Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Sepeda Motor kembali merenggut nyawa pelajar SMP

2 Comments

boti

Pemerintah Daerah Purwakarta sudah melarang pelajar sekolah disana membawa kendaraan ke sekolah, tapi tetap saja orang tua membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor ke sekolah, bahkan sepeda motor dinaiki bertiga (BOTI, istilah anak Jakarta) dan kematian merenggut nyawa remaja itu. Berita lengkapnya ada disini.

Tak ada angkutan umum, mahal ongkos, mempercepat waktu perjalanan, dan berbagai alasan yang digunakan orang tua untuk membenarkan pembiaran anaknya membawa sepeda motor ke sekolah, jika anaknya sudah mati macam itu, apa kata orang tua?

Siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya beberapa nyawa sekaligus?
Orang tua yang mengijinkan anaknya membawa sepeda motor?
Anak sekolah yang menendang motor korban?
Pengemudi mobil yang menabrak?
Pemerintah Daerah yang tak menyediakan angkutan umum ke sekolah?
Gubernur, Bupati, Dinas Perhubungan, atau Dinas Pendidikan?
Kepala Sekolah?

 

Menurut kamu?

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “Sepeda Motor kembali merenggut nyawa pelajar SMP

  1. sebuah pelajaran yg sangat berharga buat kita semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s