@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


1 Comment

Soal UN bocor & corat coret baju seragam sekolah

 

 

Ilustrasi

Di negeri paman besut Soal UN bocor & corat coret baju seragam sekolah seperti berulang puluhan tahun sudah tapi tak kunjung bisa diatasi, guru seolah kalah, sekolah tak berdaya, dinas pendidikan di banyak daerah seperti tak mampu mencari solusi hilangkan Soal UN yang bocor & corat coret baju seragam sekolah, polisi seperti menunggu masalah menjadi besar baru mengambil tindakan, departemen pemdidikan seolah terlalu banyak yang diurus hingga Soal UN bocor & corat coret baju seragam sekolah terjadi lagi & terjadi lagi.

Tak sedikit sekolah yang berhasil memberi pengertian kepada murid-muridnya untuk tidak mencorat-coret seragam, mengumpulkan seragam mereka untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan, menyiapka kain putih untuk ditulis kesan selama sekolah & ditandatangani semua murid yang lulus untuk memorabilia dipajang di sekolah. Ada yang memeriksa barang bawaan murid di hari pengumuman dan menyita spidol, pilox atau benda lain yang bisa digunakan untuk corat-coret baju sekolah, bagaimana di sekolah anda?

Tentang soal Ujian Nasional yang dikabarkan bocor setiap tahun termasuk tahun ini, mungkin karena ketakutan yang berlebihan terhadap ketidaklulusan, target lulus seratus persen, phobia rangking sekolah, rangking daerah, dsb. Tindakan atau sangsi hukum untuk pelaku pembocor soal UN tak memberikan rasa takut atau jera, sehingga terulang lagi dan lagi. Para wakil rakyat mungkin perlu merubah undang-undang dan memberi sangsi yang lebih berat bagi pelaku pembocor rahasia negara.

Membeli bocoran soal UN, corat-coret baju, berkendara tanpa helm & SIM jadi pendidikan warga negara yang membuat mereka semakin rusak, mungkin ini salah satu penyebab korupsi, dan pelanggaran hukum lainnya susah dibasmi di negeri paman besut karena sejak sekolah mereka sudah terbiasa dengan pelanggaran hukum, bagaimana di sekolah anda?


Leave a comment

guru & kepala sekolah takut memberikan sangsi, skorsing, apalagi hingga mengeluarkan dari sekolah terhadap kelakuan yang tak bagus itu karena bisa dipolisikan 

  


Foto: ilustrasi

Di negeri paman besut anak sekolah berani melakukan perbuatan kriminal seperti tawuran, pengeroyokan, mencuri, dsb.

Mereka tahu bahwa guru & kepala sekolah takut memberikan sangsi, skorsing, apalagi hingga mengeluarkan dari sekolah terhadap kelakuan yang tak bagus itu karena bisa dipolisikan & dipenjara karena melanggar hukum membuat anak tak mendapat hak pendidikan.

Seaundaunya korban melaporkan ke polisi & pelajar yang jadi pelaku dihukum penjara, anak-anak tenang saja karena mereka tahu bahwa di dalam tahanan mereka bisa ikut ujian sekolah.

Tentang lulus sekolah? anak-anak tahu bahwa guru-guru & kepala sekolah selalu berusaha meluluskan murid di sekolah memelihara rekor pencapaian 100 % yang seolah menjadi harga mati tiap akhir tahun, bagaimana di sekolah anda?


2 Comments

ternyata yang merokok itu banci, kapan terakhir ketemu banci?

 

Masih ingat kapan pertama kali anda merokok, apa yang membuat anda merokok? 

Mungkin salah satu dorongan atau bujukan orang disekitar anda saat itu adalah: “Cuma banci yang tak merokok”.

Liat foto di atas, ternyata anda tertipu, bahwa ternyata yang merokok itu banci, kapan terakhir ketemu banci?


2 Comments

Berobat gratis, ambulan gratis, pemakaman gratis, cuma pipis & boker yang bayar

Fara fembunuh

Fara fembunuh

Penduduk negeri paman besut bangga perlihatkan foto alat komunikasi, kopi, rokok & korek, plus komentar bahwa dia tak tidur menjaga keamanan, seolah dia bangga telah melakukan tindakan mulia …

Dia tak tahu, fara fetugas keamanan yang dilatih, dibayar untuk mengamankan negeri sedang tidur lelap setelah konvoi dengan motor besar, bersepakat target baru kriminalisasi, strategi ferlindungan terhadap koruftor, dsb.

Sesungguhnya rakyat itu sedang membunuh dirinya sendiri dengan tidak tidur, isap racun, dsb …. mreka tak khawatir sakit karena berobat gratis, ambulan gratis, pemakaman gratis, fendidikan gratis, tunjangan hidup gratis, … pipis & boker aja yang bayar.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 17,440 other followers