Blog Pendidik


Leave a comment

Menemani Kemendikbud RI mengantar Anak-anak SMK Hebat Indonesia Magang di Thailand

DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 9DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 3DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 1

Cerita lengkapnya ada disini. Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Screen Shot 2019-09-30 at 9.15.52 PMScreen Shot 2019-09-30 at 9.15.06 PM

Advertisements


Leave a comment

Polisi: Target Tawuran Anak SMK, Solidaritas untuk Kakak Mahasiswa

WhatsApp Image 2019-09-25 at 19.25.17

Gemuruh mahasiswa turun ke jalan, keluar dari kampus menuju titik kumpul di gedung DPR, DPRD di berbagai daerah menjadi berita yang mewarnai negeri beberapa hari terakhir hingga tumpah ruah ke media sosial seperti instagram, twitter dan facebook, menjadi santapan warga net, termasuk anak-anak SMK.

Rasa solidaritas anak SMK terbakar, mereka merasa kasihan melihat kakak-kakak mahasiswa berhadapan, seolah “tawuran” dengan aparat, sehingga hormon adrenalinnya terpicu untuk membela kakak mahasiswa bertempur menghadapi aparat, kebiasaan tawuran sudah memberikan skill bertempur di jalan raya, seperti lokasi demonstrasi dan bentrok pendemo mahasiswa dengan aparat, jadilah adegan berlarian anak-anak SMK menjadi pemandangan menakjubkan bagi kakak-kakak mahasiswa hingga viral di media sosial, padahal sesungguhnya itu hal yang sudah sangat biasa anak-anak SMK lakukan ketika tawuran yang sasarannya sesama anak sekolah, kini sebagai target lawannya adalah aparat bertameng, water canon dan gas air mata, menggantikan batu, kayu, gir, clurit, pedang yang biasa jadi alat tempur tawuran.

Jika mahasiswa malakukan aksi dilakukan dengan perencanaan dan koordinasi internal kampus dan dengan kampus lain, terlihat dari pemakaian jaket almamater, isu-isu yang diangkat, poster-poster, spanduk yang dibentangkan, mobil komando, mobil angkutan (umumnya bis), lagu-lagu yang dinyanyikan sudah dilatih dan dipersiapkan sebelumnya.

Sementara anak-anak SMK seperti terbawa arus, mungkin berawal dari keingintahuan, istilah anak sekarang “kepo”, anak-anak SMK melihat kakak-kakak mahasiswa melakukan aksi di pinggir jalan, lama kelamaan jumlah anak SMK semakin banyak dan terbawa emosi masuk ke dalam arena demonstrasi, dengan cara dan gaya yang tak direncanakan, mereka melakukan dengan gaya khas mereka saat tawuran yang berlarian di jalan, berteriak, melempar dan memukul lawan dari sekolah lain, di lokasi demonstrasi yang menjadi lawannya adalah pihak yang berhadapan dengan mahasiswa, yaitu polisi, jadilah seolah anak-anak SMK berhadapan dengan polisi.

Sebagai guru yang banyak bergaul dengan anak-anak SMK, saya menduga kemunculan anak-anak SMK dengan aksi khasnya menjadi viral di media sosial, beredar di grup-grup whatsapp mendorong anak-anak SMK yang sudah terbiasa tawuran untuk memanfaatkan suasana demosntrasi mahasiswa sebagai panggung melampiaskan “kegemaran” di jalan selama ini.

Terlihat bahwa kedatangan mereka ke sekitar gedung DPR tak terorganisir, mereka hanya memakai seragam sekolah hari itu, padahal anak-anak SMK juga memiliki seragam jaket almamater seperti kakak-kakak mahasiswa, tak ada bis yang mengangkut anak SMK, mereka ke lokasi dengan cara “membajak” truk dan kendaraan lainnya yang bisa mengantarkan mereka ke lokasi, sedikit sekali atau hampir tak ada poster dan spanduk yang anak-anak SMK bawa, jika ditanya mereka menjawab sesuai pengetahuan mereka dari mass media, tak ada issu khusus yang diangkat berhubungan dengan kehidupan sekolah atau remaja se usianya.

Yang terjadi “seolah” anak-anak SMK menemukan sasaaran atau lawan yang makin sulit mereka cari saat ini, karena banyak SMK negeri dan swasta yang telah menereapkan aturan sangat tegas untuk muridnya yang terlibat tawuran hingga langsung dikeluarkan, dihentikan tunjangan KJP, diproses kepolisian, dsb.

Peristiwa tawuran di jalan semakin jarang terjadi selain karena faktor ketegasan sekolah, masyarakat sekarang juga sudah muak dengan kelakuan anak SMK yang tawuran di lingkungannya hingga penduduk bereaksi dengan mengusir, melempar, menangkap dan menyerahkannya ke polisi.

Dari daftar sekolah yang beredar di grup-grup whatsapp guru terlihat bahwa sedikit sekali murid sekolah negeri yang tertangkap polisi, kebanyakan mereka berasal dari sekolah swasta yang disiplinnya tak begitu baik, murid nakal, jarang masuk, terlibat tawuran seolah dibiarkan.

Melihat liputan langsung dari lokasi, tampaknya anak-anak SMK lebih berani dan lebih anarkis dari kakak-kakak mahasiswa. Polisi harus bergerak cepat mendata siapa dan dari sekolah mana yang terlibat demonstrasi anarkis, mengidentifikasi peran mereka, hingga menemukan aktor intelektual yang mengerahkan mereka ke lokasi, termasuk ketika polisi menemukan orang yang bukan anak SMK bergabung dengan anak-anak SMK harus segera di identifikasi dan dijelaskan kepada masyarakat, akrena badan dan tampang mereka tampaknya lebih “boros” serta tak memakai seragam sekolah.

Anak sekolah terlibat politik itu keniscayaan, mereka harus melek politik karena mereka akan menjadi pemilih dan berhak dipilih sebagai wakil rakyat dan pemimpin negeri sehingga saat ini sekolah tak perlu lagi tabu memberi pembelajaran berpolitik kepada murid-muridnya, seperti yang dilakukan kepada mahasiswa baru saat ospek mereka dikenalkan lagu-lagu perjuangan pergerakan mahasiswa, dilatih berorasi, membuat poster dan spanduk, hingga simulasi demonstrasi di lingkungan kampus, seharusnya di SLTA murid mulai dikenalkan dengan kehidupan berpolitik.

Anak-anak SLTA dikenalkan dunia politik termasuk cara menyampaikan pendapat secara santun, bermartabat, tidak anarkis agar saat ada kesempatan turun ke jalan mereka sudah tahu adab menyampaikan aspirasinya, dan ketika menjadi mahasiswa mereka lebih menyempurnakan cara penyampaian pendapat berdasarkan pengalaman sejak di SLTA.

Semoga kejadian kemarin murni gaya anak SMK tawuran di jalan, bukan karena unsur politik berupa rekayasa pihak-pihak tertentu yang menginginkan Indonesia chaos dengan memanfaatkan anak sekolah, andai itu terjadi aparat harus bisa menemukan siapa aktor intelektualnya.

Bagaimana menurut Anda?


Leave a comment

Mendokumentasikan dan Menemukan

Saya mendokumantasikan foto di bawah ini untuk saya pindah dari harddisk laptop saya ke eksternal harddisk agar speed laptop saya bisa terus diandalkan.

DWITAGAMA UNSIL TASIK 17

Tiba-tiba saya menemukan file surat ini,

Screen Shot 2019-09-15 at 5.58.38 PM

Cerita lebih lengkap tentang dua file di atas bisa dinikmati disini.


Leave a comment

Bersama BNNK Jakarta Utara, Berdialog dengan Guru-guru Penggiat Anti Narkoba

DWITAGAMA BNN JAKARTA UTARA 1DWITAGAMA BNN JAKARTA UTARA 12DWITAGAMA BNN JAKARTA UTARA 15

Masalah murid yang terlihat di sekolah biasanya berhubungan erat dengan masalah yang sedang dialami murid di rumah dan lingkungan bergaulnya, murid yang menyalahgunakan narkoba umumnya mengalami hambatan mengikuti proses belajar di sekolah, sering terlambat, sering tidak masuk sekolah, sering meninggalkan kelas, sulit menyelesaikan tugas-tugas belajar dari gurunya, dsb.

Demikian beberapa inti dari sharing dan diskusi saya dengan guru-guru sekolah menengah di Jakarta Utara, pada kegiatan yang diadakan oleh BNNK Jakarta Utara di Hotel All Sedayu Kelapa Gading Jakarta Utara selama dua hari di bulan Agustus 2019.

Terima kasih kepada Kepala BNNK Jakarta Utara AKBP Yuanita Amelia Sari yang berkenan kembali bersinergi dengan saya dan semua tim BNNK Jakarta Utara yang support sessi saya, semoga bermanfaat, terima kasih buat om @faturrohman3011 yg mendokumentasikan.

Nikmati dokumentasi training-training saya disini, ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


Leave a comment

Sate Maranggi Cianjur

Menikmati makanan khas Cianjur, Sate Maranggi bisa ditemani nasi atau uli bakar, dengan sambal oncom dan cabe rawit, lezat disantap siang, sore, malam hingga dini hari.Resto yang buka 24 jam membebaskan anda untuk menepi kapan saja selepas jalan raya cipinas sebelum tiba dikota cianjur, googling aja deh.


5 Comments

Mendokumentasikan Kegiatan

DWITAGAMA SMKN 23 JKT

Ngobras di SMKN 23 Jakarta

Foto di atas merupakan salah satu hasil jepretan panitia MPLS SMKN 23 Jakarta yang mendokumentasikan kehadiran saya ngobrol asik (ngobras) bareng anak-anak baru disana Juli 2019, foto di bawah dijepret oleh fotografer profesional @danisetiawan8 saat saya ngobral sama anak-anak SMA se Jakarta Utara Juli 2019, saya berterima kasih sekali boleh meminta spft copy foto=foto yang bagus sehingga bisa saya dokumentasikan di instagram, facebook, blog, dan youtube.

DWITAGAMA SMA JKT UTARA

Foto by: @danisetiawan8

Silahkan nikmati dokumentasi saya:
Foto-foto di Fanpage Facebook,
Foto-foto dan video saya di instagram,
video saya lebih dari 1.500 jumlahnya di channel youtube,
Slide-slide saya di slideshare.


4 Comments

Berani Bertanya itu Hebat

dwitagama dea malela 33

PMI Dea Malela Sumbawa NTB

Saya sangat bahagia jika ada peserta yang berani maju mengajukan pertanyaan atau pendapat, karena kemampuan bertanya dan mengajukan pendapat itu sangat bermanfaat di kehidupan bekerja dan bermasyarakat.

Foto dan Video pada posting ini adalah dokumentasi workshop dan diskusi di Pondok Modern Internasional, PMI Dea Malela Sumbawa NTB, 9 Juli 2019. Kalau kamu hadir di forum saya, nanya yaaa …


5 Comments

PMI DEA MALELA Membawa Saya ke Sumbawa

dwitagama dea malela 3.jpg

Dokpri

Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela letaknya sekitar 10 kilometer arah selatan dari kota Sumbawa Besar. Kampus di lahan yang tersedia seluas 60 hektar sudah mulai dibangun oleh Yayasan DEA MAS di Desa Batu Alang Kecamatan Moyo Hulu tersebut berada di tengah – tengah persawahan di dekat Gunung Utuk (Olat Utuk) dalam Bahasa Sumbawa.

Pondok pesantren yang digagas oleh Prof. Dr. Dien Syamsudin tersebut berada di kaki gunung saat ini telah berdiri Masjid Saidah, bangunan Rumah Kiyai Bait Kalla, lapangan basket dan Wisma Ustadzah serta perumahan guru putra dan putri. Sedang dalam proses pembangunan Auditorium sumbangan Presiden Joko Widodo, stadion mini sepakbola, arena bermain futsal, dan perpustakaan. Ada niat dan geliat membangun peradaban dunia yang digagas oleh Prof. DR. Din Syamsuddin selaku ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela. Menurutnya, ponpes ini dirancang sebagai pusat pendidikan islam yang bertaraf internasional.

Nama Dea Malela diambil dari nama seorang tokoh penyebar Islam asal Goa – Makassar yang menyebarkan Islam di Sumbawa, Batavia dan Simon’s Town, Afrika Selatan. BErsama ayahnya Abdulkadir Jailani,Dea Malela dalam usia 18 tahun (1746) berlayar ke Sumbawa.

Pembacaan selintas sumber-sumber Afrika Selatan tentang Dea Malela dan ayahnya Dea Koasa mengungkapkan, keduanya adalah bagian penting dari sejumlah ulama dan pejuang Islam yang diasingkan kolonial Belanda ke wilayah Cape Town Sejak dijajah Belanda (1652). – Prof Dr Azyumardi Azra MA, –

Perjalanan Jakarta – Lombok selama dua jam, dilanjutkan dengan setengah jam perjalanan pesawat Lombok – Sumbawa serta satu setengah jam melalui darat melewati area hutan yang masih banyak dihuni monyet-monyet ramah menyapa pengendara yang lewat jalan berbelok. Tiba di pondok pesantren serasa berada di rumah yang semua penghuninya semangat belajar dan beribadah, setiap masuk waktu sholat semua santri telah berada di masjid, ada santri yang bertugas adzan, membaca shalawat, iqomah, menyampaikan informasi berbagai kegiatan di pondok dilakukan oleh santri, ada praktek public speaking yang langsung dilakukan pada setiap waktu sholat berjamaah.

Pengelola dan pendidiknya terdiri dari alumni Pondok Modern Gontor, perguruan tinggi dalam negeri dan perguruan tinggi luar negeri berupaya mewujudkan misi modern dan internasional dengan memberi penguatan pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan bahsa lainnya serta menggunakan metodologi dan teknologi informasi dalam pembelajaran.

Saya mendapatkan kehormatan untuk memandu workshop dan diskusi bagaimana menerapkan sosial media untuk pembelajaran dengan pendidik PMI Dea Malela dan Bagaimana berlaku Bijak dalam menggunakan media sosial untuk para santri PMI Dea Malela. Info lengkap sessi workshop Saya bisa disimak disana.


Leave a comment

Sekolah Favorit Hasil Kerja Rakyat, Haruskah dihapus Pemerintah?

“Saya mohon masyarakat mulai menyadari bahwa namanya era sekolah favorit itu sudah selesai,”

Kata Muhajir di Kompleks Parlemen I, Jakarta, Senin (21/6).

Sebelum adanya wajib belajar dicanangkan, upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar didahului dengan keluarnya Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD. Tujuan penerbitan kebijakan ini adalah untuk memperluas kesempatan belajar, terutama di pedesaan dan bagi daerah perkotaan yang penduduknya berpenghasailan rendah.

Di era Pak Harto, pelaksanan tahap pertama program SD Inpers adalah pembangunan 6.000 gedung SD yang masing-masing memiliki tiga ruang kelas. Ketika itu Indonesia baru saja mendapat limpahan dana hasil penjualan minyak bumi yang harganya naik sekitar 300 persen dari sebelumnya. Uang itu kemudian digunakan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya pendidikan.

Pada tahap awal pelaksanaan program SD Impres, hampir setiap tahun, ribuan hingga puluhan ribu gedung sekolah dibangun. Pembangunan paling besar terjadi pada priode 1982/1983 ketika 22.600 gedung SD baru dibuat. Hingga priode 1993/1994 tercatat hampir 150.000 unit SD Inpres telah dibangun.

Masyarakat dapat terlibat dalam memberikan bantuan dana, pembuatan gedung, area pendidikan, teknis edukatif seperti proses belajar mengajar, menyediakan diri menjadi tenaga pengajar, mendiskusikan pelaksanaan kurikulum, membicarakan kemajuan belajar dan lain-lain.

Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003

Setelah proyek SD Inpres berakhir, pemerintah tak bisa membangun banyak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, seperti SMP Negeri di banyak daerah yang berakibat tidak semua lulusan SD di suatu daerah dapat ditampung di SMP Negeri atau harus bersekolah di SMP Negeri yang letaknya jauh dari rumah.

Pertambahan SMP Negeri yang dibangun Pemerintah tak diikuti oleh pembangunan SMA atau SMK Negeri dalam jumlah yang cukup sehingga tidak semua almuni SMP di suatu daerah bisa ditampung di SMA atau SMK Negeri di wilayahnya.

Sekolah yang dibangun Pemerintah biasanya hanya terdiri dari ruang belajar berupa kelas dan ruang guru.

Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan mereka juga mempunyai kewajiban untuk mengembangkan serta menjaga keberlangsungan penyelenggaraan proses pendidikan, sebagaimana diamanatkan oleh Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 BAB IV yang didalamnya memuat bahwasannya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Masyarakat dapat terlibat dalam memberikan bantuan dana, pembuatan gedung, area pendidikan, teknis edukatif seperti proses belajar mengajar, menyediakan diri menjadi tenaga pengajar, mendiskusikan pelaksanaan kurikulum, membicarakan kemajuan belajar dan lain-lain. Banyak hal yang bisa disumbangkan dan dilakukan oleh masyarakat untuk membantu terlaksananya pendidikan yang bermutu.

Kebutuhan sarana belajar seperti toilet, kantin, lapangan olahraga, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium IPA, sarana ibadah, dan sebagainya dirasakan menjadi kebutuhan yang mendesak oleh orang tua agar anaknya yang bersekolah di suatu sekolah bisa mencapai kualitas baik. Saat dilakukan pertemuan manajemen sekolah dengan orang tua murid, atau saat-saat orang tua menjemput anaknya ke sekolah, orang tua murid sering mengusulkan ide-ide penambahan sarana, bahkan tak sedikit yang bersedia menjadi donatur, sponsor atau mencarikan fihak lain yang bisa memberi bantuan untuk membangan sarana pendidikan.

Misalnya ketika suatu sekolah belum memiliki sarana ibadah seperti masjid, banyak orangtua yang bersedia menyumbang jasa arsitek, batu kali, bata, semen, keramik, kayu, genting, karpet, sound system atau menyumbang dana secara sukarela hingga masjid bisa berdiri dan dimanfaatkan sebagai sarana belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah itu.

Budaya dukungan orang tua melengkapi berbagai sarana di sekolah terus dilaksanakan sehingga sekolah-sekolah seperti itu memiliki berbagai kelebihan sarana pembelajaran yang berpengaruh kepada hasil belajar murid-muridnya, yang membuat sekolah tersebut menjadi favorit masyarakat di sekitarnya bahkan yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah itu. Murid-murid baru dan orang tua yang masuk pada tahun-tahun berikutnya terus melanjutkan budaya mendukung pemenuhan berbagai sarana dan biaya penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya.

Kepala Sekolah yang berasal dari guru di sekolah favorit biasanya pandai membaca potensi dan mampu melakukan pendekatan kepada orang tua untuk mensupport berbagai kegiatan dan kebutuhan pemenuhan sarana sekolah, sehingga orang tua murid dengan sukarela menyumbang materi dan material untuk peningkatan mutu pembelajaran.

Era pendidikan gratis mengamanatkan negara menanggung biaya pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan standard biaya yang sama setiap jenis dan jenjang pendidikan, padahal sekolah yang sudah memiliki berbagai sarana, laboratorium dan program-program unggulan (yang sebelumnya disupport oleh orang tua murid) membutuhkan dana operasional dan perawatan yang lebih besar dibanding sekolah-sekolah yang memiliki sarana level biasa-biasa saja atau tak memiliki program unggulan yang memerlukan biaya banyak.

Sekolah favorit itu hasil karya orang tua murid bekerjasama dengan guru yang berlangsung puluhan tahun, dan itu akan diakhiri oleh pemerintah, apa dampaknya menurut anda?

 


4 Comments

Tuhan Sembilan Senti (Taufiq Ismail)

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Amin Yaa Rabbalalamin


2 Comments

Belajar jadi Reporter di SMKN 50 Jakarta


Namanya Tiara, dia kelas X jurusan Multimedia saat membuat video ini dan ditayangkan di channelnya di youtube, goood job Tiara … ga sia-sia neng kamu skolahnya jauh dari rumah, sudah bisa menghasilkan karya yang kereeen, ayo terus berkarya, kalo kamu?


Leave a comment

Profil SMKN 50 Jakarta


Dikerjakan oleh tim Multimedia Kelas X MM dikomandoi Andriko, Aan, Zefanya, Willy dan didukung oleh semua anak kelas X MM th 2019 dan semua murid-murid terpilih, good job guys.

Shooting berlangsung tanggal 23 dan 24 April 2019.


Leave a comment

Mendokumentasikan Sekolah lewat Drone

 


Leave a comment

Vlog Baru Channel Youtube Saya


Videografernya @danisetiawan8, mahasiswa DKV yang produktif memotret dan produksi video, makasih bro.

Selamat menikmati, kalau mau subscribe dipersilahkan, komentar anda bakal di balas, terima kasih


Leave a comment

Terpapar Kartini

Screen Shot 2019-04-18 at 11.09.58 AM

Statistik Blog Dedi Dwitagama

Ada fakta menarik pengunjung blog saya seminggu terakhir, posting CARA KREATIF MERAYAKAN HARI KARTINI DI SEKOLAH dikunjungi ribuan pembaca seminggu, terima kasih sekali buat anda yang sudah berkunjung dan menyimak ide kecil saya yang muncul karena keprihatinan panjang, kenapa hari kartini selalu diperingati dengan kebaya, sementara negeri ini banyak sekali suku bangsanya.

Perjumpaan dengan Guru-guru BK Propinsi Banten dan Penggiat anti narkoba,  anggota LSM anti narkoba Banten membawa saya berkunjung ke Serang Timur berdiskusi seru dengan mereka, terima kasih kepada Kepala SBNNP Banten atas kepercayaan dan kerjasama yang baik selama ini, terima kasih kepada staf BNNP Banten yang support sessi saya dan peserta training yang bersemangat mengajukan banyak pertanyaan, semoga bermanfaat.

dwitagama SMAN 42 JAKARTA

di SMAN 42 Jakarta

Foto di atas adalah dokumentasi suasana seru berjumpa dengan guru-guru hebat di SMAN 42 Jakarta membahas Performance dan Etos Kerja Guru, yang bisa disimak lebih lengkap disana.

Anda terpapar apakah? terima kasih telah berkunjung dan komentar, semoga anda dalam sehat dan sukes slalu.

 


9 Comments

Pemilu Cepatlah Berlalu, Kamu Jangan

Menikmati tayangan televisi kini jadi tak nikmat lagi karena banyak sekali bertebaran kata-kata yang kurang pantas di ruang publik, saling menjatuhkan dan berita-berita saling melaporkan, reportase sidang-sidang karena perbedaan pandangan di pemilu. Berita-berita kejahatan, kekerasan, pembunuhan dan kasus-kasus penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba mengisi ruang publik dan seperti dijejalkan ke telinga memasuki relung memori dan mebuat hati perih teriris, sedemikian rusakkah negeri ini?

Apresiasi buat Trans TV yang masih rutin menayangkan program acara My Trip My Adventure (MTMA), yang mengekspose keindahan alam dan budaya negeri ini. Menyaksikan acara MTMA membuat hati jadi senang dan bahagia, bahwa ternyata ada keindahan yang luar biasa yang belum sempat saya nikmati langsung di lokasi, rasa takjub berlanjut bersyukur bahwa Allah telah memberi keelokan negeri yang luar biasa untuk rakyat Indonesia, selanjutnya saya sering berangan-angan atau menyusun rencana untuk menikmati keindahan alam yang luar biasa itu, terima kasih buat Trans TV dan tim kreatif MTMA.

Situs-situs berita sebagian besar isinya saling curiga dan saling serang, yang barangkali tujuannya menjelekkan fihal lawan dan ingin mendulang simpati agar calonnya dipilih pada pemilu mendatang. Facebook, twitter, instagram, line hingga whatsapp diserbu konten kampanye berbonus saling menjatuhkan antar kelompok pendukung, dibonceng kabar-kabar hoax, membuat ratusan hingga ribuan kabar berkelebat di sosial media, tak sedikit yang isinya sama dari sumber yang sama berkelebat di platform sosial media yang berbeda.

Sangat terasa sekali bahwa rakyat negeri ini terbelah menjadi dua kubu, sementara para elit seperti wayang-wayang yang bisa menghuni kotak yang satu dan berpindah ke kotak lainnya, tak sedikit elit yang saat pemilu yang lalu berada di fihak lawan, kini bergabung dengan fihak penguasa, ada pula yang dulu bergabung dengan penguasa kini berada di fihak lawan. Rakyat seolah lupa bahwa elit itu dulu menyatakan dan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan yang dikatakan dan diperbuat saat ini.

Rakyat seolah lupa atau tak tahu akan rekam jejak elit yang sering berubah-ubah tergantung dimana posisi dia berada. Bahkan rakat seolah lupa dan membiarkan para koruptor yang kembali mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif.

Pemilu cepatlah berlalu, agar kita bisa lihat apakah rakyat negeri ini punya ingatan yang baik dan berani menghukum para koruptor yang kembali mencalonkan diri dengan tidak memilihnya. Jika ternyata para koruptor yang masih mencalonkan diri ternyata terpilih kembali dan menduduki kursi di DPRD, DPR, maupun DPD, itu berarti rakyat negeri ini terlalu mudah lupa akan rekam jejak pelaku korupsi, atau rakyat tak tahu bahwa calon itu melakukan korupsi, atau rakyat memilih calon yang koruptor karena mendapatkan imbalan atau fasilitas tertentu, atau adakah penyebab lain sehingga koruptor itu kembali merebut kursi badan legislatif.

Pemilu cepatlah berlalu, agar kita bisa lihat apakah rakyat negeri ini ingin tetap dipimpin oleh petahana atau ingin perubahan berganti pemimpin sehingga kabinet bisa segera disusun dan langsung bekerja mensejahterakan penduduk negeri. Dengan demikian kontroversi televisi dan sosial media segera berakhir, selanjutnya makin banyak dikabarkan keindahan, keelokan daerah serta budayanya agar sektor pariwisata negeri ini makin bergairah dan meningkatkan frekuensi penerbangan, transportasi darat, kuiliner, dsb.

Pemilu cepatlah berlalu … Kamu jangan, karena saya bahagia bersamamu …


3 Comments

Agar Hidup Terasa Makmur

perokok miskin

Bangun tidur
Yang dicarinya asap
dihisap agar tak lelap
agar hidup terasa makmur

Sarapan
panganan seadanya
ditutup dengan asap
agar hidup terasa makmur

Saat bekerja
di sela jari selalu terselip
benda penghasil asap
agar hidup terasa makmur

Perjalanan pulang
macet di jalan
jadi tak terasa karena asap
agar hidup terasa makmur

Sebelum tidur
asap yang dicari
dihisap memberi rasa hangat
agar hidup terasa makmur

Terlelap
di teras rumah
dalam gang sempit
karena di dalam penuh penghuni

Bangun tidur
Yang dicarinya asap
dihisap agar tak lelap
agar hidup terasa makmur


3 Comments

Tanah Papua – Trio Ambisi

Di sana pulauku
Yang kupuja s’lalu
Tanah Papua pulau indah
Hutan dan lautmu
Yang membisu s’lalu
Cendrawasih burung emas

Reff  :
Gunung-gunung , lembah-lembah
Yang penuh misteri
Kan ku puja s’lalu
Keindahan alammu yang mempesona
Sungaimu yang deras mengalirkan emas
Syo.. Ya Tuhan..Trima..kasih

Di sana pulauku
Yang kupuja s’lalu
Tanah Papua pulau indah
Hutan dan lautmu
Yang membisu s’lalu
Cendrawasih burung emas

Reff  :
Gunung-gunung , lembah-lembah
Yang penuh misteri
Kan ku puja s’lalu
Keindahan alammu yang mempesona
Sungaimu yang deras mengalirkan emas
Syo.. Ya Tuhan..Trima..kasih

Anda pernah ke tanah Papua? Alamnya sangat indah dan kaya, sulit sekali untuk melupakan kunjungan kesana … saya beruntung sekali pernah mendapatkan kehormatan dari BNN RI dan IASTP mengunjungi Papua tiga kali tahun 2007 – 2008, disetiap acara ramah tamah lagu ini selalu dinyanyikan membuat saya selalu merindukan dan menyanyikan kembali untuk mengobati kerinduan pada tanah papua, semoga semua warga papua dalam sehat dan sejahtera selalu.


1 Comment

Selow – Bernyanyi bareng Wahyu – Kuuuy

Sudah biasa diriku ditinggalkan
Diacuhkan dan dicampakan
Oleh orang yang kucinta
Menyakitkan tapi tak ku rasakan

Kupasrahkan semua pada Tuhan
Yang telah mengatur semua jalanku
Dan juga jodohku dimanapun

Kapanpun itu
Karna ku selow sungguh selow
Sangat selow tetap selow

Santai santai jodoh gak akan kemana
Karna ku selow sungguh selow
Sangat selow tetap selow
Santai santai ku yakin tuhan berikan gacoan

(Ngerap)
Memang sakit hidup tanpa cinta
Lelaki emang inginkan wanita
Dan karna hatiku sedang makan derita
Ku butuh seseorang sebagai P3K

Bila nanti sudah aku dapatkan
Seseorang paling sempurna
Pasti akan slalu ku jaga

Karna tuhan telah menitipkan
Seseorang paling terbaik
Bersama sama arungi jalanku

Dan juga jodohku dimanapun
(dimanapun) kapanpun itu
Karna ku selow sungguh selow
Sangat selow tetap selow

Santai santai jodoh gak akan kemana
Karna ku selow sungguh selow
Sangat selow tetap selow
Santai santai ku yakin tuhan berikan gacoan

(Ngerap)
Karna ku selow soal cinta masa bodo
Biar ku sendiri tu ku memang macam lambo
Ku tak buru buru untuk soal jodoh
Ku butuh manis hubungan

Bukan asam kaya manggo
Takan lari gunung ku kejar
Kalo udah jodoh tak kan kabur
Kau kan ku lamar

Karna ku selow sungguh selow
Sangat selow tetap selow
Santai santai jodoh gak akan kemana

Karna ku selow sungguh selow
Sangat selow tetap selow
Santai santai ku yakin tuhan berikan gacoan

Karna ku selow sungguh selow
Sangat selow tetap selow
Santai santai jodoh gak akan kemana

Karna ku selow sungguh selow
Sangat selow tetap selow
Santai santai ku yakin tuhan berikan gacoan
Ku yakin tuhan berikan.


Leave a comment

Gadis Peminta-minta

Oleh: Toto Sudarto Bachtiar

Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa

Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang

Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa membagi dukaku

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda

Tiba-tiba saya kangen puisi ini yang pad tahun 80-an sring saya bacakan di berbagai lomba di Jakarta: TIM, Bulungan, Polonia, dan berbagai tempat lainnya, kamu sedang kangen siapa?

Sumber:  Pencinta Puisi


Leave a comment

Mencegah Narkoba di Sekolah

Masalah penyalahgunaan narkoba seperti tak berhenti dan tampak semakin mengkhawatirkan, berita penangkapan politikus papan atas di sebuah hotel di Jakarta Barat dengan peralatan menghisap shabu, dan kandungan methamphetamin positif terdapat dalam urin yang bersangkutan setelah diperiksa di laboratorium.

Seseorang yang menyalahgunakan narkoba umumnya dimulai dengan mencoba menghisap rokok, yang didorong oleh pergaulan sesama remaja dan budaya masyarakat negeri ini, dimana orang-orang dewasa merasakan kenikmatan asap rokok dan membiarkan keluarganya yang masih anak-anak menghisap rokok.

Telah lama lingkungan sekolah dinyatakan steril dan harus tidak ada asap rokok dan warganya yang merokok, tetapi sering dijumpai guru-guru atau karyawan yang mencari kesempatan menghisap rokok di lingkungan sekolah, aroma bau asap di ruang-ruang tertentu di sekolah sering tercium jelas, pertanda ada jejak asap rokok disana.

Kalau ditanya apakah ada program pencegahan penyalahgunaan narkoba atau sosialisasi masalah rokok di sekolah anda? Jawabannya pasti ada dan sudah dilakukan.

Coba diteliti kembali, kapan hal itu dilaksanakan? tahun lalu? Sekian tahun lalu? Perhatikan atau ingat-ingat deh, siapa yang jadi target kegiatan itu? Berapa murid yang ikut kegiatan itu? apakah mereka masih sekolah saat ini atau sudah lulus?

Sekolah sering lupa, merasa sudah melakukan kegiatan di atas, padahal kegiatan itu dilakukan sekian tahun yang lalu dimana murid-murid yang ikut kegiatan itu sudah lulus, sementara ratusan murid yang masih bersekolah saat ini belum mendapatkan pembekalan atau tambahan pengetahuan tentang rokok dan narkoba.

Upaya pencegahan bahaya rokok dan narkoba sebaiknya menjadi budaya atau bagian kegiatan-kegiatan yang selalu dikerjakan di sekolah, beberapa strategi yang bisa dilakukan sekolah diantaranya sebagai berikut:

1. Sosialisasi bahaya rokok dan narkoba untuk murid baru, ini bisa dilakukan saat Masa Orientasi Siswa – MOS, atau penyuluhan oleh senior pengurus OSIS saat upacara atau apal pagi di sekolah.

2. Penerapan aturan TATA TERTIB SEKOLAH berhubungan dengan rokok & narkoba disosialisasikan kepada murid dan orang tua atau wali murid, dan penandatangan dokumen surat pernyataan yang ditulis tangan bahwa murid dan orang tua sudah membaca tata tertib, menyetujui isinya dan siap menerima sangsi terhadap pelanggaran tata tertib.

3. Perkembangan zaman, situasi dan pemahaman warga sekolah mengharuskan REVISI TATA TERTIB SEKOLAH SETIAP TAHUN, upaya itu harus melibatkan semua warga sekolah, guru, karyawan, orang tua, murid, alumni, Komite Sekolah, industri, dinas pendidikan (pemerintah daerah), perguruan tinggi atau siapa saja yang menjadi mitra sekolah selama ini. Proses revisi harus dilakukan, walaupun kemudian isi tata tertib yang sudah ada masih bagus dan bisa digunakan tanpa penambahan atau pengurangan lagi itu sekaligus menjadi forum sosialisasi program dan tata tertib sekolah.

4. UPAYA PENCEGAHAN ROKOK & NARKOBA BERKELANJUTAN, berbagai kegiatan bisa dilakukan misalnya: razia isi tas murid secara acak di lobby sekolah pada hari-hati tertentu, atau razia ke kelas, di toilet, dsb. Pada sekolah lanjutan murid kelas 8 atau 11 harus diberikan lagi kegiatan yang sesuai dengan minat mereka berhubungan dengan rokok dan narkoba, demikian juga untuk murid yang di kelas 9 atau 12 harus diberi pembekalan dalam bentuk yang berbeda dengan sebelumnya.

Alternatif kegiatan untuk kelas 8 & 9 atau 11 & 12 adalah:
– Lomba Poster
– Lomba film atau video pendek
– Lomba pidato
– Lomba karya tulis
– Stand up Comedy, dsb
– Yayasan Kanker
– Rumah Sakit Paru
– LSM HIV/AIDS
– Komnas Pengendalian Tembakau
– Polisi
– Masih banyak lagi

4. KONSISTENSI TERAPKAN ATURAN LEWAT REWARD DAN PUNISHMENT sangat perlu, murid-murid zaman now itu pintar, apalagi orang tuanya … sekali saja sekolah tak konsekwen menerapkan tata tertibnya sendiri maka ketika ada murid yang melanggar aturan akan menuntut hal yang sama, oleh sebab itu jalankan tata tertib secara konsisten atau rubah tata tertib jika dirasa tak sesuai lagi. Termasuk peraturan untuk guru dan karyawan sekolah.

Jika murid dan orang tua sudah disosialisasikan, menandatangani surat pernyataan bermaterai, melanggar peraturan, diingatkan, dilakukan konseling (didukung dengan bukti-bukti tertulis dan foto), melakukan pelanggaran berkali-kali, maka murid itu pantas menerima sangsi sesuai tata tertib hingga dikeluarkan, atau secara sukarela orang tua memindahkan anaknya ke sekolah lain … andai keluarga murid yang kena sangsi memperkarakan dengan bantuan pengacara, maka sekolah akan memenangkan kasusnya.

5. SALURKAN ENERGI DAN KREATIFITAS MURID, tumbuhkan berbagai kegiatan ekskul yang disukai murid, tampilkan pada berbagai kesempatan di sekolah, seperti MOS, peringatan hari besar, ketika menerima kunjungan tamu, di upacara atau apel pagi, ulang tahun sekolah, class meeting, pensi dan berbagai kesempatan lainnya.

Anda punya tambahan lainnya?


5 Comments

Nyontek itu Cermin Rendahnya Rasa Percaya Diri?

Guru: “Bagaimana rasanya jika orang lain yang kamu beri contekan nilainya lebih tinggi dari kamu?”.

Murid 1: “Sakiiiit, karena Saya belajar mati-matian, eh dia yang cuma nanya dapat nilai bagus”.

Murid 2: “Tak apa-apa”.

Murid 3: “Biasa aja, karena semua nyontek”.

Guru itu terkejut, ternyata menyontek sudah menjadi kebiasaan anak sekolah, apakah itu cermin dari rendahnya rasa percaya diri anak sekolah?


Leave a comment

Alamat

Kartini pernah punya sahabat pena yang tinggal di negeri yang jauh? Komunikasi berlangsung melalui surat. Zaman dulu di Negeri ini surat diantarkan pegawai pos ke kantor desa atau kelurahan, setelah itu dibawa oleh petugas dari Desa, RW dan RT diantar ke alamat atau orang yang dituju ke rumahnya.

Tahun tujuh puluhan, pegawai pos mulai mengantarkan langsung ke nama dan alamat yang dituju dengan menggunakan sepeda dengan dua kantong terpal berisi paket pos pada boncengan sepeda petugas pos, dengan kring yang khas di stang sepeda dibunyikan ketika sampai di rumah yang dituju.

Kantor-kantor pemerintah dan swasta menggunakan kantor pos untuk banyak kegiatan, diantaranya saat menerima karyawan atau menerima kiriman dari masyarakat dengan menggunakan kotak surat yang diberi nomor, perusahaan atau kantor-kantor pemerintah dan swasta menyewa kotak pos yang berbentuk kotak dengan lubang untuk memasukkan surat pada bagian depan dimana petugas pos akan memasukkan surat yang ditujukan ke alamat kotak itu, di bagian lain dilengkapi kunci untuk membuka agar penyewa kotak pos bisa mengambil surat di dalam kotak pos itu yang tersusun di dalam kantor pos.

Tahun delapan puluhan mulai diterapkan sistem kode pos di Indonesia yang mengidentifikasi kelurahan dimana alamat tujuan surat itu berada, menuliskan kode pos saat itu serasa sudah modern mengikuti zaman, hingga semua orang berusaha menghafal nomor kode pos alamatnya, biasanya terdiri dari lima angka yang disesuaikan dengan kelurahan atau desa.

Di akhir tahun delapan puluhan orang-orang atau institusi dan sekolah mulai melengkapi alamat dengan nomor telepon dan fax, tak hanya di kantor, banyak rumah-rumah yang melengkapi diri dengan mesin fax bersatu dengan pesawat telepon rumah.

Tahun sembilan puluhan mulai era internet dan alamat kantor, perusahaan atau perorangan dilengkapi dengan alamat email yang membuat komunikasi bisa disertai foto dan dokumen lainnya dengan proses pengiriman yang sangat cepat, dalam hitungan detik.

Kini, alamat kantor, perusahaan atau perorangan dilengkapi dengan alamat email sudah tak cukup lagi, karena era sosial media seolah mengharuskan kantor, perusahaan atau perorangan melengkapi diri dengan alamat di sosial media seperti WhatsApp, Line, Facebook, Twitter, Instagram, dsb. Komunikasi melalui berbagai platform sosial media kini bisa dilakukan dalam bentuk teks, foto, video.

Bagaimana dengan anda? Sekolah Anda? Kantor Anda?


7 Comments

Group Whats App, Bermanfaatkah?

WA

Pagi hari, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Siang hari, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Malam hari, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Menjelang tidur hari itu, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Saat bangun tidur hari itu, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Dia tak lagi membaca koran, majalah atau menyimak berita di televisi karena merasa sudah banyak informasi yang diserap dari puluhan group whats app handphone nya. Dia makin konsumtif melahap berbagai kontent yang belum tentu benar dan bermanfaat. Sepertinya makin sulit mencari orang yang produktif.

Ada berapa group whats app di handphone anda?

 


4 Comments

Persoalan Jari Tangan

Screen Shot 2019-02-07 at 10.36.26 AM
Dulu rakyat negeri ini
bebas mengekspresikan jari-jarinya
saat sedang berpose untuk difoto

bahkan tak sedikit
remaja yang mengekspresikan jari tengah ke atas
saat berjumpa dengan rombongan berseragam
yang berpapasan dengannya.

isyarat jari tengah itu tak pernah sampai ke penegak hukum
walau eksesnya menimbulkan tawuran hingga korban jiwa.

Sekarang rakyat tak bebas
mengekspresikan jarinya karena bisa berujung di pengadilan


Leave a comment

Piala = Sampah

Ada berapa banyak piala di sekolah anda? Puluhan, ratusan atau lebih dari seribu piala menghiasi dinding atau disimpan di dalam lemari? Apakah arti piala untuk penghuni gedung sekolah anda? Mungkin ada piala diletakan di atas meja yang baru diperoleh beberapa hari yang lalu, dan belum sempat disimpan dalam rak atau lemari, tiba-tiba tersenggol oleh seseorang yang lewat atau terdesak ketika seseorang meletakkan buku atau benda lain, sehingga piala itu jatuh dan pecah berkeping-keping, akan dikemanakan piala yang hancur itu?

Jika ada tahun perolehan piala yang tercantum pada piala di sekolah anda, silahkan perhatikan piala yang paling lama diperoleh atau piala apa yang pertama diperoleh sekolah anda itu? Apakah arti piala itu untuk diri anda, adakah arti piala itu untuk warga sekolah saat ini?

Piala bisa diperoleh dengan berbagai cara, misalnya sekolah mengadakan berbagai perlombaan dalam rangka hari-hari tertentu, seperti ulang tahun sekolah, hari kemerdekaan, hari pahlawan, sumpah pemuda, hari guru, hari pendidikan, dsb. Ada perlombaan yang diikuti oleh kelas, yang ketika menjadi juara, pialanya disimpan di kelas, dan saat kelas itu lulus, pialanya dikeluarkan dari kelas dan menjadi inventaris sekolah.

Sekolah sering mengikuti berbagai kompetisi antar sekolah yang diadakan di luar sekolah oleh dinas pendidikan maupun instansi lain seperti organisasi cabang olah raga pencak silat, karate, renang, atletik, catur, basket, futsal, atau bidang kesenian seperti menari, menyanyi, paduan suara, band, film, dsb. Ketika meraih juara, sekolah memperoleh piala yang menjadi inventaris sekolah menghuni lemari atau rak di sekolah yang jika dikelola dengan baik menjadi asesoris penghias interior sekolah.

Suatu ketika sekolah anda mendapat kehormatan atau berprestasi hingga menjadi utusan atau wakil negara untuk mengikuti kompetisi pada bidang tertentu di luar negeri yang harus ditempuh dengan perjalanan belasan jam menggunakan pesawat terbang. Latihan dilakukan sejak setahun sebelum pelaksanaan lomba dengan melibatkan banyak murid, guru, disertai dengan uji coba atau latih tanding di berbagai kota di dalam negeri, biaya untuk persiapan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah termasuk untuk pembuatan kostum atau pakaian yang digunakan saat kompetisi.

Untuk tiket perjalanan ke negeri yang jauh dan pulang kembali semua anggota group yang tak sedikit menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah, maka total biaya yang digunakan untuk mengikuti kegiatan di luar negeri itu menghabiskan biaya ratusan juta rupiah. Bangga dan bahagia ketika pada kompetisi itu meraih prestasi menjadi juara dan membawa piala menambah koleksi piala di sekolah.

Untuk murid, guru, orang tua atau kepala sekolah dan siapa saja yang terlibat dengan persiapan hingga meraih prestasi kompetisi, melihat piala yang dihasilkan akan memunculkan kenangan cucuran keringat, curahan energi berlatih, perihnya luka cedera, menahan kantuk karena kurang tidur dan kecemasan perjalanan serta menghadapi perbedaan budaya dan iklim di negeri yang jauh, ratusan juta rupiah biaya yang sudah dikeluarkan, plus rasa bangga, bahagia, gembira luar biasa saat berhasil meraih juara, itu menimbulkan torehan rasa yang sangat sulit dilukiskan, dan selalu ingin di kenang atau diulangi lagi.

Untuk warga sekolah yang tak terlibat pada proses persiapan dan pelaksanaan kompetisi, melihat piala di sekolah hanya mendapat informasi bahwa sekolahnya pernah berprestasi pada bidang tertentu, tetapi tak memberikan getaran perasaan atau memunculkan kenangan cucuran keringat, curahan energi berlatih, perihnya luka cedera, menahan kantuk karena kurang tidur dan kecemasan perjalanan serta menghadapi perbedaan budaya dan iklim di negeri yang jauh, ratusan juta rupiah biaya yang sudah dikeluarkan, plus rasa bangga, bahagia, gembira luar biasa saat berhasil meraih juara, itu menimbulkan torehan rasa yang sangat sulit dilukiskan, dan selalu ingin di kenang atau diulangi terus menerus.

Piala itu seperti sampah, benda yang sudah tak terpakai. Seperti sepeda yang pernah anda gunakan saat kecil, yang telah berjasa mengajarkan anda menjaga keseimbangan dan meluncur di jalan raya hingga saat ini anda menjadi juara balap motor internasional, sepeda pertama di masa kecil anda mungkin sudah hilang entah kemana, atau jika pun masih ada, barangkali hanya menjadi seonggok sampah di gudang atau halaman belakang rumah, yang hanya diri anda sendiri dan orang tua anda yang tahu bahwa sepeda itu telah berjasa mengantarkan anda menjadi juara di kompetisi balap motor internasional.

Bagaimana agar piala tak menjadi sampah di sekolah?

Pada era digital saat ini, sekolah bisa memberi nilai tambah agar koleksi piala bisa memberi arti lebih pada semua warga sekolah, dengan cara sebegai berikut:

Dokumentasikan dan kabarkan proses latihan dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan untuk kompetisi apa latihan itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

 Dokumentasikan dan kabarkan proses uji coba tanding dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan untuk kompetisi apa uji coba itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Dokumentasikan dan kabarkan proses perjalanan menuju lokasi lomba dan aksi murid saat berloma atau komperisi dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan untuk kompetisi apa perjalanan itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Dokumentasikan dan kabarkan proses penyerahan piala dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan pada kompetisi apa penyerahan piala itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Dokumentasikan dan kabarkan foto murid beserta piala yang diperolehnya dalam bentuk foto dan video, disertai dengan wawancara mengungkap apa saja disekitar pencapaian prestasi yang membanggakan itu dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan kompetisi apa dan dimana diadakan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Ketika piala-piala itu menghuni tempat sampah, kenangannya masih bisa dinikmati puluhan tahun di instagram dan youtube. Karena banyak karakter bagus yang bisa ditumbuhkan dari proses meraih piala, dan itu sangat bermanfaat buat membentuk manusia yang unggul.

Anda pernah juara apa?


4 Comments

Mendokumentasikan Aktifitas Literasi di SMKN 50 Jakarta

SMKN 50 Jakarta, Kamis 10 Januari 2019, tenda sudah dipasang sejak hari Rabu kemarin, walau hujan Rabu malam agak panjang, lapangan basah tak menghalangi niat gairah berliterasi di SMKN 50 Jakarta, aktifis OSIS membersihkan lapangan dari genangan air dan memasang terpal untuk semua keluarga besar SMKN 50 menyimak penulis novel kondang negeri ini, Tere Liye yang nama aslinya Darwis, video di atas merupakan salah satu dari belasan dokumentasi saya yang sudah tayang di channel youtube Saya, selamat menikmati.

Dokumentasi lain, yaitu Jejak Training dan Seminar Saya sejak tahun 2005 Saya arsipkan di bawah ini:

• 28 Training sepanjang tahun 2018 bisa disimak disini.
• 35 Training sepanjang tahun 2017 bisa disimak disini.
• 62 Training sepanjang tahun 2016 bisa disimak disini.
• 66 Training sepanjang tahun 2015 bisa disimak disini.
• 114 Training sepanjang tahun 2014 bisa disimak disini.
• 107 Training sepanjang tahun 2013 bisa disimak disini.
• 125 Training sepanjang tahun 2012 bisa disimak disini.
• 97 Training sepanjang tahun 2011 bisa disimak disini.
• 109 Training sepanjang tahun 2010 bisa disimak disini.
• 57 Training sepanjang tahun 2009 bisa disimak disini.
• 181 Training sepanjang tahun 2008 bisa disimak disini.
• 75 Training sepanjang tahun 2007 bisa disimak disini.
• 107 Training sepanjang tahun 2006 bisa disimak disini.
• Training sepanjang tahun 2005 dan sebelumnya bisa disimak disini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya,perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


12 Comments

Debat Presiden Rasa Ujian Nasional, Kisi-kisinya dibocorkan

mic dwitagama

Seseorang yang dicalonkan jadi calon Presiden dan Wakil Presiden pasti orang hebat, kalau tak hebat tak mungkin jadi calon, karena tak ada partai politik yang mau mencalonkan dia sebagai calon Presiden (Capres) atau calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan memimpin negeri berpenduduk lebih dari seperempat milyar.

Koalisi Partai Politik yang mencalonkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang bersepakat pasti tahu bahwa pasangan yang dicalonkan adalah penduduk terbaik negeri ini yang mampu memimpin negeri, mereka orang-orang hebat. Orang-orang hebat yang dicalonkan pasti telah berpengalaman dalam berbagai bidang yang bermanfaat untuk rakyat banyak. Agar rakyat bisa melihat orang-orang hebat yang akan dipilihnya maka perlu dilakukan debat terbuka yang bisa dilihat oleh penduduk se negara.

Kisruh bocoran pertanyaan debat atau kisi-kisi calon Presiden dan Wakil Presiden membuat rakyat bertanya-tanya tentang kehebatan calon pemimpin tertinggi negeri ini. Argumen Komisi Pemilihan Umum (KPU) selalu berusaha membenarkan keputusan yang diambil, tetapi pembocoran soal atau kisi-kisi menjadi sangat disayangkan karena seolah-olah KPU ingin menyatakan bahwa Capres dan Cawapres kita bukan orang-orang hebat yang mampu menjawab berbagai pertanyaan dalam debat.

Kesalahan yang sudah terjadi bisa diperbaiki dengan menganulir semua soal atau kisi-kisi yang telah diberikan kepada Capres dan Cawapres, berikan keleluasaan kepada panelis, host bahkan kepada semua rakyat untuk mengajukan pertaanyaan kepada calon pemimpinnya, di era digital sekarang, bisa saja pertanyaan diberikan oleh rakyat lewat saluran website, twitter, instagram, email, dsb. Panelis atau host bisa memilih pertanyaan yang sesuai dengan tema atau isu yang dibahas.

Saya jadi terkanang saat persiapan ujian nasional, guru-guru memberi kisi-kisi ujian untuk muridnya agar memperoleh nilai ujian nasional  yang baik.

Anda punya pertanyaan untuk 0rang-orang hebat yang akan berdebat?

Silahkan ketik di kotak komentar. Terima kasih.


2 Comments

Pesan Bunda Iffet untuk Slankers

Ada yang menarik di konser 35 tahun group band Slank semalam 23 Desember 2018, Ibunda Bimbim yang biasa dipanggil Bunda Iffet berpesan buat Slankers, yang intinya:

  • Bekerjalah serius untuk menjadi hidup sejahtera hingga ke negeri yang jauh.
  • Jangan korupsi.
  • Jangan nongkrong-nongkrong di pinggir jalan, diujung gang, dsb.
  • Hindarkan diri dari penyalahgunaan narkoba.
  • Tak minum minuman keras yang memabukkan dan miras oplosan.
  • Hormati dan bahagiakan ibu yang sembilan bulan mengandung dan melahirkan dengan perjuangan antara hidup dan mati.

Saya tidak bisa menyaksikan siaran langsung konser slank itu sehingga mungkin saya tak sempat menyaksikan Bunda Iffet berpesan tentang:

  • Jangan merokok karena terlalu banyak racun yang terkandung dalam asap rokok.
  • Jangan corat-coret tubuh dengan tato karena Tuhan menciptakan tubuh yang bersih.
  • Jangan begadang setiap malam, karena tubuh butuh istirahat dan kualitas tidur di malam hari jauh lebih baik dibanding tidur di siang hari.
  • Jaga isi celana dalam dari predator yang nafsunya bejat dan tak bertanggung jawab.

Apakah kamu slangkers?


5 Comments

Liputan Murid: Kegiatan Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta


Acara Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta yang berlangsung di SMKN 29 Jakarta 15 Desember 2018, sudah tayang di channelnya di youtube.

Apakah yang dimaksud dengan Techno Park?

Berikut ini adalah tulisan Pande Made Parwatha Guru SMKN 1 Abang, Karangasem yang dimuat di Baliexpert.jawapos.com

SALAH satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkembangan industri modern berbasis informasi yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) , lndonesia dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lapangan kerja lain di negara-negara anggota MEA.

Apabila lndonesia tidak menyiapkan penyediaan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional, dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional dari negara-negara anggota MEA.

Untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan di atas, dan sebagai kelanjutan dari Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas), yang secara nasional telah tuntas, melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang 2 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK . Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK. Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya. Dalam proses pendidikan di SMK, keterlibatan pihak industri dalam proses pembelajaran sangatlah penting, karena perkembangan teknologi maupun proses dalam produksi/jasa yang sangat pesat. Penerapan Teaching Factory di SMK akan mendorong mekanisme kerja sama antar sekolah dan industri yang saling menguntungkan, sehingga SMK akan selalu mengikuti perkembangan industri secara otomatis (teknologi transfer, manajerial, pengembangan kurikulum, prakerin, dan sebagainya.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat.Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri. Salah satu tujuan utama program Teaching Factory dan Technopark di SMK adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak kepada penguatan daya saing industri di Indonesia.

Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang “comphrehensive” meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif/sikap (“attitude”) dan kemampuan berpikir/mental (cognitive) “Higher-Order Thinking Skills” (HOTS) yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (“critical thinking/evaluation” dan “problem solving”). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).

Oleh karena itu, penerapan program Teaching Factory dan Technopark di SMK harus ditindaklanjuti secepatnya oleh instansi teknis terkait. Grand Design ini juga diharapkan bisa dipahami serta dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan. Dengan demikian, banyak pihak dapat terlibat aktif secara efektif dan konstruktif, termasuk memberi kritik, evaluasi, dan rekomendasi. Pelibatan publik secara lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil pembangunan pendidikan, khususnya SMK.

Harus ada upaya untuk memberikan tambahan sentuhan teknologi baru yang dilakukan terus menerus. Sehingga jika sudah berhasil, yang keluar dari Techno Park ini benar-benar produk unggulan dan berbeda dengan produk sebelumnya atau yang ada di daerah lain.Techno Park juga bisa memberikan branding terhadap suatu sekolah atau daerah. Penciptaan teknologi baru bisa disesuaikan dengan potensi dan kondisi daerah sehingga menunjang sektor andalan daerah tersebut. (*)

Bikin liputan apa kamu hari ini?


Leave a comment

Kreatif di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta

Bertemu dengan anak kapal, ide kreatif saya sering muncul tak terkendali hingga waktu terasa begitu cepat berlalu, salah satunya adalah mewawancarai anak kapal SMKN 29 Penerbangan Jakarta tentang sekolah mereka di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta 15 DESEMBER 2018.

Video di atas adalah produk kreatifitas bersama anak kapal saat mereka sedang sibuk merakit pesawat yang sudah diterbangkan, kini murid jago karate yang menjadi host itu sudah jadi sarjana dan bekerja di industri kreatif, well done Friska.

Apakah yang dimaksud dengan Techno Park?

Berikut ini adalah tulisan Pande Made Parwatha Guru SMKN 1 Abang, Karangasem yang dimuat di Baliexpert.jawapos.com

SALAH satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkembangan industri modern berbasis informasi yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) , lndonesia dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lapangan kerja lain di negara-negara anggota MEA.

Apabila lndonesia tidak menyiapkan penyediaan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional, dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional dari negara-negara anggota MEA.

Untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan di atas, dan sebagai kelanjutan dari Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas), yang secara nasional telah tuntas, melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang 2 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK . Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK. Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya. Dalam proses pendidikan di SMK, keterlibatan pihak industri dalam proses pembelajaran sangatlah penting, karena perkembangan teknologi maupun proses dalam produksi/jasa yang sangat pesat. Penerapan Teaching Factory di SMK akan mendorong mekanisme kerja sama antar sekolah dan industri yang saling menguntungkan, sehingga SMK akan selalu mengikuti perkembangan industri secara otomatis (teknologi transfer, manajerial, pengembangan kurikulum, prakerin, dan sebagainya.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat.Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri. Salah satu tujuan utama program Teaching Factory dan Technopark di SMK adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak kepada penguatan daya saing industri di Indonesia.

Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang “comphrehensive” meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif/sikap (“attitude”) dan kemampuan berpikir/mental (cognitive) “Higher-Order Thinking Skills” (HOTS) yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (“critical thinking/evaluation” dan “problem solving”). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).

Oleh karena itu, penerapan program Teaching Factory dan Technopark di SMK harus ditindaklanjuti secepatnya oleh instansi teknis terkait. Grand Design ini juga diharapkan bisa dipahami serta dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan. Dengan demikian, banyak pihak dapat terlibat aktif secara efektif dan konstruktif, termasuk memberi kritik, evaluasi, dan rekomendasi. Pelibatan publik secara lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil pembangunan pendidikan, khususnya SMK.

Harus ada upaya untuk memberikan tambahan sentuhan teknologi baru yang dilakukan terus menerus. Sehingga jika sudah berhasil, yang keluar dari Techno Park ini benar-benar produk unggulan dan berbeda dengan produk sebelumnya atau yang ada di daerah lain.Techno Park juga bisa memberikan branding terhadap suatu sekolah atau daerah. Penciptaan teknologi baru bisa disesuaikan dengan potensi dan kondisi daerah sehingga menunjang sektor andalan daerah tersebut. (*)

Apa produk kreatif kamu hari ini?


Leave a comment

PASKIBRA DUA SEMBILAN di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta


Pernah mendapat piala yang tingginga jauh melebihi tinggi kamu? perhatikan video di atas, aktifis ekskul Paskibra SMKN 29 Jakarta sudah sering menerima hadiah piala yabg tingginya melebihi tinggi mereka sebagai hasil dari kerja keras latihan dan mengikuti kejuaraan lomba paskibra di berbagai tempat.

Saya menjumpai mereka pada acara Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta yang berlangsung di SMKN 29 Jakarta 15 Desember 2018.


Dokumentasi aksi Paskibra SMKN 29 Jakarta diacara XCOOL RCTI tahun 2015.

Apakah yang dimaksud dengan Techno Park?

Berikut ini adalah tulisan Pande Made Parwatha Guru SMKN 1 Abang, Karangasem yang dimuat di Baliexpert.jawapos.com

SALAH satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkembangan industri modern berbasis informasi yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) , lndonesia dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lapangan kerja lain di negara-negara anggota MEA.

Apabila lndonesia tidak menyiapkan penyediaan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional, dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional dari negara-negara anggota MEA.

Untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan di atas, dan sebagai kelanjutan dari Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas), yang secara nasional telah tuntas, melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang 2 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK . Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK. Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya. Dalam proses pendidikan di SMK, keterlibatan pihak industri dalam proses pembelajaran sangatlah penting, karena perkembangan teknologi maupun proses dalam produksi/jasa yang sangat pesat. Penerapan Teaching Factory di SMK akan mendorong mekanisme kerja sama antar sekolah dan industri yang saling menguntungkan, sehingga SMK akan selalu mengikuti perkembangan industri secara otomatis (teknologi transfer, manajerial, pengembangan kurikulum, prakerin, dan sebagainya.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat.Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri. Salah satu tujuan utama program Teaching Factory dan Technopark di SMK adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak kepada penguatan daya saing industri di Indonesia.

Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang “comphrehensive” meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif/sikap (“attitude”) dan kemampuan berpikir/mental (cognitive) “Higher-Order Thinking Skills” (HOTS) yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (“critical thinking/evaluation” dan “problem solving”). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).

Oleh karena itu, penerapan program Teaching Factory dan Technopark di SMK harus ditindaklanjuti secepatnya oleh instansi teknis terkait. Grand Design ini juga diharapkan bisa dipahami serta dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan. Dengan demikian, banyak pihak dapat terlibat aktif secara efektif dan konstruktif, termasuk memberi kritik, evaluasi, dan rekomendasi. Pelibatan publik secara lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil pembangunan pendidikan, khususnya SMK.

Harus ada upaya untuk memberikan tambahan sentuhan teknologi baru yang dilakukan terus menerus. Sehingga jika sudah berhasil, yang keluar dari Techno Park ini benar-benar produk unggulan dan berbeda dengan produk sebelumnya atau yang ada di daerah lain.Techno Park juga bisa memberikan branding terhadap suatu sekolah atau daerah. Penciptaan teknologi baru bisa disesuaikan dengan potensi dan kondisi daerah sehingga menunjang sektor andalan daerah tersebut. (*)

 

Seberapa tinggi piala yang pernah kamu dapatkan?


Leave a comment

Ekskul Aeromodelling di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta

Mereka serius latihan dan sudah sering menjuarai kejuaraan Lomba Aeromodelling tingkat Nasional, jika mau lihat produk pesawat yang dihasilkan oleh aktifis aeromodelling dan piala hasil kejuaraan, silahkan datang ke SMKN 29 Jakarta.


Leave a comment

Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta

Menikmati Pesawat Jabiru hasil rakitan murid-murid SMKN 29 Jakarta tahun 2011 membangkitkan kenangan semangat kerja keras anak-anak kapal yang hebat berusaha mewujudkan target pencapaian menerbangkan pesawat yang dirakit murid-murid kapal bersama guru-guru dan ekspert dari FASI, pesawat tersebut sudah diterbangkan pada 12 April 2012 di sekitar Bandara Pondok Cabe Pamulang Tangerang Selatan.

Pesawat itu kembali ditampilkan pada kegiatan Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta yang berlangsung di SMKN 29 Jakarta, Sabtu 15 Desember 2018. Acara yang menampilkan berbagai produk SMKN 29 Jakarta dan ekspos kegiatan ekstra kurikuler murid-murid disana, mengundang murid, orang tua murid, alumni, industri, Dinas Pendidikan, Kemendikbud RI, murid SMP. Selain pameran, demo ekskul, display produk, juga diadakan lomba-lomba untuk murid SMP.

Saat ini anak-anak hebat yang ikut merakit pesawat sudah sarjana dan bekerja di berbagai bidang seperti maskapai penerbangan, otomotif, rumah sakit, militer, dsb. Proud of you guys.


49 Comments

Mau Bagus atau Bejat itu Kamu yang Mau

Screen Shot 2018-12-13 at 8.43.50 AMSaat kamu sekolah, kamu pilih berteman dengan anak-anak yang baik, bergabung dengan kegiatan-kegiatan yang baik, ikut belajar kelompok atau bimbingan belajar, rutin sholat berjamaah di masjid sekolah, pulang tepat waktu, ngerjain tugas dengan semangat dan ga pernah bolos sekolah.

Ada murid yang berteman dengan anak-anak yang gemar nongkrong di ujung gang, di persimpangan jalan sambil ngerokok atau main games bareng, kalo ada tugas dari guru nungguin contekan dari teman yang sudah mengerjakan lebih dulu, minta dikirim fotonya lewat media sosial untuk disalin pagi hari sebelum bel masuk sekolah berbunyi, malas gabung dengan kegiatan ekskul, nongki (nongkrong-nongkrong) sampai larut malam, hingga sering terlambat sekolah.

Ada murid yang seperti piala bergilir, selalu berusaha bahwa dirinya “laris-manis”, yang perempuan selalu show off pacaran dengan lelaki yang dibilang ganteng di sekolah, jika putus atau bubaran segera berganti hinggap di lelaki ganteng lainnya. Kalau yang lelaki selalu show off pacaran dengan perempuan yang dibilang cantik di sekolah dan gonta ganti hinggap di perempuan berlabel cantik. Beberapa diantara mereka keblabasan hingga berbadan dua hingga tak lanjut sekolah.

Ada murid yang berteman dengan anak-anak yang gemar berkendara motor, nongkrong di ujung gang sambil menjejerkan sepeda motornya dengan spanduk atau banner nama kelompok di persimpangan jalan sambil ngerokok atau main games bareng, kalo ada tugas dari guru nungguin contekan dari teman yang sudah mengerjakan lebih dulu, minta dikirim fotonya lewat media sosial untuk disalin pagi hari sebelum bel masuk sekolah berbunyi, malas gabung dengan kegiatan ekskul, nongki (nongkrong-nongkrong) sampai larut malam, hingga sering terlambat sekolah. Suasana dingin malam hari mendorong mereka mencoba miras oplosan yang memberi rasa “panas” dan mengantarnya ke liang kubur karena otak dan jantungnya tak mampu kalahkan racun dan alkohol dari miras oplosan.

Ada murid yang sibuk sendiri, berangkat sekolah sendiri, di sekolah asik sendirian terus, terlihat pendiam, jarang ngomong sama teman-temannya, pulang sekolah sendirian aja, mengerjakan tugas-tugas sekolah sendiri, sering pake handsfree di sekolah dan luar sekolah.

Kamu termasuk yang mana?


86 Comments

Elo Bisa Jadi seperti yang Elo Mau

Screen Shot 2018-12-13 at 8.43.50 AM

Di Sekolah saat jam istirahat, beberapa murid mojok di sekolah merokok, ngisep ganja, minum miras oplosan, dengan strategi tertentu mereka keluar sekolah kebut-kebutan menggunakan sepeda motor dan terjadi tabrakan tak jauh dari sekolahnya.

Guru diberi tahu, berdasarkan data sekolah, jenazah diantar ke rumah orang tuanya dan langsung dimakamkan sore harinya. Tempat duduk kosong yang ditinggalkan dalam beberapa hari sudah terisi oleh murid baru.

Sekelompok murid sibuk berkegiatan ekskul, setalah itu mengerjakan tugas kerja kelompok bersama teman-temannya, dilanjutkan dengan mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah, membuat mereka tiba di rumah setelah matahari terbenam.

Setelah lulus SLTA mereka lulus tes masuk perguruan tinggi dan mendapat pekerjaan yang memberi penghasilan untuk menopang hidupnya jadi penduduk yang sejahtera.

Guru diberi tahu saat reuni, bahwa murid yang dulu serius itu kini sudah menjadi pengusaha, ada yang jadi pejabat, ada yang jadi ulama, tentara dan menekuni berbagai profesi lainnya.

Apakah sekolah rusak nama baiknya karena murid-muridnya nakal? suka merokok, menyalahgunakan narkoba? kebut-kebutan? Enggak tuh Guys, masih banyak penduduk yang butuh sekolah, sehingga kalau kamu udah ga mau sekolah pasti langsung datang murid baru yang masuk ke sekolah kamu.

Kalaupun kamu jadi orang sukses, sekolah tetap saja menjalankan misinya mendidik anak negeri yang mau dididik jadi orang baik. Jadi terserah kamu aja deh, mau penyakitan, cepet mati atau kamu mau hidup bahagia dan sejahtera saat dewasa adalah pilihan kamu … kalo kata orang zaman now mah, hak azasi.

Kalo mau sehat dan hidup bahagia, berkumpullah dengan orang-orang yang menjalankan pola hidup sehat dan suka kerja keras. Kalo mau penyakitan dn cepat mati, silahan kumpul dengan orang-orang yang doyan asap, minum miras oplosan, ngeganja, narkobaan, ngebut-ngebutan … siapa yang bisa larang? Atau langsung aja kamu gali kuburan kamu buat istirahat selamanya daripada ngerepotin orang tua, guru dan masyarakat.

Mo jadi apa guys? Maap ni yee, sekedar mengingatkan.


35 Comments

Menjaga Nama Baik Sekolah? Siapa yang Bisa?

 

Screen Shot 2018-12-11 at 11.15.22 AM

Hampir semua yang pernah sekolah pasti pernah mendengar Guru dan Kepala Sekolah bilang:

“Jaga nama baik sekolah kita …” Saat upacara di lapangan sekolah atau pengarahan di kelas.

Jika masih ada guru atau kepala sekolah yang masih bicara seperti itu, artinya mereka terganggu daya nalarnya, karena di era zaman now menjaga nama baik sekolah itu luar biasa sangat berat atau hampir bisa dibilang tak mungkin kenapa? Karena luas area sekolah saat ini bisa sangat luas hingga ribuan meter persegi dengan jumlah murid ratusan hingga ribuan orang, ditambah guru dan karyawan yang jumlahnya bisa puluhan hingga ratusan. Adakah yang bisa menjaga nama baik sekolah?.

Guru yang masih honor bilang, “Ah, Saya mah santai aja, cukup kerja sebaik mungkin karena belum tentu diangkat sebagai aparur sipil negara dan andai diangkat bisa jadi saya ditempatkan di sekolah lain.”

Guru yang sudah ASN bilang, “Yang penting datang dan pulang tepat waktu, masuk ke kelas sesuai jadwal mengajar, tak perlu kerja keras karena setia saat bisa saja saya dirotasi atau dipindahkan ke lain sekolah.”

Kepala Sekolah bilang, “Saya cuma harus memastikan bahwa sekolah ini bisa memberikan pelayanan terbaik buat guru, murid dan masyarakat, menjaga nama baik apalagi merubah image sekolah menjadi lebih baik sangat sulit dan butuh waktu yang lama karena masa kerja saya terbatas dan kapan saja saya bisa dipindahkan ke lain sekolah.”

Murid yang tertangkap Polisi ketika melakukan tawuran, dinilai merusak nama baik sekolah oleh guru-gurunya, dia bilang begini:

“Kami sedang di bis tiba-tiba diprofokasi oleh sekelompok pelajar di bis lain dan dilempari batu, kami hanya melawan dan mempertahankan diri, kami justru sedang mempertahankan nama baik sekolah.”

Buat anak-anak zaman now tak usah lagi diminta mereka menjaga nama baik sekolah, lebih baik minta mereka untuk menjaga nama baik diri sendiri
dan akan menjaddi lebih baik jika bisa meraih prestasi lewat perjuangan diri sendiri atau bersama teman, maka nama baik yang diperoleh oleh seorang murid kemudian akan menjadi kebanggan dirinya. Keluarga bakal bangga juga, semua teman di sekolah termasuk sekolahnya jadi dapat nama baik, bahkan kota dimana tempat tinggal dan negeri dimana dia berada ikut merasa bangga, jadilah kebanggan seorang murid menyebar menjadi kebanggan negara

Bagaimana anda menjaga nama baik diri sendiri? Berapa kali anda berprestasi yang membanggakan diri, membuat nama anda semakin baik dan mengharumkan sekolah anda? Kalau anda belum pernah mengharumkan nama sekolah anda, apakah anda belum menjaga nama baik sekolah anda

Jaga nama baik diri sendiri aja yuu, happy deh