Blog Pendidik


Leave a comment

Mempersiapkan Diri

Jadwalkan di agenda anda, mengisi liburan akhir tahun sambil menambah amunisi buat jadi lebih baik di tahun depan, silahkan hubungi Om Jay … saatnya kita meet up.

Advertisements


Leave a comment

Membangun Ekosistem TIK di Sekolah akan Membentuk Karakter Siswa

Screen Shot 2018-12-03 at 4.29.04 PM

Selamat sore sahabat, saat saya menulis ini Jakarta sedang diguyur hujan lebat sejak siang tadi, bagaimana di sekitar anda? semoga tak ada banjir yang terlalu besar hingga menyulitkan penduduk yang hidupnya sudah sulit.

Baru saja saya menerima link aktifitas saya minggu yang lalu bersama PUSTEKKOM KEMENDIKBU RI menjumpai teman-yeman guru dari daerah 3T, yang bertajuk MEMBANGUN EKOSITEM TIK DI SEKOLAH AKAN MEMBENTUK KARAKTER SISWA, begini liputannya:

Membangun ekosistem TIK di sekolah merupakan sebuah hal yang diwajibkan dalam era industri 4.0 saat ini. Hal ini dikarenakan para peserta didik yang merupakan kaum milenial sangat dekat dengan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Bapak Dedi Dwitagama yang dikenal sebagai pakar dan motivator pendidikan dari PB. PGRI menyampaikan materi Pengembangan Ekosistem TIK di Sekolah dalam kegiatan Peningkatan Kemampuan TIK bagi Sekolah Garis Depan (3T) di Jakarta 27-30 Nopember 2018 yang lalu.

Menurutnya materi yang ia berikan berdasarkan pengalaman yang ia lakukan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran digital di sekolah. Untuk itu, ia menginatkan kepada 26 peserta kegiatan ini  akan pentingnya membangun lingkungan pembelajaran digital di sekolah dengan memanfaatkan internet agar dapat menciptakan konten positif tentang pendidikan di Indonesia khususnya bagi sekolah. Hal ini akan mempengaruhi guru dan siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.     

Oleh karenanya, para guru dan pihak sekolah hendaknya mulai mengikuti kebiasaan para siswa dalam menjadikan media sosial sebagai media pembelajaran bagi siswa di sekolah. Berikut beberapa tips membangun ekositem TIK di sekolah yang dirangkum oleh penulis :

Pertama, Membuat Akun Resmi

Dedi mengajak peserta membuat website dan akun email resmi yang dikelola oleh pihak sekolah. Menurtnya website sekolah merupakan hal yang diperlukan sekolah pada saat ini. Website akan menjadi sarana bagi sekolah untuk memberikan informasi seputar kegiatan pendidikan yang berlangsung di sekolah kepada masyarakat secara efektif dan efisien.

Kedua, Terhubung dengan Media Sosial

Media sosial juga memiliki peran yang signifikan dalam menyampaikan gagasan dan informasi saat ini. Maka setiap sekolah harus aktif pada semua akun media sosial mulai dari blog,  facebook, twitter, instagram, youtube dan sebagainya agar lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga sekolah perlu  menugaskan seorang admin khusus yang mengelolah medsos dan  juga membentuk tim kreatif guru.

Ketiga, Memotivasi Siswa

Mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam membangun ekositem TIK di sekolah merupakan hal yang mudah. Karena hampir setiap siswa menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari sehingga para siswa akan dengan senang hati jika diminta ikut terlibat dalam membuat konten positif bagi sekolah. Hal ini diperlukan sebagai dokumentasi kebaikan bagi sekolah dan membangun citra positif sekolah di internet. Jika siswa ikut terlibat secara tidak langsung sekolah juga mendidik karakter bagi siswa sehingga timbul rasa memiliki sekolah dan termotivasi untuk terus menjaga citra positif sekolah.

“Jika kita tidak mulai membangun konten positif di sekolah maka ketika ada hal yang negatif yang terjadi di sekolah. Maka hanya konten negatif itulah yang akan muncul di internet. Kan sayang, padahal setiap hari banyak konten positif di sekolah kita yang dapat kita sebar di media sosial,” kata Pak Dedi.

Ia sangat berharap jika para peserta kegiatan ini dapat mengoptimalkan bantuan internet USO untuk membuat konten-konten positif di beragam media sosial mulai dari website, blog, facebook, instagram dan youtube yang berisi apa saja yang positif di sekolah kita.

Salah satu peserta kegiatan ini Bapak Taufik Purwana Putra yang berasal dari SMK Negeri 1 Mesuji Sumatera Selatang mengatakan kegiatan ini diharapkan agar peserta kegiatan ini dapat membangun ekosistem TIK di sekolah dengan memanfaatkan internet dengan konten positif untuk mengubah paradigma sebagian orang tua dan pendidik jika gawai (gadget) merupakan hal yang negatif.

Sumber: Sekolah Jardiknas KEMENDIKBUD RI

 


Leave a comment

Tiang Listrik

Screen Shot 2018-11-14 at 9.44.36 AM.png

Foto: Dedi Dwitagama

Dia ditempel nomor telepon sedot tinja.
Dia diikat kawat iklan badut dan sulap.
Dia diikat kawat penyedia layanan asisten rumah tangga dan baby sitter.
Dia ditempel kertas bimbingan belajar.

Dia disangkutkan kabel televisi banyak channel dan internet.
Dia diikat kawat dipasang kayu untuk menjajajak jas hujan plastik.
Dia diikatkan dengan kompresor tambal ban.
Dia diikat untuk memasang spanduk.

Dia jadi sasaran coretan pilox orang belajar nulis.
Dia ditabrak buronan sambil makan bakpao.
Dia dipasangi wajah orang hilang.
Dia dipasangi wajah calon legislatif.

Dia diikatkan spanduk penerimaan murid baru.
Dia diikatkan spanduk mendukung Asian Games.
Dia dipasangi wajah calon presiden.
Dia dikencingin kucing, anjing, manusia.

Dia bertanya: “Adakah yang lebih menderita dari Aku?”


Leave a comment

Bohemian Rhapsody: Mengenang Queen, Belajar dari Freddie Mercury

Menikmati Film Bohemian Rhapsody, saya seperti kembali ke masa sekolah di SMA tahun delapan puluhan, saat rehat latihan vocal group atau sebelum dan sesudah lomba, kami sering menyanyikan lagu-lagu Queen. Ada beberapa pelajaran yang diserap dari film Bohemian Rhapsody, yaitu:

1. Berani Mengambil Keputusan.
Freddie berani memutuskan untuk menawarkan diri sebagai penyanyi baru di group band yang biasa ditontonnya, dan memutuskan memulai membuat album rekaman setelah merasakan suksesnya pentas-pentas group musiknya di club, bar, dsb. Keputusan memilih jenis aliran musik opera yang dikombinasikan dengan musik rock yang menjadi ciri khas queen.

2. Pertimbangkan Memilih Gaya Hidup.
Freddie memilih gaya hidup biseksual, bahkan di akhir hidupnya dia lebih memilih tinggal dengan pasangan homoseksualnya. Pilihan gaya hidup sex bebas, alkohol dan narkoba yang beresiko membuat dia terinfeksi HIV hingga positif AIDS, padahal teman-teman satu groupnya memilih gaya hidup heteroseksual, memiliki istri dan anak-anak.

3. Mementingkan Keluarga.
Setelah sibuk dengan group band queen Freddie tampaknya sangat sibuk sekali, rekaman dan tour ke berbagai negara di dunia, hingga seolah lupa pada keluarga. Ayah, ibu dan adiknya masih ada tetapi jarang dikunjungi. Di akhir film ada adegan dimana Freddie disarankan Mary Austin untuk datang ke kaluarga ketika terindikasi HIV, dan Freddie datang menjumpai Ayah, Ibu dan adiknya sebelum tampil di acara Live Aids tahun 1985.

Ternyata pada point yang pertama, seseorang harus berani mengambil keputusan untuk berubah ke arah yang lebih baik, selanjutnya pada point yang kedua pilihlah pasangan hidup yang berlainan jenis, karena makhluk hidup diciptakan berpasang-pasangan, hubungan kelamin sejenis dan gaya hidup free sex, alkohol dan narkoba serta hubungan yang kurang harmonis di keluarga termasuk kedekatan pada pencipta alam semesta bisa bikin hidup seseorang jadi lebih sehat lahir bathin.

Selamat menikmati kembali lagu-lagu Queen.


2 Comments

Tawuran Pelajar di Jakarta tak ada lagi

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran bawa senjata tajam masuk penjara,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena murid ketahuan bawa senjata tajam dihukum memangkas rumput sekolah sampai lulus,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap saat tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang ketangkap tawuran dikirim ke negara yang sedang perang diongkosin orang tuanya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena setiap akhir semester ada adu jago berantem antar sekolah, satu lawan satu,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Kepala Sekolah langsung dipecat ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Guru-gurunya dapat sangsi pengurangan tunjangan ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena jatah uang KJP & KIP langsung dihentikan ketika murid terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena sekolah ditutup jika riga tahun berturut-turut muridnya terlibat tawuran,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang terlibat tawuran dipenjara karena mengganggu ketertiban,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena orang tua pelaku tawuran dihukum karena tak bisa mendidik anaknya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelaku tawuran dihukum membersihkan toilet penjara selama tiga bulan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat sudah muak dan melempari pelaku tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena saat musim hujan pelakunya tak berani hujan-hujanan, takut sakit flu,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat bosan & tak peduli, hingga televisi tak mau memberitakan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang menusuk dan bikin mati lawannya dihukum mati,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan karate pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan pencak silat pelajar berhadiah keliling dunia,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tinju pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tarung bebas pelajar berhadiah sepeda mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan martial art pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan kungfu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan wushu pelajar berhadiah mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan lari pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan dance pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan mendaki gunung pelajar berhadiah mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan disain senjata tajam pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan futsal pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan basket pelajar berhadiah sepeda mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan PMR pelajar berhadiah sepeda notebook,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan makan cabe pelajar berhadiah sebidang tanah penuh pohon cabe.

 

“Pak, kita solat jumat yuuuk”, ajak murid saya.
“Eh, iya … yuuuk, terima kasih kamu sudah mengingatkan.” wah saya lagi ngelamun, hehe …, sambil bangun, bergegas dan mematikan notebook.


1 Comment

Pertimbangan Membeli Tiket Pesawat

 

airplane-wing-and-bright-sky-through-an-airplane-window_free_stock_photos_picjumbo_HNCK2580-2210x1474

“Apa yang menjadi pertimbangan utama saat membeli tiket pesawat?”

Pertama, Saya sangat berduka atas peristiwa kecelakaan pesawat di awal minggu ini, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan pengelola transportasi serta pemerintah bisa mengambil pelajaran untuk mencegah peristiwa ini tak terulang lagi.

Saat hendak bepergian menggunakan transportasi udara dan membeli tiket pesawat, apa yang menjadi pertimbangan anda memutuskan tiket atau maskapai apa yang anda gunakan untuk bepergian. Jika perjalanannya mendapat dukungan atau sponsor dari fihak tertentu, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, yaitu:

Waktu.

Jadwal keberangkatan dan pulang disesuaikan dengan jadwal kegiatan di lokasi keberangkatan dan lokasi di tujuan, jika pekerjaan di lokasi dilangsungkan pagi hari maka lebih nyaman berangkat dengan penerbangan pada siang atau sore sehari sebelumnya disesuaikan dengan jarak dan waktu perjalanan dari bandara ke hotel atau lokasi kegiatan.

Maskapai Penerbangan.

Dipilih yang kualitas terbaik, untuk penerbangan dalam negeri biasanya dipililih maskapai dengan logo burung berwarna biru, yang biasanya harganya selalu lebih mahal dari maskapai lain, tetapi sudah dikenal bagus dalam hal pelayanan dan ketepatan waktu. Untuk penerbangan luar negeri biasanya dipilih yang berlogo sama atau maskapai negara yang menjadi tujuan keberangkatan, dengan penerbangan langsung tanpa transit.

Transit.

Jika tidak ada penerbangan langsung, dipilih maskapai penerbangan yang sama sejak keberangkatan hingga di lokasi untuk menghindari terjadinya masalah barang bawaan atau bagasi yang tercecer dan menghambat kerja di lokasi tujuan.

Jika kepergian untuk keperluan sendiri atau bersama keluarga yang biaya perjalanan ditanggung sendiri, hal-hal yang menjadi pertimbangan adalah:

Waktu.

Jadwal keberangkatan dan pulang disesuaikan dengan jadwal kegiatan di lokasi keberangkatan dan lokasi di tujuan, diusahakan berangkat pagi hari dengan harapan memiliki waktu lebih di lokasi tujuan disesuaikan dengan jarak dan waktu perjalanan dari bandara ke hotel atau lokasi kegiatan.

Maskapai Penerbangan.

Dipilih yang harga tiketnya termurah, apapun nama maskapainya dan bagaimanapun rekam jejak atau citra maskapai penerbangan itu, yang paling diutamakan adalah penghematan pengeluaran untuk membeli tiket penerbangan.

Transit.

Jika tidak ada penerbangan langsung, dipilih maskapai penerbangan apa saja yang waktu transitnya tak terlalu lama, yang penting cepat sampai dan murah tiketnya.

Tampaknya sering dilupakan pertimbangan faktor keamanan ketika akan melakukan perjalanan, masalah waktu dan penghematan biaya perjalanan membuat kita memutuskan memilih maskapai penerbangan yang sebenarnya sudah diketahui berkinerja tak baik, berdasarkan fakta-fakta yang ada. Seharusnya faktor keamanan, keselamatan dan kenyamanan perjalanan harus menjadi prioritas utama dalam melakukan perjalanan.

Kapan terakhir anda memesan tiket penerbangan?

 


Leave a comment

Menciptakan Generasi Perokok

puntung

https://www.trendsmap.com/twitter/tweet/1043686522216579072

Anda ingat kapan pertama kali merokok? Apa yang menyebabkan Anda jadi perokok?

Sejak menit pertama dilahirkan, bayi itu sudah menghirup aroma rokok lewat kecupan ayah atau ibunya di pipi dan di dahi kepalanya, desahan nafas yang melahirkan dihirup bayi yang masih merah itu. Ayahnya diberi kesempatan untuk melihat bayi yang baru saja dilahirkan istrinya pun mencium warga baru dunia dan hembuskan aroma rokok ke hidung bayi mungilnya.

Saat tiba di rumah setelah proses kelahiran, setiap pagi bayi itu menghirup aroma rokok dari asap yang dihembuskan ayah, ibunya atau orang-orang disekitarnya, karena setiap pagi ada seremoni minum kopi plus merokok yang dilakukan kedua orang tuanya, sering ditambah dengan asap rokok yang dihembuskan oleh kakak atau anggota keluarga lain dari bayi itu yang beranjak dewasa. Jadilah bayi itu terbiasa dengan asap dan aroma rokok keluarga di rumahnya.

Saat balita, bayi yang mulai berjalan atau berlari itu sering diajak ayahnya mengantar kakak ke sekolah, di kendaraan ayahnya menghisap rokok melanjutkan seremoni ngopi di rumah yang belum rampung, jika naik sepeda motor asap dari ayahnya bergerak ke belakang dan dihirup oleh istri dan anaknya dalam gendongan. Jika mereka menggunakan mobil, asap mobil beredar di dalam ruang kabin mobil dan dihisap seluruh penumpang di dalamnya.

Saat bayi itu beranjak remaja dan bersekolah di Sekolah Dasar, setiap hari ayahnya mengantarkan ke sekolah sambil hembuskan asap dan dihisap anaknya yang duduk di belakang. Dan ketika sedang ngobrol atau bermain dengan teman sekolahnya saat di sekolah atau sepulang sekolah, di tempat-tempat yang biasa mereka nongkrong, tawaran menghisap rokok langsung diterima karena dia sudah terbiasa dengan aroma asap sejak dilahirkan.

Rokok itu hebat, dia bisa membuat anak kecil menjadi merasa menjadi remaja atau lebih tua dari usai yang sebenarnya, atau remaja menjadi merasa jadi anak muda yang gagah, lebih dewasa. Rokok juga hebat bisa membuat orang yang tua, biasa dipanggi kakek atau nenek, sering menderita sakit hingga muntah darah dan disarankan dokter untuk berhenti merokok tetap saja menghisap asap rokok karena taka da kenikmatan yang bisa mengalahkan sensasi saat asap rokok dihisap dan masuk ke hidung hingga sensasi di otak.

Rokok itu hebat, membuat tak sedikit orang yang belajar ilmu kesehatan hingga bergelar professor yang menguasai banyak ilmu kesehatan, tetapi tetap saja tak bisa lepas dari jeratan asap rokok dan menghisapnya hingga akhir hayat.

Rokok itu hebat, seorang Perempuan tua kurus kering badannya dengan sisa daging sedikit di badannya, kulitnya gelap, rambutnya tak lagi putih mungkin karena sering berjemur matahari, sering saya jumpai pagi buta sebelum matahari pancarkan seluruh sinarnya ke bumi, menarik gerobak berisi sampah dan barang bekas, kadang saya jumpai dia sedang membereskan hasil perolehan sampah, mengelompokkan barang bekas sesuai kandungan bahan bakunya.

Sambil mengerjakan semua hal di atas terselip rokok di jarinya, dihisap sambil diresapi seolah sedang menikmati sesuatu yang … entah apa rasanya. Mungkin pada situasi hidupnya yang sulit, karena kemiskinan dan ketiadaan skill yang bisa jadi penghasilan, dia bisa dapat kenikmatan dari rokok, miskin hidup jadi tak terasa, mungkin dia jadi merasa hidupnya lebih sejahtera, lebih bahagia dengan merokok.

Sebuah pabrik rokok mendapat untung 12 trilyun lebih setahun, artinya setiap bulan untung satu trilyun lebih, berapa banyak uang yang disumbangkan penduduk miskin dan menjadi keutungan pabrik rokok? Sementara anak-anak dan kelarga mereka, kekurangan gizi?

Jaga nama baik sekolah? Udah mungkin sudah jadi ucapan basi zaman dulu … sekolah terlalu luas, banyak sekali muridnya, terlalu berat untuk menjaga nama baik sekolah … siapapun tak bakal kuat, jaga nama baik dirimu sendiri aja lebih baik, maka keluargamu jadi baik, sekolahmu baik dan negaramu juga jadi baik … kalau jaga kesehatan diri sendiri aja tak bisa gimana bisa menjaga Negara?.

Pendidikan yang makin baik di negara maju membuat rakyatnya melek masalah kesehatan dan tak merokok atau menyalahgunakan narkoba, dengan demikian usaha mendidik anak bangsa akan bisa membuat penduduk negeri mampu mengendalikan diri dari penyalahgunaan narkoba. Ternyata pendidikan saja tak cukup membuat seseorang menjadi bijak berbuat yang baik untuk dirinya, termasuk tidak mengkonsumsi sesuatu yang membahayakan dirinya.

Pengalaman hidup di keluarga, kebiasaan melihat contoh kedua orang tua hidup sehat membuat anak lebih sadar terhadap masalah kesehatan, pendampingan orang tua dimasa remaja, berinteraksi dengan teman pergaulan sesama remaja, di sekolah dan di kampus bisa membuat seseorang mampu mengambil keputusan yang tepat, misalnya dalam hal merokok dan penyalahgunaan narkoba.

Kemampuan berfikir “lurus” menjaga kesehatan, tak mengkonsumsi sesuatu yang mebahayakan kesehatan jadi sesuatu yang “aneh” karena banyak kebiasaan di masyarakat yang sesungguhnya buruk tetapi karena sudah menjadi kebiasaan itu seolah jadi baik dan tak masalah. Merokok misalnya, karena orang-orang di sekitarnya yang ditemui menghisap asap, termasuk kakek, nenek, ayah, ibu, kakak, saudara dan kerabatnya, maka seorang anak merasa tak masalah menghisap rokok.

Ketika merokok sudah jadi biasa, menghisap asap lain seperti ganja jadi bukan sesuatu yang tabu, dilanjutkan dengan mengkonsumsi zat-zat lain yang berdampak mempengaruhi fungsi dan kerja otak jadi hal biasa.

Sejak Sekolah Dasar anak itu sudah mulai menghisap rokok, dan ketika ayah ibunya tahu bahwa anaknya merokok, mereka tak bisa melarangnya atau berbuat apa-apa karena kedua orang tuanya merokok. Jadilah semua anggota keluarga di rumah itu perokok semua hingga ayah ibunya meninggal dan ketika dewasa anak itu mengulangi perbuatan orang tuanya kepada anaknya. Terbentuklah generasi turun temurun perokok yang sangat sulit untuk berhenti atau dihentikan.

Pelajar yang merokok makin menghebat jumlahnya, berseragam putih biru (SMP), putih merah (SD) sudah terbiasa merokok, bagaimana agar murid tidak terbiasa merokok di sekolah?

  1. Nyatakan sekolah anda sebagai kawasan dilarang merokok, dilengkapi dengan peraturan dan sangsi yang tegas, untuk semua warga sekolah: Kepala Sekolah, guru, tata usaha, murid dan masyarakat yang datang ke sekolah.
  1. Kepala Sekolah yang merokok di sekolah harus diberhentikan atau izin sekolah dicabut, untuk mengetahui apakah kepala sekolah merokok atau tidak itu mudah saja, jika ruang kerja beliau bau rokok, pasti merokok. Jika kepala sekolahnya merokok di sekolah akan jadi sangat sulit dia mengelola semua warga sekolah untuk tak merokok.
  1. Guru dan karyawan tata usaha, termasuk satpam sekolah yang merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipecat dari sekolah atau diberi sangsi tidak diberi jam mengajar. Jika guru dan karyawan sekolahnya merokok di sekolah akan jadi sangat sulit sekolah dapat mengelola semua warganya untuk tak merokok.
  1. Murid yang merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipecat dari sekolah atau diberi sangsi tidak boleh mengikuti pelajaran selama satu semester yang akan berdampak tidak naik kelas.
  1. Masyarakat yang masuk kedalam lingkungan sekolah dan merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipersilahkan segera keluar dari lingkungan sekolah atau segera mematikan rokoknya.

Wah sadis sekali? bukankah sekolah merupakan hak azasi setiap orang? kalau cuma gara-gara merokok dia jadi tak bisa bersekolah berarti sekolah telah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Merokok juga hak azasi setiap orang, kenapa guru dan kepala sekolah melarang muridnya merokok?, sementara orangtuanya membolehkan anak-anaknya merokok mengikuti kebiasaan orang tuanya.

Apakah karena HAM,
Bakal makin banyak perokok di negeri pemuja HAM?
Bakal makin banyak rakyat penyakitan?
Bakal makin banyak rakyat bau asap?
Bakal makin banyak pedagang rokok di sekitar rumah anda?
Bakal makin banyak orang terkaya dunia dari negeri ini?
Bakal makin banyak pabrik rokok?
Bakal makin banyak tenaga kerja terserap di industri rokok?

Menurut Anda?


Leave a comment

Bagaimana mengembangkan ekosistem sekolah berbasis TIK?

Membagi kenangan kegiatan di PB PGRI yang terselenggara atas kerjasama PB PGRI, PUSTEKOM KEMENDIKBUD RI dan PGRI DKI JAKARTA 20 Oktober 2018.

Labschool Jakarta

Bagaimana mengembangkan ekosistem sekolah berbasis tik?

ekosistem

Pertanyaan di atas muncul ketika saya dkk diminta untuk melaksanakan kegiatan workshop pengembangan ekosistem sekolah berbasis tik.

View original post 740 more words


1 Comment

Jejak Digital

“Pernah googling nama sendiri?”

Sudah berapa kali anda memasukkan nama anda sendiri di google dan search informasi apa yang ada di jagat maya tentang citra diri anda? Apakah anda pernah googling nama anggota keluarga anda? Apakah anda pernah googling sekolah anda atau tempat kerja anda? Apa yang anda dapat?

Google kini menjelma seperti perpustakaan terbesar di dunia yang bisa dikunjungi oleh siapa saja dari manapun, karena aksesnya sangat terbuka yang hanya dengan menggunakan telepon genggam siapapun bisa mendapat informasi tentang apa saja.

Seseorang yang merasa tak pernah memasukkan berita atau foto tentang dirinya ke google merasa terkejut bagaimana bisa tulisan atau foto-foto seseorang bisa diketemukan google.

Google menghimpun berbagai informasi berupa tulisan, foto dan video yang tersebar di internet melalui berbagai layanan seperti facebook, twitter, instagram, website, blog, youtube, aplikasi, toko online, dsb. Jika anda tak pernah menuliskan sesuatu atau menunggah foto atau video, maka google akan menghimpun tulisan, foto dan video yang mencantumkan diri anda yang diunggah oleh orang lain yang anda kenal maupun tak kenal.

Jika anda sebagai murid atau guru di suatu sekolah, silahkan googling nama sekolah anda, informasi berita, foto dan video apakah yang anda peroleh dari google? Berapa banyakkah jumlah info tentang sekolah anda?, yang anda dapat saat googling sekolah anda merupakan jejak digital sekolah anda. Sebuah SLTA di Jakarta yang sedang viral menjadi berita di jagat maya dan group-group WA karena perbuatan salah satu guru yang mengajar di sekolah itu.

Jika jumlah murid sekolah itu 700 orang lebih, dengan jumlah guru dan tata usaha hampir 100 orang, yang jika jumlah 800 itu diikutkan kedua orang tua dan istri, suami serta anak-anak guru dan tata usaha, maka jumlah keluarga besar sekolah itu bisa 2.400 orang sedang merasa sedih karena pemberitaan tentang sekolah yang kurang bagus menjadi viral di mass media, termasuk media online yang dirangkum oleh google menjadi album yang tak sedap dilihat oleh lebih dari 2.400 orang keluarga sekolah itu, belum termasuk alumni yang telah tamat dari sekolah itu.

Saat saya menulis artikel ini, ada 8 halaman hasil pencarian tentang sekolah itu di google yang berisi 75 informasi artikel tentang peristiwa yang tak menyenangkan itu. Ada satu informasi baik tentang sekolah itu yang bertajuk “Prestasi” yang berasal dari website resmi sekolah itu yang sangat disayangkan ketika saya mengakses link itu website sekolahnya hanya ada dua prestasi murid yang diperoleh pada tahun 2017, sementara prestasi gurunya tak ada, apakah sejak sekolah itu didirikan pada tahun 1986 tak pernah ada murid atau guru yang memperoleh prestasi?.

Ada yang bilang bahwa jejak digital itu menyakitkan, hal itu jika anda tidak aktif mengabarkan kebaikan atau halhal yang bagus di sekitar anda dan membiarkan fihak lain memberitakan diri anda atau lembaga anda sesuai dengan selera mereka.

Bagaimana sekolah bisa memviralkan kebaikan atau hal-hal bagus di sekolahnya dan menjadi arsip di google. Berikut ini beberapa alternatif yang bisa dilakukan anda atau sekolah anda agar branding diri anda atau sekolah anda menjadi baik terekam di google.

1. Buatlah akun anda atau lembaga anda di berbagai platform sosial media seperti facebook, twitter, instagram, website, blog, youtube, liked in, dsb, dengan menggunakan data dan identitas yang asli sesuai data sekolah anda.

2. Instagram, website dan blog bisa dihubungkan dengan facebook, twitter dan liked in sehingga saat anda posting foto dan video di instagram atau artikel di website dan blog akan muncul link nya di facebook, twitter dan liked in.

3. Kabarkan berbagai hal-hal baik yang ada disekitar anda dan sekolah anda, misalnya; murid baru, murid berprestasi, guru baru, guru pension, prestasi guru tumbuhan dan hewan peliharaan anda, proses memasak, masakan yang akan disantap, corak batik yang anda kenakan, sepatu yang baru saja anda semir, atau apa saja yang sedang anda nikmati agar bisa jadi histori buat hidup anda dan kenangan sekolah di masa depan.

4. Sekolah sebaiknya menugaskan guru dan karyawan tata usaha yang bertanggung jawab mengelola website, blog, instagram, twitter dan facebook resmi sekolah dan harus mengunggah kabar-kabar baik dari sekolah setiap hari. Jika disekolah ada 700 murid dan 100 guru/karyawan, itu artinya sekolah punya 800 bahan posting yang bisa diunggah lebih dari dua tahun, cari lokasi yang bagus untuk foto dengan murid atau guru di sekolah, minta kepada murid atau guru yang difoto untuk menuliskan komentar atau catatan foto tersebut, bisa mereka yang langsung mengetik di telepon genggam sebelum di posting di website, blog, instagram, twitter dan facebook resmi sekolah. Cantumkan nama sekolah pada judul, berikan hastag atau tagar nama sekolah, lokasi sekolah atau kata-kata lain yang ingin anda citrakan buat sekolah anda. Apakah itu artinya harus posting setiap hari?, tidak. Karena website, blog, instagram, twitter dan facebook memiliki fasilitas untuk menjadwalkan kapan artikel harus ditayangkan, bisa saja dalam satu hari petugas memposting 30 artikel yang akan tayang setiap hari selama 30 hari ke depan, dan selama sebulan ke depan dia tak perlu lagi posting, internet akan menayangkan sesuai waktu yang dijadwalkan, anak murid bisa melakukan ini, karena bukan hal yang sulit.

5. Setiap guru yang mengajar harus memberi tugas kepada murid yang tidak dicetak atau dibuat makalah untuk dinilai guru, penilaian dilakukan lewat website, blog murid, facebook, twitter, instagram, dsb. Pada judul tugas cantumkan nama sekolah dan nama guru, disertai hastag dan lokasi sekolah. Andai 10 guru memberi tugas satu kali dalam satu semester kepada 700 murid di sekolah, maka akan ada 14.000 posting kebaikan dalam setahun yang terangkum di google yang bisa dilacak oleh semua orang dan menjadi jejak digital yang baik.

6. Saat ada kegiatan di sekolah seperti pensi, wisuda, LDKS, seminar, dsb, adakan kompetisi foto di instagram yang harus diikuti oleh semua murid dan guru, selama satu hari sepanjang acara berlangsung dengan peraturan harus disertakan hastag atau tanda pagar: #SMKN 123 JAKARTA, #SEKOLAH HIJAU, #SEKOLAH RAMAH ANAK, atau hastag apa saja yang bisa jadi cara mempromosikan sekolah dan meninggalkan jejak digital di google. Termasuk menandai lokasi foto di sekolah anda agar posisi sekolah anda mudah dilacak dan diketahui banyak pengguna internet.

7. Mengabarkan Prestasi. Ketika ada murid, guru, karyawan atau sekolah meraih prestasi harus dikabarkan melalui berbagai platform, seperti foto dan keterangannya posting di instagram yang terhubung ke facebook dan twitter, blog sekolah yang terhubung ke facebook dan twitter, website sekolah yang terhubung ke facebook dan twitter, dokumentasikan dalam bentuk video berisi wawancara dengan yang berprestasi dan saat penyerahan piala atau hadiah diposting di youtube yang terhubung ke facebook dan twitter, secara khusus posting juga foto, keterangan dan video ke facebook dan twitter resmi sekolah. Dengan cara yang sangat mudah, sekolah telah mengabarkan satu prestasi dan menyebarkan 14 jejak digital sekolah yang bisa dilacak di google. Jika sekolah anda biasa berprestasi, bisa jadi ratusan atau ribuan jejak digital bagus sekolah anda.

8. Sekolah memberi apresiasi atau penghargaan untuk murid, guru atau karyawan yang rajin mengabarkan aktifitas sekolah di berbagai platform digital, hal ini bisa mempengaruhi semua warga sekolah untuk memproduksi kontent positif yang mempromosikan sekolah di jagat maya, apresiasi atau hadiah bisa berupa paket data, flash disk, telepon genggam, notebook, dsb.

9. Berjejaring dengan media massa cetak dan elektronik. Ketika sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan apa saja yang layak dipublikasikan, buatlah undangan dalam bentuk cetak maupun email kepada media massa seperti Kompas, Republika, Wartakota, Poskota, Tempo, RCTI, Metro TV, SCTV, Jak TV, NET TV, Trans TV, Trans 7, Elshita, Radio, dsb. Undangan liputan membuat mereka mendapat sumber berita yang bisa dikemas untuk materi media mereka, dan tak perlu khawatir harus menyediakan budget biaya, karena media mainstream yang bermutu seperti yang tercantum di atas melarang reporternya menerima uang dari sumber berita yang diliput, jika terbukti reporter meminta uang maka perusahaan akan memberikan sangsi yang berat. Acara yang menurut sekolah biasa-biasa saja karena sudah terlalu sering dilakukan jika dikemas secara kreatif dengan melibatkan OSIS dan murid, bisa jadi objek berita yang menarik layak dikabarkan di media cetak dan elektronik, secara otomatis media di atas juga mengabarkan di website resmi media mereka yang akan meninggalkan jejak digital di google.

10. Melayani jurnalis. Jika sekolah anda dikunjungi reporter media berkelas nasional atau internasional, berikan pelayanan secara optimal hingga liputan selesai, tak perlu khawatir mereka akan meminta imbalan sejumlah uang, karena mass media berkelas tak membolehkan reporternya meminta imbalan dari sumber berita.

11. Mengintegrasikan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Untuk lebih mempercepat masa pengenalan sekolah, setiap murid baru ditugaskan posting foto dan video di instagram berisi tentang sejarah sekolah (2 posting), foto bersama guru (5 posting), foto bersama kakak kelas (10 posting), foto bersama teman baru (10 posting) dengan menggunakan hastag atau tagar #SMKN 321 JAKARTA, dsb. Jika satu orang murid baru meninggalkan jejak digilat sejumlah 27, maka dari 200 rang murid baru akan meninggalkan jejak digital sebanyak 5.400.

12. Guru Bahasa Indonesia atau Pembina OSIS bisa menugaskan kepada murid yang akan lulus untuk membuat 2 tulisan bertema “Kenangan yang tak akan terlupakan di SMKN 321 Jakarta” dan posting 10 foto di intagram dengan teman sekolah yang dipilihnya dan 5 foto dengan guru pilihannya yang diposting dengan menggunakan hastag atau tagar #SMKN 321 JAKARTA, dsb. Jika satu orang murid yang akan lulus meninggalkan jejak digital sejumlah 17, maka dari 200 orang murid kelas 12 akan meninggalkan jejak digital sebanyak 3.400. Ketika ada berita buruk tayang diinternet, maka berita buruk itu akan tenggelam diantara lautan berita baik yang sudah diunggah dan diunggah kemudian setelah peristiwa buruk terjadi, karena jumlahnya jauh lebih banyak yang baik, efeknya ketika ada yang googling nama sekolah itu akan mendapatkan kabar-kabar yang baik.

13. Dsb.

Saat ada peristiwa atau musibah yang tak bagus hingga diberitakan tak sedap di mass media, kabar tak sedap itu akan tenggelam diantara ribuan atau jutaan kontent bagus yang sudah eksis di dokumentasikan sebagai jejak digital oleh google. Budaya sekolah yang terbiasa mengabarkan kebaikan di dunia maya akan menenggelamkan kabar-kabar atau jejak digital jelek tentang sekolah anda.

Anda punya ide lain?


Leave a comment

SMKN 50 JAKARTA Juara Short Movie Competition

Daniel, Seorang anak sekolah biasa yang kehidupannya sama seperti anak seusianya. Ia hidup dalam keluarga yang kurang mampu, sehingga ada batasan yang harus dialami Daniel. Namun, jauh didalam lubuk Hatinya, Ia mempunyai cita cita yang sangat besar. Ia ingin merubah kehidupan keluarganya.

(CAST)
==========================================
Daniel Nathan
Khalil Rabbani
Zefanya Nicole
Farhan Abdul Wahab
Aviana Vionesa Rahim
M. Rizqoon Daffa
M. Iqbal Ramadhan
M. Dipo Hasbi
Naresh Pratista
Randy Fahrezi
Saras Lintang P
Rizky Aulia
P. Willy Santoso
Lisa F
Sasy Kirana
Cheril fikritsani
==========================================

DIRECTOR : ANDRIKO S W
PRODUCER : ANDRIKO S W
DOP : ANDRIKO S W
ASSISTANT DOP : FARHAN ABDUL WAHAB
EDITOR : ANDRIKO S W
ASSISTANT EDITOR : DANIEL NATHAN
DOP BEHIND THE SCENE : FARHAN FAUZAN
EDITOR BEHIND THE SCENE : KHALIL RABBANI

Nikon D5300 + Lens Kit 18-55mm + Lens Tele TAMRON 70-300mm + Lens Fix Nikon 50mm

Second Camera : Canon 1300D + Lens Kit 18-55mm

 

Good Jo Guys


Leave a comment

BPJS: Bisa Bikin Rumah sakit Makin Bagus?

bpjs

“Seorang warga meminta surat pengantar untuk mengurus pendaftaran BPJS untuk orang tuanya yang berusia lebih dari 60 tahun dan akan segera dioperasi, supaya bisa gratis … “. Katanya

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tujuan idealnya adalah menyehatkan warga negara dengan mengelola iuran penduduk negeri dan membayarkan kepada rumah sakit atau dokter. Mungkin karena menjadi alat politik yang dijalankan oleh petugas partai politik, untuk mewujudkan janji kampanye saat pemilihan kepala negara atau pemilihan kepala daerah bahwa pengobatan gratis jika yang bersangkutan memenangkan kontestasi kini mulai menampakkan efeknya terhadap rumah sakit dan dokter.

Para dokter sudah cukup lama resah bahkan beberapa dari mereka melakukan demo atau curhat tentang profesinya yang kini seolah tak dihargai negara dan berbuntut pada keterbatasan ketersediaan obat di rumah sakit yang pasti berdampak terhadap kerusakan peralatan medis karena tak tersedianya biaya perawatan. Jika sudah begini, dampaknya akan diderita oleh rakyat yang sakit yang tak akan mendapat pengeobatan yang seharusnya karena ketiadaan obat dan kerusakan alat medis di rumah sakit.

Asuransi kesehatan yang normal umumnya membebankan biaya sejak seseorang mendaftarkan diri ikut serta dalam program asuransi tertentu, biaya itu diangsur dalam jumlah tertentu yang disepakati dibayarkan setiap bulan. Keikutsertaan seseorang dalam asuransi membuatnya punya hak untuk  memperoleh pembiayaan berobat di rumah sakit yang menjadi rujukan perusahaan asuransi.

Penduduk negeri ini kebanyakan memahami tanggung jawab angsuran atau membayar untuk suatu barang yang telah diperolehnya melalui akad kredit berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti: rumah, mobil, sepeda motor, dsb. Tak banyak yang secara sadar mau membayar sejumlah biaya untuk asuransi kesehatan, yang mereka pahami adalah jika sakit, negara memberi jaminan gratis pembiayaan melalui program BPJS, tak sedikit penduduk yang berusia tua, tak pernah membayar iuran selama puluhan tahun dan ketika di masa tua mengalami sakit berat, yang bersangkutan berobat ke rumah sakit dan baru mendaftar sebagai peserta BPJS, dengan asumsi akan mendapat keringanan biaya berobat hingga gratis biaya obat dan pelayanan rumah sakit.

Janji-janji saat kampanye pemilihan kepala negara dan pemilihan kepala daerah tentang biaya pengobatan gratis dan berita-berita promo jaminan kesehatan gratis dipahami rakyat bahwa negara menjamin biaya berobat rakyat di rumah sakit walau untuk berbagai jenis penyakit yang diakibatkan oleh kesalahan persepsi dan perilaku yang keliru, misalnya berhubungan dengan kebiasaan merokok, mengkonsumsi makanan instant, gorengan dan sebagainya.

Semua ahli kesehatan pasti sepakat bahwa merokok bisa menyebabkan seseorang menderita berbagai penyakit, jika seseorang sejak anak-anak sudah kecanduan rokok maka hampir bisa dipastikan pada masa tuanya akan menderita berbagai penyakit, seharusnya sistem penjaminan kesehatan BPJS bisa mendeteksi perilaku penduduk yang bisa membuatnya sakit. Perlu dilakukan rekayasa sosial agar rakyat memiliki perilaku sehat.

Jika keadaan ini terus dibiarkan, maka BPJS bisa membuat rumah sakit tak mempu memberi pelayanan kepada rakyat sehingga kualitas kesehatan penduduk negeri ini menurun. Defisit anggaran BJPS kesehatan pada tahun 2017 sekitar 9,7 trilyun rupiah dan prediksi tahun 2018 lebih dari 16 trilyun rupiah, mungkin karena pertimbangan politik mengalahkan aspek bisnis dan manajemen asuransi.

Apa kabar para pengelola rumah sakit dan dokter-dokter, mana suara kalian?


Leave a comment

Menikmati Orang Barat yang Menikmati Indonesia


Melihat pemusik-pemusik Indonesia yang mainkan lagu-lagu barat saya salut, lebih salut lagi saya menikmati orang barat yang memainkan lagu-lagu Indonesia, dan itu lagu daerah yang jauh dari ibukota, hebat euy … kalo kamu?


Leave a comment

Model Study Tour Anak Sekolah Zaman Now

Study tour atau Pergi wisata anak sekolah berseragam dengan menggunakan bus rombongan, diantar ke beberapa tempat, kembali ke sekolah, menuliskan laporan di ketik, dicetak dan dikumpulkan kepada guru … itu model srudy tour anak sekolah jadul (jaman dulu).

Anak-anak milineal sudah sangat canggih, mereka bisa tahu tentang lokasi tujuan wisata yang akan dituju lewat google, termasuk route perjalanan, biaya, dsb.

Untuk jenjang Sekolah Dasar mungkin guru masih harus memandu, menyiapkan bus, konsumsi, dsb. Untuk pelajar sekolah lanjutan murid bisa study tour sendiri atau bersama teman sekolahnya, guru memberi target-target apa yang harus dicapai dari kegiatan study tour tersebut dan laporannya tak perlu dicetak karena penggunaan kertas harus dikurangi agar alam kita tetap hijau. Laporan study tour diunggah di blog murid, foto-foto di instagram dan video diunggah di youtube.

Berikut ini langkah-langkah guru ketika akan memberikan tugas study tour:

1. Pilih kompetensi-kompetensi pada materi pelajaran yang hendak dieksplorasi di lokasi study tour.

2. Pilih alternatif lokasi tujuan yang bisa dipilih murid sesuai kompetensi yang dipilih.

3. Sesuaikan tujuan study tour dengan berbagai faktor yang melekat pada murid misalnya umur, status sosial, kemampuan ekononi, dsb. Misalnya untuk anak sekolah SLTA di Jakarta yang kondisi ekonominya menengah ke atas, tujuan study tour ke Bali, Lombok dan Jogja bahkan ke luar negeri bisa memberi tantangan yang menggairahkan.

4. Manajemen waktu yang terencana. Tugas study tour sebaiknya diberikan sejak awal tahun ajaran dan penilaian dilakukan akhir semester atau akhir tahun ajaran. Murid jadi punya kesempatan untuk riset, memesan tiket, akomodasi, termasuk menabung biaya perjalanan dan lainnya.

5. Survey lokasi tujuan study tour, caranya bisa beragam; pengalaman guru yang pernah ke lokasi bisa jadi acuan, review di internet tentang objek wisata banyak ditulis traveler blogger atau review si google bisa jadi acuan guru, bahkan diskusi dengan murid bisa menambah target tujuan study tour.

6. Rencanakan dan rinci bentuk laporan akhir stusy tour, misalnya untuk tulisan di blog minimal berapa kata, disertai berapa foto, karakteristik foto pun harus dirinci, misalnya foto di perjalanan, di hotel atau di lokasi tertentu.

Laporan berbentuk foto atau video di instagram atau youtube harus dirinci dengan jelas jumlah foto atau video, karakteristik foto atau video, misalnya harus ada wajah murid pemilik akun pada foto dan video, tiket kereta, pesawat, suasana perjalanan, termasuk pencantuman hastag tertentu, dsb.

Jika guru menugaskan murid presentasi, rinci isi slide atau batang tubuh slide yang akan dipresentasikan.

Foto di atas adalah salah satu contoh model pelaksanaan study tour sehubungan dengan penyelenggaraan Asian Games.di Jakarta.

Saya menugaskan murid untuk datang ke lokasi pertandingan sesuai selera atau pilihan mereka, kemudian melaporkan foto di lokasi dengan mencantumkan hastag #SMKN50JAKARTAMELIPUTASIANGAMES yang sudah mencapai lebih dari 4.000 foto saat artikel ini ditulis.

Menyenangkan mendengar cerita murid-murid memilih teman melakukan perjalanan, memilih alat transportasi, suasana perjalanan, dan suasana di lokasi, banyak foto dan video yang mendokumentasikan study tour mereka.

Saya tak perlu menyiapkan bis untuk perjalanan, tak juga perlu menyiapkan konsumsi, sayapun tak perlu mengawal mereka melakukan perjalanan dan di lokasi. Saya bisa menikmati asian games di cabang olahraga yang saya sukai bersama keluarga.

Pengalaman memilih tujuan, menyiapkan budget, memilih mode transportasi, mendokumentasikan dsb akan menjadi pelajaran berharga dalam hidupnya, yang berujung pada pembentukan karakter baik.

Anda punya ide lain?


8 Comments

Juli Beraksi Memotivasi

Alhamdulillah, bulan Juli tahun ini Allah kembali memberi kesempatan kepada saya untuk berbagi di SMKN 50 Jakarta (foto paling bawah), SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan (foto kedua) dan Sudin Dikmen Jakarta Utara (foto pertama), semoga bermanfaat.

Nikmati dokumentasi sessi-sessi daya disini, ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya ada lebih dari 1.230 bisa dinikmati di channel youtube sayaperlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


4 Comments

Bertambah Bersyukur

Screen Shot 2018-06-29 at 10.58.56 AM.png

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, salawat serta salam untuk Nabi Muhammad SAW, terima kasih kepada istri tercinta atas kerja keras mengendalikan rumah tangga, sehingga anak lelaki saya bisa diterima di SMP yang diinginkan, dan kakaknya bisa nembus beasiswa dari Erasmus Mundus untuk kuliah S2 di beberapa negara di Eropa mulai Agustus mendatang.

Terima kasih buat Daffa dan Kak Dhea yang sudah berusaha kerja keras mencapai target yang semoga saja bisa bermanfaat buat kehidupanmu kelak, alhamdulillah.

Terima kasih juga kepada semua guru di SDIT Al Iman Cipinang Elok Jakarta Timur yang mendampingi Daffa selama enam tahun hingga lulus, sementara kakaknya menuntut ilmu di SDN Cipinang Muara 06, SMPN 255 Jakarta, SMAN 68 Jakarta dan UI, selamat berjuang yaaaa, love u much, bagaimana dengan anak-anak anda? Semoga sukses yaaaa …


Leave a comment

Sadap

“Sadap itu kalo kita makan sesuatu yang sangat enak”

Untuk menangkap pelaku korupsi
aparat boleh menyadap telepon
semua warga negara?

Untuk mencegah kelompok teroris beraksi
aparat boleh menyadap telepon
semua warga negara?

Untuk mencegah aksi radikal di kampus
aparat boleh menyadap telepon
semua warga negara?

Untuk mencegah tawuran dan bully di sekolah
aparat boleh menyadap telepon
semua guru dan murid?

Untuk mencegah pencurian
aparat boleh menyadap telepon
semua warga negara?

Untuk mencegah pembobolan bank
aparat boleh menyadap telepon
semua warga negara?

Untuk mencegah buronan melarikan diri
aparat boleh menyadap telepon
semua warga negara?

Masih yakin pembicaraan telepon dan SMS kamu ga ada yang menyadap?
apakah kamu koruptor?
apakah kamu teroris?
apakah kamu kelompok radikal?
apakah kamu tukang tawuran?
apakah kamu pencuri?
apakah kamu pembobol bank?
apakah kamu buronan?


Leave a comment

Balada Pensiunan Guru

A: “Jadi Polisi itu harus bayar?”
B: “Di poster itu katanya gratis!”

Pak Joko, menjadi pegawai negeri sebagai guru di sebuah sekolah pemerintah di ibukota negeri paman besut sejak tahun delapan puluhan, beliau mengajar mata pelajaran olah raga. Latar belakang aktif di resimen mahasiswa saat kuliah membuatnya biasa tampil tegas, bersuara lantang, melengkapi karakter yang riang mewarnai hari-hari bekerja. Jarak yang jauh dari rumah di luar ibukota ditempuhnya dengan gembira, setelah sholat subuh beliau menggelinding dengan roda dua setiap hari ke ibukota negeri.

Saat penghasilan guru masih sangat kecil, beliau mengajar di beberapa sekolah dan tiba di rumah setelah matahari terbenam. Setelah perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan profesi guru membaik, Pak Joko hanya mengajar di satu sekolah pemerintah dan menerima penghisal yang sangat layak, di atas sepuluh juta kepeng sebulan. Pak Joka berusaha menyisihkan penghasilannya untuk ditabung, dua tahun sebelum pensiun beliau merasa tenang karena tabungannya melampaui nilai seratus juta kepeng.

Putera-puterinya tiga orang, dua orang yang pertama perempuan telah bekerja setelah disekolahkan sampai batas yang diinginkan oleh kedua anaknya. Anak ketiga Pak Joko seorang lelaki yang punya idealisme dan ingin jadi abdi negara sebagai polisi setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah atas.

Dua tahun sebelum Pak Joko pensiun putera terakhirnya lulus SMA dan mendaftar ikut tes menjadi polisi. Saat proses pendaftaran ada seseorang yang tinggal tak jauh dari kediamannya menawarkan bantuan agar putera Pak Joko bisa diterima atau lulus tes calon polisi hingga dilantik menjadi bintara, dengan biaya tujuh puluh lima juta kepeng.

Menurut Pak Joko, itu nilai yang sedikit, karena banyak orang yang dalam situasi yang sama harus membayar biaya hingga ratusan juta rupiah. Dengan senang hati Pak Joko menggunakan sebagian besar tabungan selama menjadi guru untuk memasukkan anaknya menjadi polisi negeri paman besut ditambah berbagai biaya selama proses pendidikan puteranya membuat tabungannya hampir habis hanya sedikit yang tersisa.

Setelah pensiun Pak Joko sangat bangga bercerita pada teman-temannya bahwa anaknya kini sudah menjadi polisi dan bertugas di ibukota negeri paman besut. Beliau sering ke sekolah masa lalunya untuk mampir setelah kegiatan di berbagai tempat dan bercerita tentang bisnis barunya yang dia kerjakan, yaitu menjadi pedagang makanan burung, tempat minum burung dan barang-barang apa saja yag sedang trend dan laris dijajakan, seperti baju koko, sendal, sepatu, dsb. Keuntungan yang dihasilkan seribu atau dua ribu kepeng.

Pak Joko berjualan di lokasi-lokasi tempat masyarakat berkegiatan lari pagi saat hari sabtu dan minggu atau di lokasi-lokasi keramaian yang banyak pedagang kaki lima, dengan menggelar terpal sebagai alas dan mendisplay barang-barang dagangannya di atas terpal dan Pak Joko duduk bersila menunggu pembeli. Suatu kali beliau bercerita betapa sedihnya ketika tiba-tiba ada petugas satpol PP yang melakukan pembersihan dan menyita semua barang dagangan, kemudian barang-barang dagangan itu harus ditebus dengan uang lebih dari seratus ribu kepeng.

Apakah Pak Joko berjualan karena sekedar mengisi waktu luangnya?, atau karena benar-benar membutuhkan penghasilan untuk membiayai hidupnya sehari-hari?. Pada suatu kesempatan Pak Joko mampir lagi ke sekolah, mungkin karena kangen teman-teman masa lalu atau ada keperluan yang melalui route tempat kerjanya dahulu, beberapa temannya bertanya mengapa tak terlihat di resepsi teman guru di sekolah itu beberapa hari sebelumnya.

“Saya sedang tak punya uang.” Jadi tak bisa datang ke resepsi.

Apakah anak Pak Joko yang sudah jadi polisi itu tahu keadaan ayahnya?


Leave a comment

Membuat Sekolah jadi tempat yang menyenangkan buat anak-anak

sekolah-membuat-kita-stress-5738a836bb22bdf30a64dce4

Di ibukota Negeri Paman Besut
Semua Sekolah Dasar hingga Menengah Atas Negeri gratis
Sejak masuk hingga lulus tak ada pungutan
Semua biaya ditanggung Pemerintah Pusat dan Daerah

Apakah mutu sekolah makin baik?
Apakah semangat murid bertambah bagus?
Beberapa sekolah dasar negeri digabung
sebab peminatnya makin tak banyak

Apakah karena jumlah anak usia sekolah berkurang?
Apakah karena perumahan penduduk berpindah ke pinggir kota?


Leave a comment

Literasi Media, Membiasakan Menebar Kebaikan dan Menjauhkan Hoax


Ramadhan, bisa jadi momentum untuk membiasakan murid memanfaatkan gadget, dan sosial media sebagai bagian dari kegiatan literasi media serta membiasakan kebaikan, melatih public speaking, merancang bahan presentasi, menjauhkan dari hoax dan hal-hal negatif di sosial media.


Saya beruntung punya banyak murid yang punya percaya diri tinggi dan mau jadi model pembicara untuk tayang di youtube, silahkan nikmati 30 edisi paket Ramadhan di channel youtube saya, semoga bermanfaat.


Leave a comment

Soal Ujian Matematika SMK

Ujian-Nasional
Buat kamu yang sedang mempersiapkan ujian sekolah SMK, di bawah ini ada 2 type soal yang bisa kamu kerjakan supaya kamu lebih siap ikut ujian nasional dan dapat nilai terbaik, silahkan klik link di bawah ini untuk mendownload soal-soalnya di bawah ini, selamat mencoba.

SOAL MTK AKUNTANSI Paket A

SOAL US MATEMATIKA TEKNIK PAKET A


4 Comments

Bahagia Perlu Biaya: Mudik pake Sepeda Motor tak Baik

“Mudik lebaran menggunakan sepeda motor itu sensasinya banyak, bisa beristirahat dimanapun kita mau, ekonomis sekali karena biaya bensin irit, dan saat dikampung halaman bisa pergi kemana saja mengunjungi keluarga dan rekreasi tidak tergantung angkutan umum, yang semakin jarang di kampung.”

Mungkin karena berbagai sensasi di atas, lebih dari enam juta sepeda motor berseliweran jarak jauh saat mudik lebaran. Data mudik tahun lalu ada 3.168 kecelakaan yang melibatkan 5.860 kendaraan pada pelaksanaan mudik 2017. Dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut, 4.346 di antaranya adalah sepeda motor.

Data Kementerian Perhubungan, jumlah sepeda motor pada arus mudik 2017 ini mencapai 6.391.784 unit. Angka itu tumbuh 33,5 persen dibandingkan tahun lalu. Jadi 74 persen dari total kecelakaan itu dialami oleh pengendara sepeda motor, kecelakaan tersebut tercatat menewaskan 742 orang.

Usaha pemerintah menyediakan layanan transportasi umum yang layak untuk semua rakyatnya amat sangat tertinggal, sementara strategi bisnis produsen kendaraan bermotor sangat progresif merespon ketiadaan angkutan umum penduduk negeri dengan memberi fasilitas kredit yang ringan dan membuat banyak rakyat tergiur memanfaat fasilitas kredit kendaraan bermotor walau jumlah akumulasi biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki kendaraan bermotor sangat besar selisihnya jika diberi secara tunai. Kemacetan lalulintas membuat sepeda motor jadi pilihan utama untuk berkendara karena bisa menyelinap di rimba kendaraan yang menumpuk di jalan.

Setelah bertahun-tahun berkendara, seseorang merasa telah mengusasai sepeda motornya dengan baik dan menggunakannya untuk perjalanan jauh mudik lebaran dengan membawa serta istri, anak dan barang yang tak sedikit, hal itu akan sangat membahayakan bagi pengendara motor, terutama untuk penumpak yang duduk paling belakang. Kondisi panas matahari saat siang atau dinginnya udara malam, jarak pandang yang terbatas dalam gelap dan terpaan angin membuat semua pengendara motor cepat lelah, serta kondisi jalan yang tak selalu baik yang beresiko terhadap keselamatan pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya. Tidak hanya kerugian materi, nyawa juga bisa melayang, maksud hati menghemat waktu dan biaya tak bisa diraih, kehilangan orang yang dicintai pada hari yang direncanakan untuk berbahagia. Sangat tidak aman.

Pada Undang-undang Lalulintas sudah diatur, bahwa pengendara motor yang membawa penumpang lebih dari satu orang dikenakan denda maksimal Rp. 250.000. Hal ini bisa dijadikan acuan bagi Kepolisian untuk melakukan tindakan tegas sejak awal arus mudik mulai mengalir ke daerah, di setiap wilayah Polres yang dilalui arus mudik harus dilakukan razia dan  dipersiapkan tim khusus tilang di tempat agar setiap pengendara motor yang melanggar langsung ditilang denda maksimal, dan di wilayah Polres yang dilalui berikutnya harus dilakukan razia dan  dipersiapkan tim khusus tilang di tempat agar setiap pengendara motor yang melanggar langsung ditilang denda maksimal,begitu selanjutnya agar pengendara sepeda motor jera atau kapok karena untuk perjalanan ke jawa Tengah hingga Jawa Timur dia akan terkena sekian kali razia dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit dan rencana berhemat berkendara motor malah jadi boros.

Pemerintah harus mengabarkan sejak jauh-jauh hari tentang kebijakan melindungi keselamatan penduduk negerinya agar bisa lebaran dengan bahagia di kampung halaman dengan tak sekedar menghimbau rakyat agar tak menggunakan sepeda motor, tetapi mempersiapkan tindakan sangsi yang tegas jika kedapatan pengendara motor yang membawa penumpang lebih dari satu orang, apalagi membawa bayi atau balita berkendara dengan sepeda motor. Karena denda maksimal yang berkali-kali pasti jumlahnya lebih banyak dibanding anak dan istrinya melakukan perjalanan dengan bis atau kereta api beberapa hari lebih cepat dari suaminya yang mungkin mendapatkan jatah waktu libur yang terbatas, sehingga dia melakukan perjalanan mudik dengan motor seorang diri.

Usaha pencegahan agar tidak terjadi ribuan korban akibat kelelahan dan faktor jalan raya serta karakteristik sepeda motor yang diciptakan untuk perjalanan jarak dekat dengan menegakkan aturan lalu lintas yang sudah berlaku sejak dahulu. Sayangnya pemerintah selama ini seperti abai atau memberi pengampunan bagi rakyat negeri untuk melanggar aturan hukum yang berlaku, barangkali hal ini dilakukan sebagai  bentuk permintaan maaf karena hingga saat ini pemrintah belum mampu menyelenggarakan sistem angkutan umum yang baik untuk seluruh daerah.

Ada banyak penduduk negeri yang realistis karena keterbatasan waktu dan kondisi ekonomi, mereka tidak pulang kampung saat lebaran karena biaya transportasi menjadi lebih mahal dan biaya kebutuhan lain juga selalu meningkat, mereka pulang kampung untuk bersilaturahmi pada saat-saat bukan libur lebaran, ada yang sebelum puasa, ada pula yang setelah lebaran, ada yang berbarengan dengan waktu penyelenggaraan hajatan keluarga. MEreka memberikan pengertian kepada keluarga di kampung bahwa saat lebaran nanti mereka tak pulang kampung karena berbagai hal, dan biasanya keluarga di kampung mengerti.

Tak sedikit perantau di ibukota yang pulang memanfaatkan fasilitas mudik bersama dari berbagai instansi atau perusahaan, ada pula yang mencarter travel milik tetangganya di kampung sejak jauh-jauh hari, ada yang menanggung biaya mencarter mobil yang diisi beberapa keluarga untuk pergi dan pulang ke kampung halaman, bahkan ada yang menggunakan mobil bak yang diberi tutup terpal dan penumpangnya duduk lesehan hingga ke kampung halaman.

Mudik lebaran yang bahagia harus direncanakan dengan baik dan pasti memerlukan biaya yang banyak, rencana bahagia bersama keluarga di kampung halaman bisa dirasakan lewat perjuangan yang panjang dan kemauan menggunakan moda transportasi yang aman. Jika belum mampu, pulang kampung bisa diganti dengan video call untuk bermaaf-maafan. Mudik dengan sepeda motor sangat rentan terhadap kecelakaan yang bisa berujung kematian. Bahagia tak dapat diraih, hemat tak bisa didapat, nyawa melayang, biaya pun tekor karena harus membayar biaya rumah sakit, ambulan dan pemakaman, belum lagi untuk kendurian atau selamatan setelah pemakaman.

Selamat pulang kampung dengan selamat dan raih bahagia dan jangan sampai tekor.


2 Comments

Tips Memilih Sekolah buat Si Buah Hati

schools

Foto: Igor. O (http://unsflash.com)

Anak anda mau masuk sekolah; SD, SMP, SMA atau SMK. Bingung pilih sekolah buat dia … ada keterbatasan dana, kemampuan jarak atau lainnya. Tips berikut ini mungkin bisa jadi pertimbangan Anda dalam memilih sekolah buat buah hati.

1. Luangkan waktu Anda. Jika ingin anak Anda lebih baik di masa depan, jangan wakilkan urusan ini pada fihak lain … luangkan waktu Anda, betapapun sibuknya Anda, ambil cuti … ini bukan kerjaan rutin, hanya tiga atau enam tahun sekali.

2. Temui Guru atau Wali Kelas Anak Anda. Mereka mengetahui kondisi anak kita dan kondisi Sekolah di sekitar Sekolah anak kita saat ini … bertanyalah berbagai hal yang ingin Anda ketahui dan khawatirkan … mintalah waktu lebih untuk komunikasi lebih banyak tentang pemilihan sekolah anak kita.

3. Temui Guru di Sekolah Terdekat dengan Rumah Anda. Bicaralah kepada humas atau wakil kepala sekolah di SD, SLTP atau SLTA yang akan anda pilih, mereka mengetahui kondisi rangking Sekolah di sekitar rumah anda … bertanyalah berbagai hal yang ingin Anda ketahui dan khawatirkan … mintalah waktu lebih untuk komunikasi lebih banyak tentang pemilihan sekolah anak kita.

4. Browsing di internet. Biasanya sekolah-sekolah yang baik memiliki banyak informasi di dunia maya … jangan terlalu percaya dulu pada yang anda dapat di Website, jadikan itu sebagai pertimbangan untuk melihat langsung sekolah yang dituju. Perhatikan Posting-posting tentang sekolah yang akan anda pilih untuk anak anda di google, foto-foto sekolah, instagram dan youtube sekolah yang akan anda pilih.

5. Kunjungi Sekolah yang dituju bersama anak Anda. Dari hasil bincang dengan guru atau wali kelas dan browsing di internet anda akan memperoleh beberapa alternatif, kunjungi sekolah yang dituju … sebaiknya tak hanya sekali dan jangan pada hari libur. Suasana sekolah biasanya akan tertangkap roh kegembiraan atau roh yang tak menyenangkan saat melihat aktifitas sekolah yang sesungguhnya. Jika Anda bekerja, mungkin bisa luangkan waktu istirahat makan siang Anda atau ambil cuti untuk visit sekolah untuk buah hati … labih baik jika anak Anda di ajak berkunjung … karena dia akan jalani masa bertahun-tahun di tempat yang dipilihnya.

Saat berkunjung, bicaralah dengan guru-guru di dekolah itu, murid-murid disana, satpam, pedagang di kantin, warung terdekat dengan sekolah, dll. Anda akan mendapat gambaran lebih komprehensif tentang kondisi calon sekolah anak Anda.

6. Putuskan bersama anak Anda. Saat memutuskan beberapa sekolah mana yang dipilih sesuai dengan skala prioritas dari yang paling bagus, menurun hingga sekolah yang lebih rendah kualitasnya, Anda harus libatkan anak Anda.

7. Siapkan pilihan alternatif. Jika pilihan pada langkah 5 tidak bisa dipenuhi atau gagal, siapkan sejak awal alternatif sekolah pilihan yang masih bisa dicapai. Daftar di sekolah itu sebagai cadangan … karena biasanya sekolah yang baik menerima pendaftaran lebih awal, memang ada konsekwensi hilangnya sejumlah biaya yang Anda keluarkan … tapi tak apalah, demi buah hati tercinta.

8. Jaga kesehatan dan berdoa. Urusan di atas memakan waktu dan energi yang tak sedikit, oleh sebab itu jaga kesehatan dan berdoalah, kerjasama yang baik antar suami, istri dan anggota keluarga lainnya akan hasilkan yang terbaik … selamat berjuang raih masa depan lebih baik.


Leave a comment

DKI Jakarta Juara Umum LKS SMK tingkat Nasional 2018

32332574_2048344601873641_3841582297602064384_n

Robi, SMKN 61 Jakarta Juara 1 Fishery LKS SMK tingkat Nasional di Lombok 2018

Provinsi Jawa Tengah yang menjadi juara umum tahun lalu pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2018 harus rela menyerahkan piala bergilir dan bergengsi di dunia pendidikan kejuruan itu kepada Provinsi DKI Jakarta.

“Selamat kepada para pemenang dan juara umum LKS 2018. Para juara terbaik tahun ini akan dipersiapkan untuk mengikuti World Skill Competition tahun depan di Rusia,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad saat memberikan sambutan pada acara Penutupan LKS 2018 di Lombok City Center, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (11/5).

Berdasarkan siaran pers, Sabtu(12/5), Hamid mengatakan, kegiatan LKS ini merupakan pencapaian tertinggi tingkat nasional bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di masing-masing bidang keahliannya.

Ia menyebutkan, dalam LKS tahun ini terdapat 56 bidang keahlian yang dilombakan. Ajang bergengsi tahunan ini diikuti oleh 1.077 peserta lomba yang merupakan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia. Lomba ini juga merupakan salah satu bentuk perhatian besar dari pemerintah terhadap pendidikan kejuruan atau vokasi di Indonesia.

Selanjutnya, khusus untuk para juara yang akan mewakili Indonesia pada WSC nanti, Hamid mengimbau untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kompetensinya mulai sekarang. Pasalnya, Indonesia berada pada peringkat 12 dari 88 negara peserta WSC pada 2017 lalu.

“Target tahun depan pada WSC adalah mendapatkan medali sebanyak-banyaknya dan meningkatkan peringkat Indonesia di ajang itu,” tutur Hamid.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud, M. Bakrun menambahkan, secara umum para juri LKS 2018 menilai bahwa ada peningkatan kompetensi peserta yang signifikan pada LKS tahun ini. Tak hanya itu, berbagai dunia usaha dan dunia industri pun turut memberikan hadiah tambahan serta beasiswa bagi para juara dalam lomba itu.

Sumber: http://www.beritasatu.com/satu/492036-dki-jakarta-juara-umum-lomba-kompetensi-siswa-2018.html

Rincian Perolehan Medali Kontingen LKS SMK Provinsi DKI Jakarta :

Perolehan Medali Emas sebanyak 17 medali terdiri dari :
1. Autobody Repair(SMK N 26)
2. Automobile Technology(SMK N 4)
3. Industrial Control(SMK N 26)
4. Plumbing and Heating(SMK N 1)
5. CADD Building (SMKN 26)
6. Mechatronics( SMKN 56)
7.Electronic Application( SMKN 26)
8. Pastry Cook (SMKN 32)
9. Cooking (SMKN 30)
10.Beauty Therapy (SMKN 27)
11.Hotel Accomodation(SMK N 24)
12.Health and Social Care(SMK N 28)
13.Bilingual Secretary(SMKN 15)
14.Nautica Crulse Ship(SMK N 36)
15.Fishery (SMKN 61)
16.Agronomy(SMKN 63)
17.Painting & Decoration(SMK N 58)

Perolehan Medali Perak sebanyak 5 medali terdiri dari:
1.Prototype Modeling
2.CNC Milling (SMKN 5)
3.Wall and Floor Tiling (SMKN 4)
4.Nautica
5.Wood Craft

Perolehan Medali Perunggu sebanyak 3 medali, terdiri dari :
1.Electrical Instalation
2.Graphic Design Technology (SMKN 6)
3.CADD Building (SMKN 52)

Untuk South East Asian Creative Camp (SEA Camp)
Medali Emas : Educational Game Development(SMKN 7)
Medali Perak : Multimedia Augmented Reality (SMKN 6)
Medali Perunggu : Online Tourism Promotion Model (SMKN 27).

Siapa yang punya nama-nama anak hebat yang juara? 


Leave a comment

Merokoklah


Merokoklah terus Nak, jika cuma itu kenikmatan yg kau punya. Karena ternyata orang tua hingga presiden kamu belum mampu memberi kenikmatan hidup yg semestinya.

#Repost @aliansikorbanrokok
・・・
Industri rokok targetkan anak sebagai konsumen utama. Semakin muda mulai merokok, semakin lama kecanduan menjerat, semakin banyak keuntungan yang diraup, namun rakyat semakin menderita kecanduan dan kesakitan. #rokokharusmahal #TheyLieWeDie #APACT12th #TobaccoOrHealth


Leave a comment

Keuntungan Pabrik Rokok

Gils bet guys, pabrik rokok dapet untung 12 trilyun lebih srahun, artinya stiap bulan untung satu trilyun lebih, berapa yg kamu sumbang jadi keutungan pabrik rokok? Sementara anak”mu, tetanggamu & sodara”mu kekurangan gizi?

Jaga nama baik sekolah? Udah jadul guys … sekolah terlalu luas, banyak bet muridnya … kamu ga bakal kuat, jaga nama baik dirimu sensiri aja guys, maka keluargamu jadi baik, sekolahmu baik dan negaramu juga jadi baik … kalo jaga kesehatan diri sendiri aja ga bisa gimana mo jagain negara guys, asep ko diisep, pakw duit lagi belinya, mending nabung buat beli mobil jalan” ampe bali, happy deh.


Leave a comment

Berfikir Positif itu Menyenangkan, Happy deh

“Masih suka sirik liat orang senang?
Masih suka panas liat orang hebat?
Terus elo nyinyir, ngomongin kejelekan orang itu kesana-kemari?
Cape booo …
dia happy-happy … elo cepet mati”

Kalo anak sekarang mah bilangnya gini, ga usah netting deh guys, lebih baik elo cari kesibukan yang bikin diri elo seneng daripada sirik ngeliat orangasik, terus ngegibah sana-sini yang bikin elo sakit hati sendiri dan mati berdiri.

Lagu HATERS dari Tantri KOTAK kena banget buat pelaku, yang ngakunya bahagia melebihi dari orang yang digibahin padahal sesungguhnya dia lagi menderita liat kehebatan orang, selalu mencari celah untuk mencela dan mengkritik orang lain.

Kalo elo bahagia, gau sah ngaku-ngaku deh bahagianya elo, nikmati aja sendiri, ajak deh keluarga elo, orang lain mah pasti kebawa bahagia liat elo bahagia, tapi kalo elo keseringan netting maka penderitaan eli bakal panjang.

Begini lyriknya:

hei pembenciku, jangan benci aku
nanti kamu tersiksa
hei pembenciku, jangan mengintaiku
nanti kamu kecewa

aku senang-senang menikmati hidupku
kenapa kamu yang jadinya tersiksa
terganggu karena aku

ngaku-ngakunya bahagia tapi kenyataannya
kamu susah
susah melihat melihat kalau aku bahagia
itu derita lo

hei pembenciku, jangan benci aku
buang energi saja
hei pembenciku, semakin kau benci aku
semakin susah hidupmu

aku senang-senang menikmati hidupku
kenapa kamu yang jadinya tersiksa
terganggu karena aku

ngaku-ngakunya bahagia tapi kenyataannya
kamu susah
susah melihat melihat kalau aku bahagia
itu derita lo

kenapa sih lo mau hidup lo jadi susah
selalu jalin celah untuk bisa mencela
sudahlah aduh kawan ya lagi buat apa
yang ada lo kecewa kalo gue sih having fun

kritik sini kritik sana semua lo gak suka
kasih makan juga nggak tapi lo yang marah-marah
gue sih gak masalah, tapi lo naik darah
selalu aja salah mending kita party aja

kau benci tapi ku jadi termotivasi
buat ku lebih baik, kau malah makin keki
sudah berhenti kawan, kita kan bukan lawan
bangkitkanlah hidupmu, jangan kau sia-siakan

ngaku-ngakunya bahagia tapi kenyataannya kamu susah
susah melihat melihat kalau aku bahagia ooo
ngaku-ngakunya bahagia tapi kenyataannya kamu susah
susah melihat melihat kalau aku bahagia, itu derita lo


5 Comments

Kalo Kamu bisa Beli Jakarta Mau diapain?

“Andai aku makmur, kubeli Jakarta,
dan kamu bisa bayangkan kalau Jakarta tiba-tiba putih semua …”

Petikan puisi Remy Sylado tiba berkelebat berkali-kali di benak saya, datang tiba-tiba saat saya berkendara, saat saya berjumpa penduduk Jakarta, saat saya menikmati Jakarta, termasuk merenung saat beristirahat tiba di rumah di Jakarta. Andai tokoh dalam puisi itu bisa membeli Jakarta, maka Jakarta akan diberi warna putih pada semua tempat sesuai keinginan dirinya, karena dia yang memiliki Jakarta. Pemilik Jakarta itu akan mewarnai dinding-dinding semua bangunan menjadi putih, berangkali esensi dari putih pada puisi Remy Sylado adalah Jakarta dibuat menjadi bersih, suci dan memberi kenyamanan untuk semua penduduknya.

Karena Jakarta miliknya, maka dia akan menata bangunan di Jakarta nyaman untuk ditinggali warganya, dengan kelengkapan sarana kebutuhan sosial yang bisa membuat penduduknya sejahtera. Jalan-jalan dibuat bagus dengan trotoar yang nyaman dan dipenuhi pohon pelindung yang berbunga dan berbuah, bebas dinikmati penduduknya. Jika ada yang memetik bunga dan buah di Jakarta, pemilik Jakarta membiarkannya karena bunga dan buah itu uuntuk dinikmati bersama, tetapi ketika pohonnya dirusak, pemilik Jakarta akan memberi sangsi hukuman buat perusak tanaman dan sarana umum lainnya.

Karena Jakarta miliknya, maka dia akan merancang dan menyediakan sarana angkutan umum yang nyaman buat diri dan semua warga Jakarta agar rakyat Jakarta tak perlu membeli sepeda motor dan mobil untuk melakukan perjalanan kemanapun, sebagai pemilik Jakarta dia akan menerapkan pajak pembelian kendaraan bermotor yang mahal, tarif parkir yang selangit agar penduduk terdorong menggunanakan sarana transportasi publik dan pencemaran tak terjadi di Jakarta.

Jakarta milik semua penduduknya, sehingga sebagai pemilik dia bebas mengendarai sepeda motor tanpa SIM, melawan arus dan parkir dimanapun dia suka, sehingga sepanjang jalan-jalan di Jakarta penuh dengan parkir sepeda motor dan mobil. Karena jalan-jalan di Jakarta punya dia, maka dia bebas kebut-kebutan di jalan siang dan malam, saat polisi menangkapnya mereka berusaha dengan berbagai cara agar bisa damai dan kebut-kebutan lagi.

Jakarta milik semua penduduknya, sehingga sebagai pemilik dia bebas berjualan dimanapun, termasuk menutup jalan umum untuk berjualan, untuk pernikahan, puntuk perayaan apa saja, tak peduli pengguna jalan harus berpindah ke jalur lain yang kecil dan membuat jadi macet berkepanjangan

Jakarta milik semua sehingga semua bebas mencorat coret dinding tiang, jembatan, bangunan dan dimanapun yang dia mau karena itu adalah miliknya. Walau sudah ditutup dengan cat warna hitam, putih atau abu-abu, pemilik dinding itu datang lagi mencoret lagi, karena itu adalah miliknya.

Jakarta milik semua penduduknya, termasuk sekolah dan perguruan tinggi, pemiliknya ingin kuliah secara gratis, belajar sesuai mood yang cenderung seenaknya, saat soal ujian susah mereka menjerit dan menyalahkan orang lain, saat tak lulus pemilik sekolah protes tak terima berpegang pada hak azasi manusia, pemilik sekolah ingin lulus dan memiliki ijazah tanpa kerja keras dan dimudahkan dalam semua aspeknya.

Jakarta milik semua pendudukmya, sebagai pemilik dia bebas makan dan minum apa saja, termasuk miras oplosan. Bebas menggunakan narkoba, jika tertangkap dan hasil cek laboratorium terbukti menggunakan narkoba tetap tak ingin dihukum karena penjara di Jakarta juga miliknya dan dia tahu banyak hal yang tak nyaman di penjara, karena sebagai pemilik penjara di Jakarta dia tahu berpa harga seporsi jatah makanan tahanan disana.

Apakah anda pemilik Jakarta?


2 Comments

Apa Manfaat Sekolah

Kalau ternyata sejak masih remaja dia kecanduan games online
Kalau ternyata sejak masih remaja dia kecanduan rokok dan narkoba
Kalau ternyata sejak masih remaja dia kecanduan ngebut
Kalau ternyata sejak masih remaja dia kecanduan sex bebas

Kalau ternyata setelah dewasa dia cuma jadi pengangguran
Kalau ternyata setelah dewasa dia cuma jadi pemulung
Kalau ternyata setelah dewasa dia cuma jadi koruptor
Kalau ternyata setelah dewasa dia cuma jadi perokok

Kalau ternyata setelah dewasa dia meninggal karena narkoba
Kalau ternyata setelah dewasa dia meninggal karena miras oplosan
Kalau ternyata setelah dewasa dia meninggal karena kebut-kebutan motor
Kalau ternyata setelah dewasa dia meninggal karena rokok

Kalau ternyata jadi rakyat yang gampang ditipu
Kalau ternyata jadi rakyat yang gampang dibeli
Kalau ternyata jadi rakyat yang gampang dirayu
Kalau ternyata jadi rakyat yang gampang dilupakan

Kalau kamu?


Leave a comment

Menikmati Depan dan Belakang Mereka

DWITAGAMA SMKN 7 JAKARTA A

DWITAGAMA SMKN 7 JAKARTA F

DWITAGAMA SMKN 7 JAKARTA AJ

Di SMKN 7 Jakarta 280318 saya bergembira jumpa sahabat lama Mr. Fauzi teman se asrama di PPPGT Bandung tahun 1996, dan ketemu anak-anak muda hebat yang bersiap menggapai sukses, miss u much guys.

Nikmati reportase training saya disini, ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya ada lebih dari 1.230 bisa dinikmati di channel youtube sayaperlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


2 Comments

Buku Kenangan Anak Zaman Now

Saat akan tamat SD, SMP tahun tujuh puluhan saya dan teman-teman membuat buku kenangan yang diedarkan kepada semua teman sekelas atau tetangga kelas untuk mengisi data-data yang biasanya diakhiri dengan kata kenangan. Ada diantara kami yang menggunakan buku kenangan yang format kosongnya di jual di toko buku dengan kotak foto, biasanya kita siapkan foto lebih selain untuk ijazah, sehingga ada wajah di buku kenangan itu … entah dimana buku itu sekarang, beberapa kali pindah rumah dan aksi bongkar gudang membuat buku itu entah ada dimana sekarang?

Anak zaman now tak lagi membuat buku kenangan, di era digital mereka membuat video saat akan lulus dan berpisah dengan teman-temannya, ini salah satu contohnya.

Ada berapa video kamu di youtube? Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya ada lebih dari 1.230 bisa dinikmati di channel youtube sayaperlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


4 Comments

Sekolah Lanjutan Masa Depan

Tahun tujuh puluhan guru-guru saya bercerita bahwa ketika mereka bersekolah di Sekolah Rakyat pada zamannya, prosentase murid yang lulus SD sangat sedikit, dari semua murid satu kelas bisa jadi yang lulus hanya seperlima dan dari seperlima yang lulus SD yang bisa melanjutkan ke SLTP prosentasenya kecil.

Demikian juga yang berhasil lulus dari sekolah lanjutan pertama dan sekolah lanjutan tingkat atas tak banyak. Faktanya kehidupan penduduk negeri tetap berjalan seperti biasa, yang jadi sarjana hanya mereka yang benar-benar pintar. Yang kemampuan intelektualnya kurang sadar diri dan memilih pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Seniman, atlit, tentara, politikus, guru, dosen dan orang-orang hebat di berbagai bidang tetap bisa muncul dalam pola seleksi dan kelulusan yang sangat ketat. Saya membayangkan ke depan murid yang sekolah di sekolah lanjutan pertama dan atas tidak hanya mempelajari pelajaran umum, tetapi sudah fokus ke bidang-bidang yang sesuai dengan bakat, minat dan potensi warga negara.

Saya memimpikan warga negara dengan kemampuan seni, olahraga, teknologi dan sebagainya bisa berprestasi pada berbagai event internasional seperti sea games hingga olimpiade. Pemerintah menyiapkan sarana, pelatih, anggaran dan berbagai hal yang bisa melahirkan orang-orang hebat di berbagai bidang.

Mereka yang  berminat menjadi peneliti, ilmuwan atau pengajar perguruan tinggi bisa belajar hingga jenjang S3.


7 Comments

Tentang Corat-coret Baju setelah Ujian

Foto di atas diposting oleh murid SMK yang diberi caption begini:

@mridwanfachri:

Ingat yah Adik adikku yg telah menyelesaikan Sekolah nya 3 tahun ini.

Jangan Mencoret coret Seragam sekolah mu karena seragam yg engkau gunakan itu di beli dengan hasil keringat orang tua mu yg ditukarkan menjadi uang.

Hargailah perjuangan mereka walaupun engkau sudah lulus dan tak memakai seragam itu lagi Setidak nya engkau simpan untuk menjadi kenangan yg tak terlupakan. 😇😇

~Muhammad Ridwan Fachri~ @smkn36jakarta

#nocoretcoretseragam
#pernahsekolah
#1tahunyglalu
#smkbisa
#purnaosis
#purnarohis
#purnaKKP
#smkn36jakarta

————————————————-
Seragam yang menemani proses hebatkan diri sayang kalo dicoret-coret trus dibuang, seragam yang berisi kenangan sampah memang sebaiknya dibuang or dibakar.

Di sekolah Ridwan, setiap benda yang menempel di bajunya harus diperoleh melalui perjuangan, pendidikan, kursus, latihan, pencapaian, dsb. Sehingga menjadi sesuatu yang bisa dinikmati kenangan proses pencapaian itu dan tidak pantas jika dicorat-coret atau dibuang.

Kalo kamu?


3 Comments

Kantong Parkir Motor di Sekitar Sekolah

pelajar bermotor

Syarat seseorang boleh mengendarai kendaraan bermotor adalah sudah berusia 17 tahun dan memiliki SIM, kenapa? Karena kematangan pribadi dan emosi seseorang yang sudah berusia 17 tahun lebih dewasa dibanding usia sebelumnya, sehingga kemungkinan terjadi kecelakaan di jalan dan korban jiwa bisa dicegah.

Dinas Pendidikan sudah melarang murid sekolah mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah, sehingga sekolah tidak mengijinkan muridnya membawa kendaraan dan parkir di dalam lingkungan sekolah. Sayangnya, dengan berbagai alasan orang tua membolehkan anaknya pergi dan pulang ke sekolah mengendarai sepeda motor dan mobil sendiri.

Manajemen sekolah seolah menutup mata terhadap kebiasaan muridnya membawa kendaraan bermotor ke sekolah dan memarkirnya di kantong-kantong parkir di sekitar sekolah, pemilik lahan di sekitar sekolah seolah mendapat sumber penghasilan baru memanfaatkan lahan yang tersedia, bahkan ada beberapa rumah yang sengaja dipugar menjadi ruang terbuka untuk menampung ratusan sepeda motor anak sekolah lanjutan di sekitarnya dengan tarif parkir beragam, mulai 2.000 hingga 5.000 rupiah untuk penitipan selama 8 jam, mulai pk 7 sampai 15 WIB.

Kepolisian punya intel atau binmas pasti tahu adanya kantong-kantong parkir di wilayah kerjanya, harusnya pelajar itu di edukasi dan ditilang  jika masih melanggar agar tak makin banyak korban mati karena kecelakaan lalu lintas.

Screen Shot 2018-03-13 at 12.15.48 PM


2 Comments

Sekolah Gratis dan Sekolah Bayar

Di Negeri Paman Besut ada dua kelompok sekolah; yaitu sekolah gratis dan sekolah bayar.

Di sekolah gratis, murid mendaftar di awal tahun ajaran baru atau sekitar bulan Juni – Juli dengan persyaratan umur atau nilai ujian nasional, jika memenuhi syarat anak  diterima di jenjang pendidikan SD hingga SLTA tanpa biaya alias gratis.

Beberapa murid malas masuk sekolah, wali kelas dan guru Bimbingan Konseling memanggil anak itu dan orang tuanya, dilakukan konseling beberapa kali murid itu tetap malas ke sekolah, dia datang ke sekolah hanya pada saat ulangan akhir semester. Sekolah tak berani memberi sangsi mengeluarkan murid itu karena takut dilaporkan ke polisi atau ke Dinas Pendidikan dihubungkan dengan hak memperoleh pendidikan. Saat kenaikan kelas guru-guru dan kepala sekolah tak berani memutuskan tidak naik untuk anak-anak yang malas datang ke sekolah hingga mereka naik ke kelas 6 atau 9 dan 12. Di kelas terakhir atau tahun terakhir mereka makin malas hadir ke sekolah dan hanya datang saat ujian nasional, bahkan beberapa diantara mereka harus dijemput oleh guru atau karyawan tata usaha agar datang ke sekolah mengikuti ujian.

Guru-guru sekolah gratis seperti hilang keberanian menangani anak-anak yang nakal atau berperilaku menyimpang di sekolah, misalnya membolos, merokok, berkelahi, bullying, tidur di kelas, berbuat onar atau mengganggu suasana belajar di kelas karena berita-berita guru yang memberi teguran atau memberi sangsi kepada murid yag tidak disiplin direspon dengan kekerasan oleh murid, bahkan ada yang bersama orang tua melakukan tindak kekerasan kepada guru, bahkan ada murid yang memukul gurunya hingga meninggal dunia.

Murid-murid mengetahui situasi itu, mereka jadi malas belajar dengan baik, datang ke sekolah seperti membunuh waktu atau bersosialisasi dengan teman sebaya, murid-murid merasa tak perlu belajar serius, karena teman yang jarang masuk bisa melenggang ujian, naik kelas hingga lulus sekolah. Mereka pun yakin dengan belajar santai saja mereka akan naik kelas dan lulus memperoleh ijazah.

Hal itu berlangsung bertahun-tahun hingga masyarakat memberi label sekolah gratis, sekolah santai, masuk sekolah seenaknya, bisa lulus dan dapat ijazah. Yang lebih menyenangkan adalah pemerintah memberi uang kepada murid-murid memenuhi janji kampanye dibalit nama kartu pintar, dsb.

Di sekolah bayar, calon murid baru mendaftar sejak bulan September atau sekitar sembilan bulan sebelum pendaftaran di sekolah gratis, dengan membeli formulir, mengikuti tes seleksi, wawancara, dan jika lulus harus membayar biaya bervariasi hingga jutaan kepeng, bahkan ada yang hingga puluhan juta kepeng disetor ke sekolah.

Ada