@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

begini cara anak Kapal SMKN 29 Jakarta mengenang kebersamaan dengan teman-temannya

ini contoh pemanfaatan gadget di dunia pendidikan, murid membuat dokumentasi suasana belajar di STM PENERBANGAN atau SMKN 29 Jakarta, anak” kapal itu mengenang kebersamaan mereka selama tiga tahun secara visual, diupload ke Youtube sehingga bisa dinikmati orang se dunia.

Ketika akan reuni film ini bisa jadi media mengenang kebersamaan puluhan tahun lalu.

Jika setiap guru menugaskan satu murid tingkat SD, SLTP, SLTA membuat satu video setiap mata pelajaran dan diunggah ke Youtube, berapa juta video berisi kandungan pendidikan bisa dihasilkan Indonesia setiap bulan?


Leave a comment

TUJUH HARI LAGI

Dedi Dwitagama:

Puisi Bu Guru Andi Maryam, SMAN 84 Jakarta Barat

Originally posted on andimaryam:

Waktu berjalan perlahan dan pasti

Waktu bawa ku ke awal dan akhir

waktu di awal menanti akhir

waktu di akhir bergulir tak berbalik

 

Ya Allah, tujuh hari lagi aku dalam dekapan suci-Mu

Ya Allah, tujuan bulan-MU bagi ku jauh dari harap-Mu

Ya Allah, tujuh hari lagi Ramadhan berakhir

Ya Allah, tugasku meraih rakhmat-Mu kan berakhir

 

 

 

 

 

 

View original


Leave a comment

Di Negeri Paman Besut: Si Anggaran Negara tahu bahwa para politikus berpesta menghisapnya tanpa memberi kesempatan tumbuh

Di Negeri Paman Besut
Penduduknya gemar sekolah buat jadi Pegawai Negeri yang dibayar Anggaran Negara
Elit politik bersaing jadi bupati, gubernur, presiden buat boroskan Anggaran Negara
Rakyat jelata barter suara minta pendidikan & kesehatan gratis dibiayai Anggaran Negara
Pegawai pemerintah dimanja terima tunjangan ini itu dari Anggaran Negara
Pengusaha rela membayar upeti mahal untuk dapat proyek dari Anggaran Negara

Mau pulang kampung lebaran minta gratisan dari Anggaran Negara
Melahirkan dan sakit penduduk negeri minta gratis atas biaya Anggaran Negara
Sekolah gratis tak bayaran tiap bulan, biaya sekolah dari Anggaran Negara
Murid yang sekolah dengan surat bohong dari kelurahan dapat beasiswa dari Anggaran Negara

Mahasiswa tak mau membayar, menuntut gratis kuliah atas biaya Anggaran Negara
Mereka masih menuntut biaya beli buku, transport dari pemerintah atas biaya Anggaran Negara
Lucunya, saat mereka mau jadi pegawai atau anggota militer dan polisi rela menyogok banyak walau tau negara membiayai dari Anggaran Negara

Ada pembelajaran yang nyaring bahwa hidup ini gratis, semua ditanggung Anggaran Negara
Tak perlu berjuang untuk memperoleh apapun karena ada Anggaran Negara
Cukup rakyat beri dukungan pada politikus untuk jadi apa yg dia mau, maka politikus itu akan gratiskan smuanya dari Anggaran Negara
Saat bekerja, pegawai tak perlu serius karena pasti dibayar dari Anggaran Negara
Mental rakus timbuhkan korupsi luar biasa manfaatkan habiskan Anggaran Negara dan apapun yang bisa dikorupsi

Si Anggaran Negara merasa lelah dan terlalu berat menanggung beban
Si Anggaran Negara merasa tak ditambah dalam jumlah yang cukup
Si Anggaran Negara merasa harus menanggung semua beban penduduk negeri atas perintah politikus
Si Anggaran Negara tahu bahwa para politikus berpesta menghisapnya tanpa memberi kesempatan tumbuh

Saat si Anggaran Negara menghilang
Sementara rakyat sudah terbiasa gratis
Pegawai pemerintah apatis tak kreatif
Apakah Negeri Paman Besut jadi bangkrut?
Apa yang terjadi di sana?


1 Comment

Sebagian kecil untuk bisa dikenang nantinya

Dedi Dwitagama:

Umi sudah siapkan materi reuni sejak masih sekolah, bagaimana dengan kamu? upload video yg banyak ke youtube deh spy reuni kamu jadi seru nanti

Originally posted on Syarifa Umihani:

Video kegokilan diatas akan menjadi kenang kenangan yang bisa dinikmati ketika nanti gue udah lulus. Bukan zamannya lagi sekarang nyimpen video di memory card, ketika itu memory terjangkit virus ataupun ke format, lu bisa apa? Nangis darah palingan…..

Gak ada salahnya manfaatin media sosial deh buat hal hal yang positif. Gue bakal inget kata kata Pak Dedi yang pernah bilang ke gue “suatu saat nanti ketika reunian itu video bakalan jadi sesuatu yang luar biasa, ntar lu rasain deh, jadi inget deh lu sama temen temen lu dulu lucunya kaya apa” .

Persiapkan dari sekarang dan gue pengen ngebuktiin kalo suatu saat nanti video ini bakalan jadi sesuatu yang sangat luar biasa…

View original


1 Comment

Pengalaman berharga selama menjadi siswa SMKN 50 Jakarta

Dedi Dwitagama:

Begini salah satu cara murid mengenang sekolahnya, baca deh tulisan Umi

Originally posted on Syarifa Umihani:

CIMG9447

Begitu banyak pengalaman yang luar biasa ketika gue masih menjadi salah satu siswa SMKN 50 Jakarta, ya salah satunya adalah mengikuti berbagai macam perlombaan akuntansi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta & Tangerang. Disetiap perlombaan itu pasti ada yang menang dan ada yang kalah, begitu juga sama kaya apa yang gue alamin sewaktu lomba. Gue bakal ceritain dipostingan kali ini.

1. Accounting Competition Universitas Darma Persada Jakarta (15-16 Februari 2013)

15-16 februari 2013Lomba akuntansi di UNSADA ini pertim dimana waktu itu gue satu tim sama dito dan shabrina. Ini lomba juga pertama kalinya gue diikutin sama bu Jeanne. Berhubung ini lomba tingkat SMA/SMK se-Jabodetabek, udah ngebayangin awalnya kalo lawannya itu anak SMA ya pasti harus lebih diseriusin lagi belajar di materi ekonominya. Disini gue, dito sama shabrina dapet juara II, kalo ditanya seneng banget ya pasti lah karna waktu itu juga keadaannya gue masih kelas 11.

2. Zahir Competition…

View original 403 more words


Leave a comment

Pembiasaan kreatif dan produktif di Sekolah

Proses belajar kreatif sudah seperti keharusan di semua jenjang pendidikan, sebuah prose belajar yang mendorong murid untuk berani mengeluarkan ide-ide yang dihubungkan dengan materi pembelajaran hingga menghasilkan sesuatu, hasil proses kreatif dalam pembelajaran adalah sesuatu yang bisa dinikmati oleh murid yang menungkap ide kreatif, teman se kelasnya, guru kelas dan semua orang yang melihat hasil kerja krearif dalam proses belajar.

Hasil proses kreatif yang dilakukan berkali-kali menjadikan murid terbiasa produktif, ada hasil pada proses yang dikerjakan. Pada foto ilustrasi di atas terlihat hasil belajar murid yang didisplay oleh murid, dibantu guru, dinikmati oleh murid, guru, orang tua dan semua orang yang melihat suasana kelas.

Display model kelas seperti di atas prosesnya hanya bisa dinikmati oleh murid dan guru yang membuat karya kreatif, ikut mendisplay atau orang-orang yang datang ke ruang kelas itu.

Agar proses kreatif dan produktif bisa jadi contoh hingga bisa ditiru dan disempurnakan oleh murid dari luar sekolah bahkan dari seluruh dunia, sebaiknya saat karya kreatif itu dibuat sebaiknya didokumentasikan dalam bentuk foto dan diunggah di instagram, dalam bentuk video yang diunggah di youtube, atau proses cerita plus foto yang bisa diunggah di blog murid, blog guru, blog sekolah.

Saat karya kreatif itu didisplay bersama semua murid dan guru sebaiknya didokumentasikan dalam bentuk foto dan diunggah di instagram, dalam bentuk video yang diunggah di youtube, atau proses cerita plus foto yang bisa diunggah di blog murid, blog guru, blog sekolah, akan terlihat bagaimana proses kerjasama antar semua murid dan guru mendisplay karya kreatif di kelasnya.

Ketika karya kreatif itu sudah di display dan suasana kelas jadi baru dan semarak sebaiknya didokumentasikan dalam bentuk foto dan diunggah di instagram, dalam bentuk video yang diunggah di youtube, atau proses cerita plus foto yang bisa diunggah di blog murid, blog guru, blog sekolah, akan terlihat perbedaan kelas sebelum didisplay karya kreatif dan sesuadh didisplay hasil kerja murid.

Kesan-kesan proses produktif, dimana murid-murid diwawancara satu persatu tentang hasil kerja kreatifnya, didokumentasikan dalam bentuk foto dan diunggah di instagram, dalam bentuk video yang diunggah di youtube, atau proses cerita plus foto yang bisa diunggah di blog murid, blog guru, blog sekolah.

Murid Sekolah Dasar, sudah mampu melakukan berbagai hal di atas dengan menggunakan gadget, telepon genggam, laptop, dsb. Guru hanya mendorong, mengarahkan, mengontrol waktu agar semua kompetensi bisa dicapai murid dan banyak kenangan di blog, youtube, soundscloud, instagram bisa dinikmati oleh murid-murid hingga puluhan tahun yad, dan bisa jadi referensi bagi murid, guru-guru dan sekolah lain yang membutuhkan.

Video di bawah ini adalah salah satu contoh pemanfaatan teknologi informasi dihubungkan dengan pelajaran matematika di SMKN 50 Jakarta, anda dan semua orang sedunia bisa nikmati karya-karya mereka di Youtube.


Apa dokumentasi terakhir anda? di blog, intagram atau youtube?


Leave a comment

tak sulit negeri itu mencari pemimpin yang bermutu dengan rekam jejak yang jelas, happy deh

di negeri paman besut sedikit sekali orang yang pantas jadi pemimpin, sehingga menjadi biasa bupati, walikota, gubernur suatu daerah adalah seseorang yg bukan penduduk daerah itu atau sudah lama tidak tinggal di daerah itu, impor pemimpin, pindah-pindah calon legislatif jadi tak masalah.

Masalah sesungguhnya ada di lembaga pendidikan, seperti perguruan tinggi, sekolah atau lainnya yang lupa misi utamanya.

Coba amati visi, misi lembaga-lembaga pendidikan itu, pasti salah satunya membentuk manusia berkualitas. Mereka yang berkualitas biasanya punya kemampuan leadership yang baik dan bisa berperan sebagai rakyat yang baik pemimpin yang baik pula.

Proses melatih kepemimpinan murid di sekolah nelalui berbagai organisasi seperti OSIS, ROHIS, ROKRIS, basket, volly, paskib, PMR, marching band, fotografi, musik, teater, dsb.

Pada setiap unit kegiatan ada struktur organisasi seperti ketua, wakil, sekretaris, dsb. Mereka mengelola unit-unit untuk operasional kegiatan dan berkoordinasi dengan unit lainnya serta manajemen sekolah untuk mewujudkan target-target dalam bentuk latihan, pentas, kompetisi, pencapaian prestasi atau lainnya.

Hal di atas adalah miniatur sebuah negara dengan seorang Presiden, yang di sekolah ada Ketua OSIS, ada menteri-menteri yang di sekolah adalah ketua unit kegiatan, pembiasaan ketika di SD, SMP, SMA & Perguruan Tinggi akan memetangkan kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain untuk mencapai tujuan.

jika jutaan sekolah di negeri yg hampir seperempat milyar penduduknya biasa melatih mental kepemimpinan anak maka tak sulit negeri itu mencari pemimpin yang bermutu dengan rekam jejak yang jelas, happy deh.


Leave a comment

Mengelola Sekolah itu gampang

di negeri paman besut
ada berita di koran
anak SMP bikin video tak sopan gunakan HP
sekolah melarang murid bawa HP ke sekolah
anak pencinta alam mati ketika kegiatan di luar
sekolah melarang ekskul pencinta alam
anak tawuran dijalan
sekolah dilarang menerima murid baru
kecelakaan rombongan bus pariwisata studi banding sekolah
sekolah melarang murid adakan studi banding ke luar kota

ada murid meninggal karena ospek
sekolah melarang murid adakan kegiatan ospek
ada kejadian …
sekolah melarang …
ada kejadian …
sekolah melarang …

mengelola sekolah ternyata gampang
ada kejadian …
bikin larangan …
mungkin nanti
murid ke sekolah cuma belajar
tak ada kegiatan ekatra kurikuler
karena semua habis dilarang

Negara jadi sangat sulit cari anak-anak muda berprestasi
semua anak muda cuma sekolah buat lulus UN
kuliah terus kerja, jadi kuli perusahaan besar
atau wirausaha sendiri terseok-seok
cari pemimpin, gubernur, presiden makin sulit
karena murid di sekolah tak dilatih organisasi
kasih sambutan tak bisa dinikmati beralasan seperlunya
kamu pernah jadi pemimpin organisasi apa?


2 Comments

Sekolah gratis, murid tak berhak menuntut kualitas, “Maunya gratis koq pengen bagus.”

Di Negeri Paman Besut, sekolah negeri gratis sejk SD hingga SLTA, orang tuan yang keadaan ekonomi terbatas sangat senang dengan kebijakan pemerintah daerahnya, karena bisa menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tanpa merisaukan biaya, terlebih lagi ada pemberian beasiswa kepada murid berupa kartu pintar atau nama lainnya, murid yang bersekolah seperti sudah bekerja memperoleh penghasilan. menurut peraturan, dana yang diberikan untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah anak, tetapi orang tua sering ikut menggunakan uang untuk keperluan keluarga yang tak berhubungan dengan sekolah.

Di beberapa sekolah negeri mayoritas gurunya adalah pegawai honor alias belum menjadi Pegawai Negeri Sipil – PNS, karena guru-guru yang PNS sudah pensiun dan belum ada droping guru baru PNS dari Pemerintah, karena tak boleh menerima sumbangan dari masyarakat atau orang tua murid, maka sekolah hanya mengandalkan dana operasional dari pemerintah daerah dan pusat, naasnya hingga bulan Mei anggaran tak kunjung turun ke sekolah. Untuk guru yang PNS tak masalah karena penghasilan atau gaji dari pemerintah tetap turun seperti biasa, sayangnya sekolah jadi kesulitan untuk membayar honor guru yang belum PNS, sementara para guru itu memiliki keluarga.

Untuk operasional sekolah seperti kebersihan, perawatan, listrik, air dan lain-lain kepala sekolah melakukan berbagai upaya untuk menutupi dana, bahkan ada yang harus meminjam uang ke Bank agar cukup dana untuk operasional sekolah dan membayar honor guru, karena proses belajar tak boleh berhenti seharipun. Kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler jadi terhambat pelaksanaannya, jika ada murid atau orang tua murid yang melihat ada penurunan pelayanan secara kuantitas maupun kualitas dan menuntut kepada guru atau kepala sekolah agar memberi pelayanan yang bermutu bisa dijawab begini: “Maunya gratis koq pengen bagus.”

Akhirnya, orang tua yang berpendidikan dan mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta yang bagus meskipun biaya yang harus dikeluarkan tak sedikit, dan sekolah-sekolah negeri makin kekurangan murid karena masyarakat makin sadar pentingnya pendidikan bermutu buat anak-anaknya.

Sekolah-sekolah negeri yang masih mengedepankan mutu, para orang tuanya kompak memberi dukungan dengan memberi donasi uang utntuk berbagai kegiatan sekolah yang bermanfaat buat anak-anaknya yang dititipkan di sekolah itu, walaupun Gubernur atau Kepala Dinas marah kepada Kepala Sekolahnya, para orang tua marah kepada Gubernur & Kepala Dinas; “Kami ingin Sekolah yang lebih bermutu sesuai keinginan kami, kalian tak perlu melarang kami menyumbang sekolah anak kami.”


Leave a comment

Mendokumentasikan Training, Seminar Saya di Blog Trainer Kita

Mahasiswa AKIP

Mahasiswa AKIP

Itu adalah foto terakhir yang saya upload di blog TRAINERKITA, mendokumentasikan Training, Seminar Saya di berbagai tempat yang berjumlah 48 hingga hari ini, muara semua training Saya pada intinya adalah memberdayakan penduduk negeri agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk bisa memberi arti buat kehidupan.

Terima kasih kepada semua fihak yang telah berkenan bersinergi dengan saya. Ribuan foto-foto training saya bisa disimak disana, ratusan video saya bisa dinikmati disini.


Leave a comment

Menyikapi Era Digital di Negeri Paman Besut (2)

ilustrasi

ilustrasi


ada kampus sekolah tinggi di Negeri Paman Besut
yang pendidikannya berasrama
pola atau metodenya mirip militer
rambut botak, atribut seperti tentara

mungkin di kampus itu terbiasa dengan kekerasan
senior bisa bertindak berlebihan kepada yuniornya
kadang hingga nyawa menghilang
hingga jadi heboh mengisi berita mass media

mahasiswa yang kuliah di kampus itu dilarang membawa smartphone
mereka hanya diijinkan membawa handphone tanpa kamera
barangkali, pengelola kampus khawatir
kegiatan yang tak bagus terekspos di media
bersumber dokumentasi smartphone mahasiswanya

mungkin tak relevan bertanya apakah dikampus itu ada wifi?
menerapkan e-learning, atau hal-hal inovatif berbau digital
bisa dibayangkan
bagaimana rasanya anak-anak muda era digital
berada dalam suasana zaman dulu, sekian puluh tahun lalu


Leave a comment

Menyikapi Era Digital di Negeri Paman Besut (1)

ILUSTRASI

ILUSTRASI


Anak-anak SMP di Negeri Paman Besut
gunakan telpon genggam yang canggih
ada yang gunakan bekas orang tuanya
ada yang memang sengaja dibelikan orang tuanya

fungsi telpon genggam bisa untuk macam-macam
bisa untuk foto, video, akses internet dan lainnya
orang-orang sekarang menyebutnya smartphone
mendengar musik tak perlu radio atau CD
menonton film tak perlu televisi
mengakses internet tak perlu laptop atau komputer
semua bisa dilakukan dengan smartphone nya

Anak-anak remaja mencoba semua fasilitas smartphonenya
termasuk membuat foto dan video apa yang ada di sekitarnya
sayang sekali ada kegiatan terlarang yang dilakukan dan di videokan
hingga membuat heboh orang tua, sekolah, polisi hingga dinas pendidikan
kini anak SMP di ibukota Negeri Paman Besut dilarang membawa smartphone


Leave a comment

Keriput, dibalut, manggut-manggut, diseruput, kemput

Kulitnya kriput,
Tulang ama kulit dibalut,
Jalannya manggut-manggut,
Minumnya kopi diseruput,
Asap beracun yg dihirup ampe pipinya kemput

Semalam saya menjumpai perokok tua
Mungkin sejak muda di merokok

20140210-125604.jpg

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

KARENA TERNYATA ROKOK DIPRODUKSI BUAT ANAK MUDA YANG MISKIN, GELAP KULITNYA & BODOH, apakah termasuk kita?


2 Comments

Tawuran pelajar, bikin sesama rakyat berkelahi

20140613-145618.jpg
Anak salah
Orang tua lengah
Sekolah kalah
Polisi lelah
Dinas Pendidikan tak tergugah
Pemda terengah
Kemendikbud dimana entah
Warga marah

Khawatir harta yang sedikit rusak
Atau langganan lari terdesak
Takut batu & senjata tajam berserak
Akhirnya warga mengeroyok anak sekolah yang terpojok
Agar tak lagi tawuran di lokasi warga
Mereka marah karena jemu dan lelah melihat anak sekolah yang salah arah


Leave a comment

seperti sesuatu yang wah, mewah, karena bangsa ini rendah sekali rasa percaya diri & kemampuan public speakingnya

20140608-105044.jpg
Ada yang sharing, bertanya atau menyampaikan apa saja jadi hal yang sangat membahagiakan seperti sesuatu yang wah, mewah, karena bangsa ini rendah sekali rasa percaya diri & kemampuan public speakingnya, foto di atas adalah seorang Guru PAUD yang berdialog dengan saya pada kegiatan Community Development Toyota, foto-foto dan reportase lainnya bisa disimak disini.


Leave a comment

kamu adalah sesuai yang kamu bawa

20140606-115248.jpg
anak sekolah atau mahasiswa yang siapkan barang-barang di atas menyambut hari jumat, bisa dipastikan dia adalah orang baik yang membawa barang-barang baik untuk berbuat baik, memberi kebaikan buat manusia dan alam semesta.

Jika anak sekolah menyiapkan celurit, pisau belati, roda gir atau benda-benda lain untuk dibawa ke sekolah, bersepakat dengan teman basis atau jalur pergi/pulang yang sama. Dia sedang mempercepat kematiannya.


2 Comments

Sekolah Menengah Masa Depan Indonesia: Dengan mudah kita bisa dapat presiden yang jago olahraga, menguasai seni, bisa bela diri pandai berpidato dan meneliti

Setelah tiga tahun belajar
Setiap murid harus lulus ujian tertulis,
Pernah juara olahraga tingkat provinsi
Pernah juara kompetisi bela diri tingkat provinsi
Pernah juara debat atau pidato tingkat provinsi
Pentaskan karya seni dan dipublikasikan di youtube
Meneliti sesuatu, dokumentasinya diunggah di youtube
Yang belum memenuhi syarat semua tak bisa terima ijazah

Bisa dibayangkan suasan sekolah saat itu
Semua murid sibuk belajar buat lulus ujian tulis
Semua murid memiliki cabang olahraga yang ditekuni
Latihan bersama sepulang sekolah
Belajar bela diri buat ikut kompetisi
Anak-anak berlatih debat dan pidato
Bekerja sama dengan sesama murid latihan seni tradisional dan modern
Memproduksi rekaman pentas seni atau pameran karya dan diunggah di youtube
Mengamagi masalah di lingkungannya, meneliti, melaporkan & mendokumentasikan

Anak-anak sekolah jadi sibuk
Guru memfasilitasi, mengarahkan, menjaga irama, mengatur waktu
Semua murid punya prestasi olahraga
Semua murid bisa ilmu bela diri
Semua murid punya keterampilan seni
Semua murid mampu berpidato & berdebat secara sehat
Semua murid peka terhadap masalah & bisa mencari penyelesaian

Kompetisi di kota jadi agenda rutin
Kalah dan menang jadi hal yang biasa
Energi murid tercurah di arena lomba dan kompetisi
Tawuran terjadi dalam bentuk yang sehat di arena lomba resmi bukan di jalan
Kegembiraan berkompetisi menjadi masif berkali-kali sepanjang tahun di berbagai cabang olahraga & seni
Mendokumentasikan kebaikanjadi kebiasaan
Mencari atlit atau anak hebat buat mewakili daerah jadi hal mudah
Orang berani dan hebat banyak tercipta

Mau cari Presiden?
Dengan mudah kita bisa dapat presiden yang jago olahraga, menguasai seni, bisa bela diri pandai berpidato dan meneliti
Happy deh


Leave a comment

miskin ilmu, miskin iman, miskin harta; mana yang harus lebih dulu diobati?

20140604-093110.jpg

Bagaimana jadinya orang yang karena tak tahu, tak punya iman dan tak berharta harus mengalami penderitaan, sakit seumur hidup, harus berobat selama hidup untuk penyakit yang sulit disembuhkan?

miskin ilmu, miskin iman, miskin harta; mana yang harus lebih dulu diobati? siapa yang mengobati? kapan pengobatannya? berapa lama?

Keluarga memberikan pendidikan sejak anak masih dalam kandungan, memberikan asupan gizi yang cukup, dorongan kepada anak untuk berani masuk sekolah, punya semangat & motivasi belajar yang baik.

Sekolah memfasilitasi murid untuk mengekaplorasi berbagai hal yang bakal dibutuhkan dalam kehidupan berbentuk ilmu, pengetahuan, dsb, serta membiasakan tumbuh karakter-karakter baik yang bermanfaat buat jalani kehidupan saat murid dewasa.

Sekolah juga membekali murid dengan
pengetahuan & praktek-praktek agama yang bisa meningkatkan iman muridnya.

miskin ilmu, miskin iman, miskin harta; mana yang harus lebih dulu diobati? yang pertama, anak harus belajar agar bisa berfikir baik, menggunakan logika, menerapkan pengetahuan lewat ilmu yang diperoleh di sekolah & masyarakat, artinya seseorang harus memiliki kekayaan ilmu yang bisa meningkatkan kekayaan iman hingga peroleh kekayaan harta lewat usaha-usaha yang menerapkan ilmu & iman yang dimilikinya.

Sekolah harus bisa membentuk katakter murid sebagai manusia yang siap bersaing memperebutkan kehidupan yang layak tanpa perlu jadi perlu menjadi pelacur hingga terjangkit HIV, menurut anda?


Leave a comment

Reuni Akbar 50 tahun IKIP Jakarta/UNJ diselenggararakan oleh @IKAUNJ

20140601-102813.jpg
Prof . Dr. Winarno Surachmad mantan Rektor UNJ 1975 – 1979 memberi sambutan diapit oleh Rektor UNJ Prof Jaali (kaos biru) dan ketua IKA UNJ DR. Taufik Yudi Mulyanto (topi putih) di kampus timur UNJ 1 Juni 2014.

20140601-103211.jpg

20140601-103319.jpg

20140601-103354.jpg

20140601-103414.jpg

20140601-103456.jpg

20140601-103533.jpg

20140601-103551.jpg

20140601-103610.jpg

diawali senam aerobik, sambutan ketua IKA UNJ, Rektor UNJ, Mantan Rektor IKIP Jkt, funwalk, musik, doorprize, kangen-kangenan, foto bareng, dsb.


Leave a comment

Hari tanpa tembakau sedunia 31 Mei

20140531-094508.jpg
Di Amerika, Australia dan Eropa pabrik rokok besar dunia tutup karena pajak rokok dinaikkan, 70% bungkus rokok harus menunjukkan gambar penyakit kangker tengggorokan, dan tulisan merk rokok hanya kecil saja, rokok tak bolehdiiklankan dimanapun, serta kesadaran penduduknya karena pendidikan atau perhatian orang tua, sekolah, pemerintah terhadap pemeliharaankesehatan terus meningkat.

Indonesia baru melarang iklan rokok di beberapa tempat umum, belum semua lokasi, tapi paling tidak sudah mulai adaupaya mengejar keterbelakangan kita dari negara-negara maju, termasuk kesedian anda membaca tukisan saya ini …. karena rokok memang sepertinya dibuat untuk anak muda kulit berwarna, miskin, dan bodoh, apakah itu termasuk anda?


Leave a comment

Reuni Akbar IKIP Jakarta/UNJ 1 Juni 2014

20140524-122258.jpg

20140524-122338.jpg
Saya posting ini sambil ikut Rapat persiapan reuni & pembentukan ikatanalumni Fakultas MIPA UNJ di Kampus Timur UNJ, duduk di kursi kuliah yang dulu … Ga berubah deh kaya’nya, smg sukses apa yang di tencanakan … dukung yuuuu


Leave a comment

Perokok itu bodoh

20140210-125604.jpg

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

dia perokok,
dia masih muda,
dia miskin,
dia gelap kulitnya,
dia bodoh

KARENA TERNYATA ROKOK DIPRODUKSI BUAT ANAK MUDA YANG MISKIN, GELAP KULITNYA & BODOH, apakah termasuk kita? Udah miskin, bodoh pula?


Leave a comment

Bimbingan Teknis Pembelajaran Multimedia Guru SMK Jakarta Selatan

Bersama Nara Sumber Pak Sukani & Kasi SMK Sudin Dikmen Jkt Sel Ibu Latifa

Bersama Nara Sumber Pak Sukani & Kasi SMK Sudin Dikmen Jkt Sel Ibu Latifa

Memotivasi

Memotivasi

Di Erlass Warung Buncit Jakarta Selatan, 21 Mei 2014, acara bertajuk Bimbingan Teknis Pembelajaran Multimedia Guru SMK, semoga bermanfaat. Kepada peserta yang mau melaporkan hasil workshopnya silahkan disini.


Leave a comment

Buku tahunan era digital, anak Kapal menitipkan memori sekolahnya di Youtube

20140519-123906.jpg
Awalnya saya dimention di twitter spt foto di atas, sgera saya ke tekapee

Jika sekolah anda masih mencetak buku tahunan yang memdokumentasikan foto-foto teman sekolah seangkatan? Seberapa mahalpun buku itu bakal mudah hilang, terselip, terbakar atau lapuk, karya murid SMKN 29 Jakarta yang menitipkan wajah-wajah teman sekelas di Youtube bakal bisa dinikmati kapan saja dari mana saja hingga puluhan tahun walau hanya dengan telepon genggam, jika anak-anak bisa seharusnya guru lebih bisa, happy deh.


5 Comments

Hentikan saja Ujian Nasional, bikin moral pendidik jadi bejat gini, maluuu woooi, ngaku guru!!!

20140513-162125.jpg
Sikap keras pemerintah bahwa soal ujian nasional (unas) SMA tidak bocor akhirnya terpatahkan. Berdasar keterangan pihak-pihak yang telah ditangkap dan diperiksa polisi, diketahui bahwa soal unas SMA benar-benar telah bocor dan kunci jawabannya sudah menyebar ke mana-mana.

Naskah soal unas itu bocor karena dicuri. Tidak main-main, pencurian tersebut melibatkan sekitar 70 kepala sekolah (Kasek) dan guru yang bekerja secara terstruktur. Semua adalah Kasek dan guru SMA negeri maupun swasta dari Lamongan.

’’Kunci jawaban bukan aslinya. Ini tidak bocor dari pusat. Tapi, ini adalah hasil menjawab sendiri oleh sekelompok guru di Lamongan setelah mereka mencuri naskah soal,’’ kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Setija Junianta Senin (12/5).

Para guru mencuri? Setija menyatakan bahwa itulah kenyataannya. ’’Pencurian ini dilakukan dengan modus mengelabui polisi yang mengawal proses distribusi naskah soal ketika menuju polsek,’’ terangnya.

Mau lebih lengkap lagi beritanya silahkan kesini</strong>.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,071 other followers