Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Nyanyi “November Rain”-nya Guns N Roses sambil nikmati hujan Jakarta

Kemarin hujan hampir seharian, hari ini cuaca redup mendinginkan hati, saya ingin tetap hangat ditemani Guns N Roses, nyanyi “November Rain”, kuuuy.

When I look into your eyes
I can see a love restrained
But darlin’ when I hold you
Don’t you know I feel the same

‘Cause nothin’ lasts forever
And we both know hearts can change
And it’s hard to hold a candle
In the cold November rain

We’ve been through this such a long long time
Just tryin’ to kill the pain

But lovers always come and lovers always go
And no one’s really sure who’s lettin’ go today
Walking away

If we could take the time
To lay it on the line
I could rest my head
Just knowin’ that you were mine
All mine
So if you want to love me
Then darlin’ don’t refrain
Or I’ll just end up walkin’
In the cold November rain

Do you need some time…on your own
Do you need some time…all alone
Everybody needs some time… on their own
Don’t you know you need some time…all alone

I know it’s hard to keep an open heart
When even friends seem out to harm you
But if you could heal a broken heart
Wouldn’t time be out to charm you

Sometimes I need some time…on my own
Sometimes I need some time…all alone
Everybody needs some time… on their own
Don’t you know you need some time…all alone

And when your fears subside
And shadows still remain
I know that you can love me
When there’s no one left to blame
So never mind the darkness
We still can find a way
‘Cause nothin’ lasts forever
Even cold November rain

Don’t ya think that you need somebody
Don’t ya think that you need someone
Everybody needs somebody
You’re not the only one
You’re not the only one


Leave a comment

Rokok selalu berjaya pada yang miskin hingga berpunya, kalo kamu?

Rambut sudah putih termakan usia,
badannya kurus, tulang hanya berbalut kulit tersisa,
mengemis jadi kerjanya sejak pagi hingga senja,
lihat apa yang ada di mulutnya

Mengharap orang lain iba,
memberi uang karena melihatnya tak tega,
uang hasil mengemis buat beli rokok itu biasa,
yang dihisap sambil terus mengharap iba

Mungkin ketika merokok dia jadi lupa,
kalau dirinya miskin tak punya apa-apa,
tak sadar jika sebentar lagi tak berdaya,
jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa

Kalau kamu yang masih muda belia,
sudah jadi perokok tak berjeda,
tak bisa pisah dari asap seperti busa,
padahal berpenghasilan pun kamu tak bisa

Mungkin ketika merokok kamu jadi lupa,
kalau kamu miskin tak punya apa-apa,
sudah merasa tak lagi berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

Kalau kamu kaya
segalanya kamu punya
tapi menghisap asap kamu merasa lebih berjaya
hingga merokok jadi gaya

Mungkin ketika merokok kamu jadi tetap ingat tak lupa,
kalau dulu kamu pernah miskin tak punya apa-apa,
sudah merasa sebentar lagi tak berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

Kalau kamu pintar sudah sarjana,
berpenghasilan tetap luar biasa,
tapi menghisap asap karena terbiasa,
hingga rokok jadi teman yang slalu ada

Mungkin ketika merokok kamu jadi tetap ingat tak lupa,
kalau dulu kamu pernah miskin tak punya apa-apa,
sudah merasa sebentar lagi tak berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

Jika kamu jago bela diri dan ternama
punya teman banyak dimana-mana
sumber uang mengalir deras dan selalu ada
merokok seolah jadi makin gaya

Mungkin ketika merokok kamu jadi tetap ingat tak lupa,
kalau dulu orang tua kamu pernah miskin tak punya apa-apa,
atau sudah merasa sebentar lagi tak berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

kalo kamu?


Leave a comment

Menikmati Pilkada Negeri Paman Besut: ada peningkatan konsumsi rokok?

Calon pertama

Di Negeri Paman Besut, seorang yang berniat mencalonkan diri jadi kepala daerah berusaha menjadi bahan berita setiap hari, kabar tentang apa yang dikerjakan setiap hari harus selalu jadi bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb. Karena dia berambisi untuk ikut pemilihan kepala daerah maka berbagai cara dilakukan agar namanya jadi bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb setiap hari, jika forum rapat terbatas, orang itu akan meminta stafnya atau orang lain untuk mendokumentasikan dan diedarkan menjadi bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb, untuk media sosial seperti facebook, twitter, instagram, youtube, dsb bisa dilakukan siapa saja, dimana saja asal memiliki akses internet tanpa biaya alias gratis.

Setiap hari, apapun yang dilakukan orang itu selalu menghiasi berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb yang jika dijumlahkan dalam setahun, jutaan kabar berita tentang orang itu berkelebat di berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb. Upaya menggalang dukungan berupa fotokopi KTP dan pengisian formulir dukungan  dilakukan sejak jauh-jauh hari hingga memperoleh jutaan dukungan yang membuat banyak partai politik jatuh hati dan memberi dukungan walau sang calon awalnya menyatakan enggan mencari dukungan partai untuk maju sebagai calon kepala daerah dan mengandalkan dukungan teman-temannya melalui jalur independen.

Calon-calon yang tenggelam

Ada beberapa tokoh partai politik yang secara malu-malu atau terang-terangan menyatakan keinginan untuk maju mencalonkan diri jadi kepala daerah, tetapi akhirnya mereka harus menunggu keputusan partai politik yang punya hak untuk mengajukan calon kepala daerah. Para ketua partai pun yang awalnya berminat mencalonkan diri akhirnya harus tau diri dan menerima apapun keputusan ketua umum partainya. Mereka sangat faham benar sistem kenegaraan di negeri paman besut sehingga mereka merasa tak perlu mempromosikan dirinya melalui berita-berita di koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb karena kabarnya perlu biaya yang sangat mahal.

Calon kedua

Seorang pengusaha yang gemar berpetualang dan punya fisik yang prima karena suka berolah raga dan punya kekayaan yang selevel dengan dana APBD sebuah propinsi entah merasa terpanggil atau didorong oleh fihak lain secara serius ddan konsisten menyatakan niatnya maju sebagai calon kepala daerah dan melakukan pendekatan kepada berbagai partai politik di negerinya, rupanya nilai jual pengusaha ini tak terlalu moncer sehingga lama sekali tak memperoleh dukungan secara penuh dari partai politik hingga mendekati deadline pencalonan atau mungkin partai politik menilai kemungkinan terpilihnya pengusaha ini sangat kecil sehingga sulit memenangkan pertarungan. Dia sudah berusaha memanfaatkan koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb untuk mengekspose visi-misinya sebagai calon kepala daerah, tetapi tetap saja dukungan belum fix berfihak padanya, anda tahu kenapa?.

Pilkada di negeri paman besut merupakan ajang perebutan kekuasaan partai-partai politik yang telah membuat peta dan analisis tentang profil-profil orang yang bisa didukung untuk menjadi calon kepala daerah dan punya peluang yang besar untuk memenangkan pemilihan kepala daerah.

Calon-calon dipaksa

Hingga hari terakhir pencalonan yang harus diajukan beberapa partai masih belum memutuskan calon yang akan diusung, hingga detik-detik terakhir batas waktu beberapa partai bergabung mengusung calon yang tak diprediksi sama sekali untuk maju, kecuali calon kedua yang disandingkan dengan calon lain sebagai wakil.

Partai-partai seperti tak punya kader yang punya nilai jual sehingga mendukung orang-orang yang sama sekali tak terduga, bahkan ada lawan politik yang pernah bersebrangan dengan partai itu saat pemilihan calon presiden didukung maju sebagai calon dari partai.

Pemenang pilkada

Jika calon pertama memenangkan pilkada dengan satu atau dua putaran bisa jadi sebagai buah kerja keras plus membentuk citra lewat berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb sehingga penduduk terpesona oleh dirinya. Sementara jika kalah, betapa energi dan sumber daya yang luar biasa banyak telah dikerahkan tak cukup menarik hati dan minat pemilih untuk menusuk fotonya di dalam bilik suara. Walau memang ada peristiwa yang berawal dari bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb yang menjungkirkan citra dirinya dan menurunkan elektabilitas berdasarkan riset banyak lembaga survey di negeri paman besut.

Jika calon kedua dan calon dipaksa berhasil menang mungkin jadi potret penduduk negeri yang mudah digiring oleh gempuran berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb. Seperti calon pertama yang mempesona karena bombing berita di media kemudian jatuh oleh bombing berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb.

Tentang calon dipaksa yang masih muda itu saya kira masih belum punya nilai jual tinggi  untuk dipilih apalagi pendampingnya juga terkena bombing bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb berhubungan dengan kasus korupsi di masa lalunya.

Jika calon dipaksa yang masih muda itu menang, mungkin beliau akan repot karena jam terbang sebagai birokrasi masih harus diuji sementara senior yang akan diandalkan harus menguatkan daya tahan hadapi gempuran aparat penumpas korupsi.

perokok

Saya menikmati pilkada melihat rakyat yang datang ke lokasi pemungutan suara sambil merokok, termasuk panitia pemilihan yang merokok, karena biasanya ada sponsor yang menyediakan konsumsi termasuk rokok untuk menemani kerja petugas, rakyat libur sehingga bisa merokok lebih banyak, lebih bebas (karena di kantor atau tempat kerja dilarang), kalau ada yang riset mungkin pada hari itu ada peningkatan konsumsi rokok?

Selamat berpesta saudaraku … tetaplah damai dalam beda yang banyak.


2 Comments

Sepeda Motor kembali merenggut nyawa pelajar SMP

boti

Pemerintah Daerah Purwakarta sudah melarang pelajar sekolah disana membawa kendaraan ke sekolah, tapi tetap saja orang tua membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor ke sekolah, bahkan sepeda motor dinaiki bertiga (BOTI, istilah anak Jakarta) dan kematian merenggut nyawa remaja itu. Berita lengkapnya ada disini.

Tak ada angkutan umum, mahal ongkos, mempercepat waktu perjalanan, dan berbagai alasan yang digunakan orang tua untuk membenarkan pembiaran anaknya membawa sepeda motor ke sekolah, jika anaknya sudah mati macam itu, apa kata orang tua?

Siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya beberapa nyawa sekaligus?
Orang tua yang mengijinkan anaknya membawa sepeda motor?
Anak sekolah yang menendang motor korban?
Pengemudi mobil yang menabrak?
Pemerintah Daerah yang tak menyediakan angkutan umum ke sekolah?
Gubernur, Bupati, Dinas Perhubungan, atau Dinas Pendidikan?
Kepala Sekolah?

 

Menurut kamu?


2 Comments

Presiden Kreatif, tapi maaf Pak @jokowi … banyak Guru yang sudah melaksanakan sejak 7 tahun lalu

Saya salut dan sangat respek pada Presiden RI yang mendorong rakyatnya lebih kreatif lagi lewat produksi vlog (seperti yang ditulis Kompas di bawah ini) semoga saja Pak Pesiden sudah tahu bahwa banyak guru sejak lama sudah melakukan apa yang beliau himbau, lihat jejak dua video di bawah ini yang diupload ke youtube sejak tahun 2010.

Kalau beberapa youtubers yang artis sudah diundang makan siang di istana bersama Presiden, mungkin tak berlebihan jika Presiden juga mengundang Guru-guru yang sudah mendorong murid-muridnya memproduksi vlog untuk meningkatkan kreatifitas anak negeri, ditunggu undangannya ya Pak Presiden. Semoga hal ini bisa mendorong guru-guru yang lain di Indonesia agar mengajar lebih kreatif menggunakan teknologi terkini.

Di bawah ini video yang dibuat murid SMKN 50 Jakarta

Inilah beritanya;

Presiden RI, Joko Widodo, mengimbau agar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menambah jurusan-jurusan baru yang mengasah skill di sektor teknologi dan digital. Jika tidak, sumber daya manusia lokal akan terus-menerus tertinggal dan tak mampu berkompetisi di ranah global.

Salah satu jurusan yang dianjurkan Jokowi adalah pengembangan skill membuat video blog atau kerap disebut vlog. Menurut dia, SMK jangan melulu terpaku pada jurusan mesin, bangunan, listrik, dan jurusan lain yang sudah eksis sejak dulu.

“Dunia berubah cepat sekali. Mestinya ada jurusan mengenai jaringan IT, membuat video blog, aplikasi, animasi, yang sedang in,” kata Jokowi dalam pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia, Kamis (2/2/2017), di JCC, Senayan.

Dengan penambahan jurusan-jurusan baru yang relevan dengan tren saat ini, lulusan SMK diharapkan tak lagi cuma jadi buruh di negeri orang. Saat ini, menurut data yang diumbar Jokowi, sebanyak 82 persen TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di luar negeri merupakan lulusan SMK.

Bikin vlog makin mudah

Kemunculan vlog di internet sebenarnya sudah dimulai sejak lima hingga enam tahun lalu. Namun tren vlog sendiri menjadi masif pada akhir 2015 dan terus berlanjut sepanjang 2016 hingga kini.

Hal ini tak lepas dari berbagai faktor yang mendukung terciptanya ekosistem video mobile. Pertama, infrastruktur jaringan internet semakin baik sehingga netizen lebih mudah mengeksplor tayangan video via smartphone di mana pun dan kapan pun.

Kedua, para vendor smartphone berbondong-bondong melahirkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan untuk membuat vlog. Mereka menawarkan kamera depan dengan sensor bermegapiksel besar dan teknologi stabilizer untuk mencegah guncangan ketika merekam video.

Sebut saja beberapa perangkat yang bisa dibilang “vlog ready” seperti Oppo F1s, Vivo V5, LG G5, Samsung Galaxy S7, iPhone 6 ke atas, dan flagship lainnya yang berseliweran di pasaran.

Netizen tak perlu mengeluarkan modal mahal untuk membeli kamera demi menjadi vlogger. Cukup menggunakan smartphone, netizen bisa mengabadikan momen apa saja untuk dikaryakan dan dimonetisasi lewat platform berbagi video YouTube.

Vlogger kini tak ubahnya pekerjaan profesional dengan pendapatan relatif tinggi, sesuai dengan banyaknya subscribers dan views. Para pengiklan kerap mengajak vlogger tenar untuk bekerja sama melakukan kampanye pemasaran produk.

Lama-kelamaan, peran vlogger bisa dibilang serupa dengan artis di layar kaca. Bedanya, vlogger tak perlu didistribusikan lewat manajemen artis karena mekanisme kerjanya individualis dan mandiri.

Selain jurusan vlog, aplikasi, dan animasi, Jokowi juga berharap SMK bisa menyediakan jurusan retail untuk toko online (e-commerce). Lagi-lagi, hal ini merujuk pada tren global.

“Kalau ada jurusan online store kita bisa mendidik anak-anak kita untuk membangun sebuah platform. Bagaimana Alibaba bisa membangun sebuah logistic platform dan retail platform yg sangat besar sekali dengan ratusan juta pengunjung seperti itu,” ia menjelaskan.

 

Masih banyak video murid SMKN 36 Jakarta, SMKN 29 Jakarta dan SMKN 50 Jakarta di Youtube, sementara video Saya di Youtube cuma lebih dari 1.000, silahkan kunjungi channel youtube Saya, kamu sudah memproduksi berapa video di youtube?