@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Orang oon ketemu orang miskin, Sekolah harus mendidik murid taat hukum

image

Motor digembok aja bisa ilang, apalagi ditinggalin di pinggir jalan, dan oon nya elo bersedia bayar 5.000, dan itu ga bikin tukang parkirnya jadi kaya, liat aja deh, mreka tetep miskin krn uangnya habis cuma buat beli rokok, orang tua yg kasih izin anaknya bawa motor sedang mendorong anaknya ke kematian, kalo kamu?


Leave a comment

Tuhan 9 cm berkepala api, puisi karya Taufik Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
Tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,

di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,

di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,

di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk

orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,

di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat

bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
*menderita* di kamar tidur

ketika melayani para suami yang _bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok_,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.

_Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS_,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,

dan *ada juga dokter-dokter merokok*,
Istirahat main tenis orang merokok,

di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,

panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-‘ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,

di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup

bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
_Mereka ulama ahli hisap._

Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
_terselip berhala-berhala kecil,_
_sembilan senti panjangnya,_
_putih warnanya,_
_ke mana-mana dibawa dengan setia,_

*satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,*
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,

tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.

Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.

Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.

Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
*25 penyakit ada dalam khamr.*
*Khamr diharamkan.*
*15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).*
*Daging khinzir diharamkan.*
*4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.*
_Patutnya rokok diapakan?_

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.

_Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,_
_Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,_
_jangan,_
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.

Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.

Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,

*sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.*
Korban penyakit rokok

lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,

cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,

_berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,_
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,

*diiklankan dengan indah dan cerdasnya,*
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan *sesajen asap tuhan-tuhan ini,*

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini…

🌻Taufik Ismail 🌻


Leave a comment

Kalo ada anak sekolah beli rokok gunakan dana KJP, apa kata Ahok?

Awalnya lihat post soal rokok pa @dwitagama Respon saya: “paded ini ribet banget segala anak ngrokok aja dibahas mulu”
sekarang, saya ngerasain sendiri.. As a teacher, lihat murid dengan kondisi tubuh bugar sehat, kantong yg ga penuh2 amat, dan masa depan belum pasti, stress lihat mereka ngerokok. tapi percayalah, ortu mereka tuh kebanyakan gak keberatan or gak mau tau. 

Saya pernah panggil ortu karna anaknya ngerokok, jawabnya “saya ngga tau kalo disekolah dihukum kalo ngerokok” HELLOOWW.. Rasanya tuh pengen jadi jin tring! menghilang, gak ngurusin tuh anak lagi..pengennya sih cuek..

No good things you can take from smoking, guys. Apalagi kalo duit buat jajan aja masih minta, pacaran masih pake pop ice or es blenderan ga nyampe ceban, atau ngarepin KJP buat sekedar beli tas. 

Kalian belum adaaaaa pantas2nya ngerokok. Kasian otak kalian.. Eh tapi ada ga yah?
#Repost @msretnoayu


Leave a comment

Rokok itu hebat

Rokok itu hebat
Bukan cuma anak kecil yang menghisapnya
Orang tua hampir mati juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma pengangguran yang menghisapnya
Orang sibuk yang sukses juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang bodoh yang menghisapnya
Orang pintar yang profesor & gelarnya banyak juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang tak faham kesehatan menghisapnya
Orang yang memakai baju putih berkalung steteskop juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan orang yang tidak taat beragama menghisapnya
Orang tua rajin beribadah hampir mati juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang pengecut menghisapnya
Orang yang berani mati juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma lelaki yang menghisapnya
Perempuan hamil dan banci juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang miskin yang menghisapnya
Orang kaya juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang patah hati yang menghisapnya
Orang yang mabuk cinta juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma gelandangan yang menghisapnya
Pemilik rumah mewah juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma anak murid yang menghisapnya
Guru dan Kepala Sekolah juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang kampung yang menghisapnya
Orang kota juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma pejalan kaki yang menghisapnya
Pemilik jet pribadi juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang tak pernah berolahraga menghisapnya
Arlit juara dunia juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma rakyat jelata yang menghisapnya
Pemimpin pilihan rakyat juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma waras yang menghisapnya
Orang yang “tak waras” juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang lemah menghisapnya
Tentara yang sering perang juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma tukang parkir yang menghisapnya
Pemilik mobil mewah juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang sehat yang menghisapnya
Orang tua yang batuk-batuk tal berhenti juga menghisapnya 

Rokok itu hebat
Bukan cuma sopir yang menghisapnya
Majikannya pemilik mobil juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan tukang kembang tahu yang dipikul menghisapnya
Pemilik pabrik tahu juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma tukang ojek yang menghisapnya
Pemilik dealer motor besar juga menghisapnya 

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang gelap kulit & lebar mata menghisapnya
Orang yang terang kulit & sipit mata juga menghisapnya 

Rokok itu hebat
Bukan cuma rakyat tak berbaju yang menghisapnya
Pemimpin yang banyak asesoris di baju juga menghisapnya 

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang tak pernah jalan-jalan menghisapnya
Traveler yang sudah keliling dunia juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang menghisapnya
Monyet juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Kalo kamu tak merokok
Berarti kamu lebih hebat

Rokok itu hebat
Lebih 60 juta penduduk yang merokok
Jumlahnya terus bertambah
Bagaimana dengan kamu?


Leave a comment

Pendidikan tak fungsikan otak

Anak kecil itu
Melihat ayah ibunya merokok
Tetangganya merokok
Anak tetangganya merokok

Di warung ada penjual rokok
Kadang orang tuanya menyuruh beli rokok
Dia jadi biasa melihat rokok
Dia jadi biasa memegang rokok

Anak kecil itu ingin tahu apa rasa rokok
Diam-diam dia coba mengisap rokok
Ketika orang tuanya melihat mereka tak marah
Otaknya tak dipakai walau semua sekolah

Kalo kamu?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,525 other followers