@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Sekolah seolah pasrah dan tak bergairah

“Pak Dedi, mayoritas murid sekolah kami berasal keluarga miskin, mereka tinggal di rumah kontrakan satu kamar yang punya banyak fungsi untuk ruang keluarga, kamar tidur, dsb, kemampuan intelektualnya rendah, perilaku disiplin sulit buat mereka, kalau diterapkan sangsi tegas sesuai aturan tata tertib akan banyak murid yang dikeluarkan dari sekolah, mungkin jika mereka punya ijazah nanti ada peluang hidup lebih baik, oleh sebab itu sekolah sering membiarkan pelanggaran disiplin atau tata tertib, kami sulit merubah karakter nakal atau perilaku tak baik anak-anak miskin itu”.

Foto: Ilustrasi

 

Maka sekolah itu puluhan tahun menjadi sekolah pilihan terakhir dari masyarakat di sekitarnya, bukan sekolah pilihan pertama, sekolah itu tetap diminati mungkin karena statusnya sebagai sekolah negeri, gratis, bagus gedungnya, letaknya dekat jalan utama.

Bagaimana dengan misi sekolah membentuk karakter, merubah kualitas hidup dari yang kurang baik menjadi yang lebih baik, seolah sekolah hanya jadi institusi pemberi ijazah tanpa meningkatkan mutu anak negeri? Jika hal itu dibiarkan akhirnya sekolah itu tak akan diminati oleh masyarakat karena mereka sadar bahwa guru-guru di sekolah itu tak bekerja secara profesional. Mungkin guru-guru di sekolah itu tak tahu bahwa tak jauh dari sekolah mereka ada sekolah yang punya aturan siswa yang menyontek saat ulangan akan dikeluarkan dari sekolah, tetapi orang tua murid bersedia membayar sumbangan puluhan juta rupiah kepada sekolah untuk bisa diterima di sekolah itu dan membayar iuran dua juta rupiah lebih setiap bulan, karena para orang tua yakin anaknya dididik dengan baik di sekolah yang tak gratis itu.

Jika anda orang tua murid, pilih sekolah yang mana?

Jika anda guru, apakah pasrah pada keadaan,  membiarkan saja proses pendidikan di sekolah berlangsung sekedar formalitas, tanpa greget membentuk generasi yang lebih baik karena sudah puas dengan penghasilan yang tinggi, takut kena isu-isu HAM, tak dimotivasi pimpinan, atau sebab lainnya?

Karena ada pejabat di pemerintah daerah kota itu yang bilang bahwa kinerja yang bagus aparatnya terlihat dari penggunaan seragam & atribut yang lengkap serta datang dan pulang tepat waktu (termasuk guru?).


Leave a comment

MOS – MOPDB SMKN 36 Jakarta bekerjasama dg Tentara, good job guys

                  

 

Lewat instagram, twitter, dan fanpage facebook OSIS SMKN 36 Jakarta Saya berkomunikasi tentang masa orientasi siswa baru disana yang mendapat dukunan Tentara seperti yang sudah dilakukan pada tahun-tahun yang lalu, good job guys.


Leave a comment

Tips menghijaukan sekolah

 

Perhatikan lingkungan sekolah Anda, berdirilah atau duduk di salah satu sudut sekolah, lalu arahkan pandangan ke sekeliling sekolah: hijau, teduh, asri, gersang, kering, berdebu, atau ……..?

Awal tahun ajaran adalah saat yang tepat untuk merubah sekolah Anda menjadi lebih baik sehingga membuat semua warga sekolah lebih betah berada di sekolah dan produktif menghasilkan karya karena udara segar memberi asupan oksigen yang berlimpah untuk bernafas warga sekolah, berikut ini adalah tips menghijaukan sekolah.

1. Bicarakan dengan dinas pertamanan, teman guru, tata usaha, murid atau orang tua atau siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap perbaikan mutu lingkungan hidup di sekolah.

2. Tentukan lokasi, areal atau wilayah mana yang akan ditanami pohon, perhatikan kondisi tanah di lokasi itu, jika dirasa kurang baik, buatlah galian tanah untuk diisi tanah yang baik disertai pupuk, biarkan selama beberapa hari sebelum ditanam.

3. Tentukan jenis tanaman yang akan ditanam, usahakan diperlihatkan kepada semua warga sekolah, diserta dengan kriteria, nama, jenis, warna, tinggi, dsb, bahkan beri tahu dimana bisa didapatkan pohon tersebut dengan harga kisarannya, dll.

4. Tugaskan setiap murid lama untuk membawa satu pohon, murid baru membawa dua atau tiga pohon, bahkan guru-guru dan tata usaha bisa juga dikerahkan untuk membawa pohon, beri jarak bebebrapa hari, lebih baik seminggu, sejak pemberian informasi hingga hari eksekusi membawa dan menanam bersama.

5. Pilih momen yang bagus untuk kegiatan menghijaukan sekolah seperti, upacara pertama, hari kemerdekaan, hari sumpah pemuda, hari pahlawan, hari lingkungan hidup, ulang tahun sekolah, ulang tahun kota, tahun baru,,dsb.

6. Foto lingkungan sekolah anda sebelum penghijauan, dokumentasikan saat acara penenaman pohon, dan abadikan setelah pohon-pohon yang ditanam tumbuh, cetak dan display di mading sekolah atau website sekolah.

7. Pada hari yang ditentukan siapkan beberapa tenaga ahli, biasanya kita bisa minta bantuan tukang taman, penjual tanaman atau siapa saja yang peduli terhadap lingkungan untuk membantu semua warga sekolah menanam pohon yang dibawa sehingga bisa memperbesar peluang tanaman untuk tumbuh subur. Semua warga sekolah menanam sendiri pohon yang mereka bawa, tenaga ahli memberi bantuan, pendampingan dan arahan agar proses penanaman memberi hasil yang baik.

8. Beri pupuk kandang atau pupuk lainnya untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dan menyehatkan pohon.

9. Tugaskan tata usaha atau seseorang sebagai perawat tanaman yang menyiram, memberi pupuk, memangkas, membuah daun atau batang yang mati secara rutin. Murid yang terlambat atau bermasalah bisa diberi tugas menyiram pohon atau memberi pupuk sebelum masuk sekolah (daripada diberi hukuman yang kurang bermanfaat).

10. Lakukan studi banding, melihat, memotret lingkungan sekolah lain yang bagus, sehingga diperoleh info jenis pohon, lokasi menanam, cara pengerahan, dsb. Lakukan perbaikan terhadap proses pengelolaan lingkungan di sekolah anda sesuai kebutuhan.

11. Pohon-pohon yang mati harus segera diganti sesuai dengan jenis pohon yang rencanakan di lokasi itu, perhatikan kondisi tanah atau penyebab lain yang membuat pohon itu mati, segera perbaiki masalahnya, dan tanami kembali tanah yang kosong.

12. Penggunaan pot yang terbuat dari tanah, keramik atau plastik sebaiknya dihindarkan kecuali untuk dekorasi di dalam ruangan, karena tumbuhan dalam pot tak memperoleh gizi yang cukup untuk pertumbuhannya, seperti memelihara burung dalam sangkar yang tak sebaik melepasnya di alam terbuka. Tumbuhan untuk dekorasi dalam ruangan sebaiknya di ganti beberapa hari sekali, dikeluarkan dari ruangan diletakkan di tempat terbuka yang kena sinar matahari, diberi pupuk dan disiram.

13. Jangan biarkan ada tanah yang menganggur tak ditanami, karena tanah menyuburkan tanaman, memproduksi oksigen untuk bernafas, memberi hijau dan keteduhan di pandang maupun dirasakan saat anda berteduh di bawahnya, kekayaan Indonesia yang memiliki jutaan jenis tanaman bakal memberi pengalaman dan kebahagiaan yang dahsyat sambil mencegah bumi jadi gersang tak enak dipandang.

14. Eksperimen mengkombinasikan warna tanaman, karakter, fungsi, dsb akan mendorong gairah warga sekolah untuk terus menanam dan merawat lingkungan sehingga menjadi nyaman untuk dihuni untuk mendorong kita makin produktif dalam hidup yang cuma sebentar ini, selamat hijaukan sekolah anda.

Punya tips lain?


Leave a comment

Berkunjung ke Kantor Jawa Pos di Jakarta


Bekerja dengan penuh tanggung jawab sambil menikmati dinamika yang terjadi, mensyukuri nikmat yang ada, memperbaiki diri jika ada yang perlu ditingkatkan, mendokumentasikan dalam bentuk foto, tulisan, video, diunggah di blog, facebook, instagram, youtube, dsb.

Ternyata berbagai kegiatan, celoteh, dokumentasi diperhatikan oleh jurnalis dan membuat saya mendapat kehormatan berkunjung di Graha Pena Jawab Pos di Kebayoran Lama Jakarta Selatan pada hari Sabtu lalu, untuk sebuah wawancara.

Alhamdulillah, terima kaaih kepada Mba Puji dan manajemen Jawa Pos yang berkenan memilih saya sebagai pendidik yang aktif melakukan pemberdayaan profesi guru & melakukan upaya-upaya yang tak biasa dalam mendidik anak negeri, dikabarkan bahwa tulisan akan terbit setelah Lebaran, semoga bermanfaat.


2 Comments

Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR)

dwitagama PIK SMKN 50 JKT

Beberapa tahun Saya bertugas di SMKN 50 Jakarta, ada satu kegiatan ekstra kurikuler yang sangat dahsyat dengan prestasi yang menjulang hingga tingkat Nasional, yaitu PIK Remaja KAWAT SMKN 50 Jakarta,, foto di atas adalah salah satu kegiatan mereka, dimana saya melatih kemampuan anggota ekskul PIK berbicara di muka umum atau Public Speaking, apakah PIK? silahkan simak di bawah ini, jika di sekolah anda belum ada, mungkin kegiatan ini bisa jadi pilihan, silahkan.

Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) oleh BKKBN dibagi
menjadi dua yaitu: Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) dan Pusat Informasi dan
Konseling Mahasiswa (PIK Mahasiswa)

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-REMAJA)

a. Pengantar
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) adalah suatu wadah kegiatan program
PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan
konseling tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan
penunjang lainnya. PIK Remaja adalah nama generik. Untuk menampung kebutuhan program
PKBR dan menarik minat remaja datang ke PIK remaja, nama generik ini dapat dikembangkan
dengan nama-nama yang sesuai dengan kebutuhan program dan selera remaja setempat.
Tujuan umum dari PIK Remaja adalah untuk memberikan informasi PKBR, Pendewasaan Usia
Perkawianan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling dan rujukan PKBR.
Disamping itu, juga dikembangkan kegiatan-kegiatan lain yang khas dan sesuai minat dan
kebutuhan remaja untuk mencapai Tegar Remaja dalam rangka tegar Keluarga guna
mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

Ruang lingkup PIK Remaja meliputi aspek-aspek kegiatan pemberian informasi KRR,
Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling, rujukan,
pengembangan jaringan dan dukungan, serta kegiatan-kegiatan pendukung lainnya sesuai
dengan ciri dan minat remaja. Continue reading


Leave a comment

Menikmati sendiri, bukan karena terlalu lama sendiri

  
Unsur seni dalam dunia fotografi sangan tinggi nilainya, saya sangat menikmati foto di atas yang diambil oleh seorang Guru seni rupa SMAN 74 Jakarta (maaf, saya lupa nama Pak Guru itu) angle pengambilan foto itu perlihatkan fokus pada judul presentasi saya, wajah saya dan peserta Raker di sekolah itu.

Samar-samar tulisan pada slide pembuka masih terbaca … mau tahu cerita lengkap training-training saya? silahkan berkunjung kesini, tahun 2015 saya sudah berbagi di 24 sessi training, tahun 2014 saya mencatat 114 kali berbagi ide, tahun 2013 ada 125 sessi training saya, semoga bermanfaat


Leave a comment

Robby Indra Wahyuda, meninggal di usia belia karena terbiasa merokok sejak SD

Namanya Robby Indra Wahyuda, meninggal di usia belia karena terbiasa merokok sejak SD hingga terkena kangker pita suara, dia meninggal bebera. hari yang lalu, selamat jalan anak muda, kesadaran kamu kampanyekan hidup sehat semoga hantarkan dirimu ke sorga dan peroleh ampunan Allah.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 18,008 other followers