiatan profesional saya sebagai pembicara di blog Trainer Kita, hasil hunting foto menyalurkan hobi fotografi saya display di blog Foto Deditulisan-tulisan ssaya di Kompasiana.com, ribuan foto-foto training saya di fanpage facebook saya, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video-video saya hampir 1.700 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share. Terima Kasih.

 


Leave a comment

Mendoakan Murid

Ketika belajar di kelas dia sangat pendiam, duduknya selalu tetap dengan orang yang sama, bicaranya sedikit, kalo tertawa pun tak banyak, tapi kalo bicarakan kepop matanya nyala berbinar.

Sekarang dia sedang nelanjutkan gaya pendiam tapi doyan nyanyi dan ngedance kepop di negeri purwokerto, slamat berjuang vin … buat cum laude mah gampang wat kamu, ditunggu kabar wisuda dan lanjut kuliah S2 di korea yaaaa


7 Comments

Menemukan Jejak Digital Dedi Dwitagama di Website Kantor Berita Antara

Screen Shot 2019-12-17 at 10.09.59 AM

Screen Shot 2019-12-17 at 10.10.35 AM

Saya sedang menyiapkan Kaleidoskop tahun 2019 tetiba menemukan jejak digital kehadiran saya di IPB University Bogor Nopember 2019, alhamdulillah … sesuatu bangets rasanya … terima kasih buat BEM IPB University yang kembali bersinergi dengan saya mengulang perjumpaan tahung 2013 dengan materi yang berbeda, detailnya ada disini.

Nikmati reportase training-training saya di blog Trainer Kita, ribuan foto-foto training saya disana, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.600 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


23 Comments

PROSES PENGAJARAN DI SMKN 50 DALAM MEMBENTUK RANGKA MEMBENTUK KARAKTER

postingan blog murid saya yg kece badai …. alvin punya bakat nulis, lanjutkan bro

Alvin Blog

PENDIDIKAN KARAKTER ITU APA SIH ?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan berasal dari kata didik, dengan diberi awalan “pe” dan akhiran “an” yang berarti “proses pengubahan sikap dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.” Sedangkan arti mendidik itu sendiri adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Istilah pendidikan adalah terjemahan dari bahasa Yunani paedagogie yang berarti “pendidikan” dan paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak-anak. Sedangkan orang yang tugasnya membimbing atau mendidik dalam pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiri disebut paedagogos.

FUNGSI PENDIDIKAN KARAKTER ?

Secara umum fungsi pendidikan ini adalah untuk membentuk karakter peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, dan berperilaku baik.

Adapun beberapa fungsi pendidikan karakter adalah sebagai berikut;

  1. Untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik.
  2. Untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur.
  3. Untuk membangun dan…

View original post 827 more words


114 Comments

Pendidikan Karakter Kerja Keras, Kerja Sama, Berprestasi, Orientasi Masa Depan dan Mencintai Budaya di SMKN 50 Jakarta

Jam sekolah usai sudah, sebagian besar murid SMKN 50 Jakarta sudah pulang kembali ke rumah masing-masing. Dari dalam ruang Bimbingan Konseling (BK) Saya mendengar percakapan beberapa anak yang sedang serius membicarakan strategi, menata gerak, mengatur posisi, dan sebagainya. Dan ketika saya keluar ruang BK tampak beberapa aktifis ekskul Tari Tradisional Aceh Ratoeh Jaroe mulai berjajar membentuk formasi untuk memulai latihan menari.

Lewat kegiatan ekskul itu, beberpa aspek pendidikan karakter sudah berlangsung, dengan atau tanpa guru dan pembimbing, yaitu:

PERENCANAAN
Murid-murid merencanakan kapan group mereka akan tampil, dimana kegiatan itu berlangsung, merencanakan waktu latihan, memilih tempat latihan, merencanakan kostum yang akan dikenankan, musik atau suara pengiring, alat-alat yang diperlukan, dan sebagainya.

BEKERJA SAMA
Mereka saling mengingatkan kapan harus latihan, berkomitmen untuk serius latihan, tak terlalu banyak ngobrol, fokus pada target, berusaha datang dan pulang tepat waktu, dan sebagainya.

KERJA KERAS
Latihan dilakukan berkali-kali, selama beberapa jam setiap latihan, hingga pulang ke rumah lebih telat dari biasanya, badan lelah, pegal, haus, lapar, dan sebagainya seolah tak terasa. Kerja keras jadi suatu keharusan untuk suatu pencapaian yang direncanakan, sukses di pentas atau juara pada kompetisi yang diikuti.

ORIENTASI MASA DEPAN
Memutuskan untuk latihan, target penampilan, memilih teman, menyiapkan kostum, hingga pentas di wantu yang ditentukan bisa berlangsung selama berminggu-minggu, beberapa bulan atau dalam jangka waktu tahunan, sebuah orientasi masa depan. Hal ini sangat diperlukan untuk menjalani hidup di masa depan setelah mereka dewasa.

MOTIVASI BERPRESTASI
Pentas pada suatu kegiatan di sekolah atau dimanapun adalah sebuah pencapaian prestasi, sama nilainya dengan ikut kompetisi atau lomba, terlepas dari menang atau kalah. Kemenangan pasti akan datang jika motivasi berprestasi untuk ikut serta lomba atau berani tampil terus dipelihara. Sebuah karakter yang sangat sulit ditanamkan, tetapi sangat diperlukan dan bermanfaat buat hidup di masyarakat kelak.

MENCINTAI BUDAYA NEGERI
Anak-anak Jakarta yang jaraknya sekitar 2.350 kilometer dari Aceh meresapi gerakan tari orang-orang Aceh, diiringi lagu berbahasa Aceh adalah praktek nyata mencintai negeri tanpa basa-basi, tapi praktek dengan menghayati secara langsung secara sukarela dalam balutan semangat dan gembira.

Kamu bisa tambahkan karakter apa lagi yang sedang dipelajari oleh anak-anak aktifis tari tradisional Aceh? Silahkan tulis di komentar.


Leave a comment

Pertempuran Seolah-olah

kekuasaan

Di negeri paman besut, Mahkamah Konstitusi memutuskan koruptor boleh mengikuti kontestasi pemilihan umum anggota legislatif atau kepala daerah setelah lima tahun bebas dari hukuman atau keluar penjara, ini merupakan jawaban terhadap permohonan uji materi beberapa organisasi masyarakat negeri paman besut.

Putusan MK atas uji materi UU Pilkada didasari pada sejumlah pertimbangan. Salah satu pertimbangannya, MK berkeinginan agar calon kepala daerah dipilih melalui persyaratan yang ketat, antara lain bersih, jujur, dan berintegritas. “Pendirian Mahkamah sangat fundamental karena adanya keinginan untuk memberlakukan syarat yang ketat bagi calon kepala daerah,” kata Hakim Suhartoyo saat membacakan pertimbangan putusan dalam sidang yang digelar di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

“Sebab, seorang calon kepala daerah harus mempunyai karakter dan kompetensi yang mencukupi, sifat kepribadian dan integritas, kejujuran, responsibilitas, kepekaan sosial, spiritualitas, nilai-nilai dalam kehidupan, respek terhadap orang lain, dan lain-lain,” lanjut dia.

Pertimbangan yang sungguh sangat mulia, jika seorang calon kepala daerah harus mempunyai karakter dan kompetensi yang mencukupi, sifat kepribadian dan integritas, kejujuran, responsibilitas, kepekaan sosial, spiritualitas, nilai-nilai dalam kehidupan, respek terhadap orang lain, dan lain-lain, kenapa setelah lima tahun yang bersangkutan masih diperbolehkan ikut kontestasi lagi?

Agar terjadi efek jera, seharusnya seseorang yang yang sudah terbukti melakukan koruptor, tak boleh lagi mencalonkan diri pada pemilihan umum, hal ini dikabarkan melanggar hak azasi manusia, apakah rakyat yang membenci koruptor telah dikalahkan oleh rakyat yang memihak atau mendukung koruptor? Peperangan seolah-olah dimenangkan oleh para koruptor, kalo menurut kamu?


2 Comments

REUNI AKBAR LINTAS ANGKATAN SD MEKARSARI 2019

Berlokasi di Kampung main Cipulir Jakarta Selatan 8 Desember telah dilangsungkan reuni akbar lintas angkatan SD MEKARSARI yang dihadiri sekitar 300 orang alumni dari berbagai angkatan.Saya angkatan lulus th 1976 hadir bersama Sumiyati dan Sri Yuliana, guru-guru yang hadir adakah Bapak H. Mulyana, Bapak H. Emin Muhaemin, Ibu Sri Sunarni, Ibu Maemunah.Berbagai kegiatan berlangsung dalam suasana riang gembira, saling melepas rindu, berbagi kenangan, berfoto ria, dan sebagainya.Terima kasih buat semua anggota panitia yang telah bekerja keras mewujudkan acara ini, semua semua dalam sehat dan sukses selalu.

reuni akbar sd mekarsari 2reuni akbar sd mekarsari 1

Jika anda alumni SD Mekarsari yang dulu sekolahnya ada di Jl. Sinabung II Kebayoran Baru Jakarta Selatan, silahkan bergabung di Group Facebook Alumni disini.


2 Comments

Guru Youtuber

 

Sejak 2011 saya menikmati kecanggihan teknologi, memanfaatkan gadget untuk mendokumentasikan apa saja yang ada di sekitar saya dalam bentuk video yang sebagian besar tanpa proses editing (karena saya tak bisa) saya unggah di channel youtube saya yang hingga pagi ini berjumlah 1.669 video dengan lebih dari 1.410 pelanggan atau suscribers, kalo kamu? 

Ini video yang paling populer di channel saya, sudah dilihat lebih dari 170.000 kali, silahkan search DWITAGAMA di youtube atau google, subscribe dan komentar juga boleh, kuuuy.


Leave a comment

Saya dari duasembilan ke BNNP Banten, kalo Kamu?

Screen Shot 2019-11-22 at 10.20.24 AM

Screen Shot 2019-11-22 at 10.20.49 AM

Screen Shot 2019-11-22 at 9.31.05 AMScreen Shot 2019-11-22 at 9.29.06 AMScreen Shot 2019-11-22 at 9.28.17 AM

Screen Shot 2019-11-22 at 9.31.53 AM

Screen Shot 2019-11-22 at 9.32.18 AM

Alooow pengunjung setia blog saya, kali ini saya mendokumentasikan beberapa training saya di bulan Nopember 2019 sambil mempersiapkan materi beberapa training minggu depan.

Dua foto di atas adalah panggilan untuk hadir di BNN Provinsi Banten, dan foto lainnya adalah dokumentasi instagram kehadiran saya di STM Kapal, SMKN 29 Penerbangan Jakarta bermalam minggu bersama anak-anak hebat yang bersiap ikut perlombaan paskibra dan pramuka, good job guys.

Nikmati dokumentasi training-training saya disini, ribuan foto-foto training saya disana, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.600 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube sayaperlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


4 Comments

Pernah Jadi Spanduk?

bisa membantu orang lain memanfaatkan waktu jadi lebih produktif bikin saya happy, kalo kamu?
WhatsApp Image 2019-10-24 at 20.09.42
terima kasih buat Kepala SMAN 74 Jakarta dan pengurus MGMP Ekonomi SMA Jakarta Selatan yang kembali bersinergi dengan saya, see http://trainerkita.wordpress.com


Leave a comment

Bahagia Menjumpai Generasi Hebat

 

Saya tuh sukanya pake banget, mendapatkan kehormatan berjumpa dengan generasi hebat di berbagai tempat, video di atas merupakan dokumentasi perjumpaan saya dengan calon pengurus OSIS SMAN 24 Jakarta, membicarakan Narkoba dan Leadership minggu yang lalu.

Screen Shot 2019-10-23 at 10.22.30 AM

Screen Shot 2019-10-23 at 10.22.52 AM

Screen Shot 2019-10-23 at 10.23.25 AM

Saat ini saya sedang menyiapkan materi untuk berjumpa dengan ramaja-remaja hebat yang menerima beasiswa dari ASTRA beberapa hari ke depan, kalo berjumpa dengan kamu kapan?

Sebelum kita jumpa nikmati ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


Leave a comment

Menemani Kemendikbud RI mengantar Anak-anak SMK Hebat Indonesia Magang di Thailand

DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 9DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 3DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 1

Cerita lengkapnya ada disini. Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Screen Shot 2019-09-30 at 9.15.52 PMScreen Shot 2019-09-30 at 9.15.06 PM


Leave a comment

Polisi: Target Tawuran Anak SMK, Solidaritas untuk Kakak Mahasiswa

WhatsApp Image 2019-09-25 at 19.25.17

Gemuruh mahasiswa turun ke jalan, keluar dari kampus menuju titik kumpul di gedung DPR, DPRD di berbagai daerah menjadi berita yang mewarnai negeri beberapa hari terakhir hingga tumpah ruah ke media sosial seperti instagram, twitter dan facebook, menjadi santapan warga net, termasuk anak-anak SMK.

Rasa solidaritas anak SMK terbakar, mereka merasa kasihan melihat kakak-kakak mahasiswa berhadapan, seolah “tawuran” dengan aparat, sehingga hormon adrenalinnya terpicu untuk membela kakak mahasiswa bertempur menghadapi aparat, kebiasaan tawuran sudah memberikan skill bertempur di jalan raya, seperti lokasi demonstrasi dan bentrok pendemo mahasiswa dengan aparat, jadilah adegan berlarian anak-anak SMK menjadi pemandangan menakjubkan bagi kakak-kakak mahasiswa hingga viral di media sosial, padahal sesungguhnya itu hal yang sudah sangat biasa anak-anak SMK lakukan ketika tawuran yang sasarannya sesama anak sekolah, kini sebagai target lawannya adalah aparat bertameng, water canon dan gas air mata, menggantikan batu, kayu, gir, clurit, pedang yang biasa jadi alat tempur tawuran.

Jika mahasiswa malakukan aksi dilakukan dengan perencanaan dan koordinasi internal kampus dan dengan kampus lain, terlihat dari pemakaian jaket almamater, isu-isu yang diangkat, poster-poster, spanduk yang dibentangkan, mobil komando, mobil angkutan (umumnya bis), lagu-lagu yang dinyanyikan sudah dilatih dan dipersiapkan sebelumnya.

Sementara anak-anak SMK seperti terbawa arus, mungkin berawal dari keingintahuan, istilah anak sekarang “kepo”, anak-anak SMK melihat kakak-kakak mahasiswa melakukan aksi di pinggir jalan, lama kelamaan jumlah anak SMK semakin banyak dan terbawa emosi masuk ke dalam arena demonstrasi, dengan cara dan gaya yang tak direncanakan, mereka melakukan dengan gaya khas mereka saat tawuran yang berlarian di jalan, berteriak, melempar dan memukul lawan dari sekolah lain, di lokasi demonstrasi yang menjadi lawannya adalah pihak yang berhadapan dengan mahasiswa, yaitu polisi, jadilah seolah anak-anak SMK berhadapan dengan polisi.

Sebagai guru yang banyak bergaul dengan anak-anak SMK, saya menduga kemunculan anak-anak SMK dengan aksi khasnya menjadi viral di media sosial, beredar di grup-grup whatsapp mendorong anak-anak SMK yang sudah terbiasa tawuran untuk memanfaatkan suasana demosntrasi mahasiswa sebagai panggung melampiaskan “kegemaran” di jalan selama ini.

Terlihat bahwa kedatangan mereka ke sekitar gedung DPR tak terorganisir, mereka hanya memakai seragam sekolah hari itu, padahal anak-anak SMK juga memiliki seragam jaket almamater seperti kakak-kakak mahasiswa, tak ada bis yang mengangkut anak SMK, mereka ke lokasi dengan cara “membajak” truk dan kendaraan lainnya yang bisa mengantarkan mereka ke lokasi, sedikit sekali atau hampir tak ada poster dan spanduk yang anak-anak SMK bawa, jika ditanya mereka menjawab sesuai pengetahuan mereka dari mass media, tak ada issu khusus yang diangkat berhubungan dengan kehidupan sekolah atau remaja se usianya.

Yang terjadi “seolah” anak-anak SMK menemukan sasaaran atau lawan yang makin sulit mereka cari saat ini, karena banyak SMK negeri dan swasta yang telah menereapkan aturan sangat tegas untuk muridnya yang terlibat tawuran hingga langsung dikeluarkan, dihentikan tunjangan KJP, diproses kepolisian, dsb.

Peristiwa tawuran di jalan semakin jarang terjadi selain karena faktor ketegasan sekolah, masyarakat sekarang juga sudah muak dengan kelakuan anak SMK yang tawuran di lingkungannya hingga penduduk bereaksi dengan mengusir, melempar, menangkap dan menyerahkannya ke polisi.

Dari daftar sekolah yang beredar di grup-grup whatsapp guru terlihat bahwa sedikit sekali murid sekolah negeri yang tertangkap polisi, kebanyakan mereka berasal dari sekolah swasta yang disiplinnya tak begitu baik, murid nakal, jarang masuk, terlibat tawuran seolah dibiarkan.

Melihat liputan langsung dari lokasi, tampaknya anak-anak SMK lebih berani dan lebih anarkis dari kakak-kakak mahasiswa. Polisi harus bergerak cepat mendata siapa dan dari sekolah mana yang terlibat demonstrasi anarkis, mengidentifikasi peran mereka, hingga menemukan aktor intelektual yang mengerahkan mereka ke lokasi, termasuk ketika polisi menemukan orang yang bukan anak SMK bergabung dengan anak-anak SMK harus segera di identifikasi dan dijelaskan kepada masyarakat, akrena badan dan tampang mereka tampaknya lebih “boros” serta tak memakai seragam sekolah.

Anak sekolah terlibat politik itu keniscayaan, mereka harus melek politik karena mereka akan menjadi pemilih dan berhak dipilih sebagai wakil rakyat dan pemimpin negeri sehingga saat ini sekolah tak perlu lagi tabu memberi pembelajaran berpolitik kepada murid-muridnya, seperti yang dilakukan kepada mahasiswa baru saat ospek mereka dikenalkan lagu-lagu perjuangan pergerakan mahasiswa, dilatih berorasi, membuat poster dan spanduk, hingga simulasi demonstrasi di lingkungan kampus, seharusnya di SLTA murid mulai dikenalkan dengan kehidupan berpolitik.

Anak-anak SLTA dikenalkan dunia politik termasuk cara menyampaikan pendapat secara santun, bermartabat, tidak anarkis agar saat ada kesempatan turun ke jalan mereka sudah tahu adab menyampaikan aspirasinya, dan ketika menjadi mahasiswa mereka lebih menyempurnakan cara penyampaian pendapat berdasarkan pengalaman sejak di SLTA.

Semoga kejadian kemarin murni gaya anak SMK tawuran di jalan, bukan karena unsur politik berupa rekayasa pihak-pihak tertentu yang menginginkan Indonesia chaos dengan memanfaatkan anak sekolah, andai itu terjadi aparat harus bisa menemukan siapa aktor intelektualnya.

Bagaimana menurut Anda?


Leave a comment

Mendokumentasikan dan Menemukan

Saya mendokumantasikan foto di bawah ini untuk saya pindah dari harddisk laptop saya ke eksternal harddisk agar speed laptop saya bisa terus diandalkan.

DWITAGAMA UNSIL TASIK 17

Tiba-tiba saya menemukan file surat ini,

Screen Shot 2019-09-15 at 5.58.38 PM

Cerita lebih lengkap tentang dua file di atas bisa dinikmati disini.