@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

RW 03 Cipinang Muara mengadakan kegiatan donor darah & pemeriksaan kesehatan

image

image

image

image

Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, Pengurus Rukun Warga 03 Cipinang Muara Jakarta Timur menggelar Bakti Sosial pengobatan gratis dan donor darah, Kegiatan yang akan rutin digelar tiga bulan sekali ini dilakukan untuk membantu warga yang memerlukan darah.

Ketua RW 03 Aripin mengatakan, kegiatan donor darah ini sangat membantu bagi ketersediaan stok darah di PMI. “Jelas sangat membantu terutama menghadapi momen bulan puasa,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (28/5/16)

Biasanya pada momen bulan puasa jumlah pendonor mengalami penurunan. Sementara di sisi lain jumlah permintaan darah untuk pengobatan masih tetap.

Aripin menambahkan acara ini dilakukan untuk mengajak kepedulian masyarakat khususnya warga Cipinang muara untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup yang modern. Targetnya, pendonor baik pemula maupun aktif dapat secara bersama-sama mendukung acara kemanusiaan tersebut.

“Dalam kegiatan sosial ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah menyumbangkan darahnya yang nantinya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, ” jelas Aripin.

Petugas PMI menyebutkan, jumlah darah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut berhasil mendapatkan 150 kantong lebih. “dalam bakti sosial ini kami mendapatkan 150 kantong darah, kami juga berterima kasih kepada warga Cipinang muara yang telah sukarela mendonorkan darah nya, Jika tak didukung oleh masyarakat, PMI selalu kesulitan memenuhi kebutuhan darah,” ujarnya.

Sumber:
http://nusantarapos.co.id/rukun-warga-03-cipinang-muara-jakarta-timur-menggelar-bakti-sosial-pengobatan-gratis-dan-donor-darah/

Foto: Dedi Dwitagama


Leave a comment

Sangsi pelanggaran tata tertib di Sekolah

Setiap sekolah pasti punya tata tertib,
ketika ada murid yang melanggar,
sangsinya telah diatur,
jika murid itu mengulang dan melanggar lagi,
sangsi selanjutnya telah diatur

Misalnya, ada murid yang merokok di sekolah,
sangsi apa yang diberikan padanya?
jika murid itu sudah kecanduan
dan dia ulangi merokok lagi di sekolah hingga berkali-kali,
sangsi apalagi yang diberikan

jika orang tuanya tak sanggup mendidik anaknya,
masyarakat tak peduli terhadap kelakuan menyimpang di sekitarnya,
apakah sekolah bisa mendidik muridnya jadi baik?
jika murid itu merokok setiap hari di sekolah,
karena dia tak mampu menahan kecanduannya,
apakah sekolah boleh mengeluarkan murid itu?

Menurut kamu?


Leave a comment

Sekolah Narkoba

image

#Repost @bnn_indonesiabergegas:

PENCEGAHAN NARKOBA BERBASIS SEKOLAH

Sekolah mempunyai peranan penting selain hal mendidik, namun juga peran dalam pencegahan narkoba. Selain guru di sekolahan, orang tua juga mempunyai peranan penting dalam pencegahan narkoba, antara lain:
1. Mengasuh anak/anak didik dengan baik
2. Mampu memberikan dorongan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak/anak didik
3. Membangun komunikasi yang baik kepada anak/anak didik
4. Penanaman disiplin sejak Usia dini.
5. Mengawasi lingkungan anak/anak didik baik itu pergaulan maupun tempat dimana anak sering beraktivitas.

Detail : http://indonesiabergegas.bnn.go.id/index.php/en/component/k2/item/805-peranan-sekolah-dalam-pencegahan-narkoba


Leave a comment

Guru terjepit antara Gubernur dan Menteri, Pelaku Tawuran & Bully bergembira

Kompak,
mudah diucapkan tapi sulit diterapkan,
Gubernur bilang pelaku bully & tawuran harus dikeluarkan dari sekolah,
Menteri Pendidikan bilang pelaku bully & tawuran tak boleh dikeluarkan dari sekolah.

Di Sekolah,
Guru & Kepala Sekolah bingung,
Jika ada murid yang melakukan Bully atau Tawuran
Sesuai perintah Gubernur harus dikeluarkan,
Sementara perintah Menteri tak boleh dikeluarkan.

Jika ada murid yang gemar bawa senjata tajam,
gemar melakukan tawuran diperjalanan pulang dari sekolah,
guru-guru kerja keras hingga menemukan senjata tajam & pemiliknya,
mungkin sebaiknya diserahkan kepada Polisi karena itu kriminal,

berdasarkan Undang-undang, membawa celurit untuk berjaga-jaga dalam perjalanan,
adalah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Drt. No. 12/1951
atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk,
dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Si pelaku tetap melanggar pasal tersebut
sekalipun menyimpan atau menyembunyikan celuritnya di dalam tas.
Perbuatan tersebut adalah kejahatan (lihat Pasal 3 UU Drt. No. 12/1951).

Proses hukum di negeri ini biasanya berlangsung lama,
murid pembawa senjata tajam akan ditahan dan tak bisa sekolah,
saat kenaikan dia tak memenuhi syarat buat naik,
atau si murid enggan ke sekolah karena lama bermalam di penjara,
akhirnya dia keluar dari sekolah.

Menurut kamu?


Leave a comment

Dan itu BEDA, kalo kamu?

image

Mereka berseragam?
Tidak, mereka tak berseragam
di pundaknya ada strip beda jumlah
di pangkal lengan ada logo sesuai jurusan
di dada ada tulisan nama berbeda
Ada wing & penghargaan berbeda
di bahu ada tali kur beda warna

Sesungguhnya seragam itu tak mungkin
Karena manusia tak pernah sama
Jika dipaksakan pun, mukanya berbeda
Andai berhasil sama maka tak ada yang beda
Artinya tak ada yang lebih, tak ada juara

Karena sang juara harus berani
Tampil tidak seragam
Lebih baik dari semua orang
Dan itu BEDA

Kalo Kamu?

Keterangan foto: gaya berbaris SMKN 36 Jakarta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,221 other followers