@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


2 Comments

aku ini bisa apa lah, cuma nunggu angin kibarkan diriku

 

Bendera bisa ngomong, mungkin bakal bilang gini: “aku tuh sbenernya banci bangeets sama mreka yg ngaku” mencintai aku tapi kerjanya brantem mulu ga nyadar kalo banyak yg eksploitasi aku prkaya diri sndiri, smntara aku ini bisa apa lah, cuma nunggu angin kibarkan diriku.”

Dia liat mass media, dengar pembicaraan orang tentang aparat yang saling tuding, seperti ingin saling memenjarakan, aktifis partai yang gemar  ribut, juga saling tuding, seperti ingin saling memenjarakan, fulisi sibuk urusan laporan” kriminalisasi & begal shg lupa banyak penyelundup & pencuri kekayaan alam di hutan & laut luas, hadeeeeh!!!!


1 Comment

Sementara para perokok tetap miskin, hidup susah dan penyakitan, bagaimana dengan anda?

IMG_4288-0
Pada saat tertentu di negeri paman besut saya berada dalam situasi dimana hampir semua orang di tempat itu merokok. Mereka seperti sangat menikmati setiap hisapan asap benda putih 9 cm, sering tak bersuara menghisap asap, menghembuskan lewat mulut dan hidup, kadang matanya terpejam, merem melek gitu, terlihat mereka sangat menikmati asap yang dibungkusnya tertulis “membunuhmu”.

Mungkin buat mereka itu adalah suatu kenikmatan tiada tara, dengan kemampuan keuangan yang terbatas mereka membeli rokok sebatang dan menjadikan rokok itu sebagai media pengantar kenikmatan, yang tumbuhkan rasa suka, senang, bahagia, dsb.

Mereka tak berfikir buat traveling naik pesawat plus nikmati kuiliner khas daerah wisata yang dikunjungi, uang yang terbatas, pengaruh teman-teman, persepsi keliru tentang rokok, solidaritas, setia kawan, telah menjerumuskan mereka menjadi perokok yang menumpuk ribuan macam zat kimia beracun di dalam tubuh, ditambah promosi gencar politikus yang memberi fasilitas gratis berobat di rumah sakit untuk si miskin atau peserta program kesehatan tertentu.

Kadang saya tergoda untuk berbicara atau bertanya pada perokok itu, apa nikmatnya menghisap asap, sejak kapan jadi penghisap, berapa biaya yang dialokasikan untuk membeli benda yang harus dihisap, dsb.

Tahukan mereka bahwa jutaan perokok yang ada di negeri paman besut telah memberi keuntungan banyak sekali buat pemilik pabrik rokok dan kabarnya menjadikan pemilik pabrik rokok itu sebagai orang terkaya di dunia. Sementara para perokok tetap miskin, hidup susah dan penyakitan, bagaimana dengan anda?


3 Comments

Pasar tradisional buat belajar karakter

IMG_4287
fotokita.net

Jika anda ingin mempelajari katakter manusia, datanglah ke pasar tradisional pagi hari, cari posisi dimana anda bisa duduk santai mengamati orang-orang yang masuk dan keluar dari pasar, perhatikanlah dengan seksama pengunjung pasar, apa yang anda lihat?

Kecantikan alami.
Saat bangun tidur, kita dapat melihat level kecantikan seseorang, mereka belum mandi, tak bermake up, sering mereka seperti mengenakan pakaian tidur langsung ke pasar. Yang tak cantik tampil asal membuatnya makin kurang sedap dipandang juga tak sedikit.

Semangat hidup.
Perhatikan pengunjung pasar yang bersemangat datang ke pasar dengan bergairah, siap dengan rencana atau catatan apa yang akan dibeli pagi itu, terlihat dari matanya yang bersemangat dan gerakan badanaya yang lincah, fokus ke lokasi-lokasi yang sudah direncanakan dan segera meninggalkan pasar setelah selesai.

Masuklah ke pasar, amati transaksi pedagang dan pembeli, prosesnya akan sangat cepat jika pembeli dan pedagangnya memiliki semangat hidup yang menyala, sering diiringi senyum dan saling menyapa.

Pengunjung yang kurang semangat hidupnya sering tampak bingung di pasar, berjalan kesana-kemari dengan tatapan kurang fokus, demikian juga dengan pedagangnya, mereka terlihat kurang bergairah dan menjalankan usahanya secara santai.

Peduli kesehatan.
Amati bentuk tubuh pengunjung, ada yang sangat ideal dan terlihat sehat, lihat apa yang dibeli di pasar, biasanya bahan makanan yang sehat, lihatlah mereka yang berukuran jumbo, bafang belanjaannya bisanya kurang sehat & umumnya bisa sgera dinikmati, kadang mereka mencari makanan matang yang siap di santap begitu tiba di rumah atau mereka langsung menikmati makanan di di pasar.

Apalagi yang bisa anda pelajari di pasar?


2 Comments

sekolah itu tak pernah sepi peminat, walau berbiaya mahal

IMG_4239

IMG_4240
Pembinaan karakter siswa butuh kreatifitas dan kerjasama dengan berbagai fihak di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Dua foto di atas memperlihatkan isi foto album instagram yang merespon pendidikan karakter saat jadi siswa baru di SMKN 36 Jakarta, bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), anak-anak yang baru lulus SMP dilatih kebersamaan, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, cinta negara, dsb.

Kementrian dan Dinas Pendidikan sudah mengatur tatacara pembinaan siswa baru, menurut saya itu boleh diikuti sebagai standar minimal, sekolah sebaiknya meningkatkan level standar kegiatan dengan melibatkan siswa senior, guru, dan fihak luar seperti industri, perguruan tinggi, TNI, Polisi, dsb.

Tentang biaya, ini mungkin jadi masalah sehingga sekolah enggan menaikkan standar, pembinaan siswa baru jadi kegiatan yang selalu begitu, hampir tak pernah berubah dari tahun ke tahun. Kuncinya kembali ke kreatifitas pengelola sekolah dan keberanian untuk menaikan standar kegiatan yang sering disebut MOS atau Masa Orientasi Siswa baru.

Kurikulum, Ujian Nasional, adalah batas minimal yang harus dicapai sekolah dalam interaksinya dengan anak didik, sekolah yang terbiasa minimalis dalam pencapaian berbagai standar di sekolah, akhirnya akan ditinggalkan masyarakat, berbagai label yang disematkan untuk sekolah yang biasa sekedar sesuai standar akhirnya ketahuan bahwa itu sekedar kedok; ingat dulu ada sekolah dengan label TELADAN, SBI, SSN, UNGGULAN, dsb. Sekolah itu outputnya biasa-biasa saja tak seperti labelnya.

Banyak sekolah yang tak peduli terjadap label ini itu tetapi berusaha menanamkan karakter unggul dengan memberi standar lebih pada proses pendidikan di sekolahnya dan hal itu disukai masyarakat hingga sekolah itu tak pernah sepi peminat, walau berbiaya mahal.

Bagaimana sekolahmu?


1 Comment

Kapan terakhir lihat lubang kubur? 

 

Ketika mau tawuran, merokok, pake narkoba, minum oplosan, kebut-kebutan, apakah pelaku sadar bahwa dirinya sedang mendekat ke lubang berukuran sekitar 2 x 1 meter, dan bakal menetap selamanya di lubang itu membusuk?

Daripada mempercepat jadwal pemakaman, lebih baik mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, menyenangkan, hasilkan uang, nambah sahabat, atau apa aja deh yg bikin hidup lebih hidup & bermanfaat buat alam semesta.

Kapan terakhir lihat lubang kubur? 


Leave a comment

Kopdar Akbar Guru Blogger Nasional: Dahsyat, Kreatif, Luar Biasa, Allahu Akbar! (part 1)

Dedi Dwitagama:

Mendokumentasikan kenangan hebat, terima kasih Pak Ustadz Bhayu

Originally posted on بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِى:

bersama timKomunitas Sejuta Guru Ngeblog(KSGN) hadir dalam rangka memfasilitasi guru-guru untuk lebih massif lagi memanfaatkan teknologi (IT) di era digital ini khususnya dalam hal ngeblog. Selain itu juga KSGN memotivasi dan senantiasa memberi inspirasi untuk selalu berprestasi, kreatif dan berkontribusi mengisi internet dengan konten-konten positif agar konten-konten negatif tergusur. Kini, 1 tahun sudah kami menginfakkan waktu, tenaga, pikiran dan ilmu yang dimiliki. Kesemua instruktur dengan rela berangkat ke daerah-daerah tanpa harus repot menyediakan akomodasi dan transportasi. Bagi sekolah atau lembaga yang menginginkan pelatihan gratis cukup menyediakan tempat saja. Karena perjalanan itulah rasa syukur patut dan fardhu ‘ain kita panjatkan. Apalagi ulang tahun perdana ini kami mengundang seluruh guru blogger dan komunitas blogger di Indonesia untuk bertemu, silaturahim dan sharing dalam event Kopdar Akbar Guru Blogger Nasional Bersama Indosat. Bertambah rasa syukur bertambah pula kenikmatan dan insya Allah bertambah pula kebaikan yang kita dapatkan.

View original 685 more words


Leave a comment

Ketika Guru Go-Blog Berkumpul

Dedi Dwitagama:

Reportase yang bagus, dan makin bagus karena ada namaku … nuhun pisan bapaaa ti kulon

Originally posted on budakkulon:

Reportase untuk Blogger Reporter Indonesia (BRID)

DSC05420 copyJika saja Andrea Hirata tidak menuliskan tentang Ibu Muslimah dalam bukunya yang berjudul Laskar Pelangi, tentu hingga sekarang kita tidak akan mengenal sosok guru bersahaja dari Belitong tersebut. Tanpa disadari, tulisan Andrea Hirata yang melibatkan Ibu Muslimah dalam novelnya turut memperkenalkan sang guru kepada dunia. Puncaknya adalah ketika Ibu Muslimah mendapatkan penghargaan Satya Lencana Pendidikan yang diberikan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada Peringatan Hari Guru Nasional akhir tahun 2008 silam.

Guru yang baik akan meninggalkan kesan yang baik bagi para muridnya, kesan yang baik akan tersimpan lama dalam ingatan sang murid. Seperti yang dilakukan Andrea Hirata, beberapa murid mungkin akan menuliskan kisah hidup di sekolah yang pernah mereka lalui bersama sang guru dalam bentuk tulisan di Blog pribadi ataupun buku. Maka untuk bisa menjadi guru yang baik dan kekal dalam kenangan, bersikaplah professional serta  tanamkan nilai-nilai baik kepada para murid.

Pesan…

View original 746 more words

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 17,344 other followers