@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


2 Comments

Bajajku sayang, Cengkareng-Cirebon PP



Di Cengkareng biasanya dia menemaniku
Mencari makan untuk keluargaku
Saat lebaran mengantarkan kami
Ke Ciledug, kampung halaman kami

Di kursi belakang
Tiga anggota keluargaku tertidur lelap
Walau cuaca panas melahap
Sanak keluarga yang terkenang

Membawa kasur, meja belajar
dan peralatan rumah tangga lainnya
Aku berbaku kejar dengan sepeda motor
Mereguk nikmatnya hari akbar

Bajajku sayang
Antarkan aku kembali pulang
Ke Jakarta aku kan kembali …
Walaupun apa yang kan terjadi …

Kapan otonomi tak menjadikan Jakarta
sebagai tempat cari makan ???
sehingga penduduk dari semua pulau
datang menghampiri


2 Comments

Hujan tak kunjung datang



Sejak April 2006
Hujan tak kunjung datang
Tanah meradang
Pohon meregang
Kering kerontang
Gersang …

Air makin sulit
Banyak warga negeri berjalan jauh
Untuk mencari air
Sumur pompa diperdalam
Agar mudah … air minum pun dibeli

Rumput mengering
Sawah tak bisa kuning
Debu makin tebal, tak bergeming
Buah-buahan tak jadi matang
Karena bunganya rontok sebelum berkembang

Di Surabaya
Ada sekolompok anak yang sholat minta hujan
Para petanipun selalu menyuarakkan hal yang sama
Setelah sholat

Kenapa Allah tak segera memberi
Apakah karena ada bahaya yang lebih besar jika terjadi
Pulau Jawa akan terpecah dua?
Karena lumpur menenggelamkan Sidoarjo, dsk
Membagi Jawa menjadi dua bagian
Ya Allah, Engkau Maha Besar
beri kami yang terbaik

Foto pohon kering diambil di perempatan ”Merk Minuman” Cempaka Putih Jakarta, 21 Sepetember 2006 pk. 09.36, tanah kering di desa Belawa Sindang Laut Cirebon, 22 Oktober 2006 pk. 11.16 WIB


Leave a comment

Mau Naik Becak di Jakarta?


Datang aja ke wilayah Kramat Baru … sekitar Islamic Centre Jakarta … banyak becak disana … bagus-bagus, terlihat terawat, bersih dan bervariasi, ada nomornya pula … tak jauh dari situ, tak sampai 20 meter … di perempatan yang hampir selalu macet … ada Polisi Lalu Lintas … apakah Petugas Tramtib tak pernah melewati wilayah ini …? Walikota … ? Gubernur …?


2 Comments

Bayiku sayang, bayiku malang


Lebaran

Aku ingin membawa bayiku tercinta
Jumpai orang tua dan sanak keluarga
Walau ratusan kilo meter harus ku tempuh
Aku rela bermandi peluh

Pesawat terlalu mahal
Kapal laut tak menjangkau
Kereta api mahal dan berjejal
Bus mahal, berjejal tak memukau

Sepeda motor
Sehari-hari mengantarku ke kantor
Karena bis di Jakarta semakin molor
Mengurangi biaya untuk transpor

Terik matahari pantura
Menyengat tak terkira
Bayangan sambutan keluarga
Membuat kami tetap terjaga

Anakku sayang
Anakku malang
Semoga hidupmu kelak lebih baik

Foto diambil di sekitar Pintu tol Kanci Cirebon, Sabtu 21 Oktober 2006, Pk. 15.20 WIB


Leave a comment

Islamic Center VS Lokalisasi



Dulu … di lokasi ini, daerah Kramat Tunggak Jakarta Utara, terdapat Lokalisasi yang terbilang besar di Jakarta menampung banyak Pekerja Sex yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, daerahnya cukup luas …. melibatkan banyak fihak, dari mulai germo hingga pedagang …. bahkan pengendali keamanan yang resmi dan tak resmi ikut serta.

Sekarang … berdiri mesjid yang cukup mewah dilengkapi dengan berbagai fasilitas … megah … dan pasti mahal … tak sedikit uang rakyat yang digunakan untuk pembangunan lokasi yang kini disebut ”Islamic Centre Jakarta” … cukup luas areanya …. dan terlihat banyak tenaga ahli yang sedang mempersiapkan pembanguan tahap selanjutnya, pada sayap kanan Mesjid masih terdapat unit bangunan yang sedang dikerjakan.

Coba Anda intip dari celah pagar masjid ke arah barat … ada bangunan bedeng yang berpenghuni tak sedikit … semoga saja disana tak ada lagi pekerja sex yang beroperasi … karena dikabarkan kini pekerja sex menjajakan diri di banyak lokasi di Jakarta, sebut saja; Melawai, Bongkaran Tanah Abang, Terminal lama tanjung Priok, Prumpung – Jatinegara, … , atau disalon-salon terselubung yang memberi pelayanan plus-plus …

Ketika ditertibkan dan ditanya kenapa mereka menjual diri … jawabannya hampir selalu sama, ”Jika ada pekerjaan lain, Saya tak ingin terus menjual diri …”

Jadi … bisakah prostitusi dilawan dengan ”Centre” (maaf bukan meragukan konsep yang sudah mulai dijalankan) … apakah tidak lebih efektif jika akar masalahnya yang diatasi, yaitu ”pemerataan kesempatan peroleh penghasilan” …

Mungkin kita harus berfikir, misalnya: bagaimana Indramayu atau setiap daerah menarik minat warganya sehingga tidak harus merantau ke Jakarta … Pak Presiden, kami pilih Anda untuk bantu kami??


Leave a comment

Ruang AC, kursi bagus .. bikin ngantuk


Kesatuan Aksi Pelajar Muslim, KAPMI Jakarta Utara mengundang Saya untuk mengupas tuntas masalah Narkoba, Kamis 16 Oktober 2006 di Islamic Center Jakarta Utara, pesertanya cukup banyak, hampir 300 orang (terdiri dari pelajaar SLTP, SLTA dan alumni KAPMI), nama acaranya Seminar Pembinaan Akhlak Pelajar Jakarta Utara. Pembicara lain setelah Saya adalah Al Ustadz H. Lukmanul Hakim, dari bagian Dakwah Islamic Center Jakarta Utara (Terima kasih Pak Ustadz atas tausiahnya, saya sangat menikmati).

Ruangannya representatif, demikian juga dukungan sound system dan multi medianya … cuma sedikit hambatan buat saya …. formasi tempat duduknya seperti kelas, dengan kualitas kursi yang baik dan empuk akan membuat peserta mudah ngantuk, ditambah lagi AC yang lumayan terasa.

Karena itu saya lakukan ”Ice Breaking” dengan meminta peserta untuk berjalan dan berdiri di depan ruang seminar, menempati posisi sesuai dengan tema yang Saya beri, yaitu: target mereka setelah lulus SLTA – Kerja, Kuliah atau Kerja sambil Kuliah … hal ini membuat mereka bergerak dan hempaskan rasa ngantuknya, lalu Saya berdialog dengan beberapa peserta tentang pilihan dan argumentasi mereka. Setelah peserta tertawa, bergerak dan tampak lebih segar, mereka duduk menempati tempat sesuai dengan rencana masa depan … sehingga terjadi pertukaran tempat duduk dan berdampingan dengan teman baru … bukankah salah satu tujuan kegiatan adalah mengeratkan tali silaturahmi antar pelajar se Jakarta Utara, kenapa harus duduk dengan teman satu sekolah saja?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,881 other followers